Zach tak tahan lagi. Ia mendekap tubuh Ivana saat dirinya sudah bertemu dan bertatap muka dengan gadis itu. Sesungguhnya, Ivana yang menghambur ke arah Zach dan mendekap tubuh kokoh pria yang dirindukannya.
Persetan dengan bagaimana reaksi Zach! Pria itu tak akan pernah bisa bersikap lebih hangat terhadapnya, bukan? Maka tak masalah kalau Ivana yang memulai lebih dulu. Terlebih, sudah nyaris satu pekan pria itu tidak menemuinya.
Boleh dikatakan kalau Ivana merindukan Zach Levy lebih dari yang ia pikirkan.
Zach bisa menghirup aroma vanilla dari rambut Ivana, saat gadis itu dalam dekapnnya. Ia hidu dalam-dalam, demi mengobati kerinduannya yang mungkin tidak ia sadari dan akui. Namun, kenyataan yang sebenarnya, ia memang ingin menemui Ivana sejak pertama dirinya dan gadis itu sudah melakukan penyatuan.
Hanya saja, aturan tak masuk akal itu menghalangi mereka berdua untuk bertemu. Hanya Ivana yang tidak mengetahui apa pun hingga gadis itu merasa diabaikan oleh Zach.
"Hey ... bagaimana kabarmu?" tanya Ivana sembari membelai rahang dengan pahatan tegas milik pria yang masih melingkarkan lengan di pinggangnya. "Mengapa kau tidak menemuiku selama ini? Apakah ada masalah? Atau ada sesuatu yang tidak kuketahui?"
Zach menggeleng, kemudian memandang kedua manik berwarna hazel milik Ivana yang memesona dan telah menyihirnya sejak semula.
Zach hanya tak menyadarinya, karena ketakutannya yang membuat dirinya menutup hati sekian lama.
"Jika memang sudah dijelaskan bahwa kau tidak boleh bertanya, maka jalani saja!" jawab Zach, dingin. Namun, Ivana bisa merasakan intonasi Zach yang jauh lebih lembut meski tetap dingin.
Dan itu semua seakan hanya manipulasi agar tidak terlalu kentara kalau dirinya sebenarnya sudah sedikit melunak dibanding sebelumnya.
"Aku hanya memastikan, apakah itu karena kau tidak ingin mengatakannya, ataukah memang sudah menjadi tradisi untuk tidak mengatakannya. Mengapa terlalu banyak rahasia di sini?" gerutu Ivana, yang kemudian melepaskan pelukannya dari tubuh Zach.
Ivana kemudian pergi dari hadapan Zach dan tak ingin menoleh barang sekali pun. Jika Zach berniat mempermainkannya dan berpikir bahwa Ivana bisa dengan mudah dijadikan sebagai mainan, maka pria itu salah besar.
Mendapat reaksi tak acuh dari Ivana, bahkan sampai gadis itu berani meninggalkan Zach begitu saja, membuat Zach kelimpungan. Ia pada akhirnya mengejar dan mengikuti langkah Ivana hingga tiba di mansion utara, tempat kediaman Ivana.
...➿〰️➿...
Zach memilih kembali ke mansionnya, karena membujuk singa betina yang sedang marah tidak akan mudah kalau ia tidak membawakan seonggok daging hasil buruan.
Anggap saja Zach sedang malas untuk merayu apalagi berdebat. Ia akhirnya memutuskan untuk kembali mengurung diri di mansionnya dan berharap Ivana akan datang untuk menemaninya menghabiskan malam.
Tak ada yang lain, kini hanya Ivana yang mulai menguasai sebagian besar ruang kosong dalam pikirannya.
Zach seperti orang kurang waras, tetapi ia masih juga menepis dan menyanggah bahwa rasa itu mungkin saja merupakan bentuk rasa cinta.
Ponsel Zach berdering cukup nyaring, memaksanya untuk bangkit dan menerima panggilan itu meski baginya tak ada apa pun yang bisa membuatnya bersemangat hari ini.
Seseorang mulai bersuara di seberang sana, membuat Zach mengerutkan kening dan membulatkan bola mata saat mulai mengenali suara siapa yang menghubunginya.
"Apakah kau tidak merindukanku, Zach? Sudah satu tahun. Lama sekali, ya?" ujar wanita yang kemudian mendesah karena tak juga mendapat respon dari sang pria. "Zach ... apakah kau masih ingin mendiamkanku? Itu ketidak sengajaan. Lagi pula, Selena meninggal bukan karena kejadian itu, bukan?"
Zach terdengar mengembuskan napas keras, seakan tak mau meladeni apa pun ucapan wanita di seberang sana.
"Zach Levy, apakah kau tidak mendengarku? Setidaknya katakan sesuatu!" rengek wanita itu, tak mendapatkan respon seperti yang diharapkannya.
"Jangan ungkit lagi, semua sudah berlalu." Zach menegaskan, sembari menepis bayang-bayang Selena yang mendadak muncul karena ad yang membahasnya lagi. Zach sudah berusaha untuk melupakan Selena, tetapi jika namanya masih terus disebut, bagaimana ia bisa move on?
"Baiklah ... aku tidak akan membicarakannya lagi. Aku hanya ingin memastikan bahwa kau sudah tidak marah lagi. Bagaimana kabarmu? Kau tidak rindu pada sahabat kecilmu ini, hm? Aku merindukanmu, bodoh!"
"Pulanglah! Aku punya kabar baik untukmu. Kau tidak akan lagi membahas Selena kalau kau mengetahui ini," ujar Zach. Ia mengulas senyum tipis, seakan tengah membayangkan wajah seseorang. Siapa lagi?
"Katakan sekarang! Aku tidak suka teka-teki. Dan lagi, aku belum bisa kembali dalam waktu dekat. Aku masih harus mengurus pagelaran busana yang akan diadakan di New York. Kau tahu? New York Fashion Week menjadi pencapaian terbesarku tahun ini, Zach! Hebat, bukan?"
"Ya, aku ikut senang mendengarnya. Segera pulang saja, karena aku tidak suka bicara di jarak jauh."
Zach hendak mengakhiri pembicaraan saat kemudian wanita di seberang sana mencegahnya agar tidak terburu menutup telepon.
"Zach ... mengapa kau tidak mengatakannya padaku?"
"Tentang apa?"
"Tentang pernikahanmu. Kau tak pernah mengatakan apa pun. Kau menolak menikah denganku, tetapi memilih orang lain. Itu kejam, kau tahu?"
"Aku tidak punya kewajiban untuk meminta maaf, karena Ange telah menjelaskan masalah ini, kau dengar sendiri. Ivana—"
"STOP! Aku tidak ingin mendengar namanya. Please, jangan!" potong wanita itu. "Andai kau mengatakan padaku, aku pasti akan pulang dan mencegah pernikahan itu agar tidak terjadi. Jika kau ingin keturunan, kau bisa memintanya dariku, Zach Levy!"
Zach mendesah kasar. Ia meremas rambutnya beberapa kali. Wanita di seberang selalu membuatnya frustasi karena sikap kekanakan yang tak bisa ia cegah.
"Itu sebabnya aku tidak mengatakan apa pun. Dan mengenai anak, kau tahu sendiri apa yang terjadi pada beberapa wanita yang sudah pernah kusewa hanya untuk memberiku anak, Tatiana. Kau masih mau nekat?"
"Tentang apa ini, Zach?" wanita bernama Tatiana itu mencebik. Pertanyaannya mengintimidasi Zach hingga tak mampu berkata. "Apakah ini tandanya kau mencintaiku dan tak ingin aku mengalami hal sama seperti wanita-wanita itu?"
Zach tak memberi jawaban untuk pertanyaan yang baru saja dilontarkan oleh Tatiana. Ia tak punyai kewajiban untuk itu, tak akan pernah memberi kesempatan Tatiana untuk mendekatinya.
"Aku tidak mencintaimu dalam artian seperti apa yang kau pahami, Tatiana." Zach menjeda kalimatnya. "Mungkin iya, tetapi ... tidak seperti itu."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
💜Marlin🍒
kok nyeseg sih liat jack ngobrol sama tatiana 😢 thor pokok nya aku gk mau ivana terkhianati, kok jd kek aku yang cemburu sih 🤔
2022-12-21
3