Setelah menyerahkan uang hasil penjualan gelang itu kapada sang ibu mertua ,Hayati kembali pulang ke rumah bersama suaminya.
Diperjalanan,mereka tidak saling bicara ,deru suara kendaraan saling bersautan, mereka berdua larut dalam pikiran masing - masing,
secara tiba- tiba Hayati menjerit.
" Bang..!! awas ! ada orang nyebrang..!!"
Cekittt....seketika Bambang mengerem mendadak,hampir saja ia menabrak seorang ibu yang sedang menyebrang,untung saja ia keburu sadar.
" Astagfiruloh..untung saja !" ucap Hayati gemetar.
" Abang tidak apa- apa?" tanya Hayati lagi ,melihat bambang yang hanya bengong.
Lalu bambang bersuara ,ia menegur wanita yang menyebrang sembarangan itu.
" Bu ,kalau mau nyebrang jalan lihat - lihat dulu, hampir saja saya nabrak ibu !!"
" Maaf kan saya nak, saya yang salah, sekali lagi saya minta maaf ..!" ucap ibu itu memohon.
" Ya sudah,,!" jawab Bambang ketus.
" Ibu tidak apa- apa ?" tanya Hayati.
" Alhamdulilh ,saya tidak apa- apa,"
" Baiklah ,kami permisi ya bu, " ucap Hayati sambil mengajak suaminya untuk melanjutkan perjalanannya.
Ibu itu menatap kepergian Hayati.
" Gadis yang baik." ucap ibu itu.
Sesampainya di rumah ,Hayati buru - buru ke dapur untuk menyiapkan makanan.Lalu Sari menghampirinya.
" Kak Hayati, bagaimana keadaan bapak sekarang ? tanya Sari.
" Bapak harus di rawat, selama beberapa hari ,karena keadaannya cukup serius." jelas Hayati.
" Ya, Allah .Kasihan bapak. " ucap Sari sedih.
" Coba tadi aku ikut ke Rumah Sakit !" ucap Sari lagi ia sangat hawatir dengan bapaknya.
" Kalau sari ikut,siapa yang jaga rumah ,dong ?" ucap Hayati menenangkan adik iparnya itu.
Sari memang sangat baik, Hayati sangat dekat dengan Sari, beda dengan Rosidah yang sedikit judes.
"Kak Hayati masak dulu ya, "
" Aku bantu ya ,kak !" seru Sari semangat.
"Buatkan aku kopi , Hayati !" seru Bambang dari ruang tamu.
" Baik ,bang."
Setelah selesai memasak ,Hayati di panggil suaminya .
" Ada yang ingin abang bicarakan sama kamu, duduklah ! " perinta Bambang.
" Ada apa bang ?"
" Pabrik- pabrik yang baru buka itu membuka lowongan pekerjaan untuk perempuan, barangkali kamu minat bekerja di sana, yah, daripada kamu bengong setelah menyelesaikan pekerjaan rumah kau bisa sambil kerja di pabrik."
ucap Bambang membujuk .
" Tapi bang, Hayati cuma lulusan SMP , apa bisa ?"
" Bisa lah . kerjanya gampang kok gak perlu keahlian khusus, jadi lulusan SMP juga bisa .Kau tahu kan ,abang sudah coba melamar pekerjaan di sana , tapi gak di terima, karena yang mereka butuhin karyawan wanita .jelas Bambang lagi terus membujuk Hayati agar mau bekerja.
" Saat ini bapak sakit ,kita tidak ada pemasukan sama sekali, ini sementara aja ,nanti kalo abang sudah dapat kerja, kamu boleh berhenti."
" Baiklah bang ,Hayati setuju,"
" Ya sudah ,nanti abang yang akan urus semua persyaratannya." ucap Bambang senang, berhasil membujuk Hayati.
" Iya bang," jawab Hayati singkat.
" Ya ,sudah abang mau siapkan dulu persyaratannya ."
" Bang ,apa perlu aku izin dulu sama emak ?" tanya Hayati.
" Ah, emak pasti mengizinkan ,apalagi kan kondisi kita saat ini sedang susah, bapak di rawat, bilang aja gitu nanti sama emak ,kalo emak nanya."
" Baik bang."
Bima terus saja memandang poto Hayati yang ada di ponselnya, dulu ia memotret Hayati diam- diam, saat ia mengambil kue dagangan ke rumahnya.
