Ivana sudah menemui desainer langganan seperti yang diharapkan oleh Zach. Gaun yang telah dipesan oleh Zach untuk Ivana juga sudah selesai dikerjakan dan siap untuk dipakai oleh gadis itu pada acara pesta perusahaan yang akan diadakan pekan depan.
Mungkin Ivana tak pantas lagi disebut sebagai gadis, sekarang.
Ia telah melepaskan mahkotanya pada pria itu. Pria yang telah menjadi suaminya dan tanpa ia sadari telah memberikan tanda resmi bahwa Ivana sekarang adalah milik Zach Levy dan tak akan pernah bisa tersentuh oleh yang lain.
Meski tak memiliki tanda khusus sekali pun, semua tahu kalau Ivana tak akan pernah bisa dimiliki oleh yang lain, bukan?
Hanya saja, ada hal yang membuat Ivana tak bisa tidur semalaman ini. Zach langsung meninggalkannya begitu saja setelah berhasil mendapatkan keperawanannya. Seolah hanya itu yang ia butuhkan. Bahkan pria itu tidak menjawab saat Ivana melakukan panggilan ke nomor ponselnya.
Ivana kini duduk tepekur di depan cermin di kamarnya. Elia berada di sana juga untuk membasuh kakinya dan memberikan sedikit pijatan agar Ivana merasa rileks.
“Apa yang kau pikirkan, Nyonya?” tanya Elia, yang ingin tahu, mengapa sang nyonya besar tampak begitu murung bahkan setelah Elia memergoki sendiri ruang dapur yang tertutup.
Meski itu bukan kebiasaan Zach, tetapi hal semacam itu pernah terjadi beberapa kali. Dapur adalah tempat pertama yang Zach gunakan selama beberapa kali pria itu menjalankan misinya untuk mendapatkan keturunan.
Bisa dikatakan, Ivana adalah wanita kedua yang tampak diperlakukan spesial setelah Selena.
“Elia, bukankah Zach pernah memiliki wanita yang ia cintai? Kau pernah mengatakannya padaku. Namanya Selena, bukan? Bagaimana sikap Zach terhadapnya?” tanya Ivana, masih dengan tatapan lurus tertuju pada cermin di hadapannya.
Ivana merasa gamang, seperti kehilangan semangat hidup. Separuh nyawanya seolah berkeliaran entah ke mana sejak ia tahu bawa Zach tak lagi menemuinya setelah adegan panas yang mereka lakonkan.
“Uhm ... maafkan aku, Nyonya. Jangan katakan pada tuan Levy kalau aku yang membeberkan masalah itu padamu. Aku takut kalau—“
“Tenang saja, Elia. Jika kau bisa dipercaya, maka kau bisa percaya padaku. Katakan apa pun tentang Zach dan Selena.”
Elia kemudian mengambil salah satu kursi agar ia bisa duduk berhadapan dengan sang nyonya rumah yang baru beberapa hari resmi melakukan penyatuan dengan tuannya. Elia bisa melihat tanda yang ditinggalkan oleh Zach di sekujur tubuh Ivana. Tidak terlalu tampak jika tidak terlalu diperhatikan. Namun, tanda itu tidak akan hilang, kecuali Zach mati, karena Ivana sekarang adalah kekasih abadi Zach.
“Tuan Levy tidak pernah melakukannya dengan siapa pun, Nyonya. Ia masih berusaha untuk mendapatkan keturunan, karena ....”
Ivana masih menyimak dan tak berniat menginterupsi, tetapi kalimat Elia yang terhenti itu membuat Ivana didera rasa penasaran yang membuncah.
“Ayolah, Elia. Jangan membuatku penasaran. Apa yang terjadi? Mengapa ia tak pernah melakukannya dengan siapa pun? Dan ... apakah kau yakin itu?”
Ia seperti seorang profesional saat menyentuh Ivana. Seolah dirinya telah melakukannya berkali-kali dengan wanita yang berbeda-beda. Ataukah Ivana saja yang terlalu polos hingga melihat keahlian amatir Zach itu sebagai sebuah keahlian yang pro seperti apa yang pria itu katakan.
Elia mengangguk mendapat todongan pertanyaan dari Ivana yang terkesan menyudutkannya.
Jelas ia merasa tersudut, karena Ivana terus memberondongnya dengan banyak pertanyaan yang bahkan belum sempat ia jawab semua. Bagian mana yang terpenting dan harus ia jawab terlebih dahulu?
“Setahuku tuan Levy memang tidak pernah melakukannya dengan wanita mana pun, Nyonya. Dan itu disebabkan oleh sesuatu yang tidak bisa saya katakan.”
“Bisa saja ia melakukannya di luar rumah, kan?”
Elia menggeleng.
“Tidak pernah, Nyonya. Tuan Levy sangat pemilih dan tertutup. Ia bahkan jarang bertemu teman. Atau bisa dikatakan tidak memiliki teman.”
Ivana terdiam kala mendengar penjelasan tanpa titik koma dari Elia. Selama ini ia hanya ingin mengenal Zach lebih dekat, tetapi jika pria itu sama sekali tidak memberinya kesempatan, bagaimana caranya?
“Satu lagi, Nyonya. Jika tuan Levy mengatakan bahwa ia pria yang setia, maka itulah kenyataannya. Mengenai Selena dan wanita lain ... tuan Levy tak pernah berhasil melakukannya. Untuk alasannya, aku hanya menyarankan agar kau menanyakan langsung pada tuan Levy.”
...➿〰️➿...
Sudah berapa hari, sekarang? Mengapa Zach masih tak juga mengunjungi Ivana? Gadis itu gelisah menanti kehadiran Zach yang seolah dengan sengaja tidak memerhatikan atau sekadar menengok dirinya di mansion utara.
Hingga Ivana merasakan rindu yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.
Bisa jadi ini hanyalah rasa yang muncul karena dirinya terbiasa dengan Zach, dan bahkan baru memberikan hal yang paling berharga pada pria itu beberapa hari lalu.
Ivana gelisah dan tak sanggup lagi diperlakukan seperti ini, pada akhirnya memutuskan untuk menemui Zach di mansion utama.
Dok Dok Dok!
“Zach! Buka pintunya!” Ivana mengetuk pintu, bahkan terkesan menggedor dan membuat Zach—yang tengah berada di dalam dan mengawasi mansion utara—menjadi terkejut dan nyaris terlompat untuk menemui Ivana di depan pintu.
Ia bergegas menuju ke tempat di mana Ivana berada, sebelum gadis itu menghancurkan rumahnya, tetapi langkahnya dihalangi oleh salah satu pengawal sekaligus orang kepercayaan Zach, Jackson.
“Maafkan aku, Tuan. Kau tidak boleh menemui Nona Ivana sebelum satu pekan. Ini hanya kurang satu hari saja. Jika tidak—“
Zach menoleh ke arah Jackson.
“Jika tidak apa?”
“Keturunan yang kau harapkan akan lebih sulit kau dapatkan.”
Zach mendengkus kala mendengar pernyataan Jackson. Ia benar. Bukankah Zach menikahi Ivana untuk mendapat keturunan?
“Tapi nyatanya ia masih hidup, Jack! Biarkan aku menemuinya. Jika tidak menyangkut nyawa, maka aku akan mencari cara lain agar usahaku memiliki keturunan darinya berhasil. Sekarang minggirlah!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments