Pertandingan antara Arouca dan Penafiel liga 2 Portugal yang berlangsung di Estadio Municipal Arouca sedang berlangsung.
Kini Arouca unggul 2 gol dari tim Penafiel. Gol pertama yang berhasil di cetak oleh Osei, winger Arouca di menit 31.
Gol pertama tersebut mengandalkan bola yang terbuang oleh kiper dengan sembarangan, Osei yang saat itu kosong memanfaatkannya dengan baik dan mencetak gol dengan mudahnya.
Gol ke dua Arouca terjadi pada menit 44 tepat 1 menit sebelum waktu reguler berakhir. Gol kedua di cetak oleh Roberto yang merupakan penyerang tengah tim Arouca.
Dengan tubuhnya tinggi, Roberto berhasil menciptakan gol melalui sundulan kepalanya.
Itu di ciptakan dari peluang tendangan bebas yang di eksekusi oleh Santos, Santos yang mempunyai akurasi umpan dan tendangan bagus itu memanfaatkannya dengan baik dan mencari Roberto yang bertubuh tinggi.
Dengan umpan yang sangat bagus, Roberto tidak menyianyiakan peluang, Dia langsung mengeksekusi dengan sundulan yang mengarah ke pojok kiri atas.
Bola yang susah itu sulit untuk di selamatkan oleh kiper lawan. Dengan 2 gol itu kini Arouca unggul 2 gol.
Namun di unggulnya 2 gol ini, Arouca kini tertekan oleh Penafiel di babak kedua. Mungkin mereka telah mendapatkan arahan baru dari pelatih saat istirahat tadi.
Meski tertekan, Arouca masih mampu bertahan dengan baik, meski kadang kadang ada peluang yang berbahaya namun itu masih bisa di selamatkan oleh bek atau pun kiper.
Bukan karena di selamatkan saja, peluang bahaya yang di ciptakan oleh tim Penafiel juga tidak di manfaatkan dengan baik oleh pemain mereka sampai sampai tendangannya melenceng dari gawang.
Sean yang masih berada di bangku cadangan senang karena timnya masih unggul, walau dia belum bermain, kakinya sudah tidak tahan untuk menggiring bola.
"Pemanasan." Ungkap pelatih pada para pemain. Sean dan pemain lainnya yang berada di bangku cadangan segera melakukan pemanasan di pinggir lapangan.
Mereka juga pemanasan sambil memperhatikan jalannya pertandingan.
Di lapangan, Valente yang merupakan gelandang Arouca yang menemani Santos dan Ericson kini sedang menguasai bola.
Ia tengah dalam pencarian untuk mengoper bola selanjutnya. Osei yang berposisi sebagai winger berlari ke depan sambil mengangkat tangannya berharap mendapat umpan terobosan.
Benar saja, Valente tidak menyianyiakan sedikitpun kesempatan, ketika ia melihat Osei berlari pun tanpa mengangkat tangan, ia sudah melihatnya.
Dengan itu, Valente mengirimkan umpan terobosan yang melewati para pemain bertahan. Osei pun berlari mencoba mengejar bola dengan cepat.
Saat hendak meraih bola, Osei tiba tiba terjatuh. Osei yang hanya tinggal 1 langkah lagi untuk meraih bola harus terjatuh dan sekarang sedang berbaring di lapangan sembari memegangi pergelangan kakinya.
Saat Osei hendak meraih bola tadi, pemain bertahan lawan yang mengetahui situasi berbahaya itu langsung menacklenya, ia berharap agar tidak terjadi bahaya lagi, namun yang tidak disangka, tekelan itu berakibat fatal.
Para pemain lainnya langsung berlari Osei, wasit juga meniup peluit dan berlari. Menanyakan kondisi Osei, namun saat melihat Osei masih meringis wasit pun segera memberi isyarat pada official untuk membawa tandu.
Rekan tim Osei melihat ini langsung protes marah karena mereka melihat bahwa pergelangan kaki Osei bergeser ke samping.
Itu karena tekelan pemain bertahan lawan yang sangat keras dan di lakukan dari belakang, Osei yang tidak siap dengan itu juga kaget dan hanya tahu bahwa dia langsung terjatuh.
Pelatih dan staff di pinggir lapangan panik, tim medis Arouca langsung berlari ke dalam lapangan dan melihat kondisi Osei.
Setelah melihatnya, tim medis pun memberi isyarat pada pelatih untuk melakukan pergantian karena tidak mungkin untuk di lanjutkan.
Pelatih yang melihat ini berwajah jelek.
Wasit juga langsung memberikan kartu merah tanpa kartu kuning terlebih dulu, ini karena tekelannya keras dan juga profesional foul dimana memang harus di lakukan dan tidak ada unsur ketidaksengajaan.
Pemain lawan hanya bisa menerimanya, ia juga sadar bahwa itu terlalu keras, meski begitu rekan timnya masih membela untuk tidak memberikan kartu merah.
Setelah Osei di bawa kepinggir lapangan, pelatih juga untungnya sudah menyuruh para pemain pemanasan dan sudah siap.
Dia sekarang melihat ke arah para pemain, akan di gantikan oleh siapa Osei ini.
Dengan lama berpikir, pelatih pun akhirnya angkat bicara, "Nak, bersiaplah." Ungkapnya pada Sean.
Sean yang mendengar itu tertegun, ia tidak menyangka. Ia malah terdiam.
Teman yang disampingnya langsung menepuk bahu Sean, " Bersiap, pelatih menyuruhmu." Sean pun akhirnya sadar dan segera melakukan persiapan, memasukan pengaman tulang kering dan melepas rompinya, lalu mengikat tali sepatu dengan kencang.
Setelah selesai, Sean menghampiri pelatih.
"Kamu bermain seperti biasa saja, usahakan jangan terlalu mundur ketika tim di tekan oleh lawan, manfaatkan celah itu untuk melakukan serangan balik. Kita harus mengalahkan mereka dengan telak."
"Balas Osei dengan gol.:"
"Aku percaya padamu, ayo!" Ucapnya sambil menepuk bahu Sean lalu memeluknya dan menggosok gosok kepala rambut Sean.
Sean juga segera berdiri di pinggir lapangan, menunggu official staff pertandingan mengirimkan pengingat pergantian pemain. Surat pergantian sudah di berikan oleh staff pada official jadi Sean menunggu di pinggir lapangan, pelatih juga menemaninya sambil terus memberikan instruksi dan semangat untuk Sean.
Kemudian tak lama, official segera mengangkat tanda pergantian pemain.
17 in 11 out.
Dengan itu Sean juga memasuki lapangan, setelah memasuki lapangan, Sean berlari menuju Santos yang merupakan komando lini tengah memberikan beberapa instruksi yang tadi telah di sampaikan oleh pelatih.
Saat Sean masuk tadi, Silva yang sebagai agennya juga datang dan menonton pertandingan di tribun bersama para penonton Arouca.
"Akhirnya ini debut profesionalmu, lakukan dengan baik."Ungkapnya dengan senyuman.
Komentator juga saat melihat Osei cedera berseru kaget, lalu melihat pergantian pemain. Awalnya dia kaget karena melihat Arouca memberikan kesempatan pada pemain muda di pertandingan yang masih terbilang belum santai.
"Wowww, pemain muda di masukan untuk menggantikan Osei."
"Namanya, sebentar."
"Rupanya pemain muda yang baru baru ini di pinjam dari tim Boavista, Sean Achraf."
"Apakah pemuda ini sanggup untuk bermain atau tidak mari kita lihat bagaimana dia bermain."
"Mampu di beri kepercayaan oleh pelatih seperti ini, sepertinya pemuda ini tidak biasa." Ungkapnya penuh penasaran.
Itu juga membuat para penonton tahu dan segera lebih memperhatikan pertandingan. Mereka sudah tahu bahwa ada pemain pinjaman dan itu masih pemain muda namun mereka masih belum melihat permainannya, meski mereka sudah mendengar desas desus tentang Sean di liga U 19 yang bangkit tiba tiba dan menjadi pemain yang sangat baik.
Mereka sangat penasaran dengan permainan pemain muda yang di pinjam oleh klub.
Sean yang di lapangan tentu tidak tahu apa yang di pikirkan para penonton dan yang lainnya, dia sekarang sedang fokus berlari dan menganggu pemain yang menguasai bola di dekatnya.
Sean yang baru masuk tentu saja memiliki tenaga yang banyak, apalagi fisik dan stamina Sean sangat baik di bandingkan rekan lainnya karena dia sering berlatih.
Di ganggu oleh Sean, pemain lawan yang menguasai bola juga risih namun tetap tenang dan tidak melakukan kesalahan, ia pun segera mengoper pada rekannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 255 Episodes
Comments
Dewa Tegar Jati Pratama
tolong penulisannya diperbaiki sebab masih ada kata yang hilang dan membuat readers memahami kalimat tersebut
2022-12-27
2
Taaku
sip thor
2022-12-13
2