" Bang..kesini sebentar,bapa mau bicara !" perintah pak Ahmad.
" Sebentar pak,Bambang cuci tangan dulu." jawab Bambang yang saat itu sedang menanam pohon sawo di halaman rumah mereka.
" Ada apa pak?" tanya Bambang.
" Bang ,kata ibumu kamu naksir anaknya mak Fatimah ?" tanya pak Ahmad dengan menatap Bambang penasaran.
" Iya pak.Bambang menyukai Hayati dari dulu pak .Hanya saja dulu Hayati masih belia, sekarang hayati sudah lulus sekolah menengah pertama.Artinya ,Hayati sekarang berusia 16 tahun pak." jelas Bambang pada bapa nya.
" Oh ,begitu.Bapa paham,tapi apa kamu sudah memikirkan matang - matang dengan keputusanmu? Hayati masih 16 tahun sedangkan kamu sudah 31 tahun." tanya pak Ahmad.
" Bambang yakin Pak." jawabnya.
" Baiklah ,bapa akan merestui ,tapi apakah kamu sudah berbicara kepada mak Fatimah ,ibu Hayati?"tanya pak Ahmad.
" Belum pak,rencananya hari ini Bambang akan ke rumahnya." ucap Bambang.
" Ya sudah,terserah padamu.Tapi ingat pesan bapa ,jangan kau menyakiti hati wanita,sekiranya kau mampu melindunginya,mencintainya dan menghormatinya sebagai pasanganmu bapa mendukungmu." ucap pak Ahmad sambil menepuk pundak sang anak.
" Terima kasih pak." sahut Bambang bahagia .
Sementara di tempat yang berbeda Bima sedang mengajar di kelas, dia termasuk guru yang teladan,sangat disiplin dan bijaksana .
" Pak guru, hari ini bukannya kita akan mengadakan acara perpisahan untuk bu guru Ina ?" tanya salah seorang murid Bima.
" Iya ,nanti setelah mata pelajaran ini berakhir ya anak- anak.!" jawab Bima dengan tersenyum.
" Yah, kalo bu guru Ina pindah, gimana dong sama pak guru Bima?" tanya murid yang lain.
" Eh, emang kenapa dengan saya ?" jawab Bima keheranan.
" Pak guru bukannya , pak guru sama bu guru Ina itu saling menyukai ya? " tanya murid yang tadi sambil cekikikan.
Begitulah antara guru dan murid ,karena Bima seorang guru menyenangkan sehingga anak - anak itu sangat menyukai nya dan tidak sungkan bercanda gurau dengannya.
" Hus..kata siapa? jangan sok tahu deh." ucap Bima sambil nyengir.
Dasar anak - anak ,mereka tidak tahu bahwa guru mereka diam - diam menyukai gadis lain,gadis yang selama ini ia simpan dalam hatinya.
Sementara di ladang, mak Fatimah sedang mencabut singkong dengan susah payah, karena tubuh renta nya ,kini ia sudah tidak kuat bekerja terlalu berat ,walaupun hanya sekedar mencabut singkong dari dalam tanah.
" Mak..! " teriak Hayati mendekati sang ibu yang sedang kelelahan ditambah terik matahari yang menyengat sehingga pakaian mak Fatimah banjir keringat.
" Hayati..kenapa kamu kesini, disini panas nak, nanti kulit kamu hitam." ucap mak Fatimah dengan sedikit tersenyum ,melihat sang anak membawa bekal makan siang untuknya.
" Gak apa - apa mak, emak kepanasan ,kecapean demi Hayati." ucap Hayati sambil memeluk sang ibu, hati kecilnya sangat perih melihat perjuangan sang ibu untuk dirinya .
"Ayo kita makan sama - sama." ucap Fatimah sambil mencuci tangan dengan air yang Hayati bawa.
" Kau masak apa Hayati?"tanya Fatimah.
" Ini ,Hayati masak pepes tahu ,mak.Kesukaan emak." jawab Hayati.
" Terima kasih nak, emak bersyukur memilikimu dalam hidup emak." ucap Fatimah tak henti - hentinya bersyukur pada Tuhan.
\*\*\*
Sore itu, Bambang yang sedang siap- siap akan ke rumah Hayati,di hampiri ibunya.
" Mau kemana kamu ,bang? rapi amat ." tanya Komala.
"Aku mau ke rumah Hayati bu." jawab Bambang singkat.
" Kenapa kamu tidak dengar ucapan ibu kemarin ? " tanya sang ibu marah.
" Aku juga sudah bilang pada ibu, apapun yang terjadi aku akan tetap melamar Hayati !" tegas Bambang .
Sambil berlalu meninggalkan Komala yang masih terlihat kesal.
" Bambang...!!" teriak Komala.
" Dasar anak itu, sudah di buta kan oleh cinta." gerutu Komala.
Sesampainya didepan rumah Hayati, Bambang tertegun melihat ada seorang pemuda yang duduk di teras rumah Hayati.
' Siapa pemuda itu.' batin Bambang.
Ia pun segera melangkah kan kakinya kedalam teras rumah Hayati.
"Selamat sore, Hayati nya ada? " tanya Bambang pada pemuda itu.
"Oh ada.Hayati sedang ke dapur dulu mengambil minuman." jawab pemuda itu.
Tak berselang lama,Hayati keluar dengan membawa nampan berisi teh hangat untuk pemuda itu.
"Abang ! " ucap Hayati terkejut melihat sosok pria yang tengah berdiri mematung sambil menatapnya.
" Hayati, abang sudah kembali.Apa kabarmu Hayati ?" tanya Bambang penuh kerinduan .
" Baik, bang. " jawab Hayati singkat sambil menunduk.
"Oh ya, kenal kan saya Bima ." ucap pemuda itu.
" Saya Bambang dari kampung sebelah." jawab Bambang .
" Baiklah Hayati,kalo begitu saya permisi dulu !" ucap Bima pamit.
" Oh iya, bang Bima. Terima kasih sudah mengantarkan Hayati pulang dari ladang." ucap Hayati.
" Iya sama - sama." jawab nya.
" Saya permisi Bambang ! " pamit Bima pada Bambang.
" Iya silahkan." jawab Bambang,ia terlihat sedikit kesal karena Hayati dekat dengan pemuda itu.
" Silahkan duduk bang ! " ucap Hayati.
"Iya,terima kasih." jawabnya
" Hayati ,maksud kedatangan abang kesini yaitu untuk membicarakan sesuatu." jelas Bambang dengan sedikit tegang.
"Soal apa bang?" tanya Hayati.
" Hayati ,maukah kau menikah dengan abang ?" tanya Bambang penuh harap.
" Apa ?" Hayati kaget.
"Hayati ,bukankah abang sudah berjanji akan melamar mu saat abang kembali? " jelasnya.
Hayati hanya diam saja ,dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.
"Bagaimana ,Hayati.Apa kau mau menikah dengan abang ?" tanya Bambang lagi.
"Bang saya tidak tau harus jawab apa,saya bingung.Saya juga harus bicara dulu sama emak." tegas Hayati.
"Baiklah ,abang akan menunggu jawaban mu.Bicaralah dulu dengan emak mu itu." jelas Bambang .
" Abang pulang dulu, besok abang kesini lagi ." pamit Bambang.
Hayati hanya bengong melihat kepergian Bambang .ia bimbang harus bagaimana menghadapi Bambang.
"Siapa tadi yang datang,nak ?" tanya Fatimah yang baru keluar dari kamarnya.
" Mak, tadi anaknya pak Ahmad datang lagi.Dia sudah kembali mak, tadi dia berkata ingin melamar Hayati .Bagaimana ini mak ?" tanya Hayati bingung.
"Apa..benar begitu?" ucap Fatimah kaget.
"Iya mak." jawabnya.
" Dia bilang besok dia akan datang lagi untuk bicara pada emak." tutur Hayati bimbang.
" Ya sudah, nanti kita pikirkan lagi, sekarang kamu cepatlah mandi, dan sholat Ashar ." perintah sang ibu.
"Iya mak."jawabnya.
\*\*\*
Besoknya, pagi - pagi sekali Bambang sudah ada di depan rumah Hayati ,sambil mengetuk pintu rumah itu,berharap Hayati membukanya.
"Sebentar !" kata orang dari dalam rumah.
" Nak Bambang !" ucap mak Fatimah kaget .
"Iya mak, apa kabar mak ?" tanya Bambang sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman.
"Alhamdulillah, baik."
" Nak Bambang sendiri bagaimana? kapan pulang dari Jakarta?" tanya Fatimah.
" Kemarin mak, saya langsung kesini karena bertemu Hayati."jelas Bambang.
"Ayo silahkan duduk, biar emak panggil Hayati ." ucap mak Fatimah.
Hayati pun keluar dengan wajah tertunduk ,tak berani menatap Bambang.
"Hayati, emak.Maksud kedatangan saya ini untuk menanyakan hal yang kemarin sudah saya sampaikan kepada Hayati, bahwa saya ingin melamar Hayati ." jelas Bambang panjang lebar.
" Bagaimana menurut emak?" tanya Bambang lagi.
" Begini nak Bambang,bukannya emak tidak setuju.Tapi seperti yang nak Bambang lihat kami orang tidak punya, kami orang miskin nak, tidak punya apa - apa, tidak seperti keluarga nak Bambang yang terhormat, dan lagi Hayati masih 16 tahun .Emak belum bisa melepas Hayati untuk saat ini." jelas Fatimah dengan hati- hati agar tidak menyinggung perasaan Bambang.
Bambang sedikit tertegun dengan jawaban dari mak Fatimah barusan.
" Tunggulah beberapa tahun lagi ,saat Hayati sudah cukup umur untuk menikah ."ucap Fatimah.
" Baiklah mak, saya mengerti, tapi saya mohon Hayati untuk tidak dekat - dekat dengan laki- laki lain."
pinta Bambang dengan penuh permohonan.
"Semua emak serahkan kepada Hayati,biarlah dia yang memutuskan. " ucap mak Fatimah menyudahi pembicaraan mereka .Lalu ia pamit masuk kedalam.
" Hayati bagaimana denganmu ? " tanya Bambang.
"Hayati tidak tau bang,Hayati menurut saja kata emak itu yang terbaik." ucap Hayati.
Bambang yang merasa di tolak oleh Hayati dan Fatimah tidak menyerah begitu saja.
" Abang akan memperjuangkan mu Hayati,abang tidak akan menyerah ." tutur Bambang dengan sedikit rasa kecewa terlihat jelas di matanya.
\*\*\*
Sejak hari itu Bambang tidak menyerah,setiap hari dia datang ke rumah Hayati walau hanya sekedar mengantarkan makanan ,terkadang buah- buahan.Semua cara Bambang lakukan untuk menarik hati Fatimah dan Hayati.
Bahkan Bambang menawarkan Hayati untuk melanjutkan sekolah lagi dan Bambang akan membiayainya,itu pun ia izin pada pak Ahmad, karena saat ini Bambang belum memiliki pekerjaan tetap lagi,setelah om Gilang meninggal.Tapi hayati menolak .Dia tidak mau berhutang budi pada laki - laki itu.
Hari demi hari Bambang terus mengikuti kemana pun Hayati pergi.
Hingga bulan berganti tahun ,Bambang tidak pernah menyerah akan Hayati.
\*\*\*
Kini Hayati menginjak usia 18 tahun.Ia semakin cantik dengan rambut ikal bergelombang ,tubuh yang tinggi semampai ,membuat siapapun laki - laki yang melihat terpesona akan kecantikan Hayati.
Tak terkecuali Bambang sahputra yang selama ini mengejarnya .
Pada suatu malam,pak Ahmad melihat Bambang begitu kurus, ia jarang makan,kerjaan nya hanya bengong saja,sambil melihat poto Hayati.
Pak Ahmad prihatin dengan keadaan anaknya itu.Akhirnya pak Ahmad memutuskan untuk menemui mak Fatimah segera.
" Permisi ! " ucap pak Ahmad di depan pintu Fatimah sambil mengetuk pintu itu.
Pagi - pagi sekali pak Ahmad datang ke rumah Mak Fatimah.
" Siapa?" jawab yang punya rumah.
Lalu keluarlah Fatimah diikuti Hayati yang sedang bersiap - siap untuk berjualan kue keliling.
" Pak Ahmad ?" ucap mak Fatimah kaget.
" Iya ,mak " jawan pak Ahmad.
" Apa kabar mak?" tanya pak Ahmad sopan.
" Baik pak .Silahkan duduk !" jawab Fatimah .
Hayati pun menyalami pak Ahmad dengan sopan.
Sejenak pak Ahmad memperhatikan Hayati.' pantas saja Bambang tergila- gila pada gadis itu, ia sangat ayu.' pikir pak Ahmad.
" Begini mak, maksud kedatangan saya kemari ,untuk membicarakan masalah anak - anak kita.Saya prihatin dengan keadaan Bambang dia sangat menderita karena mengharapkan Hayati .Saya mohon pada emak dan Hayati untuk menerima lamaran anak saya." pinta pak Ahmad dengan sopan.
Dalam hati Fatimah juga kasihan pada Bambang, selama ini dia berusaha keras untuk mendapatkan Hayati ,dia begitu baik dan selalu memberi makanan ataupun oleh - oleh untuk Hayati dan Fatimah.
" Baiklah pak Ahmad, saya mengizinkan Hayati untuk menikah dengan nak Bambang,saya sudah melihat perjuangan nak Bambang untuk Hayati. Tapi seperti yang bapak tau, kami orang tidak punya,kami merasa malu berbesan dengan keluarga bapak yang terhormat ." tutur Fatimah .
" Mak jangan khawatir, kami akan mengurus semuanya, emak tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun.Biar kami yang tanggung ."jawab pak Ahmad senang.
Hayati pun hanya bisa tersenyum bahagia,karena sebentar lagi ia akan menikah dengan pemuda yang kaya raya, dan rupawan.
\*\*\*
Akad nikah di langsungkan dengan sederhana ,sementara resepsi akan di laksanakan bulan depan.
Tidak banyak yang hadir, hanya keluarga terdekat dan tetangga terdekat saja yang di undang.
" Alhamdulillah ." Ucap pak Ahmad.
" Sekarang kalian resmi menjadi suami istri . Semoga pernikahan kalian langgeng dan bahagia." doa pak Ahmad.
" Aamiin."
Semua berbahagia ,kecuali Komala dan Rosidah,yang dari awal tidak merestui hubungan Bambang dan Hayati.
Dia terpaksa mengikuti perintah sang suami karena keadaan Bambang yang menghawatirkan.
Setelah semua tamu pulang, semua orang masuk ke kamar masing - masing ,'Hari ini begitu melelahkan.'
batin Komala. Ia pun beranjak meninggalkan Hayati dan Bambang berdua.
" Ayo kita masuk ke kamar kita !" ajak Bambang pada Hayati.
Yang di balas dengan anggukan oleh Hayati.
" Bang...Hayati minta maaf saat ini Hayati sedang datang bulan." ucap Hayati malu- malu.
" Tidak apa - apa Hayati , abang akan menunggu."jawab Bambang sedikit kecewa.
" Maaf ,bang .Untuk sementara bisa kah abang tidur di sopa dulu.Hayati takut abang tidak bisa menahan diri." tutur Hayati ragu - ragu takut menyinggung perasaan Bambang.
" Baiklah Hayati, menunggu beberapa hari tidak masalah bagi abang.Selama ini abang menunggumu bertahun - tahun lama nya." ucap Bambang lalu mencium kening istrinya itu.
Sementara di tempat lain, Bima yang sedang hancur hatinya karena gadis pujaannya di ambil orang.
hanya bisa meratap sedih,berkali - kali ia melayangkan tinju nya pada tembok kamarnya.
" Ah.....!!!!" teriak Bima kesal.
Mak Fatimah sedang menatap poto almarhum suaminya.
" Pak anak kita sudah menikah." sekarang emak sendirian pak.Semoga Hayati bahagia dengan pernikahannya." ucap mak Fatimah bicara pada diri sendiri.
" Seandainya kau masih hidup pak,kau juga pasti bahagia kan pak? " ucap mak Fatimah pada poto almarhum suaminya.
Walaupun Hayati anak bawaan dari suaminya tapi sudah mengganggap Hayati seperti putrinya sendiri,karena ia tidak memiliki keturunan dengan bapak Hayati maupun dengan suami sebelumnya.
Sebenarnya, ibu kandung Hayati masih ada ,dia tinggal di luar kota di daerah.Pernah dulu sekali dia datang untuk mengambil Hayati saat bapak nya meninggal.
Tapi ,almarhum bapak nya berpesan agar Fatimah yang merawat Hayati, karena almarhum percaya Fatimah akan merawat dan menjaganya dengan baik.
Benar saja, Fatimah merawat Hayati dengan penuh cinta,hingga ia tumbuh menjadi gadis yang baik dan sholehah.
Almarhum bapak Hayati dulunya adalah seorang guru honorer hingga beliau wafat .
Sebenarnya dulu bapak Hayati memiliki beberapa petak sawah, dan kebun.Tapi semuanya habis di jual untuk biaya pengobatan bapak Hayati, karena memiliki penyakit serius .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments