2 hari kemudian,
Sean berada di dalam ruangan pemain bersama para pemain yang memasuki daftar besar.
Sean juga di pilih masuk daftar tim besar karena pelatih melihat perkembangan Sean selama latihan 2 hari ini.
Dimana Sean menunjukan dribble nya yang cepat namun bolanya tetap berada di sekitar kakinya dan terkontrol dengan baik.
Sean juga tak lupa menunjukan trik kebiasannya yaitu ketika sudah mendribble bola dia melakukan cut inside dan langsung menendang bolanya.
Entah itu tendangan roketnya ataupun tendangan melengkungnya sudah menjadi sangat baik.
Pelatih yang melihat itu juga awalnya terkejut namun hanya sesaat karena dia senang bahwa pemain yang dia butuhkan sekarang sudah berada dalam kondisi yang memungkinkan.
Sean juga tidak hanya masuk daftar besar tapi masuk langsung dalam starting line up.
Pertandingan melawan Facos Ferreira ini di lakukan di rumah Boavista.
Para penonton juga masih banyak yang hadir meski itu hanya permainan U 19, mereka sering menonton karena mereka ingin melihat talenta muda tim favorit mereka.
"Baiklah, kumpul kumpul."
"Skema kita sekarang, menyerang seperti biasa. Apalagi dilihat dari statistik dan kebiasaan lawan yang sering menyerang. Jadi kita juga akan menyerang. Kita kejutkan mereka dan bombardir mereka." Ungkap pelatih.
"Jangan banyak memberikan bola melalui jalur tengah dengan umpan terobosan, tapi cobalah memberikan umpan terobosannya ke winger winger supaya serangan juga lebih bervariasi."
"Ketika lawan sudah terbiasa dengan itu, coba berikan umpan terobosan langsung ke depan dari tengah."
"Untuk sekarang kurangi umpan umpan silang, kita mulai itu di babak 2."
"Penyerang, bergerak secara bebas jangan diam di kotak karena umpan silang akan di kurangi di babak 1 ini." Ungkapnya panjang lebar.
Para pemain semuanya mendengarkan dengan teliti karena ini instruksi pelatih.
"Baiklah ayo." Ucapnya sembari bertepuk tangan, mencoba memberikan semangat pada anak asuhnya.
Para pemain langsung berjalan menuju lorong pemain, meski lorong ini sedikit kecil karena bukan stadion besar.
Sean ikut berjalan bersama para pemain menuju lorong.
Ketika para pemain di lorong, suara di luar lapangan sudah ramai dengan sorak sorai.
Mendengar itu pun, komentator lapangan langsung menyadarinya dan segera membuka daftar line up untuk memperkenalkannya pada para penonton.
"Baiklah, mendengarkan keramaian para penonton, sepertinya para pemain sudah memasuki lorong, jadi kita perkenalkan terlebih dulu susunan kedua tim." Ungkapnya.
Dengan itu pun komentator mulai memberi tahu para pemain Facos Ferreira pada penonton, setelah selesai, komentator melanjutkannya lagi, "Untuk pemain Boavista. Kiper diisi oleh A Fonseca. Pemain belakang di isi oleh Raul Tavares, L Magolo, Luis Pimenta, Claudio Mateus. Pemain tengah di isi oleh J Ramos, Dani Goncalves, M Silva. Pemain depan di isi oleh R Victor, R Oliviera, Sean."
"Oh rupanya, pemain yang berasal dari Asia itu di mainkan kembali." Ucap komentatornya ketika menyadari adanya Sean.
Ia juga tahu bahwa Sean pernah bermain dan ia juga pernah memperkenalkannya tapi waktu itu dia tidak mengetahuinya karena kurangnya informasi dan karena si pemain jarang sekali masuk daftar besar.
"Sepertinya pelatih memberikan kepercayaan besar pada Sean ini sampai sampai memberikan waktu bermain dari awal pertandingan." Ungkapnya.
Para penonton yang mendengarnya juga segera mengetahui, namun tidak terlalu mencemooh bagaimanapun itu keputusan pelatih, hanya berharap saja bahwa pemain ini tidak bermain buruk.
Setelah perkenalan selesai, tak lama pun para pemain berjalan ke lapangan. Sean juga mulai merasakan atmosfir bermain dari awal, dari 3 pertandingan yang ia mainkan selama ini hanya bermain dari bangku cadangan.
Dengan masuknya para pemain, pemain berbaris dan bersalaman, kapten pun di panggil wasit untuk memilih bola atau tempat.
Kapten yang tidak lain adalah Ramos langsung memilih bola.
Dengan itu kick off pun dimulai.
Oliviera membagi bola ke belakang, dan segera para pemain lawan juga menutup para pemain lainnya dan menekannya mencoba merebut bola.
Sean berada di sisi kiri dan mulai bergerak secara bebas meminta bola. Meski diikuti, setidaknya Sean terus berusaha mencoba meminta bola, seakan melihat itu, Silva juga segera mengopernya, Sean menerima bola dan memberikannya lagi pada Silva, kemudian Sean mencari ruang lagi untuk bergerak.
Permainan berlangsung seru karena kedua tim saling menyerang, dan yang terjadi adalah perebutan di wilayah tengah.
Kedua kiper belum menangkap satu bola pun karena bola belum pernah mencapai wilayah berbahaya.
Sean yang sedari tadi melakukan pergerakan mencari ruang dan mencoba meminta bola namun dia berikan lagi merasa bahwa permainan seperti ini alot.
Kemudian dia mencoba meminta bola pada Dani Goncalves yang kini tengah membawa bola di tengah lapangan.
Dani Goncalves juga melihat Sean meminta bola dan segera mengopernya.
Sean menghentikan bolanya dengan halus dan mulus, setelah itu ia melihat sekitar dan lawan yang dari tadi mengikutinya sekarang sedang tertinggal karena Sean meminta bola dan menerima bola dengan cepat.
Melihat ini, Sean memanfaatkannya dan mulai menggiring bola kedepan, namun belum dengan kecepatan tercepat, tapi masih saja itu sangat cepat jika dilihat oleh orang lain.
"Wooww." Seruan komentator.
"Dia sudah mulai berlari, aku mengingatnya pemain ini adalah pemain yang memiliki lari cepat itu, tapi lihat dia sekarang, dia membawa bola namun masih cepat."
"Oh dia menerobos dan melewati 1 pemain bertahan lawan, apa yang akan dia lakukan sekarang?" Ungkapnya membuat para penonton semakin memperhatikan pertandingan.
Sean yang sudah melewati salah satu pemain itu mulai mempercepat kecepatan dribblenya lagi.
"Oh bahkan dia bisa sangat cepat..." Ungkapnya terhenti karena saat ini, salah satu pemain bertahan akan mulai menutup Sean, namun Sean langsung melakukan cut inside ke dalam dan tidak berlama lama, dia melihat sekilas ke arah gawang, mencoba melihat posisi kiper.
Setelah melakukan Itu, Sean langsung menendang dengan tendangan roketnya. Ia tidak memilih dengan tendangan melengkung karena posisi kiper tepat di tengah dan mudah tertebak jika menendang dengan tendangan silang.
Diikuti oleh ayunan kaki Sean yang cepat, bola di hantam dengan keras oleh kaki Sean.
Bola pun langsung melesat melalui celah antara pemain bertahan yang masih berada di posisinya.
Para pemain bertahan hanya merasa bahwa mereka seperti telah melewatkan sesuatu, kemudian mereka menoleh ke belakang.
Namun yang mereka lihat adalah posisi kiper yang sudah terjatuh namun matanya bukan tertuju pada kiper tapi pada bola yang sudah bersarang di gawang.
Masih melamun karena tidak menyangka, berbeda dengan pemain Boavista mereka dengan cepat sadar walaupun mereka juga terkejut.
"Goool." Ungkap komentator yang telat.
"Tendang spektakuler, boom. Aku merasa bahwa roket sudah di luncurkan." Ungkapnya.
Sean yang berada di lapangan tidak mengerti dengan semua ini, dia kaget. Dia juga lupa berselebrasi, ia sekarang sedang di peluk oleh rekan rekan timnya.
"Baguss bagus, tendangan indah, gol indah." Ungkap para pemain yang memeluk Sean.
Di sisi lapangan, pelatih dan staff serta pemain cadangan juga bersorak.
"Seperti latihan, dia melakukannya juga sekarang. Bagus Sean!" Ungkap Pelatih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 255 Episodes
Comments
glanter
goallllll....
2023-04-26
2
ASIKIN AJA
akhirnya nemu novel kek gini buatan indo😆
2023-04-03
2
Taaku
mantap
2022-12-13
1