Orang Asing

Orang Asing

┅┅┅┅┅༻❁༺┅┅┅┅┅

Setelah selesai dari makam semua pada kembali ke rumah tapi tidak dengan Kanaya yang memilih pergi untuk menyendiri sekedar untuk menenangkan diri dari keadaan yang sangat membuat dia terasa begitu tersayat.

Pamit dia pada Syifa dan anak kecil itu merengek minta untuk ikut tapi tidak di izinkan oleh Kanaya. Sepertinya Kanaya benar-benar ingin mencari ketenangan dalam kesunyian.

''Nay, biar saya temenin?'' Dirga mengejar Kanaya yang berjalan menuju mobilnya sepertinya dia sama sekali tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa bersama dengan Kanaya.

Dengan bisa bersamanya pastilah dia akan bisa mengambil kesempatan untuk bisa semakin dekat. Menghibur Kanaya dan dengan seperti itu Kanaya lama-lama akan terbiasa dan setelah itu dia akan selalu tergantung kepadanya. Pikir Dirga yang begitu percaya diri.

Kanaya menghentikan langkah setelah sampai di samping mobil dia juga membalik sejenak ke arah Dirga yang tak mau menyerah.

''Maaf, tapi saya sedang butuh sendiri,'' tolak Kanaya.

''Tapi, Nay? aku sangat khawatir kalau kamu pergi dengan keadaan yang seperti ini. Ayo ikut aku, kemanapun kamu mau pergi aku akan antar,'' tangan Dirga hampir saja memegang tangan Kanaya tapi dengan pergerakan yang lebih cepat Kanaya mengelaknya.

''Saya mohon, jangan ganggu saya. Saya butuh sendiri, Assalamu'alaikum..'' Kanaya benar-benar tak mau menerima tawaran dari Dirga dan sekarang dia bergegas pergi dengan mobilnya tentu dengan menyetir sendiri.

''Wa'alaikum salam...'' Dirga tak bisa berbuat apa-apa di sana dia hanya bisa melihat kepergian Kanaya yang semakin jauh dengan mengendarai mobilnya sendiri.

''Susah sekali untuk bisa membuat kamu membuka hati lagi Nay,'' gumamnya hingga akhirnya setelah dia bergegas pergi dari makam juga meski dengan rasa yang sangat kecewa.

┅┅┅┅┅༻❁༺┅┅┅┅┅

Termenung dalam kesendirian di sebuah taman. Mengingat akan sebuah kenangan di masa yang hampir enam tahun silam.

"Nay tidak menyangka, Mas. Kalau mimpiku yang kedua pun kini menjadi nyata. Pertama aku bermimpi datang ke sini berdua dengan mu, dan yang kedua kini aku datang sendiri karena kamu telah tiada meninggal ku untuk selamanya."

"Kenapa, Mas. Kenapa hanya begitu singkat cerita dan kisah kita."

Tangisnya pecah mengingat sebuah kenangan indah bersama sang suami tercinta. Di tempat yang sama, dia duduk di tempat yang sekarang, bersandar di bahunya dengan saling bergurau dengan penuh cinta. Tapi sekarang?

Rintik-rintik hujan mulai berdatangan, seolah benar-benar menginginkan semua kenangan itu kembali dan semakin terpatri di hati dan tak di biarkan untuk pergi.

Hatinya semakin kalut. Kini tak ada lagi yang melepaskan jasnya dan membuatnya merasa hangat, tak ada lagi kata-kata semanis madu yang membuatnya kian merona. Yang ada hanya semua kenangan yang tertata rapi di setiap buih-buih ingatan.

Tak ada lagi bahu untuk bersandar, tak ada lagi tangan yang menghapus air mata. Yang ada hanya kesepian dalam kesendirian.

Air matanya semakin pecah dengan sejuta mimpi indah yang kini hanya tinggal rakitan kosong yang tak bisa di daur kembali. Apakah selamanya akan seperti ini?

Sebuah tangan asing datang dengan menyodorkan sebuah sapu tangan berwarna putih. Seketika mampu menggerakkan leher dan membuat Kanaya menoleh ke arahnya dan dia lihat sebuah senyuman yang begitu sama dengan senyum mendiang suaminya.

"Ma_mas?" Seketika pergerakan Kanaya membawanya berdiri menghadap laki-laki itu yang terus tersenyum.

"Apakah ini benar-benar kamu, Mas?" Tanyanya. Air matanya terus menyeruak keluar dengan begitu bebas. Tak peduli dengan apapun lagi.

Antara bahagia juga tidak percaya, benarkah yang ada di depannya sekarang adalah suaminya? Tapi mana mungkin?

"Hapus air matamu, aku tidak suka melihat mu menangis," Katanya.

Tangan itu perlahan mendekat dan bergerak menghapus air mata Kanaya dengan sapu tangan yang ada. Seketika membuat mata Kanaya terpejam, merasakan sentuhan yang sangat dia rindukan.

Sentuhan yang sudah lama tidak dia dapatkan dan sekarang kembali dia rasakan.

Benarkah ini nyata?

Apakah ini hanya sebuah mimpi yang tak akan pernah menjadi nyata?

Bibirnya tersenyum, tetapi air matanya terus mengalirkan butir-butir bening dan kian nakal hingga begitu deras sama seperti hujan yang semakin deras.

"Tersenyumlah. Kamu harus tetap tersenyum dan tetap bahagia. Demi anak kita, demi aku," Katanya lagi.

Kanaya kembali membuka mata dan laki-laki itu masih ada di hadapannya.

Hatinya begitu bahagia bisa bertemu dengan suaminya. Entah sudah berapa juta kali dia berdoa untuk bisa bertemu dengan suaminya meski hanya lewat mimpi dan sekarang doa itu terwujud.

"Bukankah aku sudah bilang tidak akan pernah meninggalkan mu? Aku akan selalu ada untukmu. Aku akan selalu hidup di dalam hatimu." Katanya.

Kanaya mengangguk membenarkan. Meskipun Dirga suaminya sudah tiada di dunia tapi dia akan selalu hidup di hatinya. Dan akan selalu seperti itu.

Tangan Kanaya terangkat dengan gemetar menyentuh tangan yang masih mengusap air matanya itu. Apakah bisa tersentuh? Dan ternyata bisa. Kanaya bisa menyentuhnya.

Perlahan Kanaya mendekatkan tangan itu ke bibirnya dan terus mengecupnya. Begitu besar kerinduannya hingga tak ingin Kanaya lepas lagi.

"Mas, ajak aku pergi," Katanya.

"Tidak. Asy-Syifa lebih membutuhkan mu. Kamu harus kuat. Lanjutkan lah hidup mu. Dan bahagia lah." Katanya.

"Tidak, Mas. Aku ingin bersamamu, hanya kamu saja," Kanaya begitu memohon.

"Tidak, teruskan hidup mu. Ikhlas, Nay. Ikhlas." Ucapnya.

Kanaya menggeleng, tentu dia tidak mau melakukan apa yang suaminya itu katakan.

"Tidak mas, tidak," Wajahnya terus menggeleng.

Jledderrr....

Guntur seolah menyambar, dan mengejutkan Kanaya. Kanaya begitu terkejut hingga dia terperanjat. Matanya melihat ke arah luar gubuk kecil itu dan yang jelas sepi tak ada orang.

Kanaya masih bahagia karena tangannya masih merasakan menyentuh tangan lain dan masih terus mengecupnya.

"Hey hey..., kamu ngigau ya? Hey..."

Seketika Kanaya menoleh, dia langsung terkesiap. Melepaskan tangan itu dengan kasar dan mundur beberapa langkah.

Hati Kanaya kembali sakit, ternyata tangan yang sedari tadi mendapatkan kecupan penuh cinta adalah tangan orang lain. Orang asing yang sangat tidak dia kenal.

"Kamu lagi merindukan seseorang ya?" Kata laki-laki itu yang ternyata adalah laki-laki lain.

"Tidak mungkin, tidak mungkin," Kanaya terus mundur dengan air matanya yang kembali deras.

"Hey, jangan nangis. Kalau sampai orang lain tau mereka akan mengira aku melakukan sesuatu padamu. Aku hanya berteduh sama seperti mu, motor ku mogok jadi aku ke sini," Jelasnya. Entah itu benar atau tidak tapi tidak ada kebohongan yang terlihat di matanya.

"Tidak, tidak..." Kanaya terus menangis hingga akhirnya dia berlari menerjang hujan yang begitu deras.

"Hey! Apa kamu gila ya! Hey..." Teriaknya.

Tangannya menggantung di udara dengan sapu tangan yang dia gunakan untuk menghapus air mata perempuan tadi.

"Hem, ada-ada saja." Laki-laki itu jelas tidak mau mengikuti jejak Kanaya dan berlari menerjang hujan, dia memilih duduk dan menunggu hujan reda.

Dengan asyik dia duduk, mengabaikan Kanaya yang sudah jauh dan tentu sudah basah kuyup. Dia berlari dengan tangis yang laki-laki itu tidak tau apa penyebabnya.

Tapi rasa penasaran membuatnya beranjak, dia ikut berlari untuk mengejar Kanaya dan ternyata sudah masuk ke dalam mobil.

Terlihat dia masih menangis di dalam sana. Kedua tangannya memegangi setir dengan wajah yang di tempelkan di kedua tangannya.

Begitu besar dukanya, meski tak dia tau kenapa tapi dia seolah ikut merasakan betapa dia sakit karena merindukan seseorang.

"Lihatlah, hingga sampai sekarang pun dia masih begitu mencintaimu, Ga. Kamu sangat beruntung, kamu memiliki segalanya dan kamu juga memiliki cinta sejati yang begitu besar," gumam laki-laki itu yang entah siapa tapi dia terlihat begitu mengenal Dirga Gantara. Suami Kanaya.

┅┅┅┅┅༻❁༺┅┅┅┅┅

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗

𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗

Huuuaaaaaaaaaaaa Knapa aku baca novel paporit aku sana sini mataku pediiiiihhhhh

2023-01-12

2

@♕🍾⃝𝙾ͩʟᷞıͧvᷠεͣ shaᴍ֟፝ᴀᵉᶜw⃠𓆊

@♕🍾⃝𝙾ͩʟᷞıͧvᷠεͣ shaᴍ֟፝ᴀᵉᶜw⃠𓆊

siapa laki laki yang sudah sepertinya kenal banget sama Dirga dan Kanaya
knpa dia tiba tiba muncul dekat Kanaya ya
jadi penasaran siapa lelaki itu ya

2023-01-04

2

꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ❦꧂

꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ❦꧂

siapa laki" itu dan kenapa bisa dia mengatakan semua nya dan dia kenap sama dirga juga
akankah ada pertemuan kedua kalinya nnati nanti

2022-12-12

2

lihat semua
Episodes
1 Terlambat Pulang
2 Hadiah untuk Syifa
3 Kedewasaan Syifa
4 Pergi Ziarah
5 Orang Asing
6 Hazel Anggara
7 Sebatas membantu
8 Hanya mengantar pulang
9 Mimpi yang diinginkan
10 Keinginan yang terwujud
11 Pergi meeting
12 Pasrah
13 Tak ada kata menyerah
14 Bertemu di pantai
15 Kenyamanan bersama Hazel
16 Kecemburuan Dirga
17 Tak habis pikir
18 Kerinduan
19 Kerasnya Hazel
20 Kesibukan
21 Kalah cepat
22 Tidak peka
23 Kerasnya Dirga
24 Keraguan
25 Saling canggung
26 Pembicaraan dengan Arifin
27 Satu keinginan
28 Keluhan Hazel
29 Tak mudah diwujudkan
30 Bermain bersama Hazel
31 Menyusul ke taman
32 Merasa menyesal
33 Pujian kecil
34 Bertukar mobil
35 Tanggung jawab baru
36 Panas hati
37 Sarapan Hangat
38 Arifin yang tak peka
39 Lagi-lagi Penggangu
40 Kembali Mengajar TPA
41 Gagalnya pertunangan
42 Kemarahan Ziana
43 Ungkapan Hati Hazel
44 Murid Baru
45 Mood yang hilang
46 Hadiah
47 Di tentang sang Papa
48 Hadiah untuk Syifa
49 Harapan Opa Hasan
50 Mengantarkan Syifa Sekolah
51 Kecemburuan Dirga
52 Kenekatan Dirga
53 Menyelamatkan Kanaya
54 Dibawa ke rumah
55 Ada Trauma
56 Tak ada kesempatan lagi
57 Usaha Hazel
58 Pergi bersama
59 Kembali tersenyum
60 Restu
61 Kebimbangan
62 Akhirnya bertemu
63 Menerima Undangan
64 Bimbang
65 Berbahagialah
66 Dia membutuhkan mu
67 Khawatir
68 Semua Khawatir
69 Menjenguk Hazel
70 Tertangkap Pelakunya
71 Perhatian Jarak Jauh
72 Pulang
73 Menemui Dirga
74 Harus Dengan Restu
75 Keinginan Syifa
76 Permintaan Davin
77 Kecurigaan Hazel
78 Bimbang
79 Rasa Yang Terbalas
80 Niat Ziana
81 Perasaan Tak Enak
82 Penjelasan Davin
83 Semua Khawatir
84 Setia Menemani
85 Kalian Marahan?
86 Kedatangan Davin
87 Permintaan Maaf
88 Hal Baik Harus Disegerakan
89 Kembali Sempurna
90 Gelisah
91 Berziarah
92 Pertunangan
93 Akhir Bahagia
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Terlambat Pulang
2
Hadiah untuk Syifa
3
Kedewasaan Syifa
4
Pergi Ziarah
5
Orang Asing
6
Hazel Anggara
7
Sebatas membantu
8
Hanya mengantar pulang
9
Mimpi yang diinginkan
10
Keinginan yang terwujud
11
Pergi meeting
12
Pasrah
13
Tak ada kata menyerah
14
Bertemu di pantai
15
Kenyamanan bersama Hazel
16
Kecemburuan Dirga
17
Tak habis pikir
18
Kerinduan
19
Kerasnya Hazel
20
Kesibukan
21
Kalah cepat
22
Tidak peka
23
Kerasnya Dirga
24
Keraguan
25
Saling canggung
26
Pembicaraan dengan Arifin
27
Satu keinginan
28
Keluhan Hazel
29
Tak mudah diwujudkan
30
Bermain bersama Hazel
31
Menyusul ke taman
32
Merasa menyesal
33
Pujian kecil
34
Bertukar mobil
35
Tanggung jawab baru
36
Panas hati
37
Sarapan Hangat
38
Arifin yang tak peka
39
Lagi-lagi Penggangu
40
Kembali Mengajar TPA
41
Gagalnya pertunangan
42
Kemarahan Ziana
43
Ungkapan Hati Hazel
44
Murid Baru
45
Mood yang hilang
46
Hadiah
47
Di tentang sang Papa
48
Hadiah untuk Syifa
49
Harapan Opa Hasan
50
Mengantarkan Syifa Sekolah
51
Kecemburuan Dirga
52
Kenekatan Dirga
53
Menyelamatkan Kanaya
54
Dibawa ke rumah
55
Ada Trauma
56
Tak ada kesempatan lagi
57
Usaha Hazel
58
Pergi bersama
59
Kembali tersenyum
60
Restu
61
Kebimbangan
62
Akhirnya bertemu
63
Menerima Undangan
64
Bimbang
65
Berbahagialah
66
Dia membutuhkan mu
67
Khawatir
68
Semua Khawatir
69
Menjenguk Hazel
70
Tertangkap Pelakunya
71
Perhatian Jarak Jauh
72
Pulang
73
Menemui Dirga
74
Harus Dengan Restu
75
Keinginan Syifa
76
Permintaan Davin
77
Kecurigaan Hazel
78
Bimbang
79
Rasa Yang Terbalas
80
Niat Ziana
81
Perasaan Tak Enak
82
Penjelasan Davin
83
Semua Khawatir
84
Setia Menemani
85
Kalian Marahan?
86
Kedatangan Davin
87
Permintaan Maaf
88
Hal Baik Harus Disegerakan
89
Kembali Sempurna
90
Gelisah
91
Berziarah
92
Pertunangan
93
Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!