"Permisi bu." sapa Bambang pada Fatimah ,ibu tiri dari Hayati.
" Iya,ada apa yah?"tanya Fatimah .sambil melangkah mendekati pemuda itu.
" Hayati nya ada bu?" tanya pemuda itu lagi.
"Ada, memang nya ada perlu apa sama Hayati?"tanya Fatimah serius.
" Kenalkan bu,saya Bambang putera pak Ahmad dari kampung sebelah." ungkap Bambang dengan penuh sopan santun .
" Oh, ini puteranya pak Ahmad , dulu emak ingat masih kecil,sekarang sudah besar begini ,tampan pula."sahut Fatimah dengan ramah.
"Iya bu ,Alhamdulillah." ucap Bambang dengan bangga,lalu mencium punggung tangan Fatimah.
"Panggil saja emak,jangan panggil ibu nak Bambang,malu emak kan orang tidak punya." ucap Fatimah kepada Bambang dengan sedikit tertawa.
"Iya,mak.Terima kasih."jawab bambang dengan bahagia.
"Sebentar ,emak panggil Hayati dulu ."ucap Fatimah sambil berjalan kedalam rumah.
"iya ,mak terimakasih."
Tak berapa lama,Hayati muncul dengan menggunakan rok panjang dengan atasan lengan panjang berwarna merah muda.Menambah kecantikan gadis belia itu.Membuat mata Bambang tidak berhenti menatapnya.
"Hayati !" ucap bambang sambil menatap gadis itu .
"Iya ,ada apa yah" jawab Hayati.
" Saya Bambang,kamu pasti sudah tau siapa saya."ucap Bambang.
Hayati hanya diam saja dan mendengarkan ucapan Bambang dengan tertunduk.
"Hayati,kenapa kamu tidak bicara?"tanya bambang dengan lembut.
"Maaf ,saya tidak paham maksud kedatangan abang kesini apa yah?" tanya Hayati sambil terus menunduk,tak berani menatap mata Bambang.
"Hayati, abang Bambang suka sama Hayati,abang jatuh hati padamu,saat pertama kali melihatmu ." ungkap Bambang dengan penuh keyakinan.
Hayati terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Bambang,lalu ia melihat ke arah Bambang dan berkata :" Maaf bang, Hayati masih kecil,belum ngerti yang gitu -gitu, umur Hayati baru 13 tahun."
" Dengar Hayati,saya tau betul soal itu,dan saya benar-benar jatuh hati kepadamu,saya akan menunggumu sampai kamu dewasa,sampai kamu sudah siap." ucap Bambang penuh keyakinan akan mendapatkan gadis pujaannya itu.
"Tapi saya belum memikirkan hal-hal semacam itu,saya ingin fokus belajar,supaya kelak menjadi orang sukses dan bisa membahagiakan emak saya." ucap Hayati sedikit bergetar suaranya,tak dapat di pungkiri ,Hayati juga menyukai ketampanan Bambang,gadis mana yang bisa menolak pesona Bambang sahputra ,pemuda dari keluarga berada dan berpendidikan tinggi,sopan santun serta rupawan.
" Iya ,Hayati saya tau.Saya hanya ingin kau jadi milikku suatu saat nanti,saya akan menunggumu sampai saat itu tiba.Sementara ini saya akan kembali ke Jakarta.Ku harap kau mau menungguku Hayati." pinta Bambang dengan penuh harap.
Hayati kaget dengan apa yang baru saja ia dengar,ia pun tertunduk malu dan tak tau harus berkata apa.
"Hayati,besok saya akan kembali ke Jakarta.Saya harap kamu mau menunggu saya kembali,saya akan membiayai seluruh sekolahmu.Mau kah kau berjanji padaku,Hayati ?" ucap Bambang memohon.
Tak kunjung ada jawaban dari Hayati, Bambang pun beranjak dari duduknya.
"Baiklah ,saya permisi pulang Hayati,jaga dirimu baik-baik ya, besok pagi saya berangkat ke kota."
sambil tersenyum Bambang mohon pamit kepada Hayati dan Fatimah yang saat itu kebetulan keluar dari dalam rumah .
" iya bang."ucap Hayati singkat.
" Hati - hati nak Bambang " ucap Fatimah kepada Bambang yang sedang mencium tangannya.
"Terima kasih mak."saya titip Hayati mak." pinta Bambang kepada Fatimah sambil berlalu meninggalkan Fatimah dan Hayati yang masih bengong.Tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari mulut pemuda tampan itu.
"Hayati, sepertinya nak Bambang menyukaimu."ucap Fatimah.
Hayati hanya diam saja ,perasaannya masih bimbang antara senang atau sedih.
"emak,Hayati kan masih kecil, udah ah jangan ngomongin dia terus ,Hayati mau kedalam dulu ." ucap Hayati sambil melangkah kedalam kamarnya.
Di dalam kamar Hayati masih kepikiran tentang ucapan Bambang tadi.
"Apa iya abang Bambang mau menunggu saya dewasa."
ucap Hayati dalam hati ,sambil tersenyum.
Sementara di kediaman keluarga Pak Ahmad, bapa dari Bambang sahputra,semua orang sudah berkumpul untuk makan bersama. Ini kali pertama mereka makan bersama di rumah setelah bertahun - tahun Bambang tinggal di kota,karena Bambang jarang pulang ke kampung di karenakan pekerjaannya di kota yang tidak bisa di tinggal lama.Sedangkan keluarganya selalu datang ke kota untuk menemuinya.
"Bang, ayo cepat kita makan bareng,ibu udah lapar nih." ucap Komala ibu dari Bambang ,Rosidah dan sari. Iya,Bambang adalah anak kedua dari pak Ahmad dan Komala ,Rosidah anak pertama dan Sari anak bungsu mereka.
"Iya bu ." ucap Bambang.
mereka pun bersantap bersama dengan penuh kebahagiaan.
Keesokan paginya Bambang sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kota, kak Rosidah memeluk sang adik yang ia sayangi akan pergi lagi meninggalkan mereka.
"Kenapa sih cepat - cepat pergi lagi,kakak kan masih kangen sama kamu ." ucap Rosidah dengan sedih.
"Iya kak,maaf tapi mau gimana lagi kerjaan di sana siapa yang urus,kan kaka tau om Gilang udah sering sakit-sakit .Siapa lagi kalo bukan aku yang urus."ucap Bambang sambil memeluk kakaknya.
"Sari ,kenapa kmu dari tadi diam saja?"tanya Bambang pada adik bungsunya yang masih duduk di bangku SMA.
"Aku kesal sama kakak ,masa aku ingin ikut ke Jakarta gak boleh.Aku juga kan ingin tinggal di kota kaya kakak, biar putih gitu,lihat nih kulit aku gosong gini kelamaan tinggal di kampung." cerita Sari sambil monyong- monyong bibirnya.
"Ha..ha..Sari ,Sari .Kamu tuh ada -ada aja ,itu mah udah dari sono nya kulit kamu item." goda Rosidah .
"Ih, kak Rosidah awas yah, bilangin ibu ." rengek Sari.Meskipun Sari sudah SMA ,tapi kelakuannya masih seperti anak SD,dia terlalu manja karena limpahan kasih sayang dari orang tua dan kakak-kakaknya.
"Sini peluk kakak ."ucap Bambang pada Sari.
"Ibu juga mau di peluk dong." pinta bu Komala pada ke tiga anaknya,sementara Pak Ahmad hanya memperhatikan mereka, pak Ahmad tergolong orang yang pendiam,tegas dan berwibawa sehingga di hormati oleh warga kampung itu maupun keluarganya.
"Ayo siap -siap ,nanti keburu siang ." tegas pak Ahmad.
Mobil pun melaju diiringi lambaian tangan keluarga Bambang .Di perjalanan Bambang teringat dengan Hayati gadis desa yang telah mencuri hatinya, ia bertekad kelak saat kembali,ia akan meminang gadis itu .
"tunggu aku Hayati ."gumam Bambang.
Hayati duduk termenung sambil mengupas kulit kacang tanah, Fatimah menyuruhnya melakukan itu karena mereka akan membuat sambal dari kacang tanah.Dalam hati Hayati bergumam:" Apakah Bambang sudah pergi ?"
bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Erna Wati
makasih kakak atas dukungannya..semoga kita bisa saling sharing dan semoga kakak selalu sehat selalu ,Aamiin..🤲🏻😍
2023-02-28
0
Gadih Hazar
Bambang laki-laki yang gentle ya... semoga berjodoh ya Bambang dengan Hayati.. Salam kenal ya kak, semangat...cerita yang menarik aku kasih mawar untuk mu..
2023-02-28
0