Ia masih saja belum bisa melupakan gadis itu, walaupun gadis itu sudah di nikahi laki- laki lain, tapi perasaannya tidak pernah berkurang sedikit pun.
'Hayati bagaimana kabarmu sekarang, sudah lama aku tidak melihamu, ' batin Bima .
kenapa Hayati tidak mengunjungi ibunya ? Apa suaminya melarangnya ?
Kira - kira seperti itulah yang ada di pikiran Bima saat ini.
"Hayati, semua persyaratannya sudah beres, ini ambilah.!" seru Bambang .
" Iya bang..terimakasih ,"
" Besok kamu bisa mulai melamar kerja, kamu mau kerjadi pabrik mana? "
"Pabrik tekstile aja bang,kebetulan kan aku bisa sedikit -sedikit menjalankan mesin jahit."ucap Hayati .
"Baiklah..!"
Besoknya,pagi- pagi sekali Hayati sudah bangun, sekitar jam 04:00. Hayati sudah beres - beres rumah,rencananya hari ini bapak pulang dari rumah sakit, nanti pulang dari pabrik, ia akan ikut menjemput ayah mertuanya itu.
Sekitar pukul 06: 00 .Semua sudah beres, Hayati sudah memasak, mencuci dan bersih- bersih rumah.
Ia akan mandi dan bersiap untuk pergi ke pabrik di antar oleh suaminya.
" Bang, bangun..sudah siang, bukannya kita akan pergi ke pabrik?" seru Hayati membangunkan suaminya .
" Iya, iya aku bangun..! "
" Langsung mandi ya, bang .Terus sarapan !" seru Hayati lagi.
Setelah semuanya selesai mereka pun pergi ke pabrik .
Sesampainya di sana, didepan pabrik tekstile itu berjejer orang- orang yang sedang mengantri untuk melamar kerja ,kebanyakan dari mereka adalah wanita, hanya ada beberapa orang laki - laki, dengan perawakan tinggi besar, sepertinya mereka akan melamar menjadi sekuriti di sana, pikir Hayati .
Ini adalah pengalaman pertama Hayati melamar pekerjaan di perusahaan besar di bidang tekstile itu , sebelumnya Hayati hanya berjualan kue keliling, buatan ibu nya Bima.
"Cepatlah masuk, orang- orang sudah pada masuk !" seru Bambang.
"Bang, aku gugup ,aku takut gak di terima, " ucap Hayati merasa tidak percaya diri.
"Coba saja dulu, siapa tau di terima," ucap suaminya menyemangati.
"Abang jangan kemana - mana ya,,!" pinta Hayati.
" Iya," Bambang harus sedikit bersabar, agar Hayati mau bekerja di perusahaan itu,
"Abang yakin kamu pasti di terima, "
" Doain Hayati ya bang..!"
Lalu Hayati berlalu ,dan mengikuti arahan dari sekuriti di perusahaan itu.
Di dalam aula gedung, para pelamar di minta berbaris ,dan meletakan surat lamaran mereka di meja depan aula .
Disamping Hayati berdiri seorang wanita seumuran dengannya.
Ia melempar senyum kepada Hayati dan menyapanya.
" Hai, aku Devi..!" sapa gadis itu mengajak kenalan.
" Hai ,juga namaku Hayati." balas Hayati sambil melayangkan senyum.
"Semoga kita di terima ya kerja disini ,," ucap Devi lagi.
" Iya, semoga," balas Hayati .
Setelah semua nya mengumpulkan Surat lamaran.Sekuriti mengumumkan bahwa, nanti mereka akan di hubungi oleh pihak perusahaan, jika mereka di terima .
Dan jika tidak ada berarti mereka di tolak. Seperi itu ,dan mereka di persilahkan untuk pulang.
" Aku pulang duluan ya, !" seru Devi pada Hayati .
" Iya,, semoga kita bertemu lagi ." ucap Hayati .
Lalu ia menemui suaminya, yang sedang menunggu di parkiran .
Tumben abang mau menunggu ku, biasanya dia suka marah- marah kalo aku suruh - suruh.Semoga kedepannya abang bisa seperti dulu lagi, Aamiin. batin Hayati , sambil tersenyum.
" Maaf ya, bang lama nunggu ! " seru Hayati sambil melempar senyum termanisnya.
" Iya, ayo .Kita langsung ke Rumah Sakit saja." ajak suaminya.
" Baik, bang." jawab Hayati sambil memakai helm.
Mereka pun berangkat menuju Rumah Sakit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments