Dua orang dengan pemikiran berbeda itu duduk bersandingan, menanti hasil tes yang terpaksa dilakukan di rumah sakit, karena Gabriella tidak membawa peralatannya ketika datang ke kediaman Zach.
Ivana masih mempertahankan pendapatnya bahwa dirinya tak mungkin mengandung. Baru sepekan lalu mereka berdua melakukan itu, mana mungkin bisa begitu ajaib? Dan lagi setelah hari itu, Zach sama sekali tidak menyentuhnya. Tidak akan mungkin bisa semudah itu. Kecuali kalau benar bahwa dirinya kini hidup di dunia aneh di mana tak ada manusia yang benar-benar manusia.
Terlebih setelah ia menyaksikan sendiri bahwa Jeffry Allen yang selama ini ia kenal baik, ternyata adalah seorang makhluk pengisap darah.
Jika sudah demikian, lantas siapa lagi yang bisa ia percayai?
Zach menghampiri Gabriella saat wanita itu muncul dari ruangan di mana ia menyerahkan sampel berupa darah Ivana, sementara gadis itu tetap berada di tempatnya karena tak sanggup melihat hasilnya. Meski yakin tak mungkin, tetapi ia sedikit ragu juga kala berurusan dengan kenyataan bahwa kemungkinan tetaplah ada.
Saat itu adalah kali pertama ia melakukannya. Dan tentu saja Zach satu-satunya pria yang kemungkinan telah menanamkan benih dalam rahimnya.
“Bagaimana hasilnya, Gabby?” tanya Zach, terdengar bersemangat. Tampak jelas bahwa pria ini memang sangat ingin memiliki keturunan. Dan seharusnya ia bisa memilikinya dari siapa pun, tetapi mengapa harus memilih Ivana?
Gabriella mengedikkan bahu.
“Sepertinya kita mengalami kesalahan, Zach. Maafkan aku. Dia hanya kelelahan dan tampaknya sedikit mengalami trauma. Entah apa yang terjadi padanya.” Gabriella menunjuk ke arah Ivana yang memandang lurus ke depan dengan tatapan kosong. “Kau harus sering mengajaknya menghabiskan waktu bersama. Jangan biarkan ia seorang diri.”
Zach yang kini tengah merasakan kecamuk dalam dadanya—karena hasil tes darah, juga kondisi Ivana yang memprihatinkan, menghampiri Ivana. Gadis itu nyaris terlompat karena kedatangan Zach yang tiba-tiba.
“Tenang, Ivana. Ini aku ... apa sebenarnya yang terjadi padamu?” tanya Zach, tak sungguh-sungguh membutuhkan jawaban, karena pertanyaan itu hanya bentuk kasih sayangnya pada gadis itu.
“Aku sudah katakan padamu, aku baik-baik saja, Zach. Kau tak perlu cemas. Dan tentang kehamilan, mungkin memang belum berhasil karena ini baru satu minggu dan kau sempat mengabaikanku, bukan?” Ivana menatap kedua mata Zach dengan tatapan penuh sesal. Ia kemudian meraih tangan kokoh pria itu dan meremasnya.
“Kau akan mendapatkan bayinya. Hanya saja, beri aku waktu, oke? Terlebih setelah menyaksikan kejadian kemarin. Aku sedikit mengalami ....” Ivana menunjukkan bagaimana suasana hatinya saat ini dengan gerakan tangan dan ekspresi, tetapi jelas kalau ia tak bisa menggambarkan seperti apa kondisinya. “Entahlah.”
Zach mengangguk, mengerti.
Ia memang gembira ketika keturunan yang sebentar lagi akan mengisi kehidupannya itu terbayang di pelupuk matanya. Entah bagaimana rasanya nanti. Dan mengetahui kenyataan ternyata tidak seindah harapannya, ia kecewa. Namun, ia tidak sedang menyalahkan Ivana.
Gabriella kemudian mendekat pada sepasang suami-istri itu. Ia menyodorkan kartu nama pada keduanya.
“Jika memungkinkan, sebaiknya kalian mencari pertolongan. Aku tak bisa membaca pikiran istrimu, Zach, kau yang paling tahu. Dan mungkin dokter Demir, temanku itu, bisa membantu kalian.” Gabriella kemudian menepuk lengan Zach dan melangkah pergi meninggalkan Ivana dan Zach yang juga bersiap untuk meninggalkan rumah sakit dan kembali ke mansion.
...➿〰️➿...
Zach dan Ivana tengah duduk di sebuah ruangan besar di mansion utara, tempat kediaman Ivana. Ada beberapa orang laki-laki dan perempuan yang berdiri tak jauh dari tempat tuan dan nyonya besar itu tengah duduk.
Wajah Zach tampak dingin, tak ada ekspresi di sana, sementara Ivana, beberapa kali mengurut keningnya.
“Aku ingin kalian mulai saat ini agar menjaga Ivana dengan lebih baik.” Zach memandangi pelayan dan pengawal satu per satu. Memastikan semua menyimak dengan baik. “Kau, Bryan, kau berjaga di depan pintu kamar Ivana.”
Ivana memutar bola matanya, kemudian ia meraih lengan Zach demi menghentikan pria itu agar tidak melanjutkan mandat yang akan ia katakan, yang diyakini Ivana pastilah akan tidak masuk akal.
Ivana baik-baik saja dan tidak merasakan sakit atau apa pun. Ia mungkin kelelahan dan masih terngiang akan kejadian yang tampak di depan matanya, mengenai Jeffry.
“Zach, kau tak perlu begini. Mereka tidak harus menjagaku sampai seperti seorang ratu,” ucap Ivana, yang mulai tidak betah berada di ruangan itu. Namun, menurut Zach, ia harus berada di sana agar tahu siapa saja bawahannya dan tugas apa saja yang Zach berikan.
“Kau memang ratu, dan bisa jadi kau berada dalam bahaya, jika apa yang kau katakan itu benar. Aku tak akan biarkan makhluk itu mendatangimu.”
Zach benar. Jika Jeffry memang benar-benar vampir seperti yang Ivana lihat, itu artinya Jeffry bisa datang kapan pun ke kediaman mereka demi mendapatkan Ivana. Zach tahu sekali bagaimana Jeffry masih terus menghubungi Ivana meski Zach telah mendatangi pria itu dan mengatakan kalau Ivana telah menikah dengannya.
“Tapi tidak harus seperti ini, Zach.”
“Apakah kau yakin? Bukankah kau takut pada Jeffry? Dan aku tahu, ia masih sering menghubungimu, kan?” todong Zach yang mulai tak tahan menyembunyikan apa yang ia ketahui selama ini.
“Zach ... aku tidak pernah membuka kesempatan untuk pria itu. Dia—“
Zach menoleh pada Ivana, menatap iris hazelnya yang berkilauan seperti tengah dibanjiri oleh air mata yang ditahan oleh gadis itu agar tidak tertumpah. Namun masalahnya, apa yang membuat Ivana tampak begitu sedih dan tertekan?
“Aku tahu, Ivana. Aku hanya berusaha melindungimu, bukan menghakimimu.” Zach kemudian menoleh lagi pada lainnya yang belum mendapatkan tugas. “Elia, kau masih tetap berada di kamar Ivana, menjaga dan melayaninya. Kau adalah pelayan pribadinya. Dan kau, Ronan, kau berjaga di pintu depan. Kau—“
Tak ingin menunggu Zach selesai membagi tugas, Ivana bergegas bangkit, menoleh sebentar pada sang suami, kemudian mengayun langkah pergi dari ruangan itu dengan mengentak kaki.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments