" Baiklah, mak permisi pulang dulu ya !" ujar mak Fatimah .
" Iya, mak terima kasih cabe nya!" kata bu Nung.
" sama- sama."
Lalu Fatimah berjalan menuju rumahnya.
Dalam hati ia bertanya - tanya siapa yang mencarinya ?
Saat Fatimah hendak melangkah masuk kedalam rumahnya,tiba - tiba ada seseorang mengucap salam.
" Asalamualaikum...!"
" Waalaikumsalam..!" jawab Fatimah sambil berbalik,betapa kagetnya ia melihat wanita di hadapannya.
"Maryati ?!" ucap Fatimah kaget.
" Iya, mbak.Ini saya, " ucap wanita itu. Maryati, adalah ibu kandung Hayati, dulu pernah sekali ia datang untuk mengambil Hayati saat bapak Hayati baru meninggal, namun usahanya gagal ,karena wasiat dari Almarhum, juga karena Fatimah tidak mau kehilangan Hayati.
Fatimah masih terkejut dengan kedatangan Maryati, ia hanya menatap Maryati tanpa bersuara sedikit pun.
" Mbak, bagaimana kabarmu, ?"
" Dan, Hayati..? "tanya Maryati lagi.
" Alhamdulillah ,baik ..!" jawab Fatimah singkat.
" Masuklah, Maryati...!" seru Fatimah menyuruh Maryati masuk kedalam .
" Baik, mbak, terima kasih ..!" Maryati pun melangkah masuk mengikuti Fatimah.
" Dimana Hayati ,mbak? saya kangen sekali pada Hayati !" kata Maryati sendu.
" Dia di rumah mertuanya.. ! " kata Fatimah datar.
" Mertuanya? apa maksud mbak?!" tanya Maryati lagi kaget.
" Hayati sudah menikah, sekarang dia tinggal bersama suami dan mertuanya." jelas Fatimah lagi.
" Apa maksud mbak menikah ? kenapa saya tidak di beri tahu?" ucap Maryati kesal.
" Bagaimana saya bisa memberi tahu mu, kamu tidak pernah muncul selama ini." kata Fatimah lagi.
"Saya memiliki keluarga lagi mbak, bahkan saya ingin mengambil ,Hayati .Tapi mbak selalu menghalangi, saya yang lebih berhak atas Hayati, saya yang melahirkannya !" ucap Maryati sedikit berterik.
" Hayati bahagia hidup denganku, kami saling menyayangi.Jadi kamu hiduplah dengan tenang bersama keluarga baru mu, tidak usah menghawatirkan Hayati, cukup doakan saja ." tutur Fatimah.
" Dimana dia tinggal sekarang, saya ingin bertemu dengannya.?"
"Di desa sebelah , dia menikah dengan putra pak Ahmad. Namanya Bambang. " ucap Fatimah.
" Baiklah saya akan kesana ,dan mencari rumah keluarga itu !" kata Maryati .Lalu ia pamit pada Fatimah .
Di rumah Hayati sedang merapikan tempat tidur pak Ahmad , setelah pulang dari Rumah Sakit ,kini kondisi pak Ahmad hanya bisa tiduran dan duduk , ia belum bisa berjalan seperti semula karena cedera pada kakinya akibat jatuh waktu itu.
Lahan pertanian milik pak Ahmad pun di titipkan kepada tetangga untuk di urus, karena Bambang sama sekali tidak mau mengurus lahan pertanian ,ia tidak mau panas- panasan, dan kotor - kotoran,ia tidak seperti pak Ahmad yang giat bekerja walaupun panas dan kotor.
Ponsel Bambang berbunyi, lalu langsung di angkat olehnya.
" Halo,, iya benar,,,oh iya, terima kasih pak ,,!" ucap Bambang sambil menutup telponnya.
"Hayatiii....!" teriak Bambang.
" Iya , bang...!" jawab Hayati sembari menghampiri suaminya .
" Kamu di terima kerja, barusan telepon dari pabrik ." kata Bambang semangat.
"Alhamdulillah, bang...!" seru Hayati mengucap syukur.
"Besok kamu di suruh ke pabrik pukul 07.00 pagi."
" Baik, bang."
Lalu Hayati lanjut membereskan kamar mertuanya,
" kak Hayati mau kerja ? " tanya Sari yang baru masuk ke kamar bapaknya.
"Iya , kakak harus bekerja, karena abang mu ,belum dapat pekerjaan. Jadi kakak coba kerja dulu ."
" Kak Hayati emang gak cape ,ngurusin rumah juga ?" tanya Sari lagi.
" Ga papa , sekarang kan bapak juga sakit, kasihan kan gak ada pemasukan, ini sementara aja sebelum abang dapet kerjaan ." tutur Hayati lembut.
" Maaf kan ,kami ya nak, kami merepotkanmu terus." ucap pak Ahmad sedih.
" Maaf kan Bambang ya Hayati, dia belum bisa membahagiakan kamu." Komala menimpali.
Sejak kejadian hilang gelang waktu itu, Komala jadi berubah , sekarang dia mulai menyadari kebaikan menantunya itu, selama ini ia salah paham ,dan membenci Hayati karena dari keluarga miskin, tapi sekarang ia pun sama seperti Hayati, jadi sekarang ia mulai menerima Hayati .
" Iya ,bu ga apa - apa Hayati ikhlas, karena sekarang kalian adalah keluargaku, kita harus saling membantu ." ucap Hayati tegar.
" Kak Hayati, diluar ada tamu yang mencari kakak !" seru Sari ,setelah mendengar ada orang yang mengucapkan salam tadi.
" Siapa? "
" Gak tau, ibu - ibu ,menanyakan kak Hayati ."
" Iya,, Sari terima kasih." ucap Hayati lalu keluar menemui tamu nya .
" Silahkan masuk !" seru Hayati begitu melihat tamu nya.
Hayati tidak mengenali wanita itu.
" Hayati,, ini ibu !" kata wanita itu sedih .
" Ibu siapa ?" tanya Hayati heran.Jelas Hayati tidak mengenali ibu kandungnya,karena saat terakhir kali bertemu dengan ibu kandung nya saat bapaknya meninggal dunia, saat itu ia berumur 5 tahun.
" Saya ibu kandung mu ,Hayati !" seru Maryati lagi ,sambil memeluk Hayati dengan penuh kerinduan .
" Ibu ?" isak Hayati dalam pelukan Maryati ibu kandungnya.
"Iya ,sayang ini ibu, ibu yang telah melahirkanmu, ibu rindu sekali padamu." isak Maryati.
" Selama ini ibu kemana? " tanya Hayati sendu.
" Maafkan ibu anakku, ibu akan menjelaskan semuanya."
Maryati pun bercerita panjang lebar dari awal hingga akhir nya ia berpisah dengan bapak Hayati, dan saat ia ingin membawa Hayati dan terhalang oleh wasiat sang ayah.Sampai ia berumah tangga kembali dengan seorang pensiunan Tentara .Dan di karuniai satu orang anak laki - laki yang masih sekolah .
" Saya bahagia hidup dengan mak Fatimah, beliau mengurus saya dengan sangat baik, saya sangat menyayanginya, saya juga menyayangi ibu ." ucap Hayati sembari mengeratkan pelukannya pada ibunya, Hayati bahagia karena ia memiliki 2 ibu .Dan keluarga baru dari suaminya , ia sangat bersyukur pada Tuhan.
Mereka pun saling berpelukan tanpa mau melepaskan pelukan mereka karena kerinduan yang mendalam.
Di sisi lain ,Komala dan Sari yang memperhatikan adegan dramatis dari ibu dan anak itu ikut menitikan air mata bahagia .
Mereka pun bercengkrama.
Hingga ,Maryati pun pamit pulang karena ia harus segera kembali,karena suaminya terus menelpon dari tadi.
" Jaga dirimu baik- baik ya sayang, ibu harus kembali karena suami ibu sedang sakit ." ucap Maryati .
" Iya bu, terima kasih sudah datang dan mencari Hayati .Jaga diri ibu juga." isak Hayati melepas kepergian ibunya,untuk yang kesekian kali, pertama saat ia harus berpisah dengan ibunya, karena ia di bawa oleh bapaknya ,sesaat setelah mereka bercerai , ke dua saat ibunya datang untuk mengambilnya ketika sang ayah meninggal .
Akhirnya mereka pun berpisah kembali, tapi kali ini Hayati memiliki keyakinan, bahwa mereka akan bertemu lebih sering kedepannya.
" Hayati ibu gak nyangka ibu kandungmu masih sangat muda, dan cantik pula." kata Komala memuji kecantikan besannya itu.
" Makasih bu,, Hayati juga gak nyangka bisa ketemu lagi sama ibu kandung Hayati." jawab Hayati senang.
"kakak mirip dengan ibu kandung kakak. Sama - sama cantik . " ucap Sari.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments