Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama

"Permisi bu." sapa Bambang pada Fatimah ,ibu tiri dari Hayati.

" Iya,ada apa yah?"tanya Fatimah .sambil melangkah mendekati pemuda itu.

" Hayati nya ada bu?" tanya pemuda itu lagi.

"Ada, memang nya ada perlu apa sama Hayati?"tanya Fatimah serius.

" Kenalkan bu,saya Bambang putera pak Ahmad dari kampung sebelah." ungkap Bambang dengan penuh sopan santun .

" Oh, ini puteranya pak Ahmad , dulu emak ingat masih kecil,sekarang sudah besar begini ,tampan pula."sahut Fatimah dengan ramah.

"Iya bu ,Alhamdulillah." ucap Bambang dengan bangga,lalu mencium punggung tangan Fatimah.

"Panggil saja emak,jangan panggil ibu nak Bambang,malu emak kan orang tidak punya." ucap Fatimah kepada Bambang dengan sedikit tertawa.

"Iya,mak.Terima kasih."jawab bambang dengan bahagia.

"Sebentar ,emak panggil Hayati dulu ."ucap Fatimah sambil berjalan kedalam rumah.

"iya ,mak terimakasih."

Tak berapa lama,Hayati muncul dengan menggunakan rok panjang dengan atasan lengan panjang berwarna merah muda.Menambah kecantikan gadis belia itu.Membuat mata Bambang tidak berhenti menatapnya.

"Hayati !" ucap bambang sambil menatap gadis itu .

"Iya ,ada apa yah" jawab Hayati.

" Saya Bambang,kamu pasti sudah tau siapa saya."ucap Bambang.

Hayati hanya diam saja dan mendengarkan ucapan Bambang dengan tertunduk.

"Hayati,kenapa kamu tidak bicara?"tanya bambang dengan lembut.

"Maaf ,saya tidak paham maksud kedatangan abang kesini apa yah?" tanya Hayati sambil terus menunduk,tak berani menatap mata Bambang.

"Hayati, abang Bambang suka sama Hayati,abang jatuh hati padamu,saat pertama kali melihatmu ." ungkap Bambang dengan penuh keyakinan.

Hayati terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Bambang,lalu ia melihat ke arah Bambang dan berkata :" Maaf bang, Hayati masih kecil,belum ngerti yang gitu -gitu, umur Hayati baru 13 tahun."

" Dengar Hayati,saya tau betul soal itu,dan saya benar-benar jatuh hati kepadamu,saya akan menunggumu sampai kamu dewasa,sampai kamu sudah siap." ucap Bambang penuh keyakinan akan mendapatkan gadis pujaannya itu.

"Tapi saya belum memikirkan hal-hal semacam itu,saya ingin fokus belajar,supaya kelak menjadi orang sukses dan bisa membahagiakan emak saya." ucap Hayati sedikit bergetar suaranya,tak dapat di pungkiri ,Hayati juga menyukai ketampanan Bambang,gadis mana yang bisa menolak pesona Bambang sahputra ,pemuda dari keluarga berada dan berpendidikan tinggi,sopan santun serta rupawan.

" Iya ,Hayati saya tau.Saya hanya ingin kau jadi milikku suatu saat nanti,saya akan menunggumu sampai saat itu tiba.Sementara ini saya akan kembali ke Jakarta.Ku harap kau mau menungguku Hayati." pinta Bambang dengan penuh harap.

Hayati kaget dengan apa yang baru saja ia dengar,ia pun tertunduk malu dan tak tau harus berkata apa.

"Hayati,besok saya akan kembali ke Jakarta.Saya harap kamu mau menunggu saya kembali,saya akan membiayai seluruh sekolahmu.Mau kah kau berjanji padaku,Hayati ?" ucap Bambang memohon.

Tak kunjung ada jawaban dari Hayati, Bambang pun beranjak dari duduknya.

"Baiklah ,saya permisi pulang Hayati,jaga dirimu baik-baik ya, besok pagi saya berangkat ke kota."

sambil tersenyum Bambang mohon pamit kepada Hayati dan Fatimah yang saat itu kebetulan keluar dari dalam rumah .

" iya bang."ucap Hayati singkat.

" Hati - hati nak Bambang " ucap Fatimah kepada Bambang yang sedang mencium tangannya.

"Terima kasih mak."saya titip Hayati mak." pinta Bambang kepada Fatimah sambil berlalu meninggalkan Fatimah dan Hayati yang masih bengong.Tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari mulut pemuda tampan itu.

"Hayati, sepertinya nak Bambang menyukaimu."ucap Fatimah.

Hayati hanya diam saja ,perasaannya masih bimbang antara senang atau sedih.

"emak,Hayati kan masih kecil, udah ah jangan ngomongin dia terus ,Hayati mau kedalam dulu ." ucap Hayati sambil melangkah kedalam kamarnya.

Di dalam kamar Hayati masih kepikiran tentang ucapan Bambang tadi.

"Apa iya abang Bambang mau menunggu saya dewasa."

ucap Hayati dalam hati ,sambil tersenyum.

Sementara di kediaman keluarga Pak Ahmad, bapa dari Bambang sahputra,semua orang sudah berkumpul untuk makan bersama. Ini kali pertama mereka makan bersama di rumah setelah bertahun - tahun Bambang tinggal di kota,karena Bambang jarang pulang ke kampung di karenakan pekerjaannya di kota yang tidak bisa di tinggal lama.Sedangkan keluarganya selalu datang ke kota untuk menemuinya.

"Bang, ayo cepat kita makan bareng,ibu udah lapar nih." ucap Komala ibu dari Bambang ,Rosidah dan sari. Iya,Bambang adalah anak kedua dari pak Ahmad dan Komala ,Rosidah anak pertama dan Sari anak bungsu mereka.

"Iya bu ." ucap Bambang.

mereka pun bersantap bersama dengan penuh kebahagiaan.

Keesokan paginya Bambang sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kota, kak Rosidah memeluk sang adik yang ia sayangi akan pergi lagi meninggalkan mereka.

"Kenapa sih cepat - cepat pergi lagi,kakak kan masih kangen sama kamu ." ucap Rosidah dengan sedih.

"Iya kak,maaf tapi mau gimana lagi kerjaan di sana siapa yang urus,kan kaka tau om Gilang udah sering sakit-sakit .Siapa lagi kalo bukan aku yang urus."ucap Bambang sambil memeluk kakaknya.

"Sari ,kenapa kmu dari tadi diam saja?"tanya Bambang pada adik bungsunya yang masih duduk di bangku SMA.

"Aku kesal sama kakak ,masa aku ingin ikut ke Jakarta gak boleh.Aku juga kan ingin tinggal di kota kaya kakak, biar putih gitu,lihat nih kulit aku gosong gini kelamaan tinggal di kampung." cerita Sari sambil monyong- monyong bibirnya.

"Ha..ha..Sari ,Sari .Kamu tuh ada -ada aja ,itu mah udah dari sono nya kulit kamu item." goda Rosidah .

"Ih, kak Rosidah awas yah, bilangin ibu ." rengek Sari.Meskipun Sari sudah SMA ,tapi kelakuannya masih seperti anak SD,dia terlalu manja karena limpahan kasih sayang dari orang tua dan kakak-kakaknya.

"Sini peluk kakak ."ucap Bambang pada Sari.

"Ibu juga mau di peluk dong." pinta bu Komala pada ke tiga anaknya,sementara Pak Ahmad hanya memperhatikan mereka, pak Ahmad tergolong orang yang pendiam,tegas dan berwibawa sehingga di hormati oleh warga kampung itu maupun keluarganya.

"Ayo siap -siap ,nanti keburu siang ." tegas pak Ahmad.

Mobil pun melaju diiringi lambaian tangan keluarga Bambang .Di perjalanan Bambang teringat dengan Hayati gadis desa yang telah mencuri hatinya, ia bertekad kelak saat kembali,ia akan meminang gadis itu .

"tunggu aku Hayati ."gumam Bambang.

Hayati duduk termenung sambil mengupas kulit kacang tanah, Fatimah menyuruhnya melakukan itu karena mereka akan membuat sambal dari kacang tanah.Dalam hati Hayati bergumam:" Apakah Bambang sudah pergi ?"

bersambung...

Terpopuler

Comments

Erna Wati

Erna Wati

makasih kakak atas dukungannya..semoga kita bisa saling sharing dan semoga kakak selalu sehat selalu ,Aamiin..🤲🏻😍

2023-02-28

0

Gadih Hazar

Gadih Hazar

Bambang laki-laki yang gentle ya... semoga berjodoh ya Bambang dengan Hayati.. Salam kenal ya kak, semangat...cerita yang menarik aku kasih mawar untuk mu..

2023-02-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bab.1 Pertemuan
2 Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3 Bab.3 impian yang pupus
4 Bab .4 Menikah muda
5 Bab. 5 Malam Pertama
6 Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7 Bab.7 Mencari pekerjaan
8 Bab.8 Hayati bekerja
9 Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10 Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11 Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12 Bab. 12 Positif Hamil
13 Bab. 13 Cemburu Buta
14 Bab. 14 Melahirkan
15 Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16 Bab. 16 Pemberontakan
17 Bab. 17 Pemuas Nafsu
18 Bab. 18 Ceraikan Aku
19 Bab. 19 Kembali Mengandung
20 Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21 Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22 Bab 22 Harapan Baru
23 Bab. 23 Status Baru
24 Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25 Bab . 25 Ulah Marissa
26 Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27 Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28 Bab. 28 Wanita misterius
29 Bab. 29 Kisah Marissa
30 Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31 Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32 Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33 Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34 Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35 Bab. 35 Kekecewaan Bima
36 Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37 Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38 Bab. 38 Tante Penyelamat
39 Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40 Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41 Bab. 41 Wanita Gila !
42 Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43 Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44 Bab. 44 Dafa !!!
45 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47 Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48 Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49 Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50 Bab 49. Godaan Sang Perawat
51 Bab 50. Suster Anya
52 Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53 Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54 Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55 Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56 Bab 55. Alisha Sakit
57 Bab 56. Wanita penggoda
58 Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59 Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60 Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61 Bab. 60 Masa Lalu Anya
62 Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63 Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64 Bab. 63 Perdebatan
65 Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66 Bab. 65 Arif Menghilang
67 Bab. 66 Kenyataan Pahit
68 Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69 Bab. 68 Mas....
70 Bab. 68 Mas....
71 Bab. 70 Bambang
72 Bab. 71 SUCI
73 Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74 Bab. 73 Penambang Pasir
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Bab.1 Pertemuan
2
Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3
Bab.3 impian yang pupus
4
Bab .4 Menikah muda
5
Bab. 5 Malam Pertama
6
Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7
Bab.7 Mencari pekerjaan
8
Bab.8 Hayati bekerja
9
Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10
Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11
Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12
Bab. 12 Positif Hamil
13
Bab. 13 Cemburu Buta
14
Bab. 14 Melahirkan
15
Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16
Bab. 16 Pemberontakan
17
Bab. 17 Pemuas Nafsu
18
Bab. 18 Ceraikan Aku
19
Bab. 19 Kembali Mengandung
20
Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21
Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22
Bab 22 Harapan Baru
23
Bab. 23 Status Baru
24
Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25
Bab . 25 Ulah Marissa
26
Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27
Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28
Bab. 28 Wanita misterius
29
Bab. 29 Kisah Marissa
30
Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31
Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32
Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33
Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34
Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35
Bab. 35 Kekecewaan Bima
36
Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37
Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38
Bab. 38 Tante Penyelamat
39
Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40
Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41
Bab. 41 Wanita Gila !
42
Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43
Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44
Bab. 44 Dafa !!!
45
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47
Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48
Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49
Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50
Bab 49. Godaan Sang Perawat
51
Bab 50. Suster Anya
52
Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53
Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54
Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55
Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56
Bab 55. Alisha Sakit
57
Bab 56. Wanita penggoda
58
Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59
Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60
Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61
Bab. 60 Masa Lalu Anya
62
Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63
Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64
Bab. 63 Perdebatan
65
Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66
Bab. 65 Arif Menghilang
67
Bab. 66 Kenyataan Pahit
68
Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69
Bab. 68 Mas....
70
Bab. 68 Mas....
71
Bab. 70 Bambang
72
Bab. 71 SUCI
73
Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74
Bab. 73 Penambang Pasir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!