Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati

" Baiklah, mak permisi pulang dulu ya !" ujar mak Fatimah .

" Iya, mak terima kasih cabe nya!" kata bu Nung.

" sama- sama."

Lalu Fatimah berjalan menuju rumahnya.

Dalam hati ia bertanya - tanya siapa yang mencarinya ?

Saat Fatimah hendak melangkah masuk kedalam rumahnya,tiba - tiba ada seseorang mengucap salam.

" Asalamualaikum...!"

" Waalaikumsalam..!" jawab Fatimah sambil berbalik,betapa kagetnya ia melihat wanita di hadapannya.

"Maryati ?!" ucap Fatimah kaget.

" Iya, mbak.Ini saya, " ucap wanita itu. Maryati, adalah ibu kandung Hayati, dulu pernah sekali ia datang untuk mengambil Hayati saat bapak Hayati baru meninggal, namun usahanya gagal ,karena wasiat dari Almarhum, juga karena Fatimah tidak mau kehilangan Hayati.

Fatimah masih terkejut dengan kedatangan Maryati, ia hanya menatap Maryati tanpa bersuara sedikit pun.

" Mbak, bagaimana kabarmu, ?"

" Dan, Hayati..? "tanya Maryati lagi.

" Alhamdulillah ,baik ..!" jawab Fatimah singkat.

" Masuklah, Maryati...!" seru Fatimah menyuruh Maryati masuk kedalam .

" Baik, mbak, terima kasih ..!" Maryati pun melangkah masuk mengikuti Fatimah.

" Dimana Hayati ,mbak? saya kangen sekali pada Hayati !" kata Maryati sendu.

" Dia di rumah mertuanya.. ! " kata Fatimah datar.

" Mertuanya? apa maksud mbak?!" tanya Maryati lagi kaget.

" Hayati sudah menikah, sekarang dia tinggal bersama suami dan mertuanya." jelas Fatimah lagi.

" Apa maksud mbak menikah ? kenapa saya tidak di beri tahu?" ucap Maryati kesal.

" Bagaimana saya bisa memberi tahu mu, kamu tidak pernah muncul selama ini." kata Fatimah lagi.

"Saya memiliki keluarga lagi mbak, bahkan saya ingin mengambil ,Hayati .Tapi mbak selalu menghalangi, saya yang lebih berhak atas Hayati, saya yang melahirkannya !" ucap Maryati sedikit berterik.

" Hayati bahagia hidup denganku, kami saling menyayangi.Jadi kamu hiduplah dengan tenang bersama keluarga baru mu, tidak usah menghawatirkan Hayati, cukup doakan saja ." tutur Fatimah.

" Dimana dia tinggal sekarang, saya ingin bertemu dengannya.?"

"Di desa sebelah , dia menikah dengan putra pak Ahmad. Namanya Bambang. " ucap Fatimah.

" Baiklah saya akan kesana ,dan mencari rumah keluarga itu !" kata Maryati .Lalu ia pamit pada Fatimah .

Di rumah Hayati sedang merapikan tempat tidur pak Ahmad , setelah pulang dari Rumah Sakit ,kini kondisi pak Ahmad hanya bisa tiduran dan duduk , ia belum bisa berjalan seperti semula karena cedera pada kakinya akibat jatuh waktu itu.

Lahan pertanian milik pak Ahmad pun di titipkan kepada tetangga untuk di urus, karena Bambang sama sekali tidak mau mengurus lahan pertanian ,ia tidak mau panas- panasan, dan kotor - kotoran,ia tidak seperti pak Ahmad yang giat bekerja walaupun panas dan kotor.

Ponsel Bambang berbunyi, lalu langsung di angkat olehnya.

" Halo,, iya benar,,,oh iya, terima kasih pak ,,!" ucap Bambang sambil menutup telponnya.

"Hayatiii....!" teriak Bambang.

" Iya , bang...!" jawab Hayati sembari menghampiri suaminya .

" Kamu di terima kerja, barusan telepon dari pabrik ." kata Bambang semangat.

"Alhamdulillah, bang...!" seru Hayati mengucap syukur.

"Besok kamu di suruh ke pabrik pukul 07.00 pagi."

" Baik, bang."

Lalu Hayati lanjut membereskan kamar mertuanya,

" kak Hayati mau kerja ? " tanya Sari yang baru masuk ke kamar bapaknya.

"Iya , kakak harus bekerja, karena abang mu ,belum dapat pekerjaan. Jadi kakak coba kerja dulu ."

" Kak Hayati emang gak cape ,ngurusin rumah juga ?" tanya Sari lagi.

" Ga papa , sekarang kan bapak juga sakit, kasihan kan gak ada pemasukan, ini sementara aja sebelum abang dapet kerjaan ." tutur Hayati lembut.

" Maaf kan ,kami ya nak, kami merepotkanmu terus." ucap pak Ahmad sedih.

" Maaf kan Bambang ya Hayati, dia belum bisa membahagiakan kamu." Komala menimpali.

Sejak kejadian hilang gelang waktu itu, Komala jadi berubah , sekarang dia mulai menyadari kebaikan menantunya itu, selama ini ia salah paham ,dan membenci Hayati karena dari keluarga miskin, tapi sekarang ia pun sama seperti Hayati, jadi sekarang ia mulai menerima Hayati .

" Iya ,bu ga apa - apa Hayati ikhlas, karena sekarang kalian adalah keluargaku, kita harus saling membantu ." ucap Hayati tegar.

" Kak Hayati, diluar ada tamu yang mencari kakak !" seru Sari ,setelah mendengar ada orang yang mengucapkan salam tadi.

" Siapa? "

" Gak tau, ibu - ibu ,menanyakan kak Hayati ."

" Iya,, Sari terima kasih." ucap Hayati lalu keluar menemui tamu nya .

" Silahkan masuk !" seru Hayati begitu melihat tamu nya.

Hayati tidak mengenali wanita itu.

" Hayati,, ini ibu !" kata wanita itu sedih .

" Ibu siapa ?" tanya Hayati heran.Jelas Hayati tidak mengenali ibu kandungnya,karena saat terakhir kali bertemu dengan ibu kandung nya saat bapaknya meninggal dunia, saat itu ia berumur 5 tahun.

" Saya ibu kandung mu ,Hayati !" seru Maryati lagi ,sambil memeluk Hayati dengan penuh kerinduan .

" Ibu ?" isak Hayati dalam pelukan Maryati ibu kandungnya.

"Iya ,sayang ini ibu, ibu yang telah melahirkanmu, ibu rindu sekali padamu." isak Maryati.

" Selama ini ibu kemana? " tanya Hayati sendu.

" Maafkan ibu anakku, ibu akan menjelaskan semuanya."

Maryati pun bercerita panjang lebar dari awal hingga akhir nya ia berpisah dengan bapak Hayati, dan saat ia ingin membawa Hayati dan terhalang oleh wasiat sang ayah.Sampai ia berumah tangga kembali dengan seorang pensiunan Tentara .Dan di karuniai satu orang anak laki - laki yang masih sekolah .

" Saya bahagia hidup dengan mak Fatimah, beliau mengurus saya dengan sangat baik, saya sangat menyayanginya, saya juga menyayangi ibu ." ucap Hayati sembari mengeratkan pelukannya pada ibunya, Hayati bahagia karena ia memiliki 2 ibu .Dan keluarga baru dari suaminya , ia sangat bersyukur pada Tuhan.

Mereka pun saling berpelukan tanpa mau melepaskan pelukan mereka karena kerinduan yang mendalam.

Di sisi lain ,Komala dan Sari yang memperhatikan adegan dramatis dari ibu dan anak itu ikut menitikan air mata bahagia .

Mereka pun bercengkrama.

Hingga ,Maryati pun pamit pulang karena ia harus segera kembali,karena suaminya terus menelpon dari tadi.

" Jaga dirimu baik- baik ya sayang, ibu harus kembali karena suami ibu sedang sakit ." ucap Maryati .

" Iya bu, terima kasih sudah datang dan mencari Hayati .Jaga diri ibu juga." isak Hayati melepas kepergian ibunya,untuk yang kesekian kali, pertama saat ia harus berpisah dengan ibunya, karena ia di bawa oleh bapaknya ,sesaat setelah mereka bercerai , ke dua saat ibunya datang untuk mengambilnya ketika sang ayah meninggal .

Akhirnya mereka pun berpisah kembali, tapi kali ini Hayati memiliki keyakinan, bahwa mereka akan bertemu lebih sering kedepannya.

" Hayati ibu gak nyangka ibu kandungmu masih sangat muda, dan cantik pula." kata Komala memuji kecantikan besannya itu.

" Makasih bu,, Hayati juga gak nyangka bisa ketemu lagi sama ibu kandung Hayati." jawab Hayati senang.

"kakak mirip dengan ibu kandung kakak. Sama - sama cantik . " ucap Sari.

Episodes
1 Bab.1 Pertemuan
2 Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3 Bab.3 impian yang pupus
4 Bab .4 Menikah muda
5 Bab. 5 Malam Pertama
6 Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7 Bab.7 Mencari pekerjaan
8 Bab.8 Hayati bekerja
9 Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10 Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11 Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12 Bab. 12 Positif Hamil
13 Bab. 13 Cemburu Buta
14 Bab. 14 Melahirkan
15 Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16 Bab. 16 Pemberontakan
17 Bab. 17 Pemuas Nafsu
18 Bab. 18 Ceraikan Aku
19 Bab. 19 Kembali Mengandung
20 Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21 Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22 Bab 22 Harapan Baru
23 Bab. 23 Status Baru
24 Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25 Bab . 25 Ulah Marissa
26 Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27 Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28 Bab. 28 Wanita misterius
29 Bab. 29 Kisah Marissa
30 Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31 Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32 Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33 Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34 Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35 Bab. 35 Kekecewaan Bima
36 Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37 Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38 Bab. 38 Tante Penyelamat
39 Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40 Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41 Bab. 41 Wanita Gila !
42 Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43 Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44 Bab. 44 Dafa !!!
45 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47 Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48 Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49 Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50 Bab 49. Godaan Sang Perawat
51 Bab 50. Suster Anya
52 Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53 Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54 Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55 Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56 Bab 55. Alisha Sakit
57 Bab 56. Wanita penggoda
58 Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59 Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60 Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61 Bab. 60 Masa Lalu Anya
62 Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63 Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64 Bab. 63 Perdebatan
65 Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66 Bab. 65 Arif Menghilang
67 Bab. 66 Kenyataan Pahit
68 Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69 Bab. 68 Mas....
70 Bab. 68 Mas....
71 Bab. 70 Bambang
72 Bab. 71 SUCI
73 Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74 Bab. 73 Penambang Pasir
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Bab.1 Pertemuan
2
Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3
Bab.3 impian yang pupus
4
Bab .4 Menikah muda
5
Bab. 5 Malam Pertama
6
Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7
Bab.7 Mencari pekerjaan
8
Bab.8 Hayati bekerja
9
Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10
Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11
Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12
Bab. 12 Positif Hamil
13
Bab. 13 Cemburu Buta
14
Bab. 14 Melahirkan
15
Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16
Bab. 16 Pemberontakan
17
Bab. 17 Pemuas Nafsu
18
Bab. 18 Ceraikan Aku
19
Bab. 19 Kembali Mengandung
20
Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21
Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22
Bab 22 Harapan Baru
23
Bab. 23 Status Baru
24
Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25
Bab . 25 Ulah Marissa
26
Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27
Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28
Bab. 28 Wanita misterius
29
Bab. 29 Kisah Marissa
30
Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31
Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32
Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33
Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34
Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35
Bab. 35 Kekecewaan Bima
36
Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37
Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38
Bab. 38 Tante Penyelamat
39
Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40
Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41
Bab. 41 Wanita Gila !
42
Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43
Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44
Bab. 44 Dafa !!!
45
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47
Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48
Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49
Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50
Bab 49. Godaan Sang Perawat
51
Bab 50. Suster Anya
52
Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53
Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54
Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55
Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56
Bab 55. Alisha Sakit
57
Bab 56. Wanita penggoda
58
Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59
Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60
Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61
Bab. 60 Masa Lalu Anya
62
Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63
Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64
Bab. 63 Perdebatan
65
Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66
Bab. 65 Arif Menghilang
67
Bab. 66 Kenyataan Pahit
68
Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69
Bab. 68 Mas....
70
Bab. 68 Mas....
71
Bab. 70 Bambang
72
Bab. 71 SUCI
73
Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74
Bab. 73 Penambang Pasir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!