Bab.8 Hayati bekerja

Setelah menyerahkan uang hasil penjualan gelang itu kapada sang ibu mertua ,Hayati kembali pulang ke rumah bersama suaminya.

Diperjalanan,mereka tidak saling bicara ,deru suara kendaraan saling bersautan, mereka berdua larut dalam pikiran masing - masing,

secara tiba- tiba Hayati menjerit.

" Bang..!! awas ! ada orang nyebrang..!!"

Cekittt....seketika Bambang mengerem mendadak,hampir saja ia menabrak seorang ibu yang sedang menyebrang,untung saja ia keburu sadar.

" Astagfiruloh..untung saja !" ucap Hayati gemetar.

" Abang tidak apa- apa?" tanya Hayati lagi ,melihat bambang yang hanya bengong.

Lalu bambang bersuara ,ia menegur wanita yang menyebrang sembarangan itu.

" Bu ,kalau mau nyebrang jalan lihat - lihat dulu, hampir saja saya nabrak ibu !!"

" Maaf kan saya nak, saya yang salah, sekali lagi saya minta maaf ..!" ucap ibu itu memohon.

" Ya sudah,,!" jawab Bambang ketus.

" Ibu tidak apa- apa ?" tanya Hayati.

" Alhamdulilh ,saya tidak apa- apa,"

" Baiklah ,kami permisi ya bu, " ucap Hayati sambil mengajak suaminya untuk melanjutkan perjalanannya.

Ibu itu menatap kepergian Hayati.

" Gadis yang baik." ucap ibu itu.

Sesampainya di rumah ,Hayati buru - buru ke dapur untuk menyiapkan makanan.Lalu Sari menghampirinya.

" Kak Hayati, bagaimana keadaan bapak sekarang ? tanya Sari.

" Bapak harus di rawat, selama beberapa hari ,karena keadaannya cukup serius." jelas Hayati.

" Ya, Allah .Kasihan bapak. " ucap Sari sedih.

" Coba tadi aku ikut ke Rumah Sakit !" ucap Sari lagi ia sangat hawatir dengan bapaknya.

" Kalau sari ikut,siapa yang jaga rumah ,dong ?" ucap Hayati menenangkan adik iparnya itu.

Sari memang sangat baik, Hayati sangat dekat dengan Sari, beda dengan Rosidah yang sedikit judes.

"Kak Hayati masak dulu ya, "

" Aku bantu ya ,kak !" seru Sari semangat.

"Buatkan aku kopi , Hayati !" seru Bambang dari ruang tamu.

" Baik ,bang."

Setelah selesai memasak ,Hayati di panggil suaminya .

" Ada yang ingin abang bicarakan sama kamu, duduklah ! " perinta Bambang.

" Ada apa bang ?"

" Pabrik- pabrik yang baru buka itu membuka lowongan pekerjaan untuk perempuan, barangkali kamu minat bekerja di sana, yah, daripada kamu bengong setelah menyelesaikan pekerjaan rumah kau bisa sambil kerja di pabrik."

ucap Bambang membujuk .

" Tapi bang, Hayati cuma lulusan SMP , apa bisa ?"

" Bisa lah . kerjanya gampang kok gak perlu keahlian khusus, jadi lulusan SMP juga bisa .Kau tahu kan ,abang sudah coba melamar pekerjaan di sana , tapi gak di terima, karena yang mereka butuhin karyawan wanita .jelas Bambang lagi terus membujuk Hayati agar mau bekerja.

" Saat ini bapak sakit ,kita tidak ada pemasukan sama sekali, ini sementara aja ,nanti kalo abang sudah dapat kerja, kamu boleh berhenti."

" Baiklah bang ,Hayati setuju,"

" Ya sudah ,nanti abang yang akan urus semua persyaratannya." ucap Bambang senang, berhasil membujuk Hayati.

" Iya bang," jawab Hayati singkat.

" Ya ,sudah abang mau siapkan dulu persyaratannya ."

" Bang ,apa perlu aku izin dulu sama emak ?" tanya Hayati.

" Ah, emak pasti mengizinkan ,apalagi kan kondisi kita saat ini sedang susah, bapak di rawat, bilang aja gitu nanti sama emak ,kalo emak nanya."

