Zach setuju dengan beberapa syarat yang diajukan oleh Ivana, kecuali memberikan hati, tentu saja.
Bukan tanpa alasan Zach tidak bisa melakukannya, ia selalu mengalami kejadian buruk setiap kali hendak menjalani prosesi penanaman benih pada wanita-wanita yang sebelumnya pernah berada di posisi Ivana sekarang.
Itulah sebabnya, ia tak berani menjanjikan syarat terakhir yang diminta oleh gadis itu.
“Baiklah, untuk yang terakhir, aku akan beri keringanan, tapi setidaknya kau harus mengusahakannya untukku,” ujar gadis itu yang dijawab dengan anggukan ragu oleh Zach.
Sejak itu, Zach mulai melaksanakan satu per satu kewajiban dan syarat yang diajukan oleh Ivana terhadapnya. Mulai dari melunasi hutang-hutangnya, sekaligus menemui Jeffry Allen untuk membebaskan Ivana dari kewajibannya membayar hutang dan bekerja sebagai penyanyi.
Zach tak menyangka bahwa Jeffry Allen yang semula ia kira pria tua berusia lima puluh tahun atau lebih, ternyata justru sebaliknya. Jeffry adalah seorang lelaki lajang dengan usia di bawah Zach dan sukses membangun usaha kelab malamnya.
“Aku menerima pelunasan utang milik Ivana, tetapi untuk membiarkannya berhenti ....” lelaki itu menggeleng. “Dia aset berharga di tempat ini. Sejak ada dirinya, kelabku dibanjiri tamu, meski banyak yang hidung belang, tetapi kami melindungi Ivana dengan sangat. Dan kau seenaknya mau mengambil gadis itu dariku, huh!”
Zach menghadapi lelaki muda di hadapannya dengan tenang, meski wajah dan bahasa tubuh Jeffry sudah tampak penuh gejolak amarah.
“Aku punya alasan mengapa inginkan Ivana untuk berhenti bekerja. Kami akan menikah dan aku ingin ia di rumah mengurus keluarga dan anak-anak kami nantinya,” jawab Zach dengan sikap jantan.
Ia sudah berjanji pada gadis itu untuk mengakui Ivana sebagaimana yang diminta olehnya. Meski Ivana tak ikut serta menemui Jeffry karena Zach memang melarangnya, tetapi pria itu menepati janjinya.
“Apa? Menikah?” Tampak air muka Jeffry berubah seketika kala mendengar kata menikah. Ada rona tak percaya, tak rela, bahkan juga cemburu.
Bisa jadi lelaki ini menaruh hati pada Ivana.
Zach akhirnya pamit pada lelaki itu setelah menanti cukup lama tetapi tak juga ada tindakan atau ucapan sebagai reaksinya atas apa yang dipaparkan oleh Zach. Ia tak sabar untuk bertemu dengan Ivana dan mengabarkan apa saja yang sudah ia kerjakan hari ini, yang berarti ia sudah boleh menyentuh gadis itu.
Ivana sudah menunggu di mansion utama, saat Zach tiba. Pria itu segera mengganti pakaiannya dan beristirahat sebelum membicarakan bagaimana dan apa saja yang sudah ia hadapi hari ini.
Namun, Ivana tak biarkan Zach melakukan semuanya seperti biasa. Ia terus menguntit langkah Zach hingga masuk ke dalam kamar dan menunggui saat Zach melepaskan pakaiannya satu per satu.
“Kau mau di sini dan melihatku telanjang?” tantang Zach yang berhasil membuat pipi Ivana merona merah.
“T–tentu saja tidak! Aku ingin mendengar bagaimana kau berhasil membujuk Tuan Allen—“
Zach berbalik dan menghadap pada Ivana yang sontak terdiam. Jarak keduanya sangat dekat hingga Ivana mampu menghidu aroma tubuh Zach yang khas dan mulai familier di rongga hidungnya.
Gadis itu hanya mengerjap, kala tatapan dari bola mata berwarna hazel itu tepat terkunci pada maniknya.
“Kau memanggilnya tuan? Apakah kau pernah bertemu dengannya?” tanya Zach, yang hanya dijawab dengan gelengan oleh Ivana. “Dia menyukaimu.”
Tidak mungkin, batin Ivana yang kini terfokus pada Zach yang mengimpitnya di dinding dan mengunci Ivana dengan kedua lengannya.
“Jangan berhubungan dengannya lagi. Atau dengan siapa pun yang berasal dari masa lalumu. Itu salah satu yang ada dalam perjanjian, bukan?” tegas Zach, yang hanya dijawab dengan anggukan oleh Ivana.
“Baiklah. Aku akan mengatur satu hal yang kau minta, yang belum kupenuhi. Sebuah pernikahan.”
...➿〰️➿...
Ivana merasa takjub dengan perlakuan Zach terhadapnya. Lelaki itu memiliki karakter luar biasa yang jarang dipunyai laki-laki lain yang pernah ditemui oleh Ivana selama ini.
Meski Ivana tidak terus mengekor ke mana pun Zach pergi, ia telah membuktikan sendiri bahwa apa yang dimintanya sebagai syarat, nyatanya benar-benar dilakukan oleh lelaki itu.
Terbukti, Jeffry mengirimkannya pesan chat berulang kali demi memastikan bahwa apa yang dikatakan oleh Zach tidak benar.
Ivana tak ingin meladeni Jeffry. Seperti yang diminta oleh Zach, yang kini akan menjadi suaminya. Sebuah pernikahan kilat akan dihelat. Yang tentu saja hanya dihadiri dirinya dan Zach sebagai mempelai, seorang pendeta yang dipilih sendiri oleh Zach, ayah Zach—Edward Levy, dan beberapa kolega yang tak sampai lima puluh orang.
Zach memang menginginkan pernikahan yang sederhana, agar sesuai dengan impian Ivana dan keinginannya untuk memiliki keturunan pun terasa lebih sakral, katanya.
Ivana hanya patuh, karena yang ia inginkan setidaknya sudah dipenuhi oleh Zach.
Dan hari ini pun untuk fitting gaun pengantin, Zach mendatangkan desainer dari luar yang merupakan desainer langganan dari Edward dan Liora, kekasihnya. Untuk yang satu ini, Ivana boleh memilih seperti apa pun yang ia inginkan tanpa perlu melihat seberapa mahal biayanya.
Ia benar-benar menjadi ratu dan entah itu akan bertahan sampai kapan, bahkan Ivana pun tak menyadari keanehan yang menimpa kehidupannya.
“Hari ini aku tidak ke kantor karena akan ada desainer yang akan membawakan dan menunjukkan rancangan gaun yang telah kita pesan. Jika ada kekurangan, kau bisa mengatakan pada mereka dan akan segera dikerjakan untuk kita kenakan pada upacara pernikahan kita dua hari lagi.”
Ivana mengangguk.
“Apakah ada lagi yang harus kita pastikan di sini?” tanya Ivana. “Aku bahkan belum menanda tangani kontrak yang kau berikan.”
“Haruskah?” tanya Zach, memastikan. Ya ia pikirkan, Ivana tak akan suka apa pun yang dilakukan dengan surat kontrak sebagai penyerta. Namun, yang ditunjukkan oleh gadis itu sekarang justru sebaliknya.
Ivana tampak muram, perasaannya tak karuan, antara memikirkan apakah yakin dengan ini, ataukah justru dirinya akan melarikan diri jika ada kesempatan. Semua bisa saja terjadi, bukan?
Jika bukan Zach yang akan menyalahi perjanjian, maka bisa jadi dirinya. Ia tak ingin ada kecurangan di antara mereka.
“Aku hanya tak mau ada kecurangan di antara kita, Zach.”
“Apakah kau mulai ragu?”
Ivana menggeleng.
“Tidak, tapi tak menutup kemungkinan akan terjadi kalau setan terus membisikiku dengan hal buruk.”
Zach tampak terdiam sejenak. Ia kemudian bangkit dan berjalan menuju ke ruang kerjanya, kemudian kembali dan menyerahkan surat kontrak yang sudah ia revisi dengan permintaan dari Ivana sebagai tambahan.
“Kau bisa periksa terlebih dahulu, dan tanda tangani kapan pun kau siap.”
Ivana menilik surat kontrak di tangannya, kemudian mengangguk dan mengambil pena yang sudah disediakan untuknya. Surat itu telah ia tanda tangani yang artinya, kewajibannya dalam memenuhi apa yang ada di sana dimulai sejak sekarang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
Fredelina Putri
sah sah
2023-01-22
0
Fredelina Putri
waduh jadi keinget sama Christian Allen 🥲🥲🥲
2023-01-22
0