Bab. 12 Positif Hamil

Sudah hampir sebulan Hayati bekerja,dia sangat giat dan telaten dalam bekerja, sehingga para atasannya sangat menyukai Hayati.

Selama itu pula Hayati sering merasakan badannya agak sedikit berbeda, gampang capek dan lelah belum lagi selera makannya belum kembali normal, sehingga berat badannya sedikit berkurang.

Seperti kata Fatimah saat datang mengunjunginya di rumah mertuanya.

" Kamu semakin kurus nak , apa kamu makan teratur ?" tanya Fatimah khawatir melihat keadaan Hayati yang sedikit berbeda , agak kurus dan wajahnya pucat.

" Akhir - akhir ini Hayati gak enak makan mak, mungkin kecapean kali mak, jadi nafsu makanku berkurang." imbuh Hayati.

" Wajahmu juga pucat gitu , Hayati apa kamu sudah datang bulan ,bulan ini ?" tanya Fatimah penasaran.

" Belum mak, ini sudah mau bulan ke dua Hayati belum datang bulan." jelas Hayati sambil terus mengusap perutnya karena mual.

" Jangan - jangan kamu hamil nak !" seru Fatimah sumringah.

" Apa ? kok Hayati nggak kepikiran ke situ ya mak, ?" ucap Hayati kaget.

" Ya sudah ,cepat kamu periksa ke dokter , ajak suamimu, mumpung hari ini libur kerja !" seru Fatimah.

" Iya, mak ..! "

" Bang anterin aku ke dokter yuk, aku mau periksa kandungan ,,!" ucap Hayati sambil menggoyang - goyangkan tubuh suaminya yang masih tertidur .

" Apa ? dokter kandungan? siapa yang melahirkan ?!" tanya Bambang bingung.

" Aku udah mau 2 bulan belum datang bulang, bang .Di tambah gejala sering mual dan pusing.Emak bilang itu tanda - tanda kehamilan." jelas Hayati.

" Aduh, Hayati. Kenapa kamu mesti hamil sih, dengan keadaan kita seperti ini, anak itu harus di kasih makan, harusnya itu kamu tunda dulu ,,!" ucap Bambang sedikit menekan Hayati.

" Abang kok ngomongnya gitu sih, seharusnya abang berpikir , kalau benar aku hamil, abang harus lebih giat lagi cari kerjanya , jangan bermalas - malasan terus, malu sama ibu dan bapak." tegas Hayati yang sudah kesal dengan tingkah suaminya itu.

" Ingat ya bang, di luar ada ibu ku, kalau kamu berani macam - macam sama aku, aku gak akan segan- segan berteriak ." ancam Hayati.

" Oh, sudah berani ya sekarang kamu, mentang - mentang ada ibumu ,,!!" ucap Bambang geram.

" Dengar ya bang... kemarin- kemarin aku mengalah sama kamu ,karena aku masih menghormatimu, tapi sekarang ,aku gak akan diam saja kalau kau berani menyakitiku lagi, karena aku yakin aku sedang mengandung anakmu, dan aku akan melindungi anakku dari seorang ayah sepertimu,, !!" ancam Hayati, sekarang ia memiliki keberanian , setelah yakin kalau dirinya sedang mengandung.

" Baiklah ,aku akan pergi sendiri ...!" kata Hayati sambil pergi meninggalkan suaminya yang masih bengong.

Bambang tidak percaya dengan apa yang dia lihat dan dengar barusan, seorang Hayati berani mengancam ku? Hayati yang polos ,yang lembut, ternyata dia bisa marah juga.

" Bagaimana Bambang mau mengantarmu nak, ? " tanya Fatimah setelah melihat Hayati keluar dari kamarnya.

" Tidak ,mak .Dia tidak mau mengantar Hayati, apa mak mau mengantar Hayati ? " tanya Hayati pilu.

" Keterlaluan sekali suamimu itu, baiklah ayo kita pergi sekarang." jawab Fatimah kesal.

" iya mak,"

Akhirnya mereka pergi ke dokter berdua, meninggalkan Bambang yang masih kesal terhadap Hayati.

"Seandainya tidak ada mak Fatimah sudah ku kasih pelajaran wanita kurang ajar itu,," ucap Bambang pada dirinya sendiri.

Sesampainya di ruang pemeriksaan , Hayati di minta untuk mengambil air seni nya, untuk di tes.

Dokter kemudian memberitahu hasil tes itu.

" Selamat ya, bu. Hasilnya Positif, saat ini ibu sedang mengandung ,usia kandungan ibu memasuki bulan ke dua,," ucap dokter cantik itu dengan tersenyum ramah.

" Alhamdulillah..!" ucap Hayati dan Fatimah hampir bersamaan.

" Maaf bu dokter boleh saya bertanya?" ucap Hayati .

" Boleh, silahkan !"

" Saya kerja , apa tidak masalah bagi kandungan saya dok?" tanya Hayati penasaran.

" Boleh - boleh saja, asal jangan kerja yang berat- berat, jangan terlalu capek dan jangan stress, usahakan ibu cukup waktu untuk istirahat,makan makanan bergizi." jelas dokter .

" Baik, bu dokter .Terima- kasih banyak ,," ucap Hayati sambil berjabat tangan dengan dokter cantik itu.

" Sama- sama ."

Mereka pun sampai di rumah.

"Alhamdulillah ,nak. Sekarang kamu sedang mengandung, ingat ucapan dokter tadi , jangan stress , jaga kesehatanmu !" ujar Fatimah sambil mengelus perut Hayati.

" Iya, mak."

" Kapan mertuamu pulang ? "

" Mungkin sebentar lagi mak, tadi sih katanya cuma mau cek up bapak ke rumah sakit, mungkin mampir ke tempat saudaranya ."

"Ya sudah, kalau begitu emak pulang dulu yah, udah sore .Nanti kalau kamu libur, emak datang lagi." pamit mak Fatimah ,setelah memeluk sayang putrinya itu.

"Hati - hati ,mak !"

Bambang sudah menunggunya dengan tangan di silangkan di dada.

"Bagaimana hasilnya ?" tanya nya penasaran.

" Alhamdulillah, aku hamil bang ,,!"

Bambang terperangah mendengar penuturan Hayati, rasanya ia belum siap punya anak, dengan keadaannya saat ini.

" Ah, semuanya membuatku gila ,," ucap Bambang sambil ******* - ***** kepalanya.

" Bang, aku mohon sama kamu,sebentar lagi kita akan punya anak, aku minta kamu harus bisa memperbaiki diri kamu , jadilah suami dan ayah yang bertanggung jawab, suami yang sayang pada anak istri serta keluarga. Jadilah imam yang baik untukku, aku mohon bang. !" ucap Hayati lirih .

Tanpa sadar, Bambang pun meneteskan air matanya, tersentuh oleh perkataan Hayati .

"Maaf kan aku Hayati, aku benar - benar tidak sanggup menghadapi ini semua, aku benar - benar terpuruk, aku takut anak kita tidak tercukupi kebutuhannya ,karena kondisi keuangan kita. " ujar Bambang pilu .

" Hayati senang dengan kehamilanku ini abang sadar, semoga kedepannya abang bisa berubah menjadi lebih baik lagi."

" Lalu apa kamu akan berhenti bekerja ? "

" Tidak bang, kalau aku berhenti ,dari mana untuk sehari - hari kita ?Di perusahaan ada kebijakan boleh bekerja walaupun sedang mengandung, menjelang persalinan di kasih cuti selama 3 bulan. Begitu yang ku dengar ." jelas Hayati .

" Baiklah terserah kamu,nanti setelah aku dapat kerjaan , kamu tidak perlu bekerja lagi ." ucap Bambang .

Tapi hari itu tidak kunjung tiba,sampai usia kandungan Hayati 7 bulan, Bambang belum juga bekerja, terpaksa Hayati kerja banting tulang untuk menghidupi suami dan seluruh keluarganya ,

masih untung mertuanya masih memiliki beberapa petak sawah, jadi mereka tidak perlu membeli beras, hanya untuk makan mereka berlima .Dan terkadang Rosidah pun suka meminta beras saat musim panen tiba.

***

Sore itu hujan sangat deras, Hayati yang sedang menunggu jemputan suaminya, sedikit kesal, karena Bambang selalu saja telat menjemputnya, kadang Hayati harus menunggu berjam- jam sampai suaminya itu datang.

Hingga sebuah pesan masuk ke ponselnya. " Hujan deras sekali, sebaiknya kamu naik angkutan umum saja dari pabrik, nanti abang jemput di depan jalan raya. " pesan dari Bambang .

"Ah, selalu begitu." rutuk Hayati kesal.

Bambang memang tidak pernah mau berubah, masih pemalas. Hayati pikir ia akan benar - benar berubah ,tapi nyatanya suaminya itu masih saja egois, tidak memikirkan dirinya sama sekali.

Terkadang Hayati berpikir, kenapa nasibnya seperti ini? dari kecil ia hidup susah. Yah, karena hidup tanpa sosok ayah yang menjadi tulang punggung keluarga itu sangatlah sulit, saat itu ia dan Fatimah berjuang keras untuk bertahan hidup.

Sekarang pun demikian, ia harus tetap berjuang untuk hidupnya juga calon anak nya. Hayati Menjadi "tulang punggung " yang seharusnya gelar itu untuk seorang suami .Kini ia menyandang gelar itu.

Sungguh miris nasibnya, di saat ibu muda lain sedang menikmati masa kehamilannya, ia masih harus banting tulang untuk bertahan hidup dari kerasnya dunia.

"Seandainya bapak masih hidup, mungkin nasibku tidak akan sepahit ini. " rintih Hayati ,menangis tanpa suara, diiringi derasnya hujan .Langit pun menangis menyaksikan kepedihan yang di rasakan Hayati.

Tanpa sadar hujan pun reda, Hayati segera bangkit dari duduknya, ia berjalan perlahan ke pinggir jalan menyetop angkot lewat, tapi semua angkot penuh karena memang ,ini waktu pulang para karyawan ,Hayati yang berjalan lambat selalu tidak kebagian tempat duduk .

" Hayati ..!" tiba - tiba seseorang memanggilnya.

" Bang Bima ?!" ucap Hayati saat melihat sebuah motor NMax berhenti tepat di depannya.

" Kamu sedang apa di sini?" tanya Bima khawatir.

" Aku habis pulang kerja bang, ini lagi nunggu angkot." jawab Hayati lembut .

" Apa ? kerja ?!" Bima terkejut dengan pengakuan Hayati , terlebih lagi saat melihat perut Hayati yang membesar ,ia yakin Hayati sedang mengandung .

" Bagaimana mungkin, kamu lagi hamil kan ?" tanya Bambang.

Hayati hanya tertunduk pilu .

"Ayo kita duduk dulu di warung itu,,!" ajak Bima.

Hayati pun mengikuti Bima, mereka memesan minuman hangat.

Bima semakin penasaran apa yang sebenarnya terjadi pada Hayati.

" Ceritakan padaku apa yang terjadi padamu ,Hayati ?" ucap Bima penasaran, yang ia tahu Hayati menikah dengan orang kaya, tapi kenapa ia seperti ini, harus bekerja saat tengah hamil besar .

" Tidak apa- apa bang, suamiku sedang tidak bekerja , sebelum ia mendapat pekerjaan baru, aku yang bekerja untuk sementara." ucap Hayati ,menyembunyikan fakta .

" Tapi walaupun begitu ,kenapa suamimu begitu tega membiarkanmu bekerja saat hamil tua gini.Apa tidak ada cara lain ?" tanya Bima geram, ia tidak terima wanita yang di cintainya hidup menderita, dulu ia menyerah,karena ia pikir Hayati sudah bahagia dengan suaminya. Tapi kini ia tidak rela Hayati di sia - sia kan oleh laki - laki bernama Bambang itu .

Hayati tidak bisa menjawab,ia merasa malu jika harus menceritakan keadaan yang sebenarnya pada Bima,

karena mereka dulu sangat dekat, Bima selalu ada untuk Hayati, saat Hayati tengah dalam masalah apapun Bima selalu membantu dirinya dan ibunya.Bima dan ibunya sangat baik kepada Hayati dan Fatimah, bahkan Hayati dan Bima tumbuh bersama dalam lingkungan itu. Hanya saja Bima tidak pernah mengungkapkan perasaannya kepada Hayati, meski hatinya benar - benar tulus mencintai Hayati.

" Hayati, apa kamu bahagia dengan pernikahanmu ?" tanya Bima, ia tidak menyia- nyiakan kesempatan untuk berbicara dengan Hayati, karena selama Hayati menikah, Bima sudah jarang bertemu Hayati lagi , apalagi mengobrol.

Hayati masih tetap diam, bibirnya terasa kelu ,untuk menjawab semua pertanyaan Bima,

Bima paham, dengan diamnya Hayati, ia bisa menebak kalau pernikahan mereka tidak bahagia.

" Baiklah Hayati, aku tidak akan memaksamu untuk bicara, tapi aku minta sama kamu, kalau kamu perlu bantuanku ,jangan segan - segan untuk menghubungiku,,!" pinta Bima sambil menyerahkan kartu namanya.

Hayati hanya mengangguk lalu kembali melihat ke arah lain, mencoba menyembunyikan kesedihannya .

" Ayo abang antar kamu pulang ,,!" seru Bima .

" Iya ,bang terima - kasih."

" Abang habis darimana ?" tanya Hayati yang terlihat canggung di depan Bima, dulu mereka begitu akrab, tapi sekarang semua tak sama lagi , setelah Hayati menikah, ia harus menjaga jarak dengan Bima, saat ini ia menerima tawaran Bima untuk mengantarnya pulang karena ia takut kemalaman tidak ada angkutan umum lagi. Dalam hati ia was - was ,takut suaminya tak terima ,dirinya di antar pulang oleh laki - laki lain. 'Tapi, masa bodo ah, siapa suruh dia gak mau jemput aku ,' batin Hayati.

"Pegangan lah Hayati, nanti kalau jatuh gimana ?!" seru Bima.

" Tapi bang,, "

Hayati pun menurut, ia berpegangan pada jaket kulit Bima .

Bima yang tidak pernah menyangka akan bertemu dengan wanita pujaannya itu, bahkan saat ini ia begitu dekat dengannya .

'Ah, andai saja waktu bisa di putar kembali ' batin Bima pilu.

Sepanjang perjalanan mereka hanya membisu.

Hembusan angin menusuk kalbu,menciptakan ruang rindu.

***

Episodes
1 Bab.1 Pertemuan
2 Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3 Bab.3 impian yang pupus
4 Bab .4 Menikah muda
5 Bab. 5 Malam Pertama
6 Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7 Bab.7 Mencari pekerjaan
8 Bab.8 Hayati bekerja
9 Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10 Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11 Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12 Bab. 12 Positif Hamil
13 Bab. 13 Cemburu Buta
14 Bab. 14 Melahirkan
15 Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16 Bab. 16 Pemberontakan
17 Bab. 17 Pemuas Nafsu
18 Bab. 18 Ceraikan Aku
19 Bab. 19 Kembali Mengandung
20 Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21 Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22 Bab 22 Harapan Baru
23 Bab. 23 Status Baru
24 Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25 Bab . 25 Ulah Marissa
26 Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27 Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28 Bab. 28 Wanita misterius
29 Bab. 29 Kisah Marissa
30 Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31 Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32 Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33 Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34 Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35 Bab. 35 Kekecewaan Bima
36 Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37 Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38 Bab. 38 Tante Penyelamat
39 Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40 Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41 Bab. 41 Wanita Gila !
42 Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43 Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44 Bab. 44 Dafa !!!
45 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47 Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48 Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49 Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50 Bab 49. Godaan Sang Perawat
51 Bab 50. Suster Anya
52 Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53 Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54 Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55 Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56 Bab 55. Alisha Sakit
57 Bab 56. Wanita penggoda
58 Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59 Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60 Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61 Bab. 60 Masa Lalu Anya
62 Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63 Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64 Bab. 63 Perdebatan
65 Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66 Bab. 65 Arif Menghilang
67 Bab. 66 Kenyataan Pahit
68 Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69 Bab. 68 Mas....
70 Bab. 68 Mas....
71 Bab. 70 Bambang
72 Bab. 71 SUCI
73 Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74 Bab. 73 Penambang Pasir
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Bab.1 Pertemuan
2
Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3
Bab.3 impian yang pupus
4
Bab .4 Menikah muda
5
Bab. 5 Malam Pertama
6
Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7
Bab.7 Mencari pekerjaan
8
Bab.8 Hayati bekerja
9
Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10
Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11
Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12
Bab. 12 Positif Hamil
13
Bab. 13 Cemburu Buta
14
Bab. 14 Melahirkan
15
Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16
Bab. 16 Pemberontakan
17
Bab. 17 Pemuas Nafsu
18
Bab. 18 Ceraikan Aku
19
Bab. 19 Kembali Mengandung
20
Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21
Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22
Bab 22 Harapan Baru
23
Bab. 23 Status Baru
24
Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25
Bab . 25 Ulah Marissa
26
Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27
Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28
Bab. 28 Wanita misterius
29
Bab. 29 Kisah Marissa
30
Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31
Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32
Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33
Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34
Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35
Bab. 35 Kekecewaan Bima
36
Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37
Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38
Bab. 38 Tante Penyelamat
39
Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40
Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41
Bab. 41 Wanita Gila !
42
Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43
Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44
Bab. 44 Dafa !!!
45
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47
Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48
Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49
Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50
Bab 49. Godaan Sang Perawat
51
Bab 50. Suster Anya
52
Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53
Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54
Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55
Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56
Bab 55. Alisha Sakit
57
Bab 56. Wanita penggoda
58
Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59
Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60
Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61
Bab. 60 Masa Lalu Anya
62
Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63
Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64
Bab. 63 Perdebatan
65
Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66
Bab. 65 Arif Menghilang
67
Bab. 66 Kenyataan Pahit
68
Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69
Bab. 68 Mas....
70
Bab. 68 Mas....
71
Bab. 70 Bambang
72
Bab. 71 SUCI
73
Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74
Bab. 73 Penambang Pasir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!