Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !

Sesampainya di rumah.

Dengan langkah gontai Hayati memasuki halaman rumah, di teras sudah ada mertuanya yang sedang bercengkrama.

" Hayati ! , sudah pulang nak ?" tanya ibu mertuanya penasaran.

" Hayati izin pulang bu, lagi gak enak badan, " ucapnya ,sembari menyalami kedua mertuanya.

" Kau pucat sekali, istirahatlah .Si kembar juga sedang tidur.Emak mu lagi nungguin mereka di kamar." ucap pa Ahmad .

" Baik, pak.."

" Mak,,," sapa Hayati saat memasuki kamar tidur si kembar.Saat itu mak Fatimah sedang melipat pakaian si kembar.

" Hayati, tumben sudah pulang ,apa kamu sakit ? kau pucat sekali !" tanya emak khawatir.

" Iya, mak.aku gak enak badan, pusing, "

" Ya sudah sini berbaringlah, emak pijitin lalu minum obat ,," ucap emak.

" Mak, ada yang ingin aku sampaikan sama emak, " ucap Hayati ragu.

" Katakanlah, nak.Ada apa?"

" Mak, aku hamil lagi mak." ucap Hayati sambil memeluk ibunya, air matanya mengalir begitu saja.

" Apa? kamu hamil lagi ?!" tanya emak Fatimah , seolah tidak percaya dengan apa yang ia dengar .

Hayati hanya mengangguk pilu.

" Apa kamu tidak KB , nak ?"

" Bulan lalu Hayati lupa mak, saat itu Hayati berencana suntik Kb besok pagi nya, tapi tidak di sangka- sangka suamiku memaksaku untuk melayaninya, saat aku sedang masa- masa subur." jelas Hayati .

" Ya mau gimana lagi, ini sudah takdir , kamu akan memiliki keturunan lagi.

Sudah jangan di pikirkan lagi , emak tahu apa yang sedang kau pikirkan.

Kamu tidak usah khawatir, selama emak masih ada dan sehat. Emak akan selalu menjaga dan merawat anak - anakmu.

Emak di takdirkan tidak memiliki keturunan, tapi darimu emak akan memiliki banyak cucu ." ucap Fatimah .

Mereka pun berpelukan untuk saling menguatkan.

Sore harinya, saat semua berkumpul di ruang tengah, Hayati bergabung dengan mereka, dan ia menceritakan tentang kehamilannya pada semuanya.

ibu mertuanya sedikit terkejut, begitupun dengan ayah mertuanya dan juga adik iparnya, tapi mau bagaimana lagi mereka hanya bisa pasrah dan menerima kehamilan Hayati dengan suka cita.

" Hayati, kamu jangan patah semangat ,ya ! kami akan selalu mendukungmu, jangan bersedih atas suamimu, ada kami yang akan selalu menjagamu dan anak - anakmu ." Ucap pak Ahmad sedih.

" Iya, nak. Kamu harus kuat ya,,!"

" Ibu yakin suamimu pasti kembali."

" Bu, sebenarnya kemana suamiku, apa dia cerita pada ibu tentang sesuatu, sebelum ia pergi ? apa ia punya saudara lain yang hendak ia kunjungi ?!" tanya Hayati sambil meneteskan air mata .

Sudah berhari - hari suaminya tidak pulang,tanpa kabar, nomor teleponnya sudah tidak bisa di hubungi.

" Tidak , Hayati. Bukankah kau yang terakhir melihatnya pergi.?"

" Iya, bu .Saat itu ia pulang, lalu pergi lagi ,aku melihatnya memasukan dokumen dalam map biru , lalu membawanya pergi." jelas Hayati , sembari mengingat - ingat kembali apa yang di bawa suaminya saat pergi .

" Map biru ?" tanya pak Ahmad penasaran.

" Iya, pak."

" Bu, antar bapak ke kamar !" seru pak Ahmad.

Bu Komala lalu mendorong kursi roda yang di duduki suaminya menuju ke kamar mereka .

Didalam pak Ahmad membuka lemari pakaiannya.

" Tolong turunkan kotak hitam itu, " pintanya pada sang istri.

" Untuk apa pak ?"

" Sudah , turunkan saja, bapak mau periksa !" serunya lagi.

Lalu ,pak Ahmad membuka satu persatu amplop besar yang ada dalam kotak hitam itu, ia memeriksanya satu persatu.

" Bu, sertifikat sawah kita kok gak ada ? " tanya pak Ahmad resah.

" Masa ,Pak. Kan semuanya di situ ,"

" Coba ibu periksa lagi, map yang berwarna biru tidak ada."katanya lagi.

Setelah dua kali memeriksa, benar saja map biru yang berisi sertifikat tanah pesawahan miliknya hilang.

" Bagaimana ini pak, sertifikatnya hilang ?" ucap Bu Komala cemas.

" Bu, seperti yang di ceritakan Hayati tadi, bapak yakin Bambang yang mengambilnya." ucap pak Ahmad geram, sambil mengepalkan telapak tangannya.

" Ya, Allah...apa yang akan anak itu lakukan dengan sertifikat tanah kita pak ?!" ucap bu Komala sedih.

" Anak kurang ajar !" geram pak Ahmad.

" Bapak !!" panggil Sari .

" Pak di luar ada tamu , ingin bertemu bapak !" ucap Sari .

Mereka pun turun untuk menemui tamu yang datang.

" Pak Rojali ?"

" Pak Ahmad, apa kabar ?"

" Baik, silahkan duduk ,"

" Terima kasih pak, kedatangan saya kemari ingin menyampaikan berita buruk pak." ucap Pak Rojali sedih.

" Ada apa pak Rojali ? katakanlah !"

" Begini pak, tadi saat saya sedang bekerja di sawah, tiba - tiba tiga orang laki - laki datang menemui saya dan mengatakan bahwa sawah ini sudah di jual kepada bos mereka." tutur Pak Rojali menjelaskan.

" Apa ? " Pak Ahmad berteriak sambil memegang dadanya yang terasa sakit.

" Anak tidak tahu diri, !" rintih Pak Ahmad sambil menahan sakit di dadanya.

" Bapak..!!" teriak ibu Komala, melihat suaminya kesakitan.

Hayati yang menyaksikan semuanya sangatlah terkejut, ia yakin kalau Bambang lah yang telah menjual sawah orangtuanya.

Tiba - tiba dua orang laki - laki masuk dan langsung menerobos ke dalam .

" Permisi , Pak .Kenalkan nama saya Wibowo, saya adalah orang yang sudah membeli sawah itu, anak anda yang bernama Bambang sudah menjualnya kepada saya 5 hari yang lalu, dan ini adalah bukti pembayaran dan juga sertifikat yang sudah saya terima dari anak bapak .

Ini Pak Mulyadi selaku kuasa hukum saya.

Semua sudah jelas ya, pak.

Sekarang sawah itu sudah menjadi hak milik saya .

Jadi saya minta kerja samanya kepada anda dan juga orang yang sedang menggarap sawah itu.

Bagai mendengar petir di siang bolong , kabar itu cukup membuat Pak Ahmad serangan jantung .

Semua orang histeris .

Dan pak Ahmad pun segera di larikan ke rumah sakit.

" Bapak..!!!" teriak semuanya.

Di rumah sakit,

Pak Ahmad menghembuskan napas terakhirnya.

" Innalilahi , kami turut berduka , kami sudah melakukan yang terbaik yang kami bisa, tapi Tuhan berkehendak lain, semoga keluarga yang di tinggalkan di beri kesabaran." ucap dokter yang menangani pak Ahmad.

" Tidak..k..k.., bapak !!" Komala, Sari ,Rosidah dan juga Hayati ,mereka semua histeris , larut dalam kesedihan, seakan tidak rela bapak mereka pergi begitu cepat.

" Bapak, maafin Hayati..! isak Hayati.

Bu Komala jatuh pingsan,ia sama sekali tidak menyangka suami nya pergi untuk selama- lamanya, suami yang sangat ia cintai, suami yang begitu baik dan bertanggung jawab .

" Bawa ibu bersama mu pak !" rintih bu Komala sesaat setelah ia siuman.

" Bu,, ibu harus kuat .Hik..hik..!" ucap Sari .

Setelah semua administrasi selesai , jenazah pak Ahmad di bawa pulang.

Semua orang sudah berkumpul di rumah mereka, para tetangga dan juga sanak saudara sudah hadir untuk melihat jenazah pak Ahmad untuk yang terakhir kali.

" Pak Ahmad orang baik, gak nyangka ya, ternyata anak nya sendiri yang membuatnya meninggal ." bisik - bisik tetangga yang melayat.

" Iya, kasihan, sekarang si Bambang kabur membawa uang hasil menjual sawah orang tuanya, meninggalkan istri dan anak - anaknya yang masih kecil." bisik yang lain.

" Anak durhaka ."

Hayati yang mendengar obrolan para pelayat itu hanya bisa pasrah .

Air matanya tak berhenti mengalir, sungguh tragis kehidupan rumah tangga yang ia jalani, kini mertua yang sudah ia anggap bapak sendiri. Kini sudah pergi untuk selama- lamanya.

" Dimana kau , bang..? kenapa kau begitu jahat , menyakiti keluargamu sendiri,," batin Hayati pilu.

" Selamat jalan Pak, semoga Allah menempatkan bapak di tempat terindah , di Surganya Allah SWT. Amin."

Episodes
1 Bab.1 Pertemuan
2 Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3 Bab.3 impian yang pupus
4 Bab .4 Menikah muda
5 Bab. 5 Malam Pertama
6 Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7 Bab.7 Mencari pekerjaan
8 Bab.8 Hayati bekerja
9 Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10 Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11 Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12 Bab. 12 Positif Hamil
13 Bab. 13 Cemburu Buta
14 Bab. 14 Melahirkan
15 Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16 Bab. 16 Pemberontakan
17 Bab. 17 Pemuas Nafsu
18 Bab. 18 Ceraikan Aku
19 Bab. 19 Kembali Mengandung
20 Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21 Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22 Bab 22 Harapan Baru
23 Bab. 23 Status Baru
24 Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25 Bab . 25 Ulah Marissa
26 Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27 Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28 Bab. 28 Wanita misterius
29 Bab. 29 Kisah Marissa
30 Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31 Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32 Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33 Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34 Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35 Bab. 35 Kekecewaan Bima
36 Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37 Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38 Bab. 38 Tante Penyelamat
39 Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40 Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41 Bab. 41 Wanita Gila !
42 Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43 Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44 Bab. 44 Dafa !!!
45 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47 Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48 Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49 Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50 Bab 49. Godaan Sang Perawat
51 Bab 50. Suster Anya
52 Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53 Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54 Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55 Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56 Bab 55. Alisha Sakit
57 Bab 56. Wanita penggoda
58 Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59 Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60 Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61 Bab. 60 Masa Lalu Anya
62 Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63 Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64 Bab. 63 Perdebatan
65 Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66 Bab. 65 Arif Menghilang
67 Bab. 66 Kenyataan Pahit
68 Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69 Bab. 68 Mas....
70 Bab. 68 Mas....
71 Bab. 70 Bambang
72 Bab. 71 SUCI
73 Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74 Bab. 73 Penambang Pasir
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Bab.1 Pertemuan
2
Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3
Bab.3 impian yang pupus
4
Bab .4 Menikah muda
5
Bab. 5 Malam Pertama
6
Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7
Bab.7 Mencari pekerjaan
8
Bab.8 Hayati bekerja
9
Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10
Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11
Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12
Bab. 12 Positif Hamil
13
Bab. 13 Cemburu Buta
14
Bab. 14 Melahirkan
15
Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16
Bab. 16 Pemberontakan
17
Bab. 17 Pemuas Nafsu
18
Bab. 18 Ceraikan Aku
19
Bab. 19 Kembali Mengandung
20
Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21
Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22
Bab 22 Harapan Baru
23
Bab. 23 Status Baru
24
Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25
Bab . 25 Ulah Marissa
26
Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27
Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28
Bab. 28 Wanita misterius
29
Bab. 29 Kisah Marissa
30
Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31
Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32
Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33
Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34
Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35
Bab. 35 Kekecewaan Bima
36
Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37
Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38
Bab. 38 Tante Penyelamat
39
Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40
Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41
Bab. 41 Wanita Gila !
42
Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43
Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44
Bab. 44 Dafa !!!
45
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47
Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48
Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49
Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50
Bab 49. Godaan Sang Perawat
51
Bab 50. Suster Anya
52
Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53
Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54
Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55
Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56
Bab 55. Alisha Sakit
57
Bab 56. Wanita penggoda
58
Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59
Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60
Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61
Bab. 60 Masa Lalu Anya
62
Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63
Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64
Bab. 63 Perdebatan
65
Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66
Bab. 65 Arif Menghilang
67
Bab. 66 Kenyataan Pahit
68
Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69
Bab. 68 Mas....
70
Bab. 68 Mas....
71
Bab. 70 Bambang
72
Bab. 71 SUCI
73
Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74
Bab. 73 Penambang Pasir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!