Di Estadio Municipal Arouca, pertandingan antara Arouca melawan Penafiel sedang berlangsung.
Sean duduk di bangku cadangan dan mengamati jalannya pertandingan.
Dalam lapangan, Arouca sedang memimpin dalam penguasaan bola dan menekan tim lawan yaitu Penafiel.
Meski begitu, Penafiel juga tidak tampil santai dan malah agresif untuk mempressing para pemain Arouca agar tidak mudah menerima bola dengan baik.
Para pemain Arouca juga menyadari hal ini dan melakukan penguasaan bola dan operan dengan santai supaya tidak terpancing dan malah bermain rusuh dan akhirnya bola pun akan salah mengoper.
Penguasaan bola terus di menangkan oleh pemain pemain Arouca, pelatih Penafiel yang melihat ini segera berdiri dan memberikan instruksi pada para pemainnya agar sedikit lebih tenang tapi ayunan tangannya yang melambai ke depan menandakan bahwa mereka harus maju supaya tidak terlalu menekan.
Para pemain Penafiel melakukan instruksi pelatih dan perlahan lahan para pemain belakang menaikan garis pertahanan.
Dengan itu juga para pemain Arouca mencoba mundur sedikit saat penguasaan bola, penyerang Arouca juga harus mengikuti karena jika tidak, dirinya akan terjebak offside.
Dengan desakan sedikit demi sedikit pemain Penafiel, para pemain Arouca mulai melakukan sedikit kesalahan karena mereka sulit memberikan operan ke depan.
Ericson yang berposisi gelandang sedang menguasai bola, dirinya melihat sekilas ke depan namun rekan timnya tidak ada yang dalam posisi yang menguntungkan, ia pun mengoper kembali ke belakang pada Basto yang berposisi pemain bertahan.
Basto segera melakukan operan pendek pada Jubal karena Basto juga mengetahui dan merasakan hal yang sama dengan Ericson.
Santos yang merupakan gelandang yang pintar tahu, ia segera melirik teman temannya di depan dan segera dia meminta bola pada Jubal.
Jubal juga memberikan bolanya pada Santos, Santos tak berlama lama setelah menghentikan dan mengontrol bola dengan mulus dan baik, dia segera melakukan umpan terobosan di antara pemain tengah yang langsung melewati para pemain bertahan, bola itu Santos tujukan untuk area kosong di wilayah belakang para pemain bertahan, meski tidak tahu siapa yang akan mengambil nya, Santos tetap melakukan itu.
Lopes yang bertindak sebagai seorang winger berakselerasi dan memulai lari dengan cepat mengejar bola yang tengah melaju di daerah belakang lawan.
Pemain belakang lawan yang menjaga Lopes juga tidak memberikan kesempatan pada Lopes dan mengejar Lopes juga, para pemain bertahan lainnya dari tim Penafiel juga segera kembali mengejar bola dan menutupi ruang sekitarnya.
Namun karena kecepatan Lopes dan kesadaran Lopes yang lebih dulu, bola pun berhasil di raih Lopes.
Lopes tidak bersantai dan langsung membawa bola menuju dalam kotak penalti.
Saat dalam jangkauan wilayah tembaknya, Lopes akan menembak dengan keras namun pemain bertahan yang sedari tadi menjaga Lopes segera melakukan tekel untuk menghentikan bola.
Lopes menyadari itu dan segera menghindarinya dengan baik. Lopes terus membawanya masuk lebih dalam karena dia sudah kosong.
Saat hendak menembak, pemain bertahan lainnya segera menutupi Lopes, namun Lopes menipu mereka dan memberikan operan pada Osei yang kosong di sebelah kiri.
Osei juga merupakan pemain berposisi sebagai winger yang cepat.
Osei yang mendapatkan peluang segera menembak saat bola sudah menghampirinya, dengan tembakan Osei, bola pun langsung terbang menuju gawang dengan cepat.
Kiper lawan yang sudah siap itu pun segera melakukan penyelamatan, dengan usaha kerasnya bola berhasil di tepis dan menghasilkan corner kick.
Santos yang mempunyai kualitas tendangan dan akurasi umpan yang baik segera mengambil corner kick. Ia mengangkat tangannya meminta teman temannya untuk siap.
Segera Santos juga melakukan corner kick setelah peluit di tiup.
Bola yang di kirim Santos menuju tengah kotak penalti, dimana para pemain dari kedua tim sedang berkumpul.
Roberto yang merupakan penyerang tengah tim Arouca tidak menunggu bola datang menghampirinya, dia segera menghampiri bola yang sedang menuju kotak penalti.
Roberto melompat dan melakukan sundulan dengan kepalanya, bola itu tepat di sundul oleg Roberto.
Bola segera meluncur ke arah gawang, kiper tidak menyangka bahwa Roberto akan menjemput bola seperti ini dan melakukan sundulan seperti ini.
Namun kiper itu juga segera melakukan penyelamatan.
Bola kembali berhasil di tepis oleh kiper meninggalkan lapangan, corner kick dilakukan lagi oleh Santos.
Bola memasuki kotak penalti, para pemain sudah saling dorong tanpa penglihatan wasit, Roberto segera menjemput kembali bolanya namun dia sekarang diikuti oleh pemain bertahan lawan, meski begitu, Roberto tidak mempedulikannya, dia melakukan sundulan, namun sundulan itu mengenai bola, bola hanya melewatinya.
Roberto yang sudah mendarat melihat ke belakang, dimana bola sedang di perebutkan antara Jubal dan pemain bertahan lawan.
Jubal memenangkan duel sundulannya dan melakukan sundulan ke arah gawang.
Kiper segera melakukan penyelamatan dan meninju bolanya ke depan, namun sayang sekali bola yang ia tinju seperti mengirim umpan pada Osei yang berdiri tak jauh dalam kotak penalti.
Osei yang kosong segera melakukan kontrol bola dan menyimpan di kaki kananya, dia melihat ke arah gawang dan segera melakukan tendangan keras.
Tendangan keras yang Osei hasilkan akhirnya membuahkan hasil.
Kiper tidak sempat menyelamatkannya karena terhalang oleh beberapa pemain.
Osei yang telah mencetak gol melakukan selebrasi di sudut lapangan.
Gol yang Osei cetak ada di menit 31, karena panasnya dan tingginya tensi permainan, dimana pemain lawan yang terus melakukan pressing.
Para pemain lain segera mengerubungi Osei yang tengah berselebrasi, para pemain dan staff di bench juga sudah bersorak.
Tak mau malah dengan para pemain, para penonton yang menonton bersorak lebih keras merayakan gol Osei.
Sean juga melompat dari duduknya setelah gol di cetak dan berlari ke sudut untuk merayakan gol Osei, diikuti oleh pemain lainnya Sean juga langsung memeluk Osei.
Sean sangat senang dengan Osei karena Osei pemain dengan posisi yang sama dengannya, Osei juga sudah berumur 32 tahun sudah tua.
Osei selalu memberikan trik dan tips untuk Sean jadi Sean senang dengan Osei karena memperlakukannya dengan baik.
"Arouca memimpin 1 gol dengan gol yang di cetak oleh Osei." Komentator juga berseru, namun tidak ada yang mempedulikannya karena para penonton sudah lebih peduli pada Osei yang melakukan selebrasi tadi.
Pelatih juga senang, dia melihat waktu dan masih ada waktu sebelum istirahat babak pertama.
Mengandalkan kesempatan ini, Jorge Costa memanggil Ericson yang kini sudah kembali ke tengah lapangan.
"Lebih cepat sekarang, tempo operan percepat sedikit."
Ericson juga mengangguk mengerti.
Pelatih meminta agar saat pertandingan di mulai lagi, para pemain melakukan operan dengan cepat karena dia tahu bahwa Penafiel akan melakukan serangan untuk segera menyamakan kedudukan.
Wasit meniupkan peluit tanda agar para pemain kembali agar pertandingan bisa dimulai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 255 Episodes
Comments
Dewa
terbaik lanjutkan Thor
2023-04-07
1
Ꮩווⲛⲛ࿐
josss
2022-12-30
1
Taaku
cerita nya mantap, walaupun masa ada typo nya
2022-12-13
3