Bab. 5 Malam Pertama

" Krek....!!" suara gagang pintu kamar di buka.

" Abang ..!" ucap Hayati ketika yang muncul di balik pintu adalah pemuda yang kini telah menjadi suaminya itu.

" Iya, sayang ini abang..!" jawab Bambang .

" Hayati, ini adalah hari ke 6 kita menikah, apakah kamu sudah selesai datang bulannya?" tanya Bambang ragu.

Sambil malu - malu Hayati menjawab.

" Sudah bang ." tutur Hayati tersipu malu.

Seketika Bambang langsung mendekati Hayati yang tengah duduk di meja rias kamar mereka.

" Sungguh?" tanya Bambang tak percaya.

" Iya abang ,masa aku bohong." kekeh Hayati.

Tanpa pikir panjang Bambang langsung membopong tubuh Hayati ke dalam ranjang mereka.

Jam di dinding menunjukan pukul 21.00 WIB. Terdengar gemerincing hujan menemani dinginnya malam.

Tanpa di sadari Hayati ,Bambang telah melepas seluruh pakaiannya.

" Abang....!" bisik Hayati ketika tangan suaminya mulai meraba tiap inci bagian tubuhnya.

" Hayati, abang menginginkan mu malam ini, apa kau sudah siap ?" tanya Bambang dengan berbisik di telinga Hayati.

Dengan malu - malu Hayati mengangguk sambil tersipu malu,jelas saja ini adalah pertama kali nya Hayati di sentuh oleh laki - laki ,selama ini ia selalu menjaga kehormatan dan martabat sebagai seorang perempuan, dan Bambang adalah laki - laki pertama dalam hidupnya,yang sekaligus menjadi suaminya kini.

" Ah...bang." rengek Hayati seketika tangan bambang membuka seluruh pakaian Hayati .

" Kenapa sayang ?" tanya Bambang.

" Hayati malu bang." sipu Hayati .

" Kenapa harus malu,abang adalah suami mu sekarang, kau sudah menjadi milik abang , begitu pun sebaliknya, abang milik mu sayang." jelas Bambang sambil terus menggerayangi tubuh mulus Hayati.

" Iya ,bang...!" jawab Hayati lirih.

Diluar hujan semakin deras , seolah olah menjadi saksi perpaduan dua insan yang sedang di mabuk cinta.

Gelora cinta yang membara,menyatukan kerinduan yang terpendam.

" Selamat pagi bu..!" sapa Hayati kepada ibu mertuanya. Hayati tengah menyiapkan sarapan untuk semuanya,ketika ibu mertuanya datang.

Tanpa menjawab, Komala langsung menanyakan Bambang.

Selama ini Komala menginap di rumah saudara nya setelah akad nikah Bambang dan Hayati.

karena dia masih belum bisa menerima keberadaan Hayati sebagai menantu nya.

" Dimana Bambang ?" tanya Komala ketus.

" Abang masih di kamar bu." jawab Hayati sopan.

" Siap kan sarapan untuk saya juga ,mulai hari ini saya tidak akan kemana - mana,lagian kenapa saya yang harus pergi,ini toh rumah saya." tutur Komala ketus.

" Iya ,bu ." jawab Hayati singkat.

Semua orang sudah turun untuk sarapan,kecuali Bambang.

" Suamimu belum bangun ,Hayati ?" tanya pak Ahmad.

" Sebentar pak, Hayati bangun kan abang ." ucap Hayati lalu melangkah menuju kamar mereka.

Semua sudah menunggu di meja makan, Sari yang sudah memakai seragam SMA nya sudah siap dan rapi .

Pak ahmad yang kesehariannya di habiskan di sawah ,karena ia sendiri yang mengurus sawah mereka agar tidak keluar biaya untuk menggaji pekerja sawah karena penghasilan mereka hanya dari sawah itu,jadi pak Ahmad sendiri lah yang menggarap sawah nya.

Sementara Rosidah telah pindah ke rumah mertuanya,dikarenakan mertuanya sudah tua ,dan tidak ada yang menemani ,dengan terpaksa Rosidah tinggal bersama mertuanya karena desakan suaminya.

" Bang, bangun .Bapak dan ibu sudah menunggu untuk sarapan bareng !" kata Hayati dengan lembut.

" Ah...abang masih ngantuk !" jawab Bambang malas.

" Tapi ini sudah siang ,bang." tegas Hayati.

" Sudahlah kalian makan saja sendiri, tidak usah menungguku." jawab Bambang sedikit berteriak.

" Tapi, bang ." ucap Hayati .

" Sudah..sudah pergi sana ..!" teriak Bambang.

Hayati terkejut dengan sikap Bambang hari ini,tidak biasanya dia berteriak seperti itu,memang selama ini Bambang sangat susah bangun tidur , tapi ini pertama kali nya Bambang berteriak kepadanya.

Hayati sedih atas sikap Bambang.

Dengan lunglai Hayati pun kembali ke ruang makan.

" Bagaimana ,Bambang sudah bangun?" tanya pak Ahmad .

" Abang tidak mau bangun,pak.Saya sudah mencobanya berkali- kali, tapi abang malah marah kepada saya." jawab Hayati pilu.

" Ya sudah ,biarkan saja dia.Kamu makan saja duluan nanti kamu kelaparan kalau nungguin Bambang bangun !"

" Iya ,pak." jawab Hayati sambil duduk .

" Hayati ,setelah ini kamu nyuci,itu pakaian kotor sudah numpuk gitu ,kapan di cuci nya hah ?" perintah Komala.

" Baik bu,nanti setelah ini saya cuci semuanya." jawab Hayati.

Semua orang sudah pergi.Pak Ahmad pergi ke sawah ,Sari sudah berangkat sekolah, dan ibu mertuanya pergi ke toko kue.

Sedangkan Bambang belum bangun juga.

Hayati sibuk mengurus rumah,selesai memasak ia langsung mencuci seluruh pakaian orang- orang di rumah itu.

Setelah itu dia pergi ke kamarnya untuk membangunkan suaminya.

" Bang, bangun ini sudah siang,abang kan belum sarapan nanti sakit loh." ucap Hayati sambil menepuk pundak suaminya.

" Emang jam berapa sekarang?" tanya Bambang.

" Sekarang sudah jam 10 bang." jawab Hayati.

" Pantesan perutku sudah perih." ucap Bambang sambil turun dari tempat tidur.

" Ayo ,Hayati buat kan makanan kesukaan abang !" ucap Hayati semangat.

Hayati tengah menyiapkan piring untuk makan suaminya.

" Apa ini ?" tanya Bambang sedikit melotot

" Ini sayur asem kesukaan abang ." jawab Hayati.

" Apa ga ada yang lain , kamu itu terlalu sering masak sayur asem,aku bosan tau !" ucap Bambang sedikit kesal sambil mendorong mangkok besar berisi sayur asem itu .

" Tapi bang, di kulkas hanya ada ini. Hayati bingung mau masak apa, bahan masakan sudah pada habis ,bang." jelas Hayati lirih.

" Emang ibu tidak ngasih uang untuk belanja?" tanya Bambang geram.

" Tidak bang,semenjak ibu menginap di rumah saudara nya ,Hayati masak yang ada di kulkas saja bang." jelas Hayati.

" Nanti kamu minta sama ibu, aku ingin makan ayam hari ini." tegas Bambang.

" Tapi bang, saya tidak berani meminta uang pada ibu, bukan kah seharusnya abang yang memberi pada saya ?" ucap Hayati .

" Kamu tidak lihat ,dari mana aku punya uang,aku kan belum dapat pekerjaan." tegas Bambang geram.

" Kenapa abang tidak mencari pekerjaan? Hayati lihat abang tidak berusaha mencari pekerjaan .Atau abang bisa kembali bekerja di kota tempat om abang dulu." ucap Hayati .

Hayati tidak tahu kalau om nya Bambang yaitu om Gilang sudah meninggal dan semua harta benda nya habis di sita pihak Bank.

Bambang maupun keluarganya tidak pernah bercerita kepada Hayati soal itu.

Di sangka Hayati keluarga Bambang masih seperti dulu serba ada dan berkecukupan.

" Sudah pintar menjawab yah kamu sekarang?" geram Bambang pada Hayati.

" Bukan begitu bang,saya cuma menyarankan abang supaya mencari pekerjaan,soalnya saya malu jika harus meminta uang kepada bapak." jelas Hayati.

" Sudah.. urus saja pekerjaan mu,tidak usah ikut campur soal hidup ku." kata Bambang sambil beranjak meninggalkan Hayati yang masih syok dengan perubahan sikap Bambang padanya.

'Perasaan kemarin abang baik- baik saja,kenapa hari ini sikapnya berubah ?' pikir Hayati dalam hati.

Tak terasa cairan bening meleleh di pipi nya, cepat - cepat Hayati menghapus air matanya.

' Aku harus kuat.' batinnya.

" Bu..ibu !" Teriak seseorang yang baru masuk rumah.

" Eh, kak Rosidah. Ibu sedang ke toko kue kak,tadi katanya ibu pengen kue bolu pisang kesukaan ibu." jelas Hayati sopan.

" Eh, Hayati cepat buatkan mie rebus ,aku lapar." perintah Rosidah dengan jutek.

" Sebentar kak,saya buatkan." ucap Hayati.

" Tunggu !" kata Rosidah,sambil mendekati Hayati.

" Ini kamu pakai baju siapa hah?"tanya rosidah sambil menarik- narik baju yang di kenakan Hayati.

" Ini baju saya kak, memangnya kenapa? " tanya Hayati.

" Sepertinya ini baju mahal, dari mana kamu dapat uang beli baju baru hah?" tanya Rosidah sombong.

" Emak saya yang belikan kak,katanya ada tetangga yang jualan pakaian dan nawarin baju ini ke emak saya,emak bilang ini hadiah pernikahan saya." jawab Hayati.

" Paling juga baju hasil ngutang ." ledek Rosidah .

Hayati pergi ke dapur,meninggalkan Rosidah yang mulutnya komat kamit merasa iri Hayati memakai baju baru.

" Ibu dari mana saja ,lama banget ke toko kue nya?" tanya Rosidah saat melihat ibu nya sudah pulang.

" Yah, ibu main dulu ke rumah tetangga ,habis di rumah sumpek,tidak betah rasanya lama- lama di rumah." jelas Komala kepada putrinya Rosidah.

" Iya bu sama,aku juga jadi gak betah di rumah ini." jawab Rosidah.

Hayati yang mendengar percakapan ibu dan anak itu hanya bisa mengelus dada,ia harus banyak - banyak bersabar ,mungkin ini adalah ujian dalam rumah tangganya.

Di tempat berbeda, mak Fatimah sedang membuat kue wajit kesukaan Hayati, rencana nya sore nanti Fatimah akan mengunjungi Hayati.Saat sedang menjemur kue wajit nya, seseorang menyapa dari belakang.

" Emak sedang menjemur apa?" tanya seorang wanita tetangganya.

" Ini sedang menjemur kue wajit untuk Hayati." jawab Fatimah.

" Oh begitu, memang nya Hayati jarang kesini mak?" tanya wanita itu lagi .

" Iya, mungkin ia sibuk mengurus suami dan keluarga baru nya." jawab Fatimah .

" Mak..apa Hayati suka ngasih uang ke emak ?" tanya wanita itu lagi.

" Tidak, memangnya kenapa?"tanya Fatimah.

" Bukannya besan emak itu orang kaya, ?" tanya wanita itu.

"Emak tidak tau ,soal itu .Emak hanya tau mereka keluarga terhormat dan terpandang ." jawab Fatimah.

" Mak, sini saya kasih tau, saya denger- denger ya ,kata orang - orang sekarang keluarga pak Ahmad itu sudah jatuh miskin, bahkan katanya harta benda keluarga pak Ahmad itu sebenarnya bukan milik mereka melainkan milik adik nya pak Ahmad, sekarang semuanya sudah di ambil oleh pemiliknya, begitu kira - kira yang saya dengar ,mak."jelas wanita itu panjang lebar.

" Ah, masa iya sih,emak tidak percaya begitu saja ,mungkin hanya gosip." kata Fatimah datar.

" Mungkin juga sih mak, tapi coba emak tanyakan deh ke Hayati.Coba emak pikir kenapa mereka tidak mengadakan resepsi pernikahan Hayati dan Bambang, hanya akad nikah saja, itu kan aneh mak, masa orang kaya nikahin anak nya enggak ada resepsi sih." ucap wanita itu blak - blakan.

Mak Fatimah berpikir sejenak,emang betul yang di katakan wanita itu.Tapi Fatimah tidak mau berpikir macam - macam tentang keluarga itu, bagi Fatimah mereka keluarga yang baik dan terhormat.

\*\*\*

" Bang ,saya mau bicara sebentar." ucap Hayati kepada Bambang yang sedang merokok sambil minum kopi di belakang rumah.

" Ada apa?" tanya Bambang.

" Kenapa abang berubah ,kemarin- kemarin abang gak gini ?" tanya Hayati penasaran.

"Berubah bagaimana maksud kamu.Aku begini - begini aja." jawab Bambang datar.

" Tapi bang, sekarang abang jadi gampang marah, dan tidak lembut lagi pada Hayati." ucap Hayati kesal.

" Memang aku bagaimana, kalau kamu cerewet dan gak becus ,aku harus tegas ." jawab bambang ketus.

" Tapi dulu abang tidak begitu, abang sopan dan baik.Sekarang sudah menikah abang malas dan sering marah - marah tidak jelas ."ucap Hayati mencurahkan kekecewaannya.

" Sudahlah, aku sedang pusing mencari kerjaan ." timpal Bambang.

" Kenapa abang tidak bantu bapak di sawah , kasihan kan bapak kerja sendirian,sementara abang enak - enak di rumah." ucap Hayati.

" Kurang ajar !!" berani kamu bicara seperti itu pada suamimu, hah ?" teriak Bambang sambil melayangkan tangannya dan memukul Hayati.

" Ah....sakit bang !" isak Hayati saat tangan Bambang mendarat di pipinya.

" Istri kurang ajar kamu,tidak tahu diri ,masih untung aku menikahi mu kalo tidak ,selamanya kamu akan jadi gembel..!!" teriak Bambang sambil menendang kursi dan pergi.

Hayati tak kuat menahan air matanya,pipinya terasa perih begitu juga hatinya terasa hancur.

Lelaki yang selama ini ia puja,ternyata berani menyakitinya.

Yang lebih sakit lagi,Hayati baru tahu sifat asli Bambang setelah ia menikah.

Seketika ia teringat akan ibunya Fatimah.

'Emak..' batin Hayati sambil terisak menahan sakit di hati .

Hayati lalu berwudhu dan melaksanakan shalat ashar, ia mengadu kepada Yang Maha Kuasa.

" Ya Allah ,kenapa jadi seperti ini? suami yang hamba hormati dan cintai tega menyakitiku, apa salah dan dosa hamba ya Allah ?

Selama ini hamba selalu berusaha menjadi isteri dan menantu yang baik untuk keluarga ini.

Tolong bantu hamba ya Allah.Beri hamba kesabaran dan kekuatan agar hamba bisa melewati ujian ini,dan semoga Suami hamba di sadar kan dan menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab kepada istrinya.

Dan semoga keluarganya bisa menerima dan menyayangi hamba. Aamiin." doa Hayati setelah selesai melaksanakan shalatnya.

Tiba- tiba pintu kamar Hayati ada yang mengetuk.

" Hayati..!" teriak ibu mertuanya.

" Iya bu, sebentar." jawab Hayati.

" Ada ibumu tuh." ucap Komala.

" Oh iya ,bu.Terima kasih." ucap Hayati.

Hayati senang sekali ibu nya datang menemuinya.

" Emak..! " panggil Hayati girang.

" Anakku..apa kabar mu nak?" tanya mak Fatimah sambil memeluk Hayati. Ia sungguh rindu pada putrinya itu.

" Baik mak,emak gimana sehat ? " tanya Hayati.

" Sehat ,Alhamdulilah.." jawab Fatimah.

" Kenapa kamu tidak pernah main ke rumah nak ?" tanya Fatimah penasaran.

" Maafkan Hayati mak, Hayati belum ada waktu." jawab Hayati.

" Memang nya apa saja yang kau lakukan sampai tidak punya waktu untuk menemui emak, emak sangat rindu padamu Hayati ?"tutur Fatimah penuh kerinduan.

" Yah , begini lah mak kalau sudah berumah tangga, Hayati tidak bisa seenaknya pergi ,harus ada izin suami." jelas Hayati lagi.

" Memangnya nak Bambang tidak mengizinkan kau menemui ibu nak ?" tanya Fatimah penasaran tentang Bambang menantunya itu.

Episodes
1 Bab.1 Pertemuan
2 Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3 Bab.3 impian yang pupus
4 Bab .4 Menikah muda
5 Bab. 5 Malam Pertama
6 Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7 Bab.7 Mencari pekerjaan
8 Bab.8 Hayati bekerja
9 Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10 Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11 Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12 Bab. 12 Positif Hamil
13 Bab. 13 Cemburu Buta
14 Bab. 14 Melahirkan
15 Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16 Bab. 16 Pemberontakan
17 Bab. 17 Pemuas Nafsu
18 Bab. 18 Ceraikan Aku
19 Bab. 19 Kembali Mengandung
20 Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21 Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22 Bab 22 Harapan Baru
23 Bab. 23 Status Baru
24 Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25 Bab . 25 Ulah Marissa
26 Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27 Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28 Bab. 28 Wanita misterius
29 Bab. 29 Kisah Marissa
30 Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31 Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32 Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33 Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34 Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35 Bab. 35 Kekecewaan Bima
36 Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37 Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38 Bab. 38 Tante Penyelamat
39 Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40 Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41 Bab. 41 Wanita Gila !
42 Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43 Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44 Bab. 44 Dafa !!!
45 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47 Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48 Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49 Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50 Bab 49. Godaan Sang Perawat
51 Bab 50. Suster Anya
52 Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53 Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54 Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55 Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56 Bab 55. Alisha Sakit
57 Bab 56. Wanita penggoda
58 Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59 Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60 Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61 Bab. 60 Masa Lalu Anya
62 Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63 Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64 Bab. 63 Perdebatan
65 Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66 Bab. 65 Arif Menghilang
67 Bab. 66 Kenyataan Pahit
68 Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69 Bab. 68 Mas....
70 Bab. 68 Mas....
71 Bab. 70 Bambang
72 Bab. 71 SUCI
73 Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74 Bab. 73 Penambang Pasir
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Bab.1 Pertemuan
2
Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3
Bab.3 impian yang pupus
4
Bab .4 Menikah muda
5
Bab. 5 Malam Pertama
6
Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7
Bab.7 Mencari pekerjaan
8
Bab.8 Hayati bekerja
9
Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10
Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11
Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12
Bab. 12 Positif Hamil
13
Bab. 13 Cemburu Buta
14
Bab. 14 Melahirkan
15
Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16
Bab. 16 Pemberontakan
17
Bab. 17 Pemuas Nafsu
18
Bab. 18 Ceraikan Aku
19
Bab. 19 Kembali Mengandung
20
Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21
Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22
Bab 22 Harapan Baru
23
Bab. 23 Status Baru
24
Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25
Bab . 25 Ulah Marissa
26
Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27
Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28
Bab. 28 Wanita misterius
29
Bab. 29 Kisah Marissa
30
Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31
Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32
Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33
Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34
Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35
Bab. 35 Kekecewaan Bima
36
Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37
Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38
Bab. 38 Tante Penyelamat
39
Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40
Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41
Bab. 41 Wanita Gila !
42
Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43
Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44
Bab. 44 Dafa !!!
45
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47
Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48
Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49
Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50
Bab 49. Godaan Sang Perawat
51
Bab 50. Suster Anya
52
Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53
Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54
Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55
Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56
Bab 55. Alisha Sakit
57
Bab 56. Wanita penggoda
58
Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59
Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60
Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61
Bab. 60 Masa Lalu Anya
62
Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63
Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64
Bab. 63 Perdebatan
65
Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66
Bab. 65 Arif Menghilang
67
Bab. 66 Kenyataan Pahit
68
Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69
Bab. 68 Mas....
70
Bab. 68 Mas....
71
Bab. 70 Bambang
72
Bab. 71 SUCI
73
Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74
Bab. 73 Penambang Pasir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!