Beberapa bulan kemudian.
" Abang dari mana aja ? seharian baru pulang !" tanya Hayati saat suaminya masuk kamar.
" Abang lagi usaha nyari duit !" jawabnya singkat,sambil merebahkan diri di ranjang.
" Abang sebaiknya mandi dulu ,jangan dulu gendong si kembar ya, sebelum abang mandi ! " perintah Hayati sambil membuat susu untuk kedua bayi mungilnya.
Bayi kembar itu semakin hari semakin menggemaskan , apalagi usia mereka sudah 3 bulan, badan mereka montok dan bersih, Hayati sangat telaten mengurus kedua buah hatinya.
Bambang baru selesai mandi saat Hayati menyuruhnya duduk untuk bicara .
" Bang, masa cuti aku udah selesai , gak kerasa udah 3 bulan aku cuti ,menurut abang gimana?" tanya Hayati meminta pendapat suaminya, dalam hati ia berharap suaminya menyuruhnya berhenti , dan suaminya yang giliran bekerja.
" Gimana apa maksud kamu ? ya ,tinggal kerja apa susahnya, si kembar kan ada ibu yang jagain juga ibumu bisa bolak - balik sini ,seperti biasa, ada sari juga kalo sore dia bisa bantu jaga si kembar ," ucap Bambang santai.
" Iya bang, tadinya kalau abang udah dapat kerjaan , aku pengen berhenti dan fokus ngurus si kembar."
" Ya kamu doain terus dong suaminya biar cepat dapat duit banyak, biar kamu gak usah kerja lagi, " ucap Bambang lantang.
" Aku selalu doain kamu dapat kerjaan yang bagus supaya kamu kedepannya bisa sukses lagi kaya dulu."
"Aku juga sedang berusaha nyari duit , kamu lihat aja nanti kalau aku udah punya duit banyak ,kamu mau beli apapun akan ku belikan ," perkataan Bambang membuat Hayati sedikit khawatir ,ia begitu percaya diri mengatakan semua itu.
" Abang dari tadi ngomongin duit yang banyak terus, aku curiga ,apa yang abang kerjakan ? akhir - akhir ini ,selama aku di rumah , kamu keluar terus, pulang malam, kamu dari mana aja bang ?"tanya Hayati penasaran.
" Sudah abang bilang kan tadi, abang sedang usaha nyari duit yang banyak !" tegasnya .
" Bahkan abang belum bekerja, abang kok bisa yakin akan dapat duit banyak ?"
" Ah,, sudahlah susah ngomong sama kamu , jadi wanita itu jangan cerewet lama- lama aku bisa muak sama kamu ! "
" Tapi bang ...aku khawatir sama abang ,aku perlu tahu kegiatan abang di luar seperti apa ? "
" Kamu itu, suami di rumah ngomel terus, sekarang suami keluar masih juga ngomel, mau kamu itu apa sih ?"
" Aku mau abang cerita sama aku apa saja kegiatan abang selama di luar sampai pulang malam terus ?"
ucap Hayati sambil memandang suaminya yang terlihat gusar.
" Aku sedang bisnis sama teman - temanku ! puas kamu ? " bentak suaminya ,hingga membuat si kembar bangun dan menangis.
Hayati buru - buru menenangkan si kembar ,matanya mendelik kepada suaminya.
" Sudahlah, aku mau keluar !!" ucap suaminya sambil beranjak pergi.
"Cup ..cup...mimi susu dulu yah !"
Setelah melihat si kembar bobo , Hayati ke luar kamar ,di ruang tamu sudah ada kedua mertuanya yang sedang berbincang.
" Bapak sudah minum obat nya bu ?" tanya nya pada ibu mertua.
" Sudah, si kembar bobo ? " tanya ibu mertuanya .
" Sudah bu, barusan di kasih susu langsung bobo lagi." jawabnya.
" Bu, aku heran deh, akhir - akhir ini ayah si kembar sering keluar rumah dan pulang malam terus ,apa ibu dan bapak tahu apa yang ia lakukan di luar ?"tanya Hayati penasaran mungkin orang tuanya tahu.
" enggak ibu gak tahu, Bambang tidak pernah cerita sama sekali. Apalagi sama bapak ,dia jarang ngomong." ucap ibu mertuanya .
" Dia bilang sih sedang berbisnis sama teman - temannya, tapi gak mau bilang bisnis apa ?" ucapnya.
" Kita doain saja mudah - mudahan bisnisnya lancar, mungkin dia mencoba untuk berbisnis, kalo kerja di orang ibu khawatir, dia kan orangnya gampang marah dan gak mau di tunjuk - tunjuk sama orang lain, dulu pernah dia bekerja di perusahaan baja , dia berkelahi dengan mandornya gara - gara di suruh- suruh.
Dari situ ibu khawatir kalau dia kerja sama orang lagi ." ucap ibu Komala menjelaskan perilaku anak laki - lakinya itu.
"Iya bu,ayah si kembar memang tidak cocok kerja dibawah telunjuk orang lain, belum apa - apa ngamuk duluan , tapi kan bu bisnis itu butuh modal ." ucap Hayati heran.
" Entahlah Hayati ibu pusing melihat kelakuan suamimu itu, dari kecil ia memang sangat keras kepala , dari usia 10 tahun ia di bawa om nya ke kota dan di rawat oleh om nya, saat itu ia berubah menjadi pemuda yang sopan dan baik hati, tapi setelah om Gilang meninggal ia sangat tertekan dan kembali seperti dulu." ungkap inu mertuanya itu sedih.
" Maaf kan kami Hayati, kami belum bisa membahagiakanmu di rumah ini, Bambang sering menyakitimu, tapi kamu tetap bertahan, terima kasih nak," ucap pak Ahmad sendu.
" Sama - sama pak,bu. Hayati bahagia memiliki mertua yang baik seperti kalian." ucapnya sambil membelai tangan kedua mertuanya itu.
" O,ya ..pak, bu. Besok Hayati harus kembali bekerja.! ucap Hayati yang terlihat bingung.
" Oh, sudah habis ya masa cuti nya?" tanya pak Ahmad.
" Iya pak."
" Apa kamu menghawatirkan si kembar ?" tanya ibu mertuanya.
" Iya bu, apa ibu tidak kerepotan ? mengurus mereka dan juga bapak ?"
" Tidak, lagian ibumu juga membantu kan ? " tanya mertuanya lagi.
" Iya , kemarin Hayati sudah bilang pada emak, ia bersedia mengurus si kembar dari pagi sampai sore ." kata Hayati .
" Baguslah kalau begitu," ucap mertuanya.
Sementara di tempat lain , Bambang yang sedang berkumpul bersama teman- temannya, sedang asik mengobrol.
" Hebat ya , si Dani kini ia sudah kaya raya, " ucap salah satu teman Bambang.
" Iya,, gak nyangka gue, dulu dia kere ,eh sekarang tajir banget , istrinya juga dua bro !! " timpal temannya yang lain sambil cekikikan.
Bambang yang mendengar semua itu diam saja sambil tersenyum kecut.
" Bang, kamu dekat sama si Dani kan , kamu gak mau apa kaya dia ? sekarang kan kamu udah jatuh miskin gara- gara harta om kamu di sita Bank, haha..!" ucap temannya sambil tertawa terbahak - bahak menertawakan nasib Bambang yang naas.
Dalam hati Bambang merutuki mereka, ' lihat saja gue akan buktikan pada kalian , gue juga bisa kaya si Dani.' Bambang tersenyum sinis pada teman - temannya.
Tak berselang lama orang yang mereka bicarakan datang dengan mengendarai mobil putih keluaran terbaru.
" Wih,,, ini dia bos kita , baru aja di omongin udah nongol aja !" kata si Samsul.
" Panjang umur dong gue, hayo kalian ngomongin apa ? jangan bilang kalian iri ya sama gue ? " kata Dani sambil melepas kaca mata hitamnya.
Lalu melirik ke arah Bambang.
Bambang menatap Dani sambil menyunggingkan bibirnya.
Senyum penuh rahasia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments