Bab. 14 Melahirkan

" Istirahatlah, nanti ibu buatkan teh anget ya ," ucap Komala ,sesampainya mereka di rumah.

" Makasih, ya bu ." jawab Hayati sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang,tangannya mengelus lembut perut yang kini tengah mengandung 2 malaikat kecil nya.

" Sehat - sehat ya nak, mamah janji akan membesarkan kalian dengan penuh cinta kasih, doa kan mamah untuk selalu kuat menghadapi ayah kalian.

Semoga ayah kalian bisa berubah menjadi suami dan ayah yang baik dan bertanggung jawab pada kita." ucapnya sambil mengelus perutnya.

Bambang baru saja masuk ke dalam kamar ,saat Hayati hendak memejamkan matanya.

"Ibu bilang ,kau mengandung bayi kembar ?" tanya Bambang penasaran.

"Iya," jawab Hayati singkat.

" Kamu sudah mengajukan cuti melahirkan ke perusahaan ?" tanyanya lagi .

" Iya,sudah ," jawab Hayati, ia masih sakit hati kepada suaminya atas kelakuannya kemarin.

"Baguslah, setidaknya selama 3 bulan kau aman dari gangguan bajingan itu. Awas saja kalau kau berani menghubunginya ,akan aku rampas kembali ponsel mu itu !" ancam Bambang.

" Siapa yang kau bilang bajingan? hanya karena dia membantu seorang wanita hamil tua yang sedang kesulitan ,kau sebut dia bajingan ? lalu apa sebutan untukmu ? suami yang selalu kasar kepada istrinya, pemalas ,emosional, dan tidak bertanggung jawab .Jawab aku bang? "

" Kamu ,,!! semakin berani kau sekarang hah, mulutmu itu harus di kasih pelajaran ,,!" rutuk Bambang sambil melayangkan tangannya hendak menampar Hayati .

Tapi Hayati yang sudah bisa membaca gerak - gerik suaminya, ia menangkap tangan Bambang dengan sekuat tenaga, sehingga tangan suaminya itu tidak sempat menyentuh pipinya.

" Kurang ajar ,,,,!" ia melotot kepada Hayati, tidak menyangka istrinya sekarang semakin berani.

Untuk meluapkan amarahnya, Bambang membanting seluruh kosmetik yang ada di meja rias milik istrinya itu.

Brak..k..k.....!! seketika cermin di meja rias itu pun pecah berkeping - keping mendapat tonjok kan dari tangan Bambang. Darah segar mengucur dari tangannya karena menghantam cermin.

"Ah ..h..h...! " hentikan bang, , !! " teriak Hayati.

" Ibu, bapa....tolong..!!" teriak Hayati ketakutan.

Perutnya mendadak sakit, karena stress yang dialaminya.

Mertuanya kaget dengan teriakan Hayati, sambil mendorong kursi roda suaminya, Komala mendatangi kamar Hayati.

Mereka terkejut melihat kamar yang berantakan, kaca cermin yang pecah,dengan pecahannya yang berserakan di lantai, tangan Bambang pun terluka, mereka bisa menebak itu ulah anaknya, Bambang.

Mereka khawatir dengan keadaan Hayati yang meringis kesakitan.

" Bambang , apa yang kau lakukan pada istrimu ,,!!" teriak pak Ahmad geram.

Komala langsung membawa Hayati keluar, untungnya ia masih kuat berjalan.

Bambang berteriak ,sambil beranjak pergi.

" Hayati, kamu tidak apa - apa nak ? apa yang Bambang lakukan kepadamu ? " tanya mertuanya cemas.

Hayati tidak menjawab, ia terus meringis kesakitan, dari selangkangannya keluar cairan putih, ia sungguh sangat kesakitan .

" Bu, sakit bu,,! " rintihnya.

" Ya, ampun ,air ketuban mu sudah pecah !" kata Komala panik.

" Bambang..!!!" teriaknya.

" Istrimu akan segera melahirkan , ayo cepat kita ke bidan !" seru Komala sambil mondar - mandir karena panik .

Bambang yang masih emosi, tak tega melihat istrinya kesakitan, ia pun dengan terpaksa membopong tubuh istrinya dan membawanya ke bidan terdekat.

" Pak, ibu antar Hayati dulu ya. Bapa tunggu Rosidah tadi ibu sudah menelpon Rosidah dan juga sari untuk segera pulang." ucap Komala pamitan kepada suaminya, yang duduk di kursi roda ia terlihat mencemaskan menantunya itu.

"Iya, bu .Hati - hati ,,!"

Bambang langsung membawa istrinya ke ruang bersalin.

"Bu bidan sepertinya istri saya akan melahirkan, dia sudah keluar air ketuban." kata Bambang cemas.

" Oh ,iya..silahkan baringkan di ranjang,tolong !"ucap bu bidan sigap.

"Itu tangan bapaknya terluka, cepat di obati dulu, minta suster yang di luar untuk mengobati luka anda ,,! seru bu bidan saat melihat tangan Bambang terluka dan mengeluarkan darah agak banyak karena tertusuk kaca cermin tadi.

Bambang hanya mengangguk,ia bahkan lupa kalau saat ini tangannya sedang terluka,dalam hati ia sangat menyesal karena tidak bisa mengendalikan amarahnya, tiap kali istrinya melawan kata - katanya.

Sebenarnya ia tidak pernah ingin menyakiti istrinya itu, tapi ia sungguh memiliki sifat pemarah yang sulit ia kendalikan, apa lagi dengan Hayati yang selalu membangkang, "kenapa kau selalu melawanku Hayati ." ucapnya dalam hati.

Komala dan Bambang menunggu di ruang tunggu, ia tidak mau menemani istrinya di ruang bersalin .

Ia tidak sanggup melihat istrinya melahirkan.

" Kenapa kau tidak menemani istrimu di dalam ?" tanya ibunya.

" Aku tidak sanggup melihatnya kesakitan bu, aku menunggu di sini saja ,lagian dia mungkin masih marah kepadaku karena kejadian tadi." jawabnya lesu.

"Kamu ini, lalu kenapa kamu selalu menyakitinya selama ini, ,?" tanya ibunya lagi heran dengan kelakuan anaknya itu.

" Itu karena Hayati selalu mengusikku, sebagai istri dia tidak mau mengerti perasaanku, terlebih lagi dia selalu melawan ucapanku." jelasnya kesal.

" Kalau ibu jadi Hayati, ibu juga pasti akan melakukan hal yang sama, siapa yang tidak kesal melihat suami yang kerjaannya hanya tidur saja ,dikit - dikit ngamuk, apa kamu tidak sadar ? kelakuanmu itu membuat semua orang kesal, bukan hanya istrimu, tapi ibu dan bapa juga jengkel.

Setidaknya kamu mau mengurus lahan pertanian kita, kalau kamu yang ngurus pertanian kita penghasilnya akan jauh lebih besar saat panen, kita tidak perlu membayar orang untuk mengurusnya." kata Ibunya panjang lebar, berharap Bambang akan mengerti .

Bambang terdiam, mencerna semua perkataan ibunya.

" Jangan malu untuk bekerja, dulu bapak mu tidak pernah gengsi jadi petani, ia sangat rajin bekerja, sehingga bisa menghidupi anak istrinya ." ucap ibunya bersemangat.

Bambang tidak menjawab, ia hanya menarik napas dalam seperti sedang berpikir.

Tangisan bayi dari ruang bersalin ,memecah keheningan.

"Alhamdulilah,,,!" jawab keduanya.

Mereka saling menatap , Bambang tersenyum bahagia.

" Bu mereka sudah lahir ke dunia ,,!" kata Bambang sumringah .

" Iya, bang. Alhamdulilah, ayo kita lihat ," kata ibunya lagi.

" Selamat ya ,pak ,bu .Bayi kembarnya lahir dengan selamat dan sehat ibunya juga, dengan persalinan yang sangat cepat. Sepertinya dedek bayinya pengen cepat - cepat keluar ." ucap bu bidan sambil tersenyum hangat.

" Terima kasih bu bidan ,"

" Kembar laki - laki dan perempuan, Alhamdulillah, "ucap bu bidan lagi.

" Alhamdulillah .." ucap mereka bersamaan.

Hayati yang masih terbaring lemah, sangat bahagia melihat kedua anaknya sehat .

Rasa sakit yang ia rasakan saat kontraksi seolah hilang begitu saja, saat melihat kedua bayi mungil yang lucu itu.

Setelah Bambang meng adzan kan kedua anaknya.

Hayati pun mendekap kedua buah hatinya di dadanya, sambil menciumi keduanya.

" Selamat datang di dunia ini anak - anakku, semoga kalian menjadi anak - anak yang soleh dan sholehah, menjadi kebanggaan kami, kebahagiaan kami." ucap Hayati bahagia.

Aamiin....

Fatimah yang baru sampai ,sangat terharu melihat kedua cucunya ,ia pun merangkul Hayati dan kedua cucunya.

"Alhamdulillah nak, persalinannya lancar, cucu - cucuku juga sehat." kata Fatimah sambil mengelus rambut Hayati.

Alhamdulillah...

Di rumah ,pak Ahmad yang sedang cemas dengan keadaan Hayati terus saja menunggu di teras rumahnya.

" Pak masuklah ,tunggu nya di dalem aja ,,! seru Sari.

" Iya ,pak biasanya orang melahirkan kan lama, kita gak tahu kapan bayinya lahir. Sebaiknya kita tunggi di dalam, aku sudah buatkan kopi pesanan bapak." ucap Rosidah juga.

Pak Ahmad pun menurut apa kata kedua putrinya itu.

" Apa kamar Hayati sudah kalian bereskan ? " tanyanya pada kedua putrinya.

" Sudah pak," jawab Rosidah sedikit kesal karena di suruh membersihkan kamar adik iparnya.

"kalau bukan karena bapa yang menyuruh, ogah banget aku beresin kamar si Hayati !" rutuk nya.

" Jangan sampai ada pecahan kaca yang tertinggal ,itu bahaya !" tegas pak Ahmad.

" Sudah Sari sapu dua kali pak, dan udah gak ada pecahan kaca ,atau pun kotoran di kamar itu." ucap Sari tersenyum.

" Terima kasih nak, abangmu itu memang selalu bikin onar, dia selalu merusak barang barang di rumah kalau lagi marah." ucap pak Bambang kesal.

" Masih untung Bambang hanya merusak barang - barang, tidak sampai merusak si Hayati," ucap Rosidah ketus.

" Hus, kamu tuh kalau ngomong gak di saring dulu, jangan ngomong seperti itu lagi.Kamu harus mulai menerima adik iparmu itu, ia bekerja keras untuk keluarga ini, apa kamu masih tidak menyadari kebaikan hati Hayati. " ucap pak Ahmad tegas.

Rosidah hanya tertunduk, ia tidak berani melawan bapak nya yang sangat tegas kepada anak - anaknya.

" Sudah pak , jangan marah lagi, bapak kan baru sembuh," kata Sari putri bungsunya.

Pak Bambang hanya mengelus dada, lalu tersenyum pada Sari.

Diantara ketiga anaknya ,Sari lah yang paling bijaksana, walaupun ia bungsu dan sedikit manja, tapi semenjak mereka bangkrut Sari semakin dewasa dan tidak manja lagi.

***

Besok nya, Hayati baru di perbolehkan pulang oleh bidan.

Kemarin ia di minta untuk menginap dan mendapatkan perawatan karena Hayati terlihat lemah karena kehabisan tenaga setelah melahirkan dua bayi kembar secara normal.

Ia mendapatkan infusan vitamin , untuk memulihkan staminanya.

Sesampainya di rumah pak Ahmad dan Sari menyambut kedatangan mereka, begitupun dengan Rosidah , ia iri melihat Hayati yang lebih dulu memiliki anak, sedangkan dirinya yang sudah lama menikah belum di beri keturunan.

" MasyaAllah , cantik dan ganteng sekali keponakanku ,,!" seru Sari sambil mengelus pipi kedua keponakannya.

" Mereka lucu yah,,!" ucap Komala .

Rosidah melihat kedua bayi itu terkesima, "bayi yang menggemaskan."ucapnya.

Hayati berbaring di kamarnya ,kedua bayinya di letakan di sampingnya, tak henti - hentinya ia mengucap syukur.

Untuk sementara Fatimah bolak - balik dari rumahnya ke kediaman Hayati, untuk merawat Hayati dan kedua cucunya, karena Komala pasti kerepotan karena harus mengurus suaminya juga .

Bambang menatap kedua anaknya dengan tersenyum hangat .

" Siapa nama mereka bang ?" tanya Sari sambil terus mengelus kedua keponakannya itu.

" Alisha dan Anggara." ucap Bambang dengan bangga.

Episodes
1 Bab.1 Pertemuan
2 Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3 Bab.3 impian yang pupus
4 Bab .4 Menikah muda
5 Bab. 5 Malam Pertama
6 Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7 Bab.7 Mencari pekerjaan
8 Bab.8 Hayati bekerja
9 Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10 Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11 Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12 Bab. 12 Positif Hamil
13 Bab. 13 Cemburu Buta
14 Bab. 14 Melahirkan
15 Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16 Bab. 16 Pemberontakan
17 Bab. 17 Pemuas Nafsu
18 Bab. 18 Ceraikan Aku
19 Bab. 19 Kembali Mengandung
20 Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21 Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22 Bab 22 Harapan Baru
23 Bab. 23 Status Baru
24 Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25 Bab . 25 Ulah Marissa
26 Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27 Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28 Bab. 28 Wanita misterius
29 Bab. 29 Kisah Marissa
30 Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31 Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32 Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33 Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34 Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35 Bab. 35 Kekecewaan Bima
36 Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37 Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38 Bab. 38 Tante Penyelamat
39 Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40 Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41 Bab. 41 Wanita Gila !
42 Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43 Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44 Bab. 44 Dafa !!!
45 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47 Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48 Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49 Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50 Bab 49. Godaan Sang Perawat
51 Bab 50. Suster Anya
52 Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53 Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54 Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55 Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56 Bab 55. Alisha Sakit
57 Bab 56. Wanita penggoda
58 Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59 Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60 Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61 Bab. 60 Masa Lalu Anya
62 Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63 Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64 Bab. 63 Perdebatan
65 Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66 Bab. 65 Arif Menghilang
67 Bab. 66 Kenyataan Pahit
68 Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69 Bab. 68 Mas....
70 Bab. 68 Mas....
71 Bab. 70 Bambang
72 Bab. 71 SUCI
73 Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74 Bab. 73 Penambang Pasir
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Bab.1 Pertemuan
2
Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3
Bab.3 impian yang pupus
4
Bab .4 Menikah muda
5
Bab. 5 Malam Pertama
6
Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7
Bab.7 Mencari pekerjaan
8
Bab.8 Hayati bekerja
9
Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10
Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11
Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12
Bab. 12 Positif Hamil
13
Bab. 13 Cemburu Buta
14
Bab. 14 Melahirkan
15
Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16
Bab. 16 Pemberontakan
17
Bab. 17 Pemuas Nafsu
18
Bab. 18 Ceraikan Aku
19
Bab. 19 Kembali Mengandung
20
Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21
Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22
Bab 22 Harapan Baru
23
Bab. 23 Status Baru
24
Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25
Bab . 25 Ulah Marissa
26
Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27
Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28
Bab. 28 Wanita misterius
29
Bab. 29 Kisah Marissa
30
Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31
Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32
Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33
Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34
Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35
Bab. 35 Kekecewaan Bima
36
Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37
Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38
Bab. 38 Tante Penyelamat
39
Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40
Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41
Bab. 41 Wanita Gila !
42
Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43
Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44
Bab. 44 Dafa !!!
45
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47
Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48
Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49
Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50
Bab 49. Godaan Sang Perawat
51
Bab 50. Suster Anya
52
Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53
Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54
Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55
Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56
Bab 55. Alisha Sakit
57
Bab 56. Wanita penggoda
58
Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59
Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60
Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61
Bab. 60 Masa Lalu Anya
62
Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63
Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64
Bab. 63 Perdebatan
65
Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66
Bab. 65 Arif Menghilang
67
Bab. 66 Kenyataan Pahit
68
Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69
Bab. 68 Mas....
70
Bab. 68 Mas....
71
Bab. 70 Bambang
72
Bab. 71 SUCI
73
Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74
Bab. 73 Penambang Pasir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!