Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina

Sesampainya di Rumah Sakit sudah ada Rosidah dan suaminya yang menunggu pak Ahmad,sementara ibu Komala pulang dulu ke rumah untuk mengambil beberapa pakaian ganti.

" Kalian dari mana saja lama sekali ?" keluh Rosidah saat Hayati dan Bambang tiba .

" Kami tadi pergi dulu ke pabrik tekstile ." jawab Bambang santai.

" Ngapain kalian kesana,bukannya kamu tidak di terima Bambang?" tanya Rosidah lagi.

" Hayati yang akan bekerja ,tadi kami memasukan surat lamaran ke perusahaan itu." ucap Bambang .

" Serius ,kamu mau bekerja Hayati ?" tanya Rosidah kaget .

" Iya ,kak mudah - mudahan di terima.Sementara abang belum dapat kerjaan." jawab Hayati sopan.

"Lalu gimana kerjaan rumah ?" tanya Rosidah ketus.

" Aku akan bangun lebih awal kak, sebelum berangkat kerja aku akan mengurus rumah dulu." tutur Hayati .

" Ya, baguslah kalo begitu,lagian kamu kan kebanyakan bengong di rumah juga." ucap Rosidah ketus sambil memalingkan wajahnya.

" Bagaimana keadaan bapak ?"

" Bapak tadi minta pulang ,bapak ingin di rawat di rumah saja katanya, tapi kata dokter besok baru boleh pulang." jelas Rosidah.

"Baiklah kalo gitu kami pulang ya, sekarang giliran kalian yang jaga."

ucap Rosidah .Lalu ia beranjak pergi di ikuti oleh suaminya.

\*\*\*

" Kita makan siang di warteg sebrang jalan itu yuk ..! " ajak Ina kepada Bima ,yang saat itu baru keluar dari kelas mengajar.

" Ya, baiklah." jawab Bima, sekarang Bima mulai membuka Hatinya untuk wanita lain ,setelah semalaman ia berpikir, ia tak seharusnya mengabaikan Ina terus, sepertinya Ina benar- benar mengharapkannya, walau jauh di hati dan pikirannya masih ada Hayati .Tapi ia berusaha untuk melupakannya dan belajar menerima wanita lain.

Ina yang mendengar jawaban dari Bima begitu terkejut, setelah sekian kali Bima menolak ajakannya dengan alasan yang sama yaitu sudah kenyang..jawaban itu yang selalu ia dapat tiap kali mengajak Bima makan bareng.

"Apa aku nggak salah denger Bim? kamu mau makan bareng aku? aku seneng banget Bima, makasih ya !" seru Ina girang.

" Ayo...!" seru Bima.

Mereka pun pergi, dengan perasaan berbunga- bunga di hati Ina, tapi tidak begitu dengan Bima, Bima belum merasakan apa- apa pada Ina, tapi ia akan berusaha .

" Kamu mau pesen apa? hari ini biar aku yang teraktir kamu,karena hari ini sangat spesial ,momen langka.hihi..." ucap Ina sambil tersenyum bahagia.

" Tidak usah ,biar aku saja, masa cewe yang bayarin , aku gak ada harga dirinya dong. Udah biar aku saja ..!" jawab Bima.

" Bima, kamu keren banget, kamu sangat bertanggung jawab, semoga aku bisa memiliki suami sepertimu." ucap Ina sambil menggoda Bima .

" Ah, kamu bisa aja, aku tidak sehebat yang kamu pikirkan, "

" Aku percaya sama kamu." ucap Ina yakin.

"Aku mau pesen soto ayam, kamu pesen apa?" tanya ina.

" Aku juga sama."

" Ciee..kita kompak nih, semoga kedepannya semakin klop ya?" ucap Ina sambil terkekeh.

" Suka- suka kamu lah ," jawab Bima santai.

"Bima Hari minggu besok kamu ada acara nggak ?" tanya ina, sambil menggeser mangkok soto yang baru datang.

" Enggak ada , aku paling joging pagi di CFD enggak sampai siang ,emang kenapa?"

" Aku ada undangan nikahan teman aku, aku gak ada pasangan, kamu mau yah nemenin aku, soalnya aku malu datang sendiri ,yang lainnya dengan pasangannya." ucap Ina membujuk Bima.

Ina pikir dia harus lebih agresif terhadap Bima, kalo nunggu Bima mah sampai lebaran monyet juga gak bakalan terjadi. 'Huh dasar Bima ,susah banget sih menaklukan hati kau.' batin Ina.

" Liat nanti deh, "

" Yah, Bima, mau yah? please ,,!! " bujuk Ina.

" Ya, baiklah ..!" ucap Bima tak tega melihat Ina yang memohon.

" Ayo habis kan makanannya sebentar lagi jam istirahat habis ..! " seru Bima.

" Okeh...!" jawab Ina girang, 'akhirnya langkah pertama untuk menaklukan hati bima sukses, untuk selanjutnya,aku akan memikirkan cara lain.'batin Ina.

Setelah makanan mereka habis, mereka bergegas kembali ke sekolah,dengan perasaan riang gembira .Perasaan Ina saat ini seperti sedang berada di taman bunga ,harum,penuh warna .Begini rasanya jatuh cinta berkali- kali pada laki- laki yang sama.Bima.

Keesokan pagi nya, pak Ahmad sudah boleh di izinkan pulang oleh dokter, karena dari kemarin pak Ahmad terus memohon untuk di rawat di rumah saja, selain karena tidak betah lama- lama di Rumah Sakit, pak Ahmad juga memikirkan biaya rawat inap di Rumah Sakit pasti akan sangat besar jika ia lama- lama di sana.

" Semua sudah beres pak, administrasi juga sudah di bayar.Ayo kita jalan sekarang..!" seru bu Komala kepada suaminya.

" Iya ,bu." Hayati membawa tas yang berisi pakaian, dan lain- lain.Sedangkan Bambang mendorong kursi roda yang di duduki pak Ahmad .

Di tempat berbeda mak Fatimah baru pulang dari kebun cabe milik tetangga nya, hari ini ia bekerja memetik cabe yang akan di panen,

pemilik kebun selalu membagi hasil panen nya kepada Fatimah untuk di masak di rumah,karena terlalu banyak, kadang Fatimah membagikan lagi kepada tetangga yang membutuhkan , karena itulah tetangga- tetangga Fatimah sangat menyukai Fatimah,karena ia sangat baik dan peduli terhadap orang lain dan tidak pernah mau menyusahkan orang lain, sehingga para tetangga pun silih berganti berbagi makanan kepada Fatimah.

" Terima kasih mak, " ucap tetangga Fatimah,setelah Fatimah memberikan sekantong cabe hijau .

" Sama - sama." jawab Fatimah, tidak hanya cabe hijau ,kadang ia juga berbagi jagung ,ketimun, juga tomat, tergantung hasil panen kebun tempat ia bekerja,karena pemilik kebun sangat menyukai Fatimah karena ia sangat rajin dan kerjanya cekatan walaupun umurnya sudah kepala 5.

Terkadang ia juga kerja di sawah ,menanam padi dan panen padi ,tiada hari tanpa bekerja, ia jarang sakit . Sehingga tidak menyusahkan orang lain maupun Hayati .

Ah, ia sangat merindukan Hayati, selama menikah baru beberapa kali Hayati berkunjung, kini sudah 2 minggu Hayati tidak datang.

Mungkin Hayati sedang sibuk, begitu pikir Fatimah, setiap ia merindukan Hayati, bukan tidak ingin ia sering - sering menemui Hayati ke rumah mertuanya, akan tetapi ia merasa malu kalo terlalu sering kesana.

" Mak, tadi ada yang nyariin emak,!" ucap tetangga nya yang bernama bu Nung itu.

" Siapa ,ya ?" tanya Fatimah penasaran.

" Seorang wanita mak ,cantik.Umurnya sekitar 40 tahunan lah mak." ucap bu Nung lagi.

"Oh, siapa ya ? lalu kemana sekarang wanita itu.?" tanya Fatimah penasaran.

" Sepertinya dia pergi ke mushola mak, tadi saya suruh tunggu di sini, dia nya gak mau,katanya nunggu di mushola aja gitu "jelas bu Nung sambil menunjuk ke arah Mushola.

Episodes
1 Bab.1 Pertemuan
2 Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3 Bab.3 impian yang pupus
4 Bab .4 Menikah muda
5 Bab. 5 Malam Pertama
6 Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7 Bab.7 Mencari pekerjaan
8 Bab.8 Hayati bekerja
9 Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10 Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11 Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12 Bab. 12 Positif Hamil
13 Bab. 13 Cemburu Buta
14 Bab. 14 Melahirkan
15 Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16 Bab. 16 Pemberontakan
17 Bab. 17 Pemuas Nafsu
18 Bab. 18 Ceraikan Aku
19 Bab. 19 Kembali Mengandung
20 Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21 Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22 Bab 22 Harapan Baru
23 Bab. 23 Status Baru
24 Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25 Bab . 25 Ulah Marissa
26 Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27 Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28 Bab. 28 Wanita misterius
29 Bab. 29 Kisah Marissa
30 Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31 Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32 Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33 Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34 Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35 Bab. 35 Kekecewaan Bima
36 Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37 Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38 Bab. 38 Tante Penyelamat
39 Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40 Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41 Bab. 41 Wanita Gila !
42 Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43 Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44 Bab. 44 Dafa !!!
45 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47 Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48 Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49 Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50 Bab 49. Godaan Sang Perawat
51 Bab 50. Suster Anya
52 Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53 Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54 Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55 Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56 Bab 55. Alisha Sakit
57 Bab 56. Wanita penggoda
58 Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59 Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60 Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61 Bab. 60 Masa Lalu Anya
62 Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63 Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64 Bab. 63 Perdebatan
65 Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66 Bab. 65 Arif Menghilang
67 Bab. 66 Kenyataan Pahit
68 Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69 Bab. 68 Mas....
70 Bab. 68 Mas....
71 Bab. 70 Bambang
72 Bab. 71 SUCI
73 Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74 Bab. 73 Penambang Pasir
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Bab.1 Pertemuan
2
Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3
Bab.3 impian yang pupus
4
Bab .4 Menikah muda
5
Bab. 5 Malam Pertama
6
Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7
Bab.7 Mencari pekerjaan
8
Bab.8 Hayati bekerja
9
Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10
Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11
Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12
Bab. 12 Positif Hamil
13
Bab. 13 Cemburu Buta
14
Bab. 14 Melahirkan
15
Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16
Bab. 16 Pemberontakan
17
Bab. 17 Pemuas Nafsu
18
Bab. 18 Ceraikan Aku
19
Bab. 19 Kembali Mengandung
20
Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21
Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22
Bab 22 Harapan Baru
23
Bab. 23 Status Baru
24
Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25
Bab . 25 Ulah Marissa
26
Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27
Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28
Bab. 28 Wanita misterius
29
Bab. 29 Kisah Marissa
30
Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31
Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32
Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33
Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34
Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35
Bab. 35 Kekecewaan Bima
36
Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37
Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38
Bab. 38 Tante Penyelamat
39
Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40
Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41
Bab. 41 Wanita Gila !
42
Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43
Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44
Bab. 44 Dafa !!!
45
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47
Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48
Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49
Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50
Bab 49. Godaan Sang Perawat
51
Bab 50. Suster Anya
52
Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53
Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54
Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55
Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56
Bab 55. Alisha Sakit
57
Bab 56. Wanita penggoda
58
Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59
Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60
Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61
Bab. 60 Masa Lalu Anya
62
Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63
Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64
Bab. 63 Perdebatan
65
Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66
Bab. 65 Arif Menghilang
67
Bab. 66 Kenyataan Pahit
68
Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69
Bab. 68 Mas....
70
Bab. 68 Mas....
71
Bab. 70 Bambang
72
Bab. 71 SUCI
73
Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74
Bab. 73 Penambang Pasir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!