Aku Ada Untukmu

“Ivana ....” Sebuah suara membuat Ivana terperanjat dan membuka selimut yang menutupi sekujur tubuhnya.

Ia merasa kegerahan karena itu, dan lagi, untuk apa ia melakukan itu. Tak akan membuat Zach secara tiba-tiba memberikan hati padanya, kan?

“Ivana ....”

Lagi ... suara itu memanggil namanya. Halus dan mesra. Seperti pria yang memanggil nama kekasihnya. Ivana bisa rasakan itu. Apakah itu Zach? Mungkinkah Zach akan memanggilnya seperti itu?

“Ivana, apakah kau mendengarku?” tanya suara itu.

“Zach ... apakah itu kau?” tanya Ivana, memastikan. Sesungguhnya ia yakin itu bukan Zach. Dan lagi, suara itu terdengar seperti dari jarak yang tidak jauh dari tempatnya sekarang. “Kau bukan Zach, kan?”

Paras cantik Ivana berubah seketika kala menyadari bahwa suara itu bukanlah berasal dari Zach. Lagi pula, ia tak mengharapkan kedatangan pria itu. Hatinya masih sakit menyadari kenyataan bahwa dirinya tak akan pernah bisa mengambil hati Zach meski dengan penyatuan sekali pun.

“Zach? Apakah pria itu yang kau harapkan? Sementara aku yang selalu mengawasi dan memastikan kau bahagia bersamanya.”

Suara itu ... semakin lama semakin jelas dan Ivana bisa mengenali siapa pemiliknya.

Dengan jantung yang berdegup tak karuan karena suasana yang mendadak berubah mencekam, Ivana berlari ke sudut kamar, mengambil apa pun yang ada di sana dan ditodongkan ke udara, seolah pria yang bicara dengannya sejak tadi ada di hadapannya.

“Tuan Allen? Jangan ganggu aku! Aku tak sengaja menyaksikannya saat itu, sungguh! Lagi pula, aku juga tidak mengusikmu, bukan?” sergah Ivana, yang sesungguhnya didera perasaan gentar, tetapi ia pastikan tak akan membiarkan Jeffry untuk mengisap darahnya setetes pun.

Pria itu tergelak mendengar perkataan Ivana. Ia kemudian muncul di hadapan Ivana dalam bentuk sempurna. Persis seperti apa yang ia lihat saat di pesta. Hanya tentu saja, pakaiannya kali ini jauh lebih kasual.

“AH! Menjauh dariku, atau aku akan menusukmu dengan ini!” Ivana menodongkan benda di tangannya yang rupanya adalah sendok sup yang ia ambil dari atas nakas. “Ah, sial!”

Ia mengumpat, sembari mencari benda lain. Pada akhirnya ia menemukan sebuah pisau makan, itu lebih baik ketimbang sendok sup, bukan?

“Sudahlah, Ivana. Aku datang kemari bukan untuk menyakitimu. Meski kuakui, aroma tubuhmu itu seperti candu. Namun, aku lebih suka menemanimu di ruang ganti, melihat lekuk tubuhmu dan menghirup aroma darahmu yang menggoda, setiap hari. Ketimbang membuatmu menjadi sepertiku.”

“Apa maumu?!”

Jeffry kemudian tertawa lagi. Kali ini, ia melangkah selangkah demi selangkah mendekat pada gadis yang masih berada di sudut, memegang pisau dan menodongkannya dengan lantang meski Jeffry bisa melihat tangannya gemetaran.

Pria itu menyingkirkan benda yang sejak tadi berada di tangan Ivana.

“Aku bukan ingin menyakitimu Ivana.”

“Jangan dekati aku! Aku sudah menikah, Tuan Allen!”

Jeffry tertawa lagi.

“Aku tak menyangka kau begitu lucu, Ivana. Apakah suamimu itu sudah menyerahkan hatinya, hm?”

Ivana tergagap ditodong pertanyaan menyakitkan semacam itu. Jika Zach belum menyerahkan hatinya, lantas apa? Apakah Jeffry akan melakukan sesuatu? Membantu Ivana untuk meluluhkan Zach, misalnya.

Tidak, kan? Kebaikan apa pun yang dilakukan Jeffry kali ini pastilah demi kepentingan pribadinya. Tidak lebih.

Ivana membisu. Ia tak bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Jeffry. Namun, meski tanpa menjawab apa pun, pria itu tahu apa yang ada dalam hati Ivana.

Ia kemudian mendekat pada gadis itu, membelai pipinya yang halus dan memandangi wajah tanpa polesan makeup itu. Ia mendesah panjang, seolah memandangi paras ayu Ivana membuat hatinya kelelahan.

“Kau sangat cantik Ivana. Bahkan ketika tanpa makeup seperti ini. Aku belum pernah melihat yang seperti ini.” Pria itu mendekatkan wajahnya pada gadis itu. “Apakah suamimu pernah mengatakan ini? Tidak? Berarti ia bodoh.”

Ivana ingin sekali mengiyakan perkataan Jeffry. Zach memang bodoh. Namun, Ivana lebih bodoh karena mau terjerat permintaan pria bodoh seperti Zach.

Pria itu memang bodoh dan buta!

“Baiklah ... aku kemari hanya ingin memeriksa kondisimu setelah menyaksikan apa yang tak seharusnya kau lihat,” ucap Jeffry, kemudian setelah sekian lama memandangi wajah Ivana. “Ivana, aku tak akan pernah menyakitiku. Kau bisa datang padaku kapan pun kau membutuhkanku. Panggil aku. Aku akan selalu ada untukmu. Meski ....”

Tatapan Jeffry tertuju pada bekas goresan dan gigitan di leher dan pergelangan tangan Ivana.

“Kau sudah terikat dengannya ... tapi kau masih memilikiku jika pria itu berani menyakitimu.” Jeffry semakin mendekatkan wajahnya, mengendus aroma napas Ivana sejenak, kemudian menghilang tanpa jejak.

...➿〰️➿...

Ivana tepekur sendiri mengingat kejadian yang baru beberapa jam lalu terjadi. Jeffry yang begitu misterius dan tak pernah ia temui sebelumnya, tiba-tiba datang. Seolah ia telah mengawasinya untuk waktu yang lama. Namun, sejak kapan?

Ia masih tak percaya dengan apa yang ia alami.

Jika memang Jeffry begitu mencintainya, mengapa pria itu hanya diam ketika Zach datang dan membayar semua hutang Ivana padanya? Mengapa ia tak melakukan sesuatu?

Tengah didera kegalauan sendiri, Ivana tak menyadari bahwa pintu kamarnya yang seharusnya terkunci, ternyata sudah tak lagi seperti semula. Nyatanya Zach bisa masuk dan menemukannya tengah terduduk di sudut ruangan, dalam keadaan kosong.

“Ivana! Ivana, apa yang terjadi?” Zach tak mampu menyembunyikan rasa panik dan cemas kala melihat kondisi sang istri yang mengkhawatirkan. Segera ia mengangkat tubuh Ivana dan membaringkannya di ranjang, kemudian menyelimuti tubuh Ivana yang sedikit gemetar.

“Ada apa lagi, Ivana? Katakan padaku!” Zach mengedar pandangan ke seluruh penjuru ruangan, berusaha mencari pemecahan atas apa yang menjadi tanya yang terus berputar dalam rongga kepalanya, kala melihat Ivana yang tepekur, bahkan hingga sekarang.

Sayangnya, ia tak menemukan apa pun.

Zach kemudian bangkit dan mengikuti instingnya untuk menyisir ruangan di mana istrinya berada. Ia mampu merasakan kehadiran orang lain di ruangan itu, jauh sebelum ia menemukan Ivana dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

Namun, siapa pria yang datang? Apakah Ivana telah menyelundupkan orang lain di mansionnya?

Zach kemudian beranjak dan keluar dari ruangan Ivana, menuju ke tiap-tiap ruangan dan menyadari bahwa tamu tak diundang itu tidak masuk melalui ruang mana pun, melainkan masuk secara ajaib.

Zach bergegas menuju mansion utama, menemui Jackson, dan menghardik lelaki itu.

“Jackson! Aku sudah perintahkan kau untuk menambahkan penjagaan di mansion utara, apakah sudah kau laksanakan?!” tanya pria itu, geram. Siapa lagi yang harus ia salahkan jika bukan Jackson yang ia serahi tugas penting untuk mengatur keamanan di tiap mansion?

“Aku sudah melaksanakannya, Tuan. Apakah ada masalah?” tanya lelaki itu, terenyak.

“Ada seseorang yang telah berani menyusup ke ruangan Ivana. Ia tampaknya sudah menyentuh istriku, yang seharusnya tak boleh disentuh siapa pun. Aku yakin, ia bukan orang sembarangan.”

Zach terdiam sejenak, seolah mempertimbangkan langkah yang harus ia ambil.

“Perintahkan pelayan untuk memindahkan Ivana ke mansion utama! Biarkan ia menempati kamar yang ada di samping kamarku agar aku bisa memastikan kalau ia akan aman!”

Terpopuler

Comments

💜Marlin🍒

💜Marlin🍒

lg serius eh sendok sup ngapain di tangan? Mau jadiin Allen kek maling kundang yang di getok peke centong kayu, eh ini sendok dong 🤣🤣🤣🤣

2022-12-25

1

Indah

Indah

wkwkww kok bisa salah? 🤣

2022-12-25

0

HoiLim Yee Lee

HoiLim Yee Lee

nice

2022-12-24

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!