Bab.3 impian yang pupus

Hari berganti bulan,bulan berganti tahun ,kini Hayati telah lulus SMP ,ia sedang bingung apa yang harus di lakukan ,ingin sekali ia melanjutkan ke SMA .Tapi Hayati sadar diri,darimana ia akan mendapatkan uang untuk biaya masuk SMA .Sedangkan untuk makan sehari -hari saja serba kekurangan. Ibu nya yang setiap hari bekerja di ladang dan sawah milik tetangga ,sedangkan ia berjualan kue keliling jika libur sekolah.

"Hayati, kenapa kau melamun nak?" tanya Fatimah penasaran sebab dari kemarin dilihatnya Hayati murung .

"Tak ada apa-apa mak, hanya saja kemarin guru Hayati bertanya apa Hayati akan melanjutkan ke sekolah menengah atas atau tidak.Hayati bingung mak?" jelas Hayati sambil mengusap matanya yang mulai basah.

"Anakku,maafkan emak mu ini belum bisa mendapatkan uang untuk pendaftaran masuk SMA ,emak coba mencari pinjaman ke saudara kita ,tapi hasilnya nihil." sedih Fatimah .

"Mak, biarlah Hayati tak usah melanjutkan sekolah,biarlah Hayati bekerja membantu emak di sawah,nanti kalo kita sudah punya uang Hayati bisa melanjutkan sekolah ." ucap Hayati sambil memeluk ibunya.

"Anakku, emak sedih jika kau bersedih.Seandainya dulu sawah kita tidak kita jual,mungkin saat ini kita kau bisa melanjutkan sekolah mu,dan kehidupan kita tidak akan sesulit ini." ucap Fatimah sambil terus meneteskan air mata.

"Emak, jangan menangis,ini sudah jadi takdir hidup kita." Hayati mencoba menenangkan sang ibu.

" Hayati emak harap kelak kau akan hidup enak,menemukan jodoh yang bisa membahagiakan mu nak,dari kecil kau hidup susah,semoga kelak kau bahagia ,anakku." doa sang ibu untuk anak tercinta.

"Aamiin. Hayati berterima kasih emak sudah merawat Hayati sedari kecil sampai sekarang."ucap Hayati sambil memeluk tubuh renta sang ibu.

Sementara di kediaman pak Ahmad ,bu Komala sedang menyiram tanaman di pekarangan rumahnya yang luas, sesekali ia mencabuti rumput yang tumbuh liar di sekitar bunga bunga kesayangannya.

" Bu. Aku minta uang dong !" teriak Sari dari depan teras rumahnya.

" Kamu tuh ya, uang terus ,buat apa lagi sekarang?"tanya Komala.

"Aku mau jalan sama teman- teman ku ." jawab Sari.

"Nih ,awas pulangnya jangan malam -malam ,nanti bapa mu marah sama ibu." terang Komala.

"Siap ,bu."

" Aku pergi dulu ya"pamit sari lalu melangkah pergi meninggalkan sang ibu.

Tak lama kemudian datang Rosidah dan suaminya Anwar ,mereka belum memiliki keturunan meski pun mereka menikah sudah menginjak 3 tahun.

" Bu ,bang Anwar akan ke peternakan memeriksa jumlah pakan yang di perlukan." jelas Rosidah.

"oh,iya -iya,jangan lupa catat juga berapa ayam yang mati hari ini, kemarin ibu dengar ayam kita pada mati,tolong kamu periksa juga ayam -ayam yang masih hidup ,kalo - kalo ada yang sakit,langsung potong saja." perintah Komala kepada Anwar.

" Baik bu."jawab Anwar

" Bu hari ini Bambang jadi pulang kan?"tanya Rosidah.

" Ya jadi dong ,kalo enggak ibu susul ke kota ." jawab Komala sambil tertawa.

Sementara di Jakarta.Bambang yang sedang melayani pelanggan di toko bahan bangunan milik sang paman itu.Yah Bambang di percaya oleh pamannya yang bernama Gilang untuk mengelola tempat usaha nya,dikarenakan om Gilang sering sakit -sakitan.Sementara beliau tidak memiliki keturunan.Hanya Bambang lah yang ia percaya,ia merawat Bambang dari kecil karena sang istri tidak kunjung hamil.

Bambang mendapatkan telepon dari istri om Gilang.

" Bambang,cepat pulang.om ,om Gilang Bang,om Gilang !" suara istri om Gilang sambil menangis.

" Tante, ada apa dengan om Gilang?" tanya Bambang.

" om Gilang meninggal .Hiks..Hiks.." menangis istri om Gilang semakin kencang.

" Inalillahi.Bambang segera pulang ,tante." jawab Bambang lalu menutup telepon nya.

Sesampainya di rumah ,om Gilang sudah terbujur kaku ,dengan di tutupi kain kapan.

" Om, maafkan Bambang ,om !"isak Bambang sambil memeluk jasad pamannya.

Suasana di rumah om Gilang pilu dengan tangisan orang orang terdekat om Gilang, jenazah belum di kebumikan karena menunggu keluarga dari kampung om Gilang yaitu keluarga Bambang.

Sore hari ,akhirnya jenazah om Gilang di kebumikan,setelah semua keluarga hadir.

Mereka semua larut dalam kesedihan.

Beberapa hari kemudian, datang dua orang pria berpakaian rapi menghampiri istri om Gilang yang sedang duduk termenung di depan teras rumahnya.

"Permisi bu, kami dari pihak bank, apa betul ini dengan bu Arini ,istri dari mendiang bapak Gilang?" jelas kedua pria itu.

" Iya betul,ada apa ya,pak?" tanya Arini heran.

" Begini bu, kami minta maaf sebelumnya,ini adalah surat-surat kepemilikan rumah dan tempat usaha bahan bangunan milik pak Gilang yang telah di gadaikan kepada kami."jelas pria itu.

" Apa? " Arini kaget dengan pernyataan kedua pria itu.

" Iya bu, jadi waktu masih hidup ,pak Gilang meminjam sejumlah uang dengan nilai yang besar kepada kami dengan menggadaikan rumah dan tempat usaha nya, dan selama ini pak Gilang tidak membayar selama 3 bulan,oleh sebab itu kami akan menyita seluruh rumah dan tempat usahanya."jelas kedua pria itu panjang lebar.

Bambang yang tidak sengaja lewat,dan mendengar percakapan mereka sangat terkejut.Di tidak menyangka kalau selama ini pamannya memiliki hutang yang sangat besar,mungkin itulah sebab nya om Gilang sering sakit.Hingga beliau meninggal dunia, menanggung penderitaan seorang diri ,tanpa ada yang tahu.

Seketika Arini pingsan,dia benar - benar syok dengan kejadian yang begitu tiba - tiba ini ,baru kemarin ditinggal sang suami .Sekarang ia harus menghadapi kenyataan ,seluruh hartanya akan sirna dalam sekejap.

Setelah siuman Arini berbicara pada Bambang.

"Bang ,besok pagi kita berangkat ke kampung orang tua mu, tante ingin membicarakan semua ini dengan ibu mu." ucap Arini dengan suara serak karena terus terusan menangis.

" iya tante."

Keesokan pagi .Mereka pun berangkat menuju kampung tempat tinggal keluarga Bambang.

Sore hari mereka baru sampai.

mereka pun berkumpul di ruang keluarga ,karena Arini ingin semua hadir untuk membicarakan masalah yang menimpanya.

" Begini mbak, saya datang kesini untuk mengatakan kepada kalian ,kalo ternyata almarhum bang Gilang telah menggadaikan seluruh harta benda kami kepada pihak bank.Selama ini almarhum tidak pernah mengatakan apa pun kepada saya.

Saya sangat terpukul dengan semua kejadian ini,oleh karen itu, peternakan,sawah dan ladang yang ada di sini terpaksa saya ambil,karena saya butuh untuk bertahan hidup dan melunasi sisa- sisa hutang almarhum." jelas Arini panjang lebar .

Bagai petir di siang bolong ,keluarga Bambang sangat terkejut ,terutama pak Ahmad dan bu Komala.Bagaimana tidak aset yang selama ini mereka jaga dan rawat akan di ambil pemiliknya,apa kata orang - orang kalo mereka tahu bahwa harta yang selama ini mereka agung -agung kan ternyata milik om Gilang.

Mau bagaimana lagi ,mereka hanya bisa pasrah .

"Rumah ini sebagian milik Ahmad jadi rumah ini tidak akan saya ambil dan satu petak sawah akan saya berikan untuk kalian bisa bertahan hidup dengan hasil tani." ucap Arini, dia juga masih punya perasaan,bagaimanapun mereka saudara almarhum suaminya .

Setelah semua selesai Arini pun kembali ke kota,untuk melanjutkan hidupnya.

Sementara Bambang,ia tidak akan ke kota lagi ,karena sudah tidak ada lagi yang bisa ia kerjakan di sana.

" Bu, kita bangkrut !" teriak Rosidah dengan air mata yang mengalir.

" hiks..hiks..ibu tidak menyangka ini semua akan terjadi pada kita."keluh Komala.

" Sabar bu,ini semua sudah kehendak Tuhan."

" Bapak ini, sabar ,sabar bisanya.apa gak nyesek harta kita hilang begitu saja?" teriak Komala pada sang suami.

"Bu, jangan bicara seperti itu,gini - gini aku suami mu ! " jawab pak Ahmad dengan suara lantang.

Komala hanya bisa menangis sambil pergi meninggalkan suaminya ke kamar.

Sementara Bambang yang menyaksikan semua itu hanya bisa menarik napas panjang,jujur ia juga sangat terpukul.Rencananya saat ia kembali akan melamar Hayati .Tapi bagaimana saat ini kondisinya seperti ini.

" Ah, aku tidak peduli,pokoknya aku akan tetap melamar Hayati secepatnya,aku tidak mau gadis pujaan ku di ambil orang." ucap Bambang dalam hati.

Pagi itu Bambang masih tertidur di kamarnya,saat Sari menggedor- gedor pintu kamarnya.

"Apa?" bisa gak berisik ?" teriak Bambang kepada Sari.

" Kakak,ko kakak galak gitu sih ,biasanya gak pernah bentak Sari." ucap Sari sedih.

" Sudah pergi sana,aku masih ngantuk." teriak Bambang sambil menutup pintu kamar nya.

Memang ,semenjak peristiwa itu Bambang jadi tempramental ,sering marah - marah,kerjaannya hanya tidur dan nongkrong .

Bu Komala juga tidak memperdulikan anaknya itu,ia juga sama - sama syok atas kejadian itu.

Sore itu,Bambang duduk di samping sang ibu ,yang sedang berbicara dengan Rosidah.

"Bu, Bambang ingin bicara penting." ucap Bambang.

" Katakanlah." jawab Komala.

" Bu,aku ingin melamar seorang gadis." ucap Bambang dengan menatap sang ibu.

" Apa? " Komala kaget dengan yang di ucapkan Bambang .

" Gadis yang mana ,yang kau maksud?" tanya Komala penasaran .Karena selama ini Bambang tidak pernah membawa seorang gadis pun ke rumah.

" Iya bu, gadis itu bernama Hayati ,anak dari mak Fatimah dari kampung sebelah." jelas Bambang penuh semangat.

"Fatimah yang suka bekerja di ladang kita,yang janda itu ?" tanya Komala kaget.

" Iya bu." jawab Bambang.

"Apa kamu tidak salah pilih? " dia kan orang miskin sama sekali tidak punya apa-apa." ucap Komala sedikit emosi.

" Memang kenapa bu,kalo mereka miskin,aku mencinta Hayati.Dia gadis yang sangat cantik,dan sopan.Hanya dia yang aku mau." jelas Bambang penuh keyakinan .

"Tidak,ibu tidak setuju, ibu akan carikan kau gadis yang pantas kau nikahi." jelas Komala .

"Tidak bu,aku tidak mau gadis lain,aku mau Hayati, selama 3 tahun aku menunggu Hayati."

"Sekarang aku sudah mantap untuk melamarnya." ucap Bambang sambil melotot kepada Komala.

" Bambang, anak tidak tau diri kamu,berani ngomong gitu sama ibu !" teriak Rosidah marah.

" Kakak juga tidak setuju kamu menikah dengan gadis miskin itu,malu aku punya adik ipar orang miskin ." ejek Rosidah.

" Sudah lah, aku tidak peduli dengan omongan kalian ,pokoknya aku akan tetap melamar Hayati !"

teriak Bambang sambil berlalu meninggalkan ibu dan kakaknya.

Didalam kamar, Bambang murka dan membanting barang - barang yang ada di kamarnya.

"Sialan , kenapa semua ini harus terjadi ?" teriak Bambang sambil menendang ranjang nya.

Pak Ahmad baru tiba saat mendengar ribut - ribut di rumah.

" Ada apa ini ?" tanya pak Ahmad kepada Komala sang istri.

" Si Bambang pak, dia mau melamar anaknya si Fatimah ,janda yang suka bekerja di ladang kita." jelas Komala sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

" Benarkah itu?" lalu apa masalahnya?" tanya pak Ahmad .

" Bapa ini gimana sih,si Fatimah itu kan orang tidak punya ,apa yang bisa di banggakan dari mereka,hanya akan menyusahkan saja, belum lagi apa kata orang - orang?" jelas Komala.

"Bu, kita tidak boleh begitu,mereka juga manusia ,sama seperti kita,lalu apa yang kita punya? kita juga sama tidak punya apa- apa.

Sudahlah jangan seperti itu,kita izinkan saja Bambang melamar gadis itu." terang pak Ahmad dengan tenang.Memang ,di keluarga itu hanya pak Ahmad yang paling bijaksana.

Sementara ditempat Fatimah yang saat itu sedang menjemur padi ,seorang tetangga menghampirinya.

" Mak, lagi jemur padi ya?" tanya bu Eti .

" Iya bu .Mau kemana ?"tanya mak Fatimah.

" Ini ,saya mau nyuruh Hayati menjualkan dagangan saya mulai besok, bukankah Hayati sudah lulus sekolah?" tanya bu Eti.

" Iya , sebenarnya Hayati ingin melanjutkan sekolah ,tapi mau gimana lagi keadaan emak seperti ini." ucap Fatimah.

" Iya, sayang ya mak,padahal Hayati kan pintar dan cantik juga." tutur bu Eti.

Tak lama kemudian Hayati datang dia baru saja mengambil jemuran di belakang rumah.

" Hayati ,besok kamu jualan lagi ya?" tanya bu Eti.

" Iya, bu Eti." jawab Hayati.

Begitulah keseharian Hayati setelah lulus sekolah,harapannya ada keajaiban yang datang.

" Bima, sini ! "

teriak bu Eti kepada anaknya. Bima adalah pemuda di kampung itu yang paling sholeh,rajin ke mesjid dan rajin membantu sesama,saat ini ia sedang mengajar di sebuah sekolah dasar di kampung sebelah.

" Iya bu, ada apa?" jawab Bima.

" Ini Hayati besok mau dagang dagangan ibu.Nanti kamu kasih pinjam sepeda kamu ya?"pinta bu Eti.

" Oh ,iya bu boleh." jawab Bima dengan sopan.Lalu ia melirik ke arah Hayati yang tertunduk malu,sebenarnya Bima sangat menyukai gadis itu,tapi ia tidak ada keberanian untuk mendekatinya.

"Hayati,kamu sudah lulus kan? apa kamu akan melanjutkan sekolah mu ?" tanya Bima kepada Hayati.

" Tidak bang, Hayati berhenti dulu,nanti kalau sudah ada uang ,Hayati lanjut sekolah SMA nya." jelas Hayati.

"Oh, begitu.Ya sudah saya permisi mau ke mesjid." pamit Bima kepada Hayati dan ibunya.

" Iya bang." jawab Hayati.

Di perjalanan, Bima terus saja memikirkan Hayati ia senyum - senyum sendiri,kala mengingat wajah Hayati yang teduh dan ayu .

Perasaan Bima terhadap Hayati ia rasakan sudah dari 2 tahun yang lalu,dia sangat terpesona dengan ketekunan Hayati ,dan kebaikannya.Selain wajahnya yang rupawan,Hayati juga pintar mengaji,gadis idaman semua laki - laki.

Terpopuler

Comments

Gadih Hazar

Gadih Hazar

Owalah ternyata Bambang orgnya emosian ya... kasian juga bila berjodoh dg Hayati

2023-02-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bab.1 Pertemuan
2 Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3 Bab.3 impian yang pupus
4 Bab .4 Menikah muda
5 Bab. 5 Malam Pertama
6 Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7 Bab.7 Mencari pekerjaan
8 Bab.8 Hayati bekerja
9 Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10 Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11 Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12 Bab. 12 Positif Hamil
13 Bab. 13 Cemburu Buta
14 Bab. 14 Melahirkan
15 Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16 Bab. 16 Pemberontakan
17 Bab. 17 Pemuas Nafsu
18 Bab. 18 Ceraikan Aku
19 Bab. 19 Kembali Mengandung
20 Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21 Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22 Bab 22 Harapan Baru
23 Bab. 23 Status Baru
24 Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25 Bab . 25 Ulah Marissa
26 Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27 Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28 Bab. 28 Wanita misterius
29 Bab. 29 Kisah Marissa
30 Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31 Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32 Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33 Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34 Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35 Bab. 35 Kekecewaan Bima
36 Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37 Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38 Bab. 38 Tante Penyelamat
39 Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40 Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41 Bab. 41 Wanita Gila !
42 Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43 Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44 Bab. 44 Dafa !!!
45 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47 Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48 Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49 Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50 Bab 49. Godaan Sang Perawat
51 Bab 50. Suster Anya
52 Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53 Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54 Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55 Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56 Bab 55. Alisha Sakit
57 Bab 56. Wanita penggoda
58 Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59 Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60 Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61 Bab. 60 Masa Lalu Anya
62 Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63 Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64 Bab. 63 Perdebatan
65 Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66 Bab. 65 Arif Menghilang
67 Bab. 66 Kenyataan Pahit
68 Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69 Bab. 68 Mas....
70 Bab. 68 Mas....
71 Bab. 70 Bambang
72 Bab. 71 SUCI
73 Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74 Bab. 73 Penambang Pasir
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Bab.1 Pertemuan
2
Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3
Bab.3 impian yang pupus
4
Bab .4 Menikah muda
5
Bab. 5 Malam Pertama
6
Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7
Bab.7 Mencari pekerjaan
8
Bab.8 Hayati bekerja
9
Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10
Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11
Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12
Bab. 12 Positif Hamil
13
Bab. 13 Cemburu Buta
14
Bab. 14 Melahirkan
15
Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16
Bab. 16 Pemberontakan
17
Bab. 17 Pemuas Nafsu
18
Bab. 18 Ceraikan Aku
19
Bab. 19 Kembali Mengandung
20
Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21
Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22
Bab 22 Harapan Baru
23
Bab. 23 Status Baru
24
Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25
Bab . 25 Ulah Marissa
26
Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27
Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28
Bab. 28 Wanita misterius
29
Bab. 29 Kisah Marissa
30
Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31
Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32
Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33
Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34
Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35
Bab. 35 Kekecewaan Bima
36
Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37
Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38
Bab. 38 Tante Penyelamat
39
Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40
Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41
Bab. 41 Wanita Gila !
42
Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43
Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44
Bab. 44 Dafa !!!
45
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47
Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48
Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49
Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50
Bab 49. Godaan Sang Perawat
51
Bab 50. Suster Anya
52
Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53
Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54
Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55
Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56
Bab 55. Alisha Sakit
57
Bab 56. Wanita penggoda
58
Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59
Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60
Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61
Bab. 60 Masa Lalu Anya
62
Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63
Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64
Bab. 63 Perdebatan
65
Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66
Bab. 65 Arif Menghilang
67
Bab. 66 Kenyataan Pahit
68
Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69
Bab. 68 Mas....
70
Bab. 68 Mas....
71
Bab. 70 Bambang
72
Bab. 71 SUCI
73
Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74
Bab. 73 Penambang Pasir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!