"Prit..pritt..priiittttt" Dengan suara itu, pertandingan antara Arouca dan Penafiel resmi berakhir.
Pertandingan yang di selenggarakan di Estadio Municipal Arouca itu di akhiri dengan kemenangan tim tuan rumah, Arouca.
3 gol yang di masukan oleh para pemain Arouca berhasil membuat Arouca meraih 3 poin penuh.
Setelah para pemain meninggalkan lapangan, dan menuju ruang ganti, pelatih dan Roberto mendatangi pers terlebih dulu.
Sean dan yang lainnya kembali ke ruang ganti.
Di ruang pers.
Banyak reporter yang datang untuk membuat berita. Kedua pelatih dan perwakilan dari pemain sudah duduk di tempat.
Panitia penyelenggara juga sudah mengizinkan agar para reporter untuk bertanya.
"Pelatih Jorge Costa, apakah hasil hari ini sesuai dengan yang anda harapkan atau masih ada evaluasi tentang permainan tim anda?"
"Untuk saat ini, permainan tim memang masih belum sesuai dengan keinginan saya karena apa yang terjadi di lapangan kita tidak bisa mengetahuinya lebih jauh."
"Tapi karena hasil ini kami meraih 3 poin, kami juga menjadi lebih tau kekurangan kami. Untuk saat ini permainan tim meski masih belum sesuai tapi sudah cukup bagi saya karena ini masih awal liga, jadi para pemain harus terbiasa dulu." Jelasnya.
Reporter juga sudah merekamnya dengan alat alat yang mereka bawa dan memotretnya.
"Bagaimana tanggapan anda soal Osei yang cedera hari ini dan bagaimana anda bisa memainkan pemain muda seperti itu?"
"Untuk cedera Osei, kami sangat menyayangkan padahal liga baru akan di mulai, dan saya tidak tahu berapa lama Osei untuk pulih, saya belum mendapatkan info lagi."
"Pemain muda? Sean? Anak itu? Haha. Kamu terlalu meremehkannya sampai berani bertanya pada saya seperti ini." Ungkapnya.
Para reporter di buat bingung dengan perkataan pelatih Jorge Costa.
"Memang, dia masih muda tepatnya masih 17 tahun. Tapi cara dia bermain dan pemahamannya tentang taktik yang saya instruksikan selalu dia lakukan dengan baik. Selama latihan dia juga selalu membuat saya kagum, jadi saya percaya padanya. Untuk apa yang terjadi di lapangan, itu semua kemampuan anak itu sendiri. Dia hanya menjalankan instruksi saya dan sedikit mengembangkan apa yang ia tangkap tentang instruksi saya."
Dengan itu pelatih Jorge Costa terus menerima pertanyaan jalannya pertandingan.
Setelah bagian Jorge Costa selesai, kini giliran pelatih Helder Ferreira yang ditanya tentang pertandingan hari ini.
Helder Ferreira menjawab bahwa ini di luar ekspektasinya, dia juga tidak bisa kecewa dengan tim karena dia sudah berusaha, hanya saja dia tidak menyangka Arouca akan tampil sangat baik hari ini.
Helder Ferreira di tanya soal cedera Osei dan meminta maaf dengan tulus karena ini permainan jadi tidak ada yang tau apa yang akan terjadi di lapangan dan tidak di rencanakan.
Di tanya soal Sean, Helder Ferreira langsung merubah wajahnya.
"Dia merupakan pemain muda yang baik, saya melihat bahwa dia sudah siap secara mental dan fisik. Lihat saja tubuhnya yang seperti orang dewasa dan cara dia menangani 1 vs 1 lawan kiper, ketenangan itu seperti pemain veteran. Saya kagum padanya."
"Awalnya saya meremehkannya dan mengatai bahwa pelatih Arouca gila karena menurunkan pemain muda di pertandingan sedang panas panasnya. Namun semua itu si bungkam oleh gol pemuda itu sendiri."
"Apakah ada pesan bagi pemain muda ini dari anda?" Tanyanya.
"Meskipun banyak sekali pemain muda yang berbakat yang pernah saya lihat, saya harap anak ini juga akan menjadi bagian dari mereka yang berhasil dan sukses. Bekerja keras dan jangan terlalu mudah untuk terbuai oleh pujian."
Dengan ungkapan itu, pelatih Helder Ferreira di tanya beberapa pertanyaan lagi. Setelah waktu yang di tentukan habis, panitia penyelenggara juga mengirim para reporter keluar karena sesi pers sudah selesai.
Sean dan rekannya yang berada di ruang ganti sedang merayakannya. Sean juga senang karena debut profesionalnya di akhiri dengan kemenangan.
Sean adalah orang yang benci kalah makanya dia selalu bekerja keras untuk meningkatkan permainannya, supaya dia selalu bisa memberikan yang terbaik ketika bermain dan mencapai hasil yang ia inginkan.
Ketika para pemain sedang merayakan, pelatih masuk bersama Roberto.
"Kerja bagus, kita mendapat 3 poin penuh di kandang kita, ini menjadi awalan bagi kita untuk membangun tim lebih baik lagi."
"Sekarang bersalin, kita akan mengevaluasi pertandingan besok ketika latihan taktik." Ungkapnya lalu pergi meninggalkan ruang ganti.
Sean dan pemain lainnya dengan cepat bersalin supaya bisa bersantai lagi, mereka juga kelelahan karena hampir tertekan sepanjang pertandingan.
...
Malam harinya,
Di asrama, tempat tinggal Sean. Duduk dua orang di ruang kamar Sean, satu duduk di ranjang kasur dan satunya di kursi belajar.
"Bagus, aku tidak menyangka kamu akan langsung melakukan debut."
"Aku masih senang saat kamu masuk daftar besar, tapi aku tidak menyangka kamu akan debut, apalagi mencetak gol."
Silva sangat gembira hari ini, Sean juga sama dan menjawab ucapan Silva dengan tersenyum saja.
"Melihat Osei yang cedera, sepertinya dia butuh waktu lama untuk pulih. Untuk kesempatan ini kamu harus memanfaatkannya dengan baik."
"Bukannya kita bahagia di atas penderitaan orang lain, tapi kita harus semaksimal mungkin memanfaatkan kesempatan ini agar kamu memiliki banyak pengalaman, juga agar kamu bisa berkembang lebih cepat dan bisa bermain di tim besar dan liga yang bagus." Ungkapnya.
Sean juga mengerti dengan apa yang dikatakan Silva, dia juga sebenarnya kasihan dengan Osei yang selalu memberikannya tips tips, tapi mau bagaimana lagi, ini sepak bola.
"Aku mengerti, aku juga akan berusaha lebih keras lagi untuk memanfaatkan kekosongan Osei ini." Ungkap Sean.
Silva juga senang karena Sean mengerti apa yang dipikirkannya. Setelah beberapa saat berbincang dengan topik topik tertentu, Silva pun pergi meninggalkan Sean sendirian di asrama.
Sean yang sendirian di asrama merasa badannya berat, ia merasakan hari ini bahwa pertandingan liga U 19 dan liga 2 benar benar berbeda.
'Bagaimana dengan liga 1? Liga 2 saja sudah begini.'
'Sebaiknya aku harus lebih keras lagi berlatih supaya tidak terlalu merasakan hal seperti ini.'
Sean merasa bahwa pertandingan liga 2 sangat berat dan berbeda dengan liga yang ia mainkan dulu, Sean tidak bisa membayangkan bagaimana beratnya pertandingan di liga 1 apalagi lima liga utama.
Sean memikirkannya dan matanya langsung tajam, dia membulatkan tekadnya.
'Aku harus lebih kuat.'
'Aku harus berkembang.'
'Harus kerja keras.'
'Ayo jangan menyerah Sean.'
Sean bergelut dengan dirinya sendiri untuk menyemangati dirinya sendiri. Ia tak mau merasakan seperti ini, dimana dia merasa bahwa apa yang telah ia lakukan selama ini masih kurang padahal Sean merasa bahwa apa yang ia lakukan selama ini sudah sangat keras dan menyiksanya.
'Ayo semangat.' Sean mengepalkan kedua tangannya dengan erat, menandakan bahwa dia sangat serius.
Sean yang sudah rapi dan bersih melihat jam dan kemudian memilih tidur daripada melakukan aktivitas kain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 255 Episodes
Comments
ASIKIN AJA
masukan Thor, jangan menang terus kasih kalah tapi yang masuk akal.... tetap semangat dan konsisten
2023-04-03
4
Taaku
sip thor
2022-12-13
1