Hari ini hari sabtu , Hayati yang sedang membereskan kamar di kejutkan oleh suara dering ponsel, ia menghentikan kegiatan beres- beresnya, lalu memeriksa siapa yang menelpon suaminya pagi - pagi .
Dilihatnya di layar tertera nama Bos Dani.
" Bang, bangun ! ini ada telpon ,"
"Hem..siapa ?"
" Bos Dani !"
" Berikan padaku,!" seru Bambang.
" Halo ? "
" Oh, okeh gue segera kesana !" ucap Bambang mengakhiri percakapan.
" Siapa bang ?" tanya Hayati penasaran.
" Rekan bisnis," jawabnya.
" Emang abang bisnis apa sama dia ? "
" Bisnis jual - beli tanah," jawabnya singkat.
" Sejak kapan bang, apa uang yang kemarin abang kasih itu dari dia ? "
" Iya, itu uang komisi,"
" Alhamdulillah ,bang aku senang abang ada usaha !" ucap Hayati gembira .
Bambang hanya tersenyum sambil menatap ke layar ponselnya.Lalu beranjak pergi.
" Abang mau kemana?"
" Pergi dulu, "
" Tunggu, bang !"
" Apa lagi sih,?"
" Bang, ini kan hari libur , aku ingin abang di rumah,kita kan jarang kumpul, tiap hari abang keluar , pulang tengah malam saat aku sudah tidur, kita tidak pernah ada waktu bersama, ngumpul bareng si kembar."
"Ah, kamu terlalu manja, !" ucap Bambang .
" Abang, tidak pernah ada waktu buat aku dan anak - anak.
Aku bekerja tapi abang seharian di luar ,tanpa aku tahu apa yang abang lakukan.
Saat aku libur abang selalu keluar , bukan seperti ini rumah tangga yang baik itu bang !" keluh Hayati.
" Kamu tuh terlalu lebay tau gak ?" bentak suaminya.
" Bukan lebay, tapi ini fakta, sebagai istri aku sudah melakukan kewajibanku dengan baik, aku mengabdi kepadamu, aku urus anak- anakmu dan keluargamu, aku tidak pernah mengeluh saat kau tidak memberiku nafkah, aku selalu menjaga kehormatan suamiku.
Tapi apa yang ku terima ? tak sedikitpun kau memikirkan aku, kau tak pernah peduli apa yang ku alami selama ini." tangis Hayati tidak dapat di bendung lagi.
" Aku memang seperti ini orangnya ! apa kamu menyesal menikah denganku hah ?" sungut Bambang .
" Apa yang perlu di sesali bang ? semua sudah terlanjur, kau laki - laki yang aku cintai sejak awal, aku memilihmu jadi suamiku karena aku percaya padamu, kau akan jadi imam yang baik untukku ,bertanggung jawab dan akan selalu menjaga dan melindungi ku, tapi kenyataannya berbeda, kau tidak pernah mencintaiku ! sebab, kalau kau benar - benar mencintaiku, kau tidak akan pernah menyakitiku seperti yang sudah kau lakukan ! " ucap Hayati pilu.
" Sekarang jawab pertanyaanku ? apa aku harus menyesal karena memilihmu jadi suamiku ? jawab aku bang ?" teriak Hayati .
Plak..k..k...!! sebuah tamparan mendarat mulus di pipi Hayati.
Hayati duduk terkulai ,sambil memegangi pipinya yang panas ,pipinya sudah kebal , karena bukan sekali dua kali suaminya menamparnya, entah kenapa walau tahu ini akan terjadi, Hayati tetap saja berdebat dengan suaminya.
Yang pada akhirnya ia harus merelakan pipi mulusnya terkena tamparan oleh tangan kekar yang dulu ia puja - puja, tangan yang sama yang dulu memberinya bunga- bunga indah, tangan yang mengusap air matanya saat ia bersedih, tangan yang selalu membelai rambut indahnya.
" Aku rindu kamu yang dulu bang !" isak Hayati sambil memeluk kedua lututnya.
Bambang hanya berdiri mematung menyaksikan istrinya menangis tersedu - sedu, tangisannya sungguh menyayat hati setiap orang yang mendengarnya.
Ada rasa sesal di hati Bambang.
" Hayati, maafkan aku !" ucapnya, sambil mendekati istrinya.
" Pergi....!!" jangan dekati aku lagi.
Sekarang juga ceraikan aku !" ucap Hayati sambil mengusap air matanya.
" Aku sudah minta maaf , kenapa kau tidak mengerti ,,?!" kata Bambang kesal.
" Aku tidak butuh maaf mu ! buat apa, kalau toh nanti kau melakukannya lagi."
" Dasar sombong ! kau pikir aku akan mudah menceraikan mu hah?"
" Kenapa bang ? bukankah kau sudah tidak mencintaiku lagi ? buat apa kau mempertahankan ku ?" tantang Hayati.
" Karena aku tidak akan membiarkan kau bahagia dengan laki - laki lain termasuk si brengsek Bima itu, takan ku biarkan itu terjadi , camkan itu !!"
" Kenapa tidak boleh, aku berhak bahagia dengan siapapun ! karena aku ingin suami yang menyayangiku dengan tulus ,suami yang sholeh dan bertanggung jawab !"
" Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikan mu Hayati, ingat itu baik - baik !" ancamnya.
Bambang lalu pergi meninggalkan Hayati yang semakin terpuruk karena ucapan suaminya itu.
***
" Lama banget sih ,lu Bang !" keluh Dani sesampainya Bambang di tempat mereka janjian.
" Sorry , bro. Tadi gue habis ribut sama bini, pusing gue !" ucap Bambang sambil meremas kepalanya.
" Kenapa lagi bini lu ?"
" Bini gue minta cerai !"
" Hah ? terus lu jawab apa ?" tanya Dani penasaran.
" Ya enggak lah, enak aja , gue gak bakalan menceraikan dia sampai kapanpun juga !" tegas Bambang.
" Rugi dong kalau elu cerai kan dia mah, orang selama ini dia yang nyari duit ,ha..ha.." ucap Dani terbahak - bahak .
" Ya gitu lah." ucap Bambang sambil menghisap rokoknya dalam .
" Gimana kamu udah dapet uangnya ?" tanya Dani pada sahabatnya itu.
" Belum bro, susah banget ngejual sawah itu," ucap Bambang lesu.
" Emang lu mau jual berapa ?"
" Kalau kata bokap gue harga sawah bokap sekitar 150 juta ." jawab Bambang.
" Kalau ada yang nawar 100 elu kasih gak ?" tanya Dani.
" Wah, kejauhan dong ?" keluh Bambang.
" Yah ,daripada gak laku - laku, jaman sekarang mana ada orang yang mau beli sawah, mereka tuh lebih tertarik beli tanah buat bangunan, contohnya elu udah berbulan - bulan nawarin sawah lue buat di jual ,tapi belum laku juga kan ?" bujuk Dani .
" Iya juga sih, "
" Gini deh, nanti sore kita ke rumah nya , kemarin gue udah nawarin ke dia , dia mau mau aja , seperti kata gue tadi dengan harga segitu." jelas Dani.
" Wah ,,elu gak bilang - bilang dulu ke gue, "
" Yah, kalau elu mau , kalau enggak mah gak usah, gue cuma bantuin elu aja biar cepat. Supaya kita bisa segera jadi partner kerja , "ucap Dani sambil terkekeh.
" Paman gue udah nanyain mulu, kapan uang setengahnya lagi katanya, uang gue udah masuk buat DP .Kalau gak gitu bisa - bisa paman gue jual ke orang lain.Tinggal nunggu duit dari lu 100 juta lagi." ucap Dani menjelaskan.
" Ya sudah, nanti sore kita ke tempat temen lu itu, " ucap Bambang bersemangat.
" Okeh deal ya ! sertifikat tanahnya udah ada kan ? " tanya Dani.
" Ada , dong !"
" Gimana orang tua lu ?"
" Tentu saja mereka gak bakalan tau , nanti juga kalau bisnis kita udah maju , gue ganti, gue beliin lagi sawah yang lebih luas."ucap Bambang.
" Nah, gitu dong. Itu baru namanya laki - laki , harus berani ngambil resiko, karena bisnis itu butuh modal, apalagi ini bisnis besar, modalnya pun pasti besar." tegas Dani menyemangati sahabatnya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments