Zach sama sekali tidak memikirkan perkataan maupun perasaan Tatiana. Sejak dulu, wanita itu hanya seorang adik baginya. Berbeda dengan Selena yang memang ia pilih sendiri. Sayangnya, pada akhirnya, ia tak berjodoh dengan gadis itu.
Sudah jelas, ia memilih Ivana, sekarang. Nasib juga memilihkan Ivana untuknya.
Sore ini, Ivana sudah mulai bersiap untuk pesta perusahaan. Zach datang ke kamarnya hanya untuk memastikan, karena biasanya, perempuan akan membutuhkan waktu lebih banyak hanya untuk menyisir rambut mereka.
“Kau siap untuk acara ini?” tanya Zach yang membantu gadis itu untuk membenarkan kancing gaunnya. Ivana hanya mengedikkan bahu.
“Bergantung apakah akan menyeramkan atau tidak. Jika ini menakutkan, kau harus siap untuk membawaku pulang segera!” titahnya, yang tentu saja mendapat jawaban seperti yang Ivana kehendaki.
Ivana telah menjadi ratu yang sebenarnya. Terlebih setelah memberikan harta berharganya pada Zach, maka sudah seharusnya pria itu akan bertekuk lutut.
Mungkin itu sudah terjadi, tetapi bukan berarti Zach sudah menyerahkan hatinya pada gadis itu. Tidak akan semudah itu. Meski tentu saja tak adil bagi Ivana, tetapi itulah yang terjadi.
“Katakan padaku, siapa saja yang datang,” ucap Ivana, sembari memakai anting-anting serta perhiasan lain. Dan tak lupa, kalung warisan turun temurun dari nenek Zach.
“Jangan pakai itu!” cegah Zach, saat melihat Ivana hendak menautkan kedua ujung kalung yang ia berikan pada gadis itu satu hari sebelumnya. “Aku sudah menyiapkan satu yang serasi dengan gaunmu.”
Hadiah lain setelah hadiah menyakitkan yang diberikan oleh pria itu kemarin. Namun, jujur saja, meski masih terasa sakit di bawah sana, tetapi Ivana menginginkannya lagi.
“Oh ... kenapa?” tanya gadis itu, tak mengerti. Kalung yang diberikan Zach sebelumnya tak kalah cantik, padahal.
“Karena kau adalah istriku, sekarang. Apa pun yang kau kenakan, terlebih setiap menghadiri pesta, haruslah yang sesuai.” Zach memakaikan kalung itu di leher Ivana, kemudian memutar tubuh gadis itu menghadap padanya. “Perfecto!”
Tak ada senyuman lebar seperti yang Ivana harapkan, atau setidaknya pujian yang mengatakan ‘kau sangat cantik, Ivana.’ Atau ‘aku sangat menginginkanmu, Ivana.’, tak ada sama sekali.
“Terima kasih. Apakah kita akan berangkat sekarang?” tanya Ivana.
Zach mengangguk. Ia kemudian meraih jemari gadis itu dan membawanya menunggu di teras sementara sebuah limo berhenti di hadapannya.
Ivana masih sering bertanya-tanya seberapa banyak harta yang dimiliki oleh suaminya. Meski sesungguhnya ia tak lagi terkejut, saking seringnya menyaksikan hal semacam ini sejak ia tinggal di mansion Zach.
Jangankan mobil, mansionnya saja Zach berikan untuk Ivana.
“Besok kita akan ke showroom untuk membeli satu untukmu,” ucap Zach, saat mereka sudah berada di dalam limo, sembari menunjuk ke arah mobil sport miliknya yang terparkir di luar garasi.
“Apa? Oh, tidak perlu seperti itu, Zach. Aku bukan wanita simpanan yang akan meminta hadiah barang-barang mewah setelah melayanimu. Tidak perlu repot,” jawab Ivana, masih berusaha menahan gejolak dalam hati yang berkecamuk.
Bukan masalah besar mungkin bagi Zach. Entah mengapa Ivana mulai memikirkan apa arti dirinya di mata Zach.
Namun, pantaskan Ivana mempertanyakan itu sekarang? Meski waktunya tepat, tetapi nyatanya, mereka tengah berada di tempat yang tidak tepat.
Mereka tiba di tempat yang dituju. Zach memberikan lengannya ke arah Ivana agar gadis itu bisa menggamitnya. Keduanya masuk ke aula megah di mana sebuah acara tengah dihelat di sana. Sayangnya, Zach belum mengatakan apa pun pada Ivana, mengenai pesta yang mereka hadiri saat ini.
“Zach, di mana kita?” tanya Ivana, sedikit berbisik. Pria itu sedikit menunduk, agar bisa menyejajari telinga Ivana demi membisikinya sesuatu.
Namun, hal lain justru terjadi.
“Zach! Kau tidak menjawab pertanyaanku!” desis Ivana, kesal karena tak mendapatkan respon seperti yang ia harapkan.
“Diam dulu, Ivana. Kau tidak mau kalau kubawa ke toilet dan melepaskan pakaianmu di sana, kan?” jawab Zach dengan raut wajah serius. Ivana tak mengerti maksudnya. Ia memang tidak tahu, kalau sejak penyatuan mereka seminggu lalu, Zach tak bisa tenang jika dekat sedikit dengannya.
Aroma tubuh Ivana terlalu menggoda untuk pria itu, hingga ia bisa saja melakukannya di tempat saat itu juga.
Namun, tentu saja tidak ia lakukan.
“Kita ada di pesta perusahaan. Akan banyak pengusaha lain yang akan hadir. Termasuk ....”
“Hey, Ivana?” sapa sebuah suara yang ia kenal betul. Namun, ketika Ivana memutar tubuh, yang ia temukan hanya pria muda dengan postur tegap dan pahatan rahang yang tegas, tengah berdiri di hadapannya.
Ia tak mengenal pria itu, tentu saja. Namun, tidak dengan Zach.
“Tuan Allen. Bagaimana kabarmu?” tanya Zach, sembari mengulurkan tangan pada pria itu, yang disambut dengan hal yang sama.
“Aku baik. Aku permisi dulu,” pamit Jeffry, seakan tak tahan berada di dekat Ivana dan Zach. Wajar saja, karena Zach kini tengah melingkarkan lengan di pinggang Ivana dan Jeffry jelas tak sanggup menyaksikan itu. Selain itu, ia mencium aroma yang berbeda seolah menguar dari tubuh Ivana.
Lalu ... tanda yang ada di sisi leher gadis itu. Tak mungkin kalau luka biasa.
“Kenapa sikapnya aneh sekali?” gumam Ivana sembari mengikuti kepergian Jeffry dengan ekor matanya. “Aku tidak tahu kalau tuan Allen ternyata seperti itu."
"Seperti itu apa? Jangan terlalu lama memandanginya, sudah ada aku di sini!" ujar Zach, terdengar posesif, ia memutar wajah Ivana menghadap padanya.
"Kenapa ia berada di sini? Apakah ia juga punya bisnis yang sama denganmu?” tanya Ivana, kemudian.
Wajar Ivana tak mengenali Jeffry meski telah sekian lama bekerja pada pria itu. Jeffry sangat misterius. Tak pernah sekali pun ia menampakkan diri di hadapan Ivana.
Zach hanya menaikkan alisnya dan membatin. Ia juga tak menyangka kalau Jeffry akan datang, yang artinya, pria itu juga memiliki saham di perusahaan miliknya.
“Tadi kau mau bilang apa? Siapa yang datang juga? Apakah Leora dan Edward?”
Belum juga Zach menjawab, yang tengah dibicarakan mendekat ke arah mereka.
“Hai sayang,” sapa Leora kemudian mengecup pipi Ivana, begitu juga Edward, ayah Zach yang langsung memeluk Ivana dengan penuh kasih. “Bagaimana kabarmu? Apakah si playboy ini memperlakukanmu dengan baik?”
Mendengar candaan yang dilontarkan Leora, Zach hanya memutar bola matanya.
“Jangan mulai, Leora. Aku selalu memperlakukannya dengan baik. Kalian apa kabar?” tanya Zach yang ditujukan untuk Edward dan kekasihnya. Keduanya menjawab dengan diselingi kelakar. Namun, fokus Ivana tak lagi ada di tempat itu.
Ia melihat Jeffry yang berjalan bersama seorang gadis menuju ke sebuah ruangan.
Ivana tak bisa menahan diri untuk tidak mengikuti keduanya. Selama ini yang ia tahu, Jeffry memiliki bisnis di bidang pros*titusi—selain bisnis kelab malam di mana Ivana dulu bekerja. Akan sangat berbahaya kalau ternyata pria itu tengah merayu gadis yang pergi bersamanya agar mau menjadi salah satu dari sekian perempuan panggilan yang bekerja di bawah naungannya.
Ivana menghentikan langkah saat mendengar suara aneh dari sebuah ruangan yang sedikit terbuka. Mungkin saja mereka sedang melakukan sesuatu yang privat, tetapi Ivana merasa tak tenang. Ia beranikan diri untuk melongok sedikit dan memastikan apa yang terjadi di dalam sana dan menemukan Jeffry yang tengah melakukan sesuatu pada gadis itu.
Sesuatu yang membuat Ivana terbelalak dan nyaris memekik keras.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
Indah
gemussshh😊
2022-12-25
2
💜Marlin🍒
ululululu gemes bgt sih dengan adegan yg 1 ini 🤣🤣🤣🤣
2022-12-21
1