Bab. 16 Pemberontakan

Malam semakin larut, angin berhembus begitu kencang.

Hujan tak henti-hentinya mengguyur bumi dari sejak sore.

Hayati menyelimuti ke dua bayinya dengan selimut tebal,ia memilih untuk duduk di dekat jendela kamarnya yang tertutup sembari menyingkap gorden melihat ke arah luar jendela ,tapi sosok yang di tunggunya belum juga muncul.

Sudah sejak pagi suaminya keluar , dan belum kembali sampai tengah malam begini.

Ponselnya tidak dapat di hubungi.

Ada perasaan cemas dalam hati Hayati, 'tidak biasanya jam segini belum pulang' batin Hayati.

Diluar cuaca sangat buruk,angin kencang di sertai hujan yang lebat.

"Dimana kau bang ?" ucapnya pada diri sendiri.

***

Sementara di tempat lain.

" Jadi gitu ,Bang.

Awalnya gue modal dikit doang , tapi lama - lama lo bisa lihat sendiri hasilnya , duit gue banyak..!" ucap Dani membanggakan diri.

" Lu yakin Dan ? gue gak harus kerja ? " tanya Bambang penasaran.

" Kan udah gue bilang tadi, kita mau bisnis , elu punya duit ,gue punya duit, kita beli itu lahan sawit, lalu kita garap , kita gak perlu keluar tenaga, nanti kita suruh pekerja yang melakukannya, kebetulan yang punya lahan ,paman gue, dia gak rela kalau lahannya di ambil orang, makanya sebelum di jual ke orang lain , paman gue nawarin ke gue, berhubung duit gue gak cukup, karena kemaren gue habis beli rumah baru di kota, ya jadinya gue bingung.

Akhirnya gue ,ingat elu, gue kasihan sama elu belum dapat kerjaan juga, gak ada salahnya kita coba berbisnis, karena gue percaya sama elu Bang, elu kan pinter dalam segala hal, sedangkan gue cuma lulusan SMA .

Makanya kalau kita kerja sama pasti kita akan sukses besar, gue dan elu jadi rekan bisnis , gimana ?" jelas Dani panjang lebar.

" Tapi gue gak punya duit , Dan.Lu tahu sendiri keluarga gue bangkrut, yang tersisa hanya rumah dan tanah pesawahan." ucap Bambang sedih.

"Nah, itu maksud gue, elu bisa gadaikan rumah dan sawah elu, uangnya buat kita beli lahan sawit itu, dari keuntungannya saja, gak akan butuh waktu lama , duit elu bakal balik lagi bahkan ada lebihnya.

Elu gak perlu capek -capek kerja, tinggal tunjuk-tunjuk beres, tiap panen duit ngalir, gimana keren kan ?" tanya Dani meyakinkan.

" Lu gak usah khawatir ,ini investasi legal , lu lihat gue dong, kalo elu mau sukses jangan pernah ragu - ragu ,," ucap Dani lagi.

" Nanti gue pikir - pikir lagi deh..!" ucap Bambang sambil menyeruput kopi hitamnya.

" Alah, elu mah banyak mikirnya, gini aja besok kita datangi itu perkebunan sawit,paman gue lagi terlilit hutang ke rentenir , dia pengen segera menjual lahan perkebunannya.

Jadi maksud gue kita join setengah - setengah, elu tinggal siapkan dana seperti yang telah gue sebutkan tadi, nanti gue tinggal nambahin setengahnya.

Nanti kalau sudah jadi hak milik kita, kita kembangin ,dan gue yakin kalau kita bekerja sama kita pasti sukses jadi pengusaha sawit bro ,,!" ucap Dani terbahak - bahak.

" Ok, elu pikir - pikir aja, dulu.Tapi usahakan besok udah ada keputusan ya, kalau elu gak mau, gue akan ngajak si Anwar buat kerjasama sama gue,soalnya gue gak mau lahan itu jatuh ke tangan orang lain ,,!" ucap Dani .

" Elu udah coba ngambil pinjaman ke Bank , Dan ?" tanya Bambang lagi.

" Gue baru 2 bulan ngambil pinjaman ke Bank , buat nambahin beli rumah yang di kota itu, gue juga nyesel, baru tahu sekarang paman gue mau jual lahan sawitnya, kalau gue tahu dari awal ,gue gak bakalan beli rumah dulu, pasti gue beli dulu lahan sawit itu, tapi mau gimana lagi semua sudah terlanjur.

Duit gue gak cukup, makanya gue ngajak join elu , Bang." bujuk Dani.

" Oke deh, gue butuh berpikir ,soalnya tanah pesawahan dan rumah milik orang tua gue,," ucap Bambang.

" Ok, gue tunggu jawaban elu besok. "

" Gue balik dulu ya ,Dan. Besok gue sini lagi." pamit Bambang sambil mengenakan jaket kulitnya ."

" Oke ,bro."

**

Paginya, Hayati bersiap - siap hendak pergi bekerja, saat melewati kursi tamu ia melihat suaminya tengah tertidur pulas.

" Bang, bangun !"

" Bang ,,!!" teriak Hayati ,karena suaminya tak mau bangun juga.

" Ada apa Hayati ?" tanya ibu mertuanya.

" Ini bu, ayah si kembar tidur di kursi , gak bangun - bangun.Hayati kira dia gak pulang sampai tengah malam Hayati nungguin." jelas Hayati kesal.

" Ya, ampun anak ini, semakin tak waras ! sudah kamu berangkat saja, biar ibu yang bangunkan. " perintah ibu mertuanya.

" Baiklah bu, titip si kembar ya , bu ! nanti emak datang bentar lagi." ucap Hayati berpamitan.

" Iya, hati - hati."

Dengan susah payah akhirnya Komala bisa membangunkan putranya itu.

" Kamu darimana saja semalam ?" tanya ibunya.

" Biasa bu, habis nyari duit." ucap nya singkat.

" Aku mandi dulu bu, " sambil melangkah pergi ,Bambang meninggalkan ibunya yang masih bersemangat mengomelinya.

" Aku harus mencari sertifikat itu segera." ucap Bambang dalam hati.

***

" Hayati , apa kabar ?" suara seseorang membuyarkan lamunan Hayati, karena menunggu angkot yang lama, akhirnya Hayati termenung sendiri.

" Bang , Bima ?!" ucap Hayati kaget, tahu - tahu pria itu sudah ada di sampingnya.

" Kamu lagi mikirin apa ? sampai kaget gitu ?" tanya nya sambil tersenyum tipis.

" Aah,, enggak bang.Aku hanya lagi heran aja sama suamiku ,yang akhir - akhir ini sering keluar rumah dan pulang tengah malam." ucapnya tertunduk lesu.

" Mungkin suamimu mendapat pekerjaan ,apa dia tidak bilang padamu ?"tanya Bima.

" Enggak bang, dia tidak bilang sudah bekerja, yang ku tahu dia sering berkumpul sama teman - temannya, sampai lupa waktu.

Sementara dia tidak pernah memperdulikan aku dan bayi kembar kami, dia sibuk dengan dunianya sendiri." ucap Hayati sedih.

Buru- buru Hayati mengusap air matanya yang jatuh, ia tidak sadar telah mencurahkan kekesalannya kepada Bima.

" Ah, maaf bang, kok aku jadi curhat gini yah !" ucap Hayati merasa malu.

" Tidak apa Hayati. Abang senang kamu mau cerita sama abang, jujur abang selalu menghawatirkan Hayati ." ucap Bima sambil menoleh ke arah Hayati yang masih tertunduk lesu.

" Bagaimana kau bisa memikul semuanya sendirian? kau begitu tegar menghadapi kemelut rumah tanggamu itu ,Hayati." ucap Bima iba.

" Semua ini demi si kembar bang, aku harus bertahan, aku harus kuat, selama aku mampu aku akan terus berjuang untuk kebahagiaan si kembar, ," isak Hayati, ia tak memperdulikan lagi rasa malu nya ,menangis di depan Bima.

Bima yang menyaksikan kesedihan wanita yang di cintainya, sekuat tenaga menahan amarahnya dengan mengepalkan kedua tangannya, saat ini ia sangat ingin menghajar Bambang ,laki- laki tidak bertanggung jawab.

Episodes
1 Bab.1 Pertemuan
2 Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3 Bab.3 impian yang pupus
4 Bab .4 Menikah muda
5 Bab. 5 Malam Pertama
6 Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7 Bab.7 Mencari pekerjaan
8 Bab.8 Hayati bekerja
9 Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10 Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11 Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12 Bab. 12 Positif Hamil
13 Bab. 13 Cemburu Buta
14 Bab. 14 Melahirkan
15 Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16 Bab. 16 Pemberontakan
17 Bab. 17 Pemuas Nafsu
18 Bab. 18 Ceraikan Aku
19 Bab. 19 Kembali Mengandung
20 Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21 Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22 Bab 22 Harapan Baru
23 Bab. 23 Status Baru
24 Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25 Bab . 25 Ulah Marissa
26 Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27 Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28 Bab. 28 Wanita misterius
29 Bab. 29 Kisah Marissa
30 Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31 Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32 Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33 Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34 Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35 Bab. 35 Kekecewaan Bima
36 Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37 Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38 Bab. 38 Tante Penyelamat
39 Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40 Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41 Bab. 41 Wanita Gila !
42 Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43 Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44 Bab. 44 Dafa !!!
45 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47 Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48 Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49 Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50 Bab 49. Godaan Sang Perawat
51 Bab 50. Suster Anya
52 Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53 Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54 Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55 Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56 Bab 55. Alisha Sakit
57 Bab 56. Wanita penggoda
58 Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59 Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60 Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61 Bab. 60 Masa Lalu Anya
62 Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63 Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64 Bab. 63 Perdebatan
65 Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66 Bab. 65 Arif Menghilang
67 Bab. 66 Kenyataan Pahit
68 Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69 Bab. 68 Mas....
70 Bab. 68 Mas....
71 Bab. 70 Bambang
72 Bab. 71 SUCI
73 Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74 Bab. 73 Penambang Pasir
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Bab.1 Pertemuan
2
Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3
Bab.3 impian yang pupus
4
Bab .4 Menikah muda
5
Bab. 5 Malam Pertama
6
Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7
Bab.7 Mencari pekerjaan
8
Bab.8 Hayati bekerja
9
Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10
Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11
Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12
Bab. 12 Positif Hamil
13
Bab. 13 Cemburu Buta
14
Bab. 14 Melahirkan
15
Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16
Bab. 16 Pemberontakan
17
Bab. 17 Pemuas Nafsu
18
Bab. 18 Ceraikan Aku
19
Bab. 19 Kembali Mengandung
20
Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21
Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22
Bab 22 Harapan Baru
23
Bab. 23 Status Baru
24
Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25
Bab . 25 Ulah Marissa
26
Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27
Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28
Bab. 28 Wanita misterius
29
Bab. 29 Kisah Marissa
30
Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31
Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32
Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33
Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34
Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35
Bab. 35 Kekecewaan Bima
36
Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37
Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38
Bab. 38 Tante Penyelamat
39
Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40
Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41
Bab. 41 Wanita Gila !
42
Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43
Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44
Bab. 44 Dafa !!!
45
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47
Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48
Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49
Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50
Bab 49. Godaan Sang Perawat
51
Bab 50. Suster Anya
52
Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53
Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54
Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55
Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56
Bab 55. Alisha Sakit
57
Bab 56. Wanita penggoda
58
Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59
Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60
Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61
Bab. 60 Masa Lalu Anya
62
Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63
Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64
Bab. 63 Perdebatan
65
Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66
Bab. 65 Arif Menghilang
67
Bab. 66 Kenyataan Pahit
68
Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69
Bab. 68 Mas....
70
Bab. 68 Mas....
71
Bab. 70 Bambang
72
Bab. 71 SUCI
73
Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74
Bab. 73 Penambang Pasir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!