" Ah,...kepalaku pusing ," keluh Hayati sesaat setelah bangun dari tempat tidur nya.
Pagi ini ia merasa badannya kurang fit ditambah lagi cuaca yang tak menentu membuat badannya semakin drop.
" Bagaimana ini , aku tidak boleh sakit , hari ini ada meeting dengan buyer dari Cina, belum lagi sample yang mereka minta belum selesai," ucap Hayati pada dirinya sendiri .
Segera ia bangkit dari ranjangnya, sesaat ia melirik samping tempat tidurnya, suaminya tak pulang lagi , sudah dua hari Bambang tak pulang , terakhir dia buru - buru pergi dengan membawa sebuah amplop besar, sebelum Hayati bertanya apa yang ia bawa , suaminya itu sudah keburu pergi tanpa mengatakan apa pun.
"Apa yang dia bawa ya, aku penasaran ," batinnya.
Dengan langkah gontai ia berusaha berdiri, tapi kepalanya terasa berputar -putar membuat ia mengurungkan niatnya dan duduk kembali.
Untunglah setelah dioles balsem , pusingnya sedikit berkurang , ia pun bangkit dan bersiap untuk pergi bekerja.
" Bu, Hayati minta maaf , tidak sempat memasak dulu ,tadi kepalaku pusing, jadi tadi tiduran sebentar, lalu mengurus si kembar, sekarang Hayati harus segera berangkat bu , " ucap Hayati menyesal , karena selama ini Hayati selalu memasak dan beberes rumah sebelum berangkat bekerja.
" Tidak apa- apa , udah kamu berangkat saja , biar nanti ibu masak sendiri." jawab sang ibu mertua sambil mengusap tangan menantunya itu, ia tahu Hayati pasti kelelahan karena kemarin ia harus kerja lembur, sementara anak lelakinya entah kemana.
" Terima kasih bu, nanti pulang kerja Hayati beliin makanan ya !" ucap Hayati sembari pamit .
Ojeg langganan Hayati sudah menunggu di depan pagar rumah mereka, mang Ojan namanya.
" Maaf ,lama ya, mang ?!" seru Hayati .
" Ah, tidak neng ,!" ucap mang ojan ramah.
" Langsung berangkat ya mang .Saya udah kesiangan nih !" ucap Hayati sembari memakai helm.
" Iya, neng."
" O ya neng, kemarin saya lihat den Bambang naik mobil malem - malem. " kata mang Ojan sambil melajukan motor matiknya .
" Dimana ,mang ?" tanya Hayati penasaran.Karena suaminya sudah dua hari tidak pulang.
" Di perempatan jalan , saya lihat dia masuk mobil warna putih, sekitar pukul 11 malam lah neng." tutur mang Ojan.
" Mang Ojan tahu sama siapa suami saya perginya dan kemana ?" tanya Hayati mengeraskan suaranya karena deru suara kendaraan sangat bising .
" Wah, kalau itu saya kurang tahu neng ." jawab mang Ojan.
'Keterlaluan kamu ,bang.' batin Hayati.
Sesampainya di pabrik, Hayati langsung menghadap Manager , untuk menyerahkan sample produk terbaru mereka.
" Masuklah, " ucap pak Manager, setelah ada seseorang yang mengetuk pintu ruangannya .
" Permisi ,Pak .Ini sample yang anda minta ,Pak."
" Oh, iya. Biar saya periksa dulu, " ucap Pak manager membuka map besar berwarna biru itu.
Melihat gambar - gambar desain model pakaian terbaru,yang di buat oleh Hayati.
Juga sample pakaian yang telah Hayati buat .
" Hem ..cukup bagus, sepertinya kamu berbakat dalam mendesain pakaian yang modern Hayati , kalau kau terus belajar saya yakin kamu akan jadi seorang desainer hebat ." ucap Pak manager menyelamati .
Memang , Hayati sangat berbakat dalam menggambar, di tambah ia mahir menjalankan mesin jahit, setelah diangkat jadi Supervisor , ia juga sering di suruh oleh Pak manager untuk menggambar desain pakaian .
Setelah mereka melakukan meeting , untuk memilih desain siapa yang akan di pakai , desain milik Hayati lah yang terpilih .
"Alhamdulillah, terima kasih pak !" ucap syukur Hayati, ia tidak pernah menyangka, bahwa desainnya akan terpilih.
" Selamat ,Hayati. Kamu sungguh luar biasa, rajin dan berbakat. " ucap Pak manager sambil tersenyum ramah, ia terlihat tampan dengan senyum hangatnya. Walaupun usianya sudah kepala empat , tapi ia masih sangat gagah dan tampan.
"Terima kasih banyak pak!" ucap Hayati lagi, saat Hayati mau menyalami atasannya itu, tiba - tiba kepalanya kembali pusing.
" Kamu kenapa ,Hayati ?!" ucap Pak manager yang bernama ,Arif itu .
" Kepala saya pusing, Pak. " keluh Hayati.
" Ayo, saya bantu, duduklah ." ucap Pak Arif , lalu ia membuatkan teh hangat untuk Hayati. Dan menelpon security untuk membawa Hayati ke klinik perusahaan.
" Bagaimana , keadaanmu sekarang ?" tanya Pak Arif , sesaat setelah Hayati di periksa oleh petugas kesehatan di sana .
" Alhamdulillah, mendingan Pak, "
" Sebaiknya kamu istirahat saja, gak usah mikirin kerjaan. " ucap Pak Arif lagi.
" Bagaimana hasilnya, Dok ?" tanya Pak Arif pada dokter yang merawat Hayati itu .
" Nona Hayati sedang mengandung , Pak !" jawab Dokter .
Pak Arif sedikit terkejut, yang ia tahu Hayati memiliki Bayi kembar yang masih balita.
" Kamu sedang mengandung Hayati , " ucap Pak Arif menyampaikan hasil pemeriksaan dokter tadi .
" Apa ? " Hayati kaget lalu menatap ke arah dokter yang memeriksanya. Lalu dokter itu pun mengangguk sembari tersenyum ramah.
" Selamat ya, bu !" ucapnya. Lalu pamit keluar ,meninggalkan mereka berdua.
Hayati masih tertegun, ia sungguh tidak mengira ia akan kembali mengandung secepat ini .
" Hayati, kamu baik - baik saja ?" tanya Pak Arif khawatir.
" Hiks..hiks..." Hayati tiba- tiba menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Pak Arif yang melihat Hayati menangis , ia bingung harus berbuat apa .
" Hayati , kamu kenapa menangis, apa kamu tidak senang dengan kehamilanmu itu ?" tanya Pak Arif merasa iba, melihat wanita ayu di depannya menangis tersedu - sedu.
" Maaf kan saya pak, saya terbawa perasaan ." ucapnya sambil mengusap air matanya, yang tak berhenti mengalir.
" Hayati kalau kamu ada masalah, cerita lah pada saya, siapa tahu saya bisa bantu ." tawar Pak Arif .
Sebenarnya, Pak Arif sudah mengetahui soal rumah tangga Hayati dari Devi teman Hayati.
Dengan susah payah ia membujuk Devi agar mau menceritakan tentang Hayati kepadanya, dengan di iming -imingi dapat bonus.
Karena Arif tertarik pada sosok Hayati yang lembut dan rupawan itu, sehingga ia penasaran dengan kehidupannya.
Setelah mengetahui tentang Hayati, ia semakin tertarik padanya, dan merasa iba kepada Hayati, segala cara ia lakukan agar ia selalu dekat dengan Hayati ,tapi ia selalu gagal , karena Hayati selalu menolak tawarannya saat ia ingin mengantarnya pulang, atau sekedar mengajaknya makan .
" Terima kasih , pak. Pak maaf , kalau boleh, saya mau izin pulang ,"
ucap nya .
" Baiklah, istirahatlah di rumah , kamu boleh cuti 3 hari. " jawab Pak Arif ramah.
"Terima kasih pak, "
" Security akan mengantarmu pulang !" ucap pak Arif lagi.
"Baik, pak .Sekali lagi terima kasih banyak pak, anda baik sekali ," ucap Hayati .
" Sama - sama, cepat sembuh ya, jaga kandunganmu !" kata pak Arif sambil tersenyum hangat.
"Hayati , sungguh beruntung lelaki yang menjadi suamimu , andai aku punya kesempatan , aku tidak akan pernah menyakitimu Hayati." batin pak Arif pilu.
Diketahui, bahwa pak Arif seorang duda beranak satu, sudah hampir 2 tahun ia menduda.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments