Sesampainya di Rumah Sakit sudah ada Rosidah dan suaminya yang menunggu pak Ahmad,sementara ibu Komala pulang dulu ke rumah untuk mengambil beberapa pakaian ganti.
" Kalian dari mana saja lama sekali ?" keluh Rosidah saat Hayati dan Bambang tiba .
" Kami tadi pergi dulu ke pabrik tekstile ." jawab Bambang santai.
" Ngapain kalian kesana,bukannya kamu tidak di terima Bambang?" tanya Rosidah lagi.
" Hayati yang akan bekerja ,tadi kami memasukan surat lamaran ke perusahaan itu." ucap Bambang .
" Serius ,kamu mau bekerja Hayati ?" tanya Rosidah kaget .
" Iya ,kak mudah - mudahan di terima.Sementara abang belum dapat kerjaan." jawab Hayati sopan.
"Lalu gimana kerjaan rumah ?" tanya Rosidah ketus.
" Aku akan bangun lebih awal kak, sebelum berangkat kerja aku akan mengurus rumah dulu." tutur Hayati .
" Ya, baguslah kalo begitu,lagian kamu kan kebanyakan bengong di rumah juga." ucap Rosidah ketus sambil memalingkan wajahnya.
" Bagaimana keadaan bapak ?"
" Bapak tadi minta pulang ,bapak ingin di rawat di rumah saja katanya, tapi kata dokter besok baru boleh pulang." jelas Rosidah.
"Baiklah kalo gitu kami pulang ya, sekarang giliran kalian yang jaga."
ucap Rosidah .Lalu ia beranjak pergi di ikuti oleh suaminya.
\*\*\*
" Kita makan siang di warteg sebrang jalan itu yuk ..! " ajak Ina kepada Bima ,yang saat itu baru keluar dari kelas mengajar.
" Ya, baiklah." jawab Bima, sekarang Bima mulai membuka Hatinya untuk wanita lain ,setelah semalaman ia berpikir, ia tak seharusnya mengabaikan Ina terus, sepertinya Ina benar- benar mengharapkannya, walau jauh di hati dan pikirannya masih ada Hayati .Tapi ia berusaha untuk melupakannya dan belajar menerima wanita lain.
Ina yang mendengar jawaban dari Bima begitu terkejut, setelah sekian kali Bima menolak ajakannya dengan alasan yang sama yaitu sudah kenyang..jawaban itu yang selalu ia dapat tiap kali mengajak Bima makan bareng.
"Apa aku nggak salah denger Bim? kamu mau makan bareng aku? aku seneng banget Bima, makasih ya !" seru Ina girang.
" Ayo...!" seru Bima.
Mereka pun pergi, dengan perasaan berbunga- bunga di hati Ina, tapi tidak begitu dengan Bima, Bima belum merasakan apa- apa pada Ina, tapi ia akan berusaha .
" Kamu mau pesen apa? hari ini biar aku yang teraktir kamu,karena hari ini sangat spesial ,momen langka.hihi..." ucap Ina sambil tersenyum bahagia.
" Tidak usah ,biar aku saja, masa cewe yang bayarin , aku gak ada harga dirinya dong. Udah biar aku saja ..!" jawab Bima.
" Bima, kamu keren banget, kamu sangat bertanggung jawab, semoga aku bisa memiliki suami sepertimu." ucap Ina sambil menggoda Bima .
" Ah, kamu bisa aja, aku tidak sehebat yang kamu pikirkan, "
" Aku percaya sama kamu." ucap Ina yakin.
"Aku mau pesen soto ayam, kamu pesen apa?" tanya ina.
" Aku juga sama."
" Ciee..kita kompak nih, semoga kedepannya semakin klop ya?" ucap Ina sambil terkekeh.
" Suka- suka kamu lah ," jawab Bima santai.
"Bima Hari minggu besok kamu ada acara nggak ?" tanya ina, sambil menggeser mangkok soto yang baru datang.
" Enggak ada , aku paling joging pagi di CFD enggak sampai siang ,emang kenapa?"
" Aku ada undangan nikahan teman aku, aku gak ada pasangan, kamu mau yah nemenin aku, soalnya aku malu datang sendiri ,yang lainnya dengan pasangannya." ucap Ina membujuk Bima.
Ina pikir dia harus lebih agresif terhadap Bima, kalo nunggu Bima mah sampai lebaran monyet juga gak bakalan terjadi. 'Huh dasar Bima ,susah banget sih menaklukan hati kau.' batin Ina.
" Liat nanti deh, "
" Yah, Bima, mau yah? please ,,!! " bujuk Ina.
" Ya, baiklah ..!" ucap Bima tak tega melihat Ina yang memohon.
" Ayo habis kan makanannya sebentar lagi jam istirahat habis ..! " seru Bima.
" Okeh...!" jawab Ina girang, 'akhirnya langkah pertama untuk menaklukan hati bima sukses, untuk selanjutnya,aku akan memikirkan cara lain.'batin Ina.
Setelah makanan mereka habis, mereka bergegas kembali ke sekolah,dengan perasaan riang gembira .Perasaan Ina saat ini seperti sedang berada di taman bunga ,harum,penuh warna .Begini rasanya jatuh cinta berkali- kali pada laki- laki yang sama.Bima.
Keesokan pagi nya, pak Ahmad sudah boleh di izinkan pulang oleh dokter, karena dari kemarin pak Ahmad terus memohon untuk di rawat di rumah saja, selain karena tidak betah lama- lama di Rumah Sakit, pak Ahmad juga memikirkan biaya rawat inap di Rumah Sakit pasti akan sangat besar jika ia lama- lama di sana.
" Semua sudah beres pak, administrasi juga sudah di bayar.Ayo kita jalan sekarang..!" seru bu Komala kepada suaminya.
" Iya ,bu." Hayati membawa tas yang berisi pakaian, dan lain- lain.Sedangkan Bambang mendorong kursi roda yang di duduki pak Ahmad .
Di tempat berbeda mak Fatimah baru pulang dari kebun cabe milik tetangga nya, hari ini ia bekerja memetik cabe yang akan di panen,
pemilik kebun selalu membagi hasil panen nya kepada Fatimah untuk di masak di rumah,karena terlalu banyak, kadang Fatimah membagikan lagi kepada tetangga yang membutuhkan , karena itulah tetangga- tetangga Fatimah sangat menyukai Fatimah,karena ia sangat baik dan peduli terhadap orang lain dan tidak pernah mau menyusahkan orang lain, sehingga para tetangga pun silih berganti berbagi makanan kepada Fatimah.
" Terima kasih mak, " ucap tetangga Fatimah,setelah Fatimah memberikan sekantong cabe hijau .
" Sama - sama." jawab Fatimah, tidak hanya cabe hijau ,kadang ia juga berbagi jagung ,ketimun, juga tomat, tergantung hasil panen kebun tempat ia bekerja,karena pemilik kebun sangat menyukai Fatimah karena ia sangat rajin dan kerjanya cekatan walaupun umurnya sudah kepala 5.
Terkadang ia juga kerja di sawah ,menanam padi dan panen padi ,tiada hari tanpa bekerja, ia jarang sakit . Sehingga tidak menyusahkan orang lain maupun Hayati .
Ah, ia sangat merindukan Hayati, selama menikah baru beberapa kali Hayati berkunjung, kini sudah 2 minggu Hayati tidak datang.
Mungkin Hayati sedang sibuk, begitu pikir Fatimah, setiap ia merindukan Hayati, bukan tidak ingin ia sering - sering menemui Hayati ke rumah mertuanya, akan tetapi ia merasa malu kalo terlalu sering kesana.
" Mak, tadi ada yang nyariin emak,!" ucap tetangga nya yang bernama bu Nung itu.
" Siapa ,ya ?" tanya Fatimah penasaran.
" Seorang wanita mak ,cantik.Umurnya sekitar 40 tahunan lah mak." ucap bu Nung lagi.
"Oh, siapa ya ? lalu kemana sekarang wanita itu.?" tanya Fatimah penasaran.
" Sepertinya dia pergi ke mushola mak, tadi saya suruh tunggu di sini, dia nya gak mau,katanya nunggu di mushola aja gitu "jelas bu Nung sambil menunjuk ke arah Mushola.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments