Hayati tengah bersiap- siap untuk ke pabrik .Hari ini ia mendapat panggilan kerja.Setelah menyelesaikan seluruh pekerjaan rumah tangga ia langsung bersiap untuk berangkat.
Saat ia hendak keluar, perutnya terasa mual, buru - buru ia minum air hangat, ah, mungkin karena kemarin ia telat makan,pikir Hayati.
"Bang aku udah siap nih, ayo kita berangkat !" seru Hayati.
"Iya, ..."
" Bu kami berangkat kerja dulu ,ya ?" ucap Hayati berpamitan pada sang mertua.
" Iya, hati - hati ,bang pelan - pelan aja bawa motornya ya !" seru Komala.Ia kini menjadi sangat perhatian pada Hayati.
" iya ,bu "
Sesampainya di pabrik, Hayati langsung di suruh masuk oleh sekuriti , dan benar saja semua calon karyawan telah berkumpul di aula pabrik, untung saja Hayati tidak terlambat, karena harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga dulu, hampir saja ia terlambat sampai di pabrik.
Beberapa saat kemudian datanglah beberapa orang pria dengan pakaian rapi dengan jas dan berdasi, dua diantara pria itu merupakan warga asing ,yang satu berusia sekita setengah abad, dan pria asing yang kedua berusia sekitar 35 tahun. keduanya tersenyum kepada seluruh calon karyawan.
" Good morning !"
" Apa kabar semuanya ?" ucap pria asing yang paling tua yang merupakan Presiden direktur dari perusahaan itu.Ia berbicara dengan logat korea. Dengan wajah yang ramah ia menyapa semua orang.
" Good morning, sir ..!" semuanya serempak menjawab.
" Terima kasih telah datang dan ikut bergabung di perusahaan ini, kalian yang mendapat panggilan dari kami terbukti memenuhi syarat untuk bekerja di perusahaan ini, kami mohon kerja samanya, mari sama- sama kita memajukan perusahaan ini .Selanjutnya kalian akan mendapatkan arahan dari pak Manager disini." sambutan dari Mr, choi ,masih dengan logat korea nya.
" Terima kasih , mister ..!" seru semuanya.
Selanjutnya , mereka di bawa ke dalam pabrik .Setelah menyelesaikan interview sebelumnya,Hayati sangat takjub melihat kedalam pabrik yang begitu luas dan bagus, di sana berjejer mesin - mesin jahit yang sangat canggih , beda dengan mesin jahit yang ia miliki di rumah .
Di gedung kedua terlihat para karyawan yang telah lebih dulu bekerja ,mereka sedang sibuk- sibuknya dengan pekerjaan masing - masing.
Sebelumnya saat proses interview Hayati di tanya tentang keahliannya menjahit , dan mengoperasikan mesin jahit.
Kebetulan Hayati bisa karena di rumah ia memiliki mesin jahit kuno yang sering di gunakan oleh mak Fatimah , ia pun belajar menjahit dari ibu nya itu, ya, walaupun miliknya tidak sama dengan yang ada di pabrik ini.
Hayati pun di tempatkan di bagian sewing line C dengan 3 orang lainnya.
" Kita satu line , Hayati ! " seru Devi senang.
" Iya..aku senang ada teman yang sudah ku kenal sebelumnya." ucap Hayati tersenyum gembira.
Hayati bubar pukul 4 sore , ia menunggu di parkiran tapi Bambang belum datang menjemputnya.
" Hayati nunggu jemputan ? " tanya Devi ketika devi hendak naik motor ,ayahnya yang menjemput.
"Iya nih, suamiku belum datang." ucap Hayati risau.
"Ya udah, aku duluan ya!" seru Devi lagi.
" Iya, Hati-hati !"
Bambang belum juga sampai ,coba aja kalau dia punya ponsel, pasti sudah ia telpon , tapi mau gimana ,Bambang tidak mengizinkan ia memegang hp ,suaminya berpikir nanti Hayati akan berhubungan dengan Bima kalo ia memiliki hp.
Hari sudah semakin gelap, tapi Bambang belum juga muncul.
Hayati pikir Bambang tidak akan datang ,ia pun berinisiatif untuk naik kendaraan umum.
Di rumah, Komala terus memanggil- manggil Bambang yang tengah tertidur pulas.
" Bang ,bangun, ini sudah sore.Kamu harus ke pabrik jemput istri kamu,,!" seru Komala sambil terus membangunkan Bambang.
Dengan susah payah Komala berhasil membangunkan Bambang.
" Cepat mandi ,lalu jemput istrimu ,ini sudah hampir magrib, kasihan dia pasti nungguin kamu,,!"
" Iya, iya !" jawab Bambang kesal.
Setelah selesai mandi Bambang baru mau keluar, Hayati sudah muncul di depan pintu.
" Abang kemana aja sih ,katanya mau jemput, aku nungguin tau ?" kesal Hayati.
" Sori, tadi abang ketiduran ,
besok - besok kamu naik kendaraan umum aja , biar gak usah nunggu." ucap Bambang ketus .
" Kok abang gitu sih, terus abang kerjanya apa? seharian cuma tidur ." ucap Hayati kesal.
Plak...!! tangan Bambang mendarat di pipi Hayati, ini kesekian kalinya Bambang memukul Hayati , tiap kali Hayati menyinggung harga dirinya.
Hayati ,menjerit ,air matanya pun mengalir deras, panas di pipi karena tamparan tangan Bambang membuat Hayati semakin histeris .
" Kurang ajar , baru juga kerja segitu ,udah berani merendahkan suami hah? kamu pikir kamu sudah jadi wanita hebat.?" teriak Bambang .
Komala yang mendengar ribut - ribut segera menghampiri.
" Bambang !! apa yang kau lakukan?!" Teriak Komala sambil memeluk Hayati yang tengah menangis .
" Ibu gak usah ikut campur, wanita ini sudah mulai berlagak sombong, baru kerja begituan sudah berani merendahkan suami,,!!"
" Bambang , kenapa kau jadi kasar begini, dulu bukannya kamu sangat memuja - muja Hayati ? kenapa sekarang saat dia sudah jadi istrimu kau perlakukan dia seperti ini ?!" seru ibu nya.
Bambang tidak menjawab, dia keluar dan membanting pintu keras -keras , meninggalkan Hayati yang masih menangis dalam pelukan ibu mertuanya.
" Hayati, maafkan Bambang suamimu, ibu akan berusaha menasehatinya agar dia bisa berubah, ibu harap kamu harus sabar menghadapinya.Semenjak kami bangkrut, Bambang mulai berubah, dia sering marah - marah dan jadi pemalas . Percayalah dia tidak sungguh- sungguh ingin menyakitimu, hanya saja saat ini dia mudah tersinggung, ibu harap kedepannya ,kamu jangan sampai mengatakan kata - kata yang bisa membuat suamimu marah. Apa kamu mengerti ,nak ?" ucapan Komala membuat tangis Hayati mereda, dia bersyukur ibu mertuanya kini menyayanginya, setidaknya rasa sakit yang ia terima dari suaminya sedikit terobati .
" Iya bu, Hayati mengerti." ucap Hayati lirih .
Malam semakin larut , Hayati berbaring di tempat tidurnya,tanpa Bambang suaminya, setelah pertengkaran tadi Bambang belum juga kembali.Hayati tidak peduli ,dia masih merasa sakit hati oleh perlakuan suaminya itu.
Hayati merasa kepalanya sedikit pusing, ditambah ia merasa mual sejak tadi pagi.
Lalu ia berusaha memejamkan matanya, berharap besok pagi ia bangun badannya sudah kembali pulih,mungkin ia terlalu kecapean, pikir Hayati.
Keesokan pagi, saat Hayati bangun ia tidak mendapati suaminya.Bambang tidak pulang .
Setela beres urusan rumah, Hayati pamit pada mertuanya.
" Hayati berangkat kerja dulu bu !" ucap Hayati sambil mencium tangan ibu mertuanya .
" Bambang tidak pulang ya ? kamu naik angkutan umum ? " tanya ibu mertuanya .
" Iya ,bu .Biar Hayati naik angkutan umum saja." jawab Hayati ,sambil beranjak pergi meninggalkan ibu mertuanya yang menatapnya dengan kasihan.
Seperti biasa Hayati menjalani hari - harinya ,mengurus rumah dan pergi bekerja ,dengan ikhlas dan sabar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments