April, 2017.
Di lapangan Boavista, sedang berlangsung pertandingan Boavista U 19 melawan Braga U 19.
Pertandingan ini merupakan pertandingan terakhir untuk liga U 19 Portugal.
Boavista yang kini berada di di peringkat 8 melawan Braga yang berada di peringkat 5 klasemen merasa sangat kewalahan.
Namun, meski kewalahan, skor yang di tunjukan saat ini adalah Boavista unggul 1 gol dari Braga. Dimana skor saat ini adalah 2 - 1.
Gol yang di cetak satu berasal dari Sean dan satu berasal dari Victor.
Selama 4 pertandingan terakhir, Sean sudah mengemasi 13 gol dan 5 assist dari 19 pertandingan yang dia mainkan saat ini.
Dengan pertandingan hari ini, Sean total bermain 20 pertandingan mengemasi 14 gol 5 assist, namun pertandingan belum berakhir dan masih tersisa beberapa menit lagi, jadi tidak tahu apakah Sean mampu menambahkan pundi pundi golnya.
Pertandingan yang kini masih memanas harus berhenti karena ada pemain Braga yang terjatuh.
"Wasit, beri dia kartu, dia sudah lebih dari 3 kali melakukan foul." Protes para pemain Braga yang berusaha memprovokasi wasit agar memberikan kartu kuning pada Rau Tavares yang sudah melakukan foul berkali kali.
Wasit juga tahu dan segera memberikan kartu pada Rau Tavares.
Rau Tavares yang di beri kartu ini menerimanya dan tidak memprotes, dengan pelanggaran itu, tendangan bebas pun akhirnya terjadi.
Dimana jarak dari gawang adalah 23 meter. Ini merupakan posisi yang sangat menguntungkan bagi Braga untuk memanfaatkannya dan menjadikannya gol penyeimbang.
"4, pagar 4."
"Kiri sedikit."
"Oke cukup." Teriak kiper Fonseca.
Sean yang menjadi pagar juga sudah kembali menghadap ke bola setelah menerima instruksi kiper.
Sean menjadi pagar karena memiliki tubuh yang tinggi, dia memiliki tinggi 178 cm, namun badannya masih belum berotot.
Wasit meniupkan peluit, dan pemain Braga yang mengeksekusi tendangan bebas itu juga mulai fokus dan segera melakukan tendangan melengkung.
Bola terbang ke sisi kanan pagar, dan tidak melalui atas pagar karena tendangan melengkungnya.
Dengan melewati pagar, bola itu terus menuju gawang.
Fonseca yang bertugas sebagai kiper juga berusaha meraih bola yang menuju ke tiang 2 yang dekat dengan posisinya.
Dengan posisi yang pas, Fonseca menepis bola, namun bola terpantul mengenai mistar dan kembali ke dalam kerumunan yang ada di kotak penalti.
Perburuan di kotak penalti pun terjadi, kiper juga sudah kembali sadar dan bersiap menerima tendangan lagi.
Namun karena kecepatan penyerang Braga, kiper tidak bisa berbuat apa apa dan telat meraih bola yang sudah di tembak oleh penyerang Braga.
Bola yang di tendang dengan keras dari dekat itu tidak mungkin di tahan oleh kiper.
Bola bersarang di gawang Boavista, dan skor pun menjadi imbang 2 2.
Priiit..
Wasit menyatakan bahwa golnya sah, dan kemudian di pinggir lapangan, official pertandingan memberikan tanda tambahan waktu 4 menit.
Para pemain Boavista yang melihat ini merasa sakit karena mereka kecolongan gol di menit terakhir.
Tak mau kalah dan tak mau menyerah, Sean dengan cepat mengambil bola di gawang dan membawanya ke tengah lapangan.
Dengan itu kick off pun di mulai lagi. Boavista yang tak mau kalah langsung melancarkan serangan, sedangkan Braga yang sudah berhasil menyeimbangkan kedudukan bertahan karena tidak masalah jika hasilnya imbang, dan tidak merubah posisi di klasemen untuknya, tapi berbeda untuk Boavista yang jika imbang akan turun ke peringkat 10 karena pertandingan lainnya pun sedang di selenggarakan.
Tim peringkat 9 dan 10 kini sedang memimpin di pertandingan lain, poin mereka hanya berbeda sedikit.
Di lapangan, Sean sedang mencari ruang untuk meminta bola.
Ramos yang sedang menguasai bola juga sudah kelelahan dan otaknya sudah lambat untuk bekerja.
Dia melihat sekitar namun tidak menemukan rekannya yang kosong. Terus berusaha menguasai bola sambil memperhatikan sekitar, Ramos mengirim umpan dekat pada Dani Goncalves.
Sean yang kini sudah berlari menuju barisan pertahanan lawan langsung mengangkat tangannya, dia merasa bahwa dia sedikit memiliki ruang, meski diikuti tapi dia yakin dan optimis dia bisa melewatinya.
Dani Goncalves yang menguasai bola juga melihat itu dan melakukan umpan terobosan dengan cantik.
Sean tidak berlama lama menunggu bolanya datang dan dengan cepat menghampiri bolanya supaya tidak di rebut.
Menghentikan dan mengontrolnya dengan baik, Sean langsung berbalik menuju ke dalam kotak penalti.
Saat sudah dalam kotak penalti, dua pemain bertahan menghalanginya, Sean melihat ini melakukan gerakan potong tiba tiba dan berhasil mengecoh dua pemain bertahan lawan, tapi posisi Sean masih kurang beruntung karena dia terpeleset.
Karena tak mau menyia nyiakan peluang, Sean melihat sekitar dan dengan cepat mengirimkan umpan pada Victor di sisi lain yang terbuka lebar.
Dengan umpan Sean, Victor tak berniat menghentikan bolanya dan langsung menendangnya dengan gerakan setengah voli.
Tendangan keras pun di lancarkan oleh Victor. Bola mulai melesat menuju gawang.
Kiper yang tadinya fokus pada Sean kini teralihkan ke sisi lain karena bolanya di Victor, namun dia telat selangkah saat melihat bola sudah menuju ke arahnya.
Dengan banyak usaha, kiper Braga mencoba meraih bola itu untuk menepisnya, dengan sedikit sentuhan, bola itu menjadi melenceng dari gawang, namun bola yang melenceng itu kembali ke sisi Sean yang sudah kosong karena kedua pemain bertahan lawan yang tadi menjaga nya berusaha menutupi Victor.
Sean melihat ini langsung menendangnya dengan keras menuju gawang, kiper yang tidak siap itu akhirnya hanya melihat bahwa bola sudah bersarang lagi di gawangnya.
Sean langsung berlari sudut lapangan dan melakukan selebrasinya seperti biasa. Dengan gerakan tangannya yang membuat love.
"Gooll."
"Sean lagi, dia sudah mencetak 2 gol di pertandingan ini, setelah di mainkannya Sean waktu itu, dia terus menjadi andalan tim dan dia juga memenuhi kepercayaan yang di berikan pelatih."
"Braga tertinggal lagi setelah tadi menyamakan kedudukan. Apakah Braga bisa membayarnya lagi, melihat waktu sekitar 1 menit lagi, apakah mungkin?" Tanya Komentator yang bersemangat.
Wasit meniupkan peluit agar pemain melanjutkan permainan lagi. Sean dan rekan timnya kembali.
Kick off pun di mulai lagi dan Braga mulai menyerang lagi, namun Boavista juga berusaha mempertahankannya dengan bertahan ketat.
Dengan pertahanan ketatnya, Braga harus bolak balik melakukan operan walau sekali kali berhasil melakukan tendangan tapi itu masih sedikit melenceng.
Waktu terus berlanjut dan wasit pun meniupkan peluit nya tanda berakhirnya pertandingan.
Sean dan pemain lainnya langsung berteriak karena akhirnya liga U 19 selesai dan mereka finish di urutan 8, mereka tidak jadi tergeser.
Mereka senang karena tahun kemarin Boavista U 19 berada di peringkat 15, sekarang mereka melakukan terobosan besar dan masuk 10 besar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 255 Episodes
Comments
Dewa
semangat Thor.....cerita yg bagus
2023-04-07
2
MR L.A
👍👍👍
2022-12-22
2
Taaku
sip thor
2022-12-13
2