Malam semakin larut, angin berhembus begitu kencang.
Hujan tak henti-hentinya mengguyur bumi dari sejak sore.
Hayati menyelimuti ke dua bayinya dengan selimut tebal,ia memilih untuk duduk di dekat jendela kamarnya yang tertutup sembari menyingkap gorden melihat ke arah luar jendela ,tapi sosok yang di tunggunya belum juga muncul.
Sudah sejak pagi suaminya keluar , dan belum kembali sampai tengah malam begini.
Ponselnya tidak dapat di hubungi.
Ada perasaan cemas dalam hati Hayati, 'tidak biasanya jam segini belum pulang' batin Hayati.
Diluar cuaca sangat buruk,angin kencang di sertai hujan yang lebat.
"Dimana kau bang ?" ucapnya pada diri sendiri.
***
Sementara di tempat lain.
" Jadi gitu ,Bang.
Awalnya gue modal dikit doang , tapi lama - lama lo bisa lihat sendiri hasilnya , duit gue banyak..!" ucap Dani membanggakan diri.
" Lu yakin Dan ? gue gak harus kerja ? " tanya Bambang penasaran.
" Kan udah gue bilang tadi, kita mau bisnis , elu punya duit ,gue punya duit, kita beli itu lahan sawit, lalu kita garap , kita gak perlu keluar tenaga, nanti kita suruh pekerja yang melakukannya, kebetulan yang punya lahan ,paman gue, dia gak rela kalau lahannya di ambil orang, makanya sebelum di jual ke orang lain , paman gue nawarin ke gue, berhubung duit gue gak cukup, karena kemaren gue habis beli rumah baru di kota, ya jadinya gue bingung.
Akhirnya gue ,ingat elu, gue kasihan sama elu belum dapat kerjaan juga, gak ada salahnya kita coba berbisnis, karena gue percaya sama elu Bang, elu kan pinter dalam segala hal, sedangkan gue cuma lulusan SMA .
Makanya kalau kita kerja sama pasti kita akan sukses besar, gue dan elu jadi rekan bisnis , gimana ?" jelas Dani panjang lebar.
" Tapi gue gak punya duit , Dan.Lu tahu sendiri keluarga gue bangkrut, yang tersisa hanya rumah dan tanah pesawahan." ucap Bambang sedih.
"Nah, itu maksud gue, elu bisa gadaikan rumah dan sawah elu, uangnya buat kita beli lahan sawit itu, dari keuntungannya saja, gak akan butuh waktu lama , duit elu bakal balik lagi bahkan ada lebihnya.
Elu gak perlu capek -capek kerja, tinggal tunjuk-tunjuk beres, tiap panen duit ngalir, gimana keren kan ?" tanya Dani meyakinkan.
" Lu gak usah khawatir ,ini investasi legal , lu lihat gue dong, kalo elu mau sukses jangan pernah ragu - ragu ,," ucap Dani lagi.
" Nanti gue pikir - pikir lagi deh..!" ucap Bambang sambil menyeruput kopi hitamnya.
" Alah, elu mah banyak mikirnya, gini aja besok kita datangi itu perkebunan sawit,paman gue lagi terlilit hutang ke rentenir , dia pengen segera menjual lahan perkebunannya.
Jadi maksud gue kita join setengah - setengah, elu tinggal siapkan dana seperti yang telah gue sebutkan tadi, nanti gue tinggal nambahin setengahnya.
Nanti kalau sudah jadi hak milik kita, kita kembangin ,dan gue yakin kalau kita bekerja sama kita pasti sukses jadi pengusaha sawit bro ,,!" ucap Dani terbahak - bahak.
" Ok, elu pikir - pikir aja, dulu.Tapi usahakan besok udah ada keputusan ya, kalau elu gak mau, gue akan ngajak si Anwar buat kerjasama sama gue,soalnya gue gak mau lahan itu jatuh ke tangan orang lain ,,!" ucap Dani .
" Elu udah coba ngambil pinjaman ke Bank , Dan ?" tanya Bambang lagi.
" Gue baru 2 bulan ngambil pinjaman ke Bank , buat nambahin beli rumah yang di kota itu, gue juga nyesel, baru tahu sekarang paman gue mau jual lahan sawitnya, kalau gue tahu dari awal ,gue gak bakalan beli rumah dulu, pasti gue beli dulu lahan sawit itu, tapi mau gimana lagi semua sudah terlanjur.
Duit gue gak cukup, makanya gue ngajak join elu , Bang." bujuk Dani.
" Oke deh, gue butuh berpikir ,soalnya tanah pesawahan dan rumah milik orang tua gue,," ucap Bambang.
" Ok, gue tunggu jawaban elu besok. "
" Gue balik dulu ya ,Dan. Besok gue sini lagi." pamit Bambang sambil mengenakan jaket kulitnya ."
" Oke ,bro."
**
Paginya, Hayati bersiap - siap hendak pergi bekerja, saat melewati kursi tamu ia melihat suaminya tengah tertidur pulas.
" Bang, bangun !"
" Bang ,,!!" teriak Hayati ,karena suaminya tak mau bangun juga.
" Ada apa Hayati ?" tanya ibu mertuanya.
" Ini bu, ayah si kembar tidur di kursi , gak bangun - bangun.Hayati kira dia gak pulang sampai tengah malam Hayati nungguin." jelas Hayati kesal.
" Ya, ampun anak ini, semakin tak waras ! sudah kamu berangkat saja, biar ibu yang bangunkan. " perintah ibu mertuanya.
" Baiklah bu, titip si kembar ya , bu ! nanti emak datang bentar lagi." ucap Hayati berpamitan.
" Iya, hati - hati."
Dengan susah payah akhirnya Komala bisa membangunkan putranya itu.
" Kamu darimana saja semalam ?" tanya ibunya.
" Biasa bu, habis nyari duit." ucap nya singkat.
" Aku mandi dulu bu, " sambil melangkah pergi ,Bambang meninggalkan ibunya yang masih bersemangat mengomelinya.
" Aku harus mencari sertifikat itu segera." ucap Bambang dalam hati.
***
" Hayati , apa kabar ?" suara seseorang membuyarkan lamunan Hayati, karena menunggu angkot yang lama, akhirnya Hayati termenung sendiri.
" Bang , Bima ?!" ucap Hayati kaget, tahu - tahu pria itu sudah ada di sampingnya.
" Kamu lagi mikirin apa ? sampai kaget gitu ?" tanya nya sambil tersenyum tipis.
" Aah,, enggak bang.Aku hanya lagi heran aja sama suamiku ,yang akhir - akhir ini sering keluar rumah dan pulang tengah malam." ucapnya tertunduk lesu.
" Mungkin suamimu mendapat pekerjaan ,apa dia tidak bilang padamu ?"tanya Bima.
" Enggak bang, dia tidak bilang sudah bekerja, yang ku tahu dia sering berkumpul sama teman - temannya, sampai lupa waktu.
Sementara dia tidak pernah memperdulikan aku dan bayi kembar kami, dia sibuk dengan dunianya sendiri." ucap Hayati sedih.
Buru- buru Hayati mengusap air matanya yang jatuh, ia tidak sadar telah mencurahkan kekesalannya kepada Bima.
" Ah, maaf bang, kok aku jadi curhat gini yah !" ucap Hayati merasa malu.
" Tidak apa Hayati. Abang senang kamu mau cerita sama abang, jujur abang selalu menghawatirkan Hayati ." ucap Bima sambil menoleh ke arah Hayati yang masih tertunduk lesu.
" Bagaimana kau bisa memikul semuanya sendirian? kau begitu tegar menghadapi kemelut rumah tanggamu itu ,Hayati." ucap Bima iba.
" Semua ini demi si kembar bang, aku harus bertahan, aku harus kuat, selama aku mampu aku akan terus berjuang untuk kebahagiaan si kembar, ," isak Hayati, ia tak memperdulikan lagi rasa malu nya ,menangis di depan Bima.
Bima yang menyaksikan kesedihan wanita yang di cintainya, sekuat tenaga menahan amarahnya dengan mengepalkan kedua tangannya, saat ini ia sangat ingin menghajar Bambang ,laki- laki tidak bertanggung jawab.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments