Ivana membekap mulutnya dengan kedua telapak tangannya, menahan pekik yang nyaris lolos. Ia tak menyangka harus menyaksikan hal semacam ini di depan matanya.
Air mata sudah mulai mengalir dari kedua pelupuk mata Ivana, yang tak lagi mampu ia bendung. Langkah kakinya mundur teratur, tetapi tak sadari bahwa Zach juga tengah mencarinya dan berada di balik punggungnya.
“AH! Lepaskan aku, jangan bunuh aku!” Ivana menjerit dan meracau tak keruan, sementara Zach yang tak tahu apa-apa, dengan sigap merengkuh tubuh gadis itu dan membawanya menjauh dari tempatnya semula.
“Hey, Ivana, tenanglah! Ini aku, Zach!”
Mendengar suara dan aroma tubuh yang sangat ia kenali itu, Ivana menghambur ke dalam pelukan Zach dan menumpahkan rasa takut dan segala yang menyergapnya beberapa menit lalu.
“Ssh ... tak apa, Ivana. Ayo, kita pulang saja sekarang.”
Zach kemudian berpamitan pada sang ayah dan membawa Ivana menuju ke mobil tanpa bertanya apa pun pada gadis itu.
Pastilah ada sesuatu yang telah ia lihat dan membuatnya begitu terguncang. Namun, apa?
Zach kini turut didera rasa penasaran yang tak terobati sebelum Ivana mengatakan sesuatu tentang apa yang terjadi padanya. Pria itu juga merasa bersalah karena seharusnya ia mengikuti Ivana agar tidak terjadi hal semacam ini.
Mereka tiba di mansion dan Zach segera membawa Ivana ke kamar dengan menggendongnya. Ia tak mungkin biarkan gadis itu berjalan dengan tubuh masih gemetaran.
“Zach, tidak perlu seperti ini, aku bisa jalan sendiri! Zach, turunkan aku!” Ivana berusaha memberontak agar Zach membiarkannya turun dari gendongan, tetapi pria itu tetap membawanya hingga tiba di kamar dan membaringkannya di sana.
“Kupikir gaun malamnya akan mempersulit langkahmu. Itu sebabnya aku menggendongmu. Ini, minumlah dulu dan beristirahatlah.”
Ivana meraih segelas air yang disodorkan oleh Zach, kemudian meneguk isinya hingga tandas.
Zach yang sejak tadi menunggu, akhirnya mulai memerhatikan Ivana, berharap ia akan mendapatkan jawaban atas segala pertanyaan dalam kepalanya.
“Apa yang terjadi, Ivana? Kau membuatku cemas tadi. Apa yang membuatmu begitu ketakutan? Apakah ada seseorang yang mengganggumu?” tanya Zach yang sejak tadi sudah siap menyimak, tetapi Ivana tak juga mengatakan sesuatu.
Gadis itu tampak termangu. Tatapannya lurus ke depan tetapi tak ada kalimat sepatah pun yang keluar dari bibirnya yang bungkam sejak tadi.
“Jeffry Allen ... aku tak percaya dengan apa yang kulihat, Zach! A-apakah aku salah masuk ke dunia khayalan? Ini tak mungkin terjadi di dunia nyata!”
Zach berusaha untuk tidak mendesak, karena Ivana bisa jadi sedang meredakan degup jantung yang tak keruan akibat adegan horor yang tampak di hadapannya beberapa menit lalu.
“Ada apa dengan Jeffry Allen? Aku melihatnya sebagai bos yang menyukaimu, tapi tak pernah tahu rahasia lainnya.”
Bohong!
Zach justru sudah menyelidiki tentang identitas Jeffry mulai hal sederhana hingga detail. Ia sengaja memperkerjakan seorang detektif swasta untuk mencari tahu, siapa sebenarnya pria itu, dan apa tujuannya terhadap Ivana, karena beberapa waktu lalu ia masih terus menghubungi gadis itu.
Entah apa yang membuat Zach terkesan posesif. Bisa jadi karena ia merasa Ivana adalah miliknya, atau hanya sekadar formalitas.
“Dia ... aku tak tahu apakah ini masuk akal untukmu, tapi aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.” Ivana berusaha mengingat bagaimana kejadian yang terjadi tepat di depan matanya dan dengan jelas ia saksikan bahwa Jeffry ....
“Jeffry seorang vampir, Zach. Aku melihatnya sendiri! Ia menghisap darah dan aku tak tahu sekarang apa yang akan terjadi pada wanita malang itu.”
...➿〰️➿...
Ivana masih tak bernafsu untuk makan. Bayang-bayang Jeffry yang menghisap darah dengan rakus itu masih terus berputar-putar di rongga kepalanya. Membayangkannya saja Ivana ingin muntah. Hingga ia tak kuat menahan dan berlari ke kamar kecil untuk menumpahkan seluruh isi perutnya.
Zach bergegas menuju ke kamar Ivana saat mendengar kegaduhan yang mengusik dirinya yang baru saja tiba di mansion utara. Ia sengaja datang pagi sekali untuk memeriksa kondisi Ivana, setelah apa yang terjadi padanya kemarin.
“Apa yang terjadi padamu, Ivana? Apakah kau ....”
Bola mata Ivana nyaris mencelus kala mendengar dugaan Zach akan kondisinya saat ini.
“Tidak mungkin, Zach. Kita baru melakukannya seminggu lalu, itu pun hanya satu kali. Jadi, kau jangan berkhayal!”
Zach kemudian menyentuh kening Ivana yang terasa hangat, kemudian lehernya, lalu memandangi bola mata Ivana yang tampak sedikit memerah.
“Tidak mungkin kalau kau tidak mengandung,” ucapnya penuh percaya diri.
Ivana hanya memutar biola matanya, karena percuma menjelaskan pada Zach mengenai proses pembuahan karena pria itu tampaknya tak ingin tahu.
“Zach ini—“
Zach tak lagi menggubris, karena dirinya kini tengah berbincang di telepon dengan seorang sahabat yang merupakan seorang dokter pribadinya.
“Ya, Gabby, aku tunggu sekarang juga di mansion utara. Aku di sini, menemani istriku dan tampaknya dia kurang sehat. Thanks, Gabby.” Zach kemudian mengakhiri panggilan dan menoleh pada Ivana dengan senyum terkembang, tipis. “Kita akan lihat bagaimana hasilnya.”
Ivana hanya mengembuskan napas sembari meniup poni yang menutupi keningnya.
Sembari menunggu Gabriella datang, Zach bersikap tak masuk akal yang membaut Ivana sebal. Beberapa kali pria itu tak membolehkannya sekadar turun dari kasur untuk mengambil minum dan lainnya.
“Mulai sekarang, aku akan memperkerjakan beberapa orang untuk menjagamu. Dua orang pengawal, beberapa pelayan, dan—“
“Zach, please ... jangan berlebihan! Aku baik-baik saja, oke! Tidak mungkin aku mengandung, Zach, karena proses mulai dari kita melakukannya setidaknya dua minggu dan kau—“
Ivana tak mampu melanjutkan kalimatnya, karena yang ditunggu oleh Zach sejak tadi pada akhirnya datang juga. Seorang dokter dengan penampilan casual—baju turtle neck berwarna maroon dan jas hitam yang membuatnya tampak elegan dan misterius, tetapi membuat Ivana kembali teringat akan Jeffry.
Style mereka kurang lebih sama.
Dan lagi-lagi, Ivana memuntahkan isi perutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments