Waktu terus berlalu dengan cepat, dan sekarang sudah 4 bulan dari mulai dimainkannya Sean.
Sehabis pertandingan itu, Sean tidak berhenti bekerja keras dan terus berlatih, dan peningkatannya juga sudah membuahkan banyak hasil.
Ia juga sudah menjadi pemain utama di tim U 19, Sean yang asalnya main 3 kali dalam 6 bulan sekarang dengan berlalunya waktu selama 3 bulan, Sean sudah bermain sebanyak 12 kali, jadi total game Sean sudah 15 kali.
Selama 12 kali bermain ini, Sean sudah menorehkan 9 gol dan 3 assist. Ini merupakan hal luar biasa bagi pemain muda yang baru bangkit.
Pelatih juga mengapresiasinya karena Sean sudah menemukan karakter yang cocok untuk dimainkan oleh dirinya sendiri, dan dia juga sudah mempunyai kekuatan untuk bermain.
Sean juga sudah di lirik oleh pelatih klub utama dan kadang kadang ikut berlatih dengan tim utama, namun hanya sekedar berlatih.
..
Di lapangan mini tempat biasa Sean berlatih, kini Sean tidak sendirian, ada yang menemani Sean untuk berlatih sekarang, yaitu para pemain di tim U 19 yang ingin berkembang seperti Sean.
Kini mereka ikut berlatih karena tidak mau ketinggalan, tapi hanya beberapa pemain saja.
"Sean, melihat kerja kerasmu seperti ini setiap awal dan sesudah latihan, wajar saja kamu memiliki kemajuan yang besar." Ungkap salah satu rekannya.
Sean mendengar itu hanya tersenyum, ia masih merasa kurang karena belum bisa menembus tim utama, kini dia sudah berusia 17 tahun tapi masih belum bisa naim ke tim utama.
Sekarang berada di bulan maret, dan pertandingan yang tersisa tinggal 5 pertandingan lagi.
"Kalau begitu, Sean aku duluan ya, aku sudah tidak tahan dengan intensitas ini, walaupun aku sudah menambah porsi latihan, tapi masih harus bertahap." Ungkapnya.
"Iya memang harus bertahap, aku pun begitu." Sahut Sean.
Para pemain yang menemani Sean berlatih sudah mulai meninggalkan lapangan mini yang sekarang menyisakan Sean seorang.
"Lebih keras sedikit lagi, aku sekarang masih belum mempunyai kekuatan bermain di liga utama, tapi jika di liga 2 aku sudah bisa bertarung." Ungkapnya.
Sean terus melakukan latihannya lagi meski keringat sudah membanjiri bajunya dan wajahnya.
Setelah beberapa saat, Sean juga berhenti berlatih karena merasa tubuhnya sudah mencapai batasnya, dia harus perlahan lahan meningkatkan porsi nya.
Dia belum bisa terlalu memaksakan terlalu jauh karena takut pingsan lagi, Sean tidak mau kerja keras yang ia lakukan berakibat petaka bagi dirinya.
Dimana dengan kerja kerasnya selama ini, ia sudah bisa masuk tim dan bermain untuk tim, jika dia sakit dia bisa bisa kehilangan itu lagi.
Sean pun membereskan semua bola dan peralatan latihan yang masih ia pakai di lapangan mini.
Tak lama, Sean berjalan menuju pintu keluar lapangan. Namun ada seseorang yang menghampirinya.
"Apakah kita bisa berbicara sebentar?" Ungkapnya.
Sean yang mendengar perkataan orang yang menghampirinya tertegun, lalu mengangguk dan mengikuti orang itu menuju ke dekat parkiran.
Setelah beberapa saat, "Perkenalkan nama saya Silva, saya seorang agen dari perusahan Gestifute, saya masih agen yang baru di perusahaan Gestifute jadi saya melabuhkan minat saya pada pemain pemain muda."
"Saya tidak tahu, apakah kamu masih tidak mempunyai agen?" Tanya nya setelah memperkenalkan diri.
"Iya saya masih tidak mempunyai agen." Sahut Sean yang fasih berbicara bahasa portugal.
"Itu bagus, aku tidak tahu apakah kamu pernah mendengar perusahaan dimana saya berasal?" Tanya nya.
"Tentu, Jorge Mendes adalah agen terkenal yang memiliki banyak pemain hebat di tangannya, dia yang mendirikan perusahaan Getifute waktu itu untuk menyaingi perusahaan De La Vega." Jawab Sean.
"Oh kamu tahu itu, saya bekerja di perusahaan Gestifute Jorge Mendes, saya masih baru. Saya tidak tahu apakah kamu tertarik untuk menjadikan saya sebagai agenmu?" Ungkapnya, dengan perkenalan nama perusahaan Gestifute sudah pasti itu adalah perusahaan agency sepak bola yang besar, tapi masalahnya agen ini masih baru.
Sean yang masih bingung harus berkata apa, tiba tiba terdengar lagi suara, "Saya tau mungkin kamu ragu bahwa saya baru di bidang agen ini, tapi saya sudah lulus dan mendapatkan sertifikat agen jadi kamu bisa tenang."
"Saya juga orang yang pekerja keras jadi saya akan berusaha untuk menyenangkan pemain yang ada di tangan saya, dan mendapatkan hasil terbaik bagi pemain saya." Ungkapnya.
"Saya juga sedang mencari pemain muda, tapi tidak ada yang tertarik dengan saya karena saya masih baru dan masih banyak yang tidak percaya meski saya berasal dari Gestifute."
Sean yang mendengar itu merasa melihat dirinya sendiri ketika awal awal datang ke Portugal, dimana dia di pandang sebelah mata karena berasal dari Asia apalagi Indonesia yang hanya di kenal sebagai negara wisata namun sepak bola dan negaranya yang selalu bermasalah.
"Saya mengerti." Ungkap Sean.
"Tapi saya masih belum mau memiliki agen untuk saat ini, tapi saya akan memikirkannya." Ungkapnya.
Mendengar ini, agen silva hanya tersenyum.
"Baiklah, jika kamu sudah memikirkannya tolong hubungi kontak saya ini." Ungkapnya sambil memberikan kartu nama, setelah itu ia izin pergi.
Sean yang ditinggalkan sendirian memegangi sebuah kartu nama dan memang benar bahwa itu di tulis Gestifute.
Sean kembali ke asramanya dan mulai mencari ke web Gestifute untuk memastikan apakah ada agen bernama Silva dari Gestifute.
Setelah beberapa saat, Sean memang menemukannya. Tapi di lihat dari bergabungnya Silva ke Gestifute sudah 1 tahun tapi tidak ada pemain yang di tanda tanganinya.
Sean merasa tidak percaya dengan ini, "Apakah dia belum pernah menandatangani pemain?"
"Bagaimana dia bekerja nantinya jika masih tidak memiliki pengalaman seperti ini? Apakah dia sudah memiliki kontak kontak klub?"
Sean terus mencari biodata Silva dan menemukan bahwa data datanya tidak terkunci, Sean melihat bahwa Silva lulusan universitas terkenal di Portugal, dengan jurusan bisnis management. Namun nilai nilai yang di terapkan di sini sangat bagus.
"Kenapa dia tidak mendapatkan pemain padahal di lihat dari nilai yang di cantumkan sangat bagus yang terlihat pintar. Apakah karena benar para pemain tidak percaya padanya?"
Ungkap Sean yang bingung.
"Entahlah, pikirkan saja nanti."
Setelah beberapa saat, Sean mulai mandi untuk membersihkan dirinya sendiri. Setelah mandi, Sean juga merasa segar kembali.
Kembali ke kamarnya, Sean membuka ponselnya untuk melihat berita tentang sepak bola yang sedang panas.
Apalagi sekarang akan liburan musim panas, jadi pasti akan ada berita transfer untuk musim panas.
Sean terus tenggelam dalam membaca berita berita sepak bola yang menurutnya menarik.
Tak terasa waktu berlalu, Sean pun merasa perutnya lapar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 255 Episodes
Comments
glanter
langkah tegap maju ....
2023-04-26
1
KING LIVERPOOL
bisa sih di liga utama tapi liga utama dagelan koplak kaplik Indonesia
2022-12-17
8
Taaku
mantap
2022-12-13
1