" Baik bang."

Bima terus saja memandang poto Hayati yang ada di ponselnya, dulu ia memotret Hayati diam- diam, saat ia mengambil kue dagangan ke rumahnya.

Ia masih saja belum bisa melupakan gadis itu, walaupun gadis itu sudah di nikahi laki- laki lain, tapi perasaannya tidak pernah berkurang sedikit pun.

'Hayati bagaimana kabarmu sekarang, sudah lama aku tidak melihamu, ' batin Bima .

kenapa Hayati tidak mengunjungi ibunya ? Apa suaminya melarangnya ?

Kira - kira seperti itulah yang ada di pikiran Bima saat ini.

"Hayati, semua persyaratannya sudah beres, ini ambilah.!" seru Bambang .

" Iya bang..terimakasih ,"

" Besok kamu bisa mulai melamar kerja, kamu mau kerjadi pabrik mana? "

"Pabrik tekstile aja bang,kebetulan kan aku bisa sedikit -sedikit menjalankan mesin jahit."ucap Hayati .

"Baiklah..!"

Besoknya,pagi- pagi sekali Hayati sudah bangun, sekitar jam 04:00. Hayati sudah beres - beres rumah,rencananya hari ini bapak pulang dari rumah sakit, nanti pulang dari pabrik, ia akan ikut menjemput ayah mertuanya itu.

Sekitar pukul 06: 00 .Semua sudah beres, Hayati sudah memasak, mencuci dan bersih- bersih rumah.

Ia akan mandi dan bersiap untuk pergi ke pabrik di antar oleh suaminya.

" Bang, bangun..sudah siang, bukannya kita akan pergi ke pabrik?" seru Hayati membangunkan suaminya .

" Iya, iya aku bangun..! "

" Langsung mandi ya, bang .Terus sarapan !" seru Hayati lagi.

Setelah semuanya selesai mereka pun pergi ke pabrik .

Sesampainya di sana, didepan pabrik tekstile itu berjejer orang- orang yang sedang mengantri untuk melamar kerja ,kebanyakan dari mereka adalah wanita, hanya ada beberapa orang laki - laki, dengan perawakan tinggi besar, sepertinya mereka akan melamar menjadi sekuriti di sana, pikir Hayati .

Ini adalah pengalaman pertama Hayati melamar pekerjaan di perusahaan besar di bidang tekstile itu , sebelumnya Hayati hanya berjualan kue keliling, buatan ibu nya Bima.

"Cepatlah masuk, orang- orang sudah pada masuk !" seru Bambang.

"Bang, aku gugup ,aku takut gak di terima, " ucap Hayati merasa tidak percaya diri.

"Coba saja dulu, siapa tau di terima," ucap suaminya menyemangati.

"Abang jangan kemana - mana ya,,!" pinta Hayati.

" Iya," Bambang harus sedikit bersabar, agar Hayati mau bekerja di perusahaan itu,

"Abang yakin kamu pasti di terima, "

" Doain Hayati ya bang..!"

Lalu Hayati berlalu ,dan mengikuti arahan dari sekuriti di perusahaan itu.

Di dalam aula gedung, para pelamar di minta berbaris ,dan meletakan surat lamaran mereka di meja depan aula .

Disamping Hayati berdiri seorang wanita seumuran dengannya.

Ia melempar senyum kepada Hayati dan menyapanya.

" Hai, aku Devi..!" sapa gadis itu mengajak kenalan.

" Hai ,juga namaku Hayati." balas Hayati sambil melayangkan senyum.

"Semoga kita di terima ya kerja disini ,," ucap Devi lagi.

" Iya, semoga," balas Hayati .

Setelah semua nya mengumpulkan Surat lamaran.Sekuriti mengumumkan bahwa, nanti mereka akan di hubungi oleh pihak perusahaan, jika mereka di terima .

Dan jika tidak ada berarti mereka di tolak. Seperi itu ,dan mereka di persilahkan untuk pulang.

" Aku pulang duluan ya, !" seru Devi pada Hayati .

" Iya,, semoga kita bertemu lagi ." ucap Hayati .

Lalu ia menemui suaminya, yang sedang menunggu di parkiran .

Tumben abang mau menunggu ku, biasanya dia suka marah- marah kalo aku suruh - suruh.Semoga kedepannya abang bisa seperti dulu lagi, Aamiin. batin Hayati , sambil tersenyum.

" Maaf ya, bang lama nunggu ! " seru Hayati sambil melempar senyum termanisnya.

" Iya, ayo .Kita langsung ke Rumah Sakit saja." ajak suaminya.

" Baik, bang." jawab Hayati sambil memakai helm.

Mereka pun berangkat menuju Rumah Sakit.

Episodes
1 Bab.1 Pertemuan
2 Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3 Bab.3 impian yang pupus
4 Bab .4 Menikah muda
5 Bab. 5 Malam Pertama
6 Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7 Bab.7 Mencari pekerjaan
8 Bab.8 Hayati bekerja
9 Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10 Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11 Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12 Bab. 12 Positif Hamil
13 Bab. 13 Cemburu Buta
14 Bab. 14 Melahirkan
15 Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16 Bab. 16 Pemberontakan
17 Bab. 17 Pemuas Nafsu
18 Bab. 18 Ceraikan Aku
19 Bab. 19 Kembali Mengandung
20 Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21 Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22 Bab 22 Harapan Baru
23 Bab. 23 Status Baru
24 Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25 Bab . 25 Ulah Marissa
26 Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27 Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28 Bab. 28 Wanita misterius
29 Bab. 29 Kisah Marissa
30 Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31 Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32 Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33 Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34 Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35 Bab. 35 Kekecewaan Bima
36 Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37 Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38 Bab. 38 Tante Penyelamat
39 Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40 Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41 Bab. 41 Wanita Gila !
42 Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43 Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44 Bab. 44 Dafa !!!
45 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47 Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48 Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49 Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50 Bab 49. Godaan Sang Perawat
51 Bab 50. Suster Anya
52 Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53 Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54 Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55 Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56 Bab 55. Alisha Sakit
57 Bab 56. Wanita penggoda
58 Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59 Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60 Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61 Bab. 60 Masa Lalu Anya
62 Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63 Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64 Bab. 63 Perdebatan
65 Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66 Bab. 65 Arif Menghilang
67 Bab. 66 Kenyataan Pahit
68 Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69 Bab. 68 Mas....
70 Bab. 68 Mas....
71 Bab. 70 Bambang
72 Bab. 71 SUCI
73 Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74 Bab. 73 Penambang Pasir
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Bab.1 Pertemuan
2
Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3
Bab.3 impian yang pupus
4
Bab .4 Menikah muda
5
Bab. 5 Malam Pertama
6
Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7
Bab.7 Mencari pekerjaan
8
Bab.8 Hayati bekerja
9
Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10
Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11
Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12
Bab. 12 Positif Hamil
13
Bab. 13 Cemburu Buta
14
Bab. 14 Melahirkan
15
Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16
Bab. 16 Pemberontakan
17
Bab. 17 Pemuas Nafsu
18
Bab. 18 Ceraikan Aku
19
Bab. 19 Kembali Mengandung
20
Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21
Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22
Bab 22 Harapan Baru
23
Bab. 23 Status Baru
24
Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25
Bab . 25 Ulah Marissa
26
Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27
Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28
Bab. 28 Wanita misterius
29
Bab. 29 Kisah Marissa
30
Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31
Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32
Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33
Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34
Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35
Bab. 35 Kekecewaan Bima
36
Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37
Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38
Bab. 38 Tante Penyelamat
39
Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40
Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41
Bab. 41 Wanita Gila !
42
Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43
Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44
Bab. 44 Dafa !!!
45
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47
Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48
Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49
Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50
Bab 49. Godaan Sang Perawat
51
Bab 50. Suster Anya
52
Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53
Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54
Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55
Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56
Bab 55. Alisha Sakit
57
Bab 56. Wanita penggoda
58
Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59
Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60
Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61
Bab. 60 Masa Lalu Anya
62
Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63
Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64
Bab. 63 Perdebatan
65
Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66
Bab. 65 Arif Menghilang
67
Bab. 66 Kenyataan Pahit
68
Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69
Bab. 68 Mas....
70
Bab. 68 Mas....
71
Bab. 70 Bambang
72
Bab. 71 SUCI
73
Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74
Bab. 73 Penambang Pasir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!