Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik

Hayati tengah bersiap- siap untuk ke pabrik .Hari ini ia mendapat panggilan kerja.Setelah menyelesaikan seluruh pekerjaan rumah tangga ia langsung bersiap untuk berangkat.

Saat ia hendak keluar, perutnya terasa mual, buru - buru ia minum air hangat, ah, mungkin karena kemarin ia telat makan,pikir Hayati.

"Bang aku udah siap nih, ayo kita berangkat !" seru Hayati.

"Iya, ..."

" Bu kami berangkat kerja dulu ,ya ?" ucap Hayati berpamitan pada sang mertua.

" Iya, hati - hati ,bang pelan - pelan aja bawa motornya ya !" seru Komala.Ia kini menjadi sangat perhatian pada Hayati.

" iya ,bu "

Sesampainya di pabrik, Hayati langsung di suruh masuk oleh sekuriti , dan benar saja semua calon karyawan telah berkumpul di aula pabrik, untung saja Hayati tidak terlambat, karena harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga dulu, hampir saja ia terlambat sampai di pabrik.

Beberapa saat kemudian datanglah beberapa orang pria dengan pakaian rapi dengan jas dan berdasi, dua diantara pria itu merupakan warga asing ,yang satu berusia sekita setengah abad, dan pria asing yang kedua berusia sekitar 35 tahun. keduanya tersenyum kepada seluruh calon karyawan.

" Good morning !"

" Apa kabar semuanya ?" ucap pria asing yang paling tua yang merupakan Presiden direktur dari perusahaan itu.Ia berbicara dengan logat korea. Dengan wajah yang ramah ia menyapa semua orang.

" Good morning, sir ..!" semuanya serempak menjawab.

" Terima kasih telah datang dan ikut bergabung di perusahaan ini, kalian yang mendapat panggilan dari kami terbukti memenuhi syarat untuk bekerja di perusahaan ini, kami mohon kerja samanya, mari sama- sama kita memajukan perusahaan ini .Selanjutnya kalian akan mendapatkan arahan dari pak Manager disini." sambutan dari Mr, choi ,masih dengan logat korea nya.

" Terima kasih , mister ..!" seru semuanya.

Selanjutnya , mereka di bawa ke dalam pabrik .Setelah menyelesaikan interview sebelumnya,Hayati sangat takjub melihat kedalam pabrik yang begitu luas dan bagus, di sana berjejer mesin - mesin jahit yang sangat canggih , beda dengan mesin jahit yang ia miliki di rumah .

Di gedung kedua terlihat para karyawan yang telah lebih dulu bekerja ,mereka sedang sibuk- sibuknya dengan pekerjaan masing - masing.

Sebelumnya saat proses interview Hayati di tanya tentang keahliannya menjahit , dan mengoperasikan mesin jahit.

Kebetulan Hayati bisa karena di rumah ia memiliki mesin jahit kuno yang sering di gunakan oleh mak Fatimah , ia pun belajar menjahit dari ibu nya itu, ya, walaupun miliknya tidak sama dengan yang ada di pabrik ini.

Hayati pun di tempatkan di bagian sewing line C dengan 3 orang lainnya.

" Kita satu line , Hayati ! " seru Devi senang.

" Iya..aku senang ada teman yang sudah ku kenal sebelumnya." ucap Hayati tersenyum gembira.

Hayati bubar pukul 4 sore , ia menunggu di parkiran tapi Bambang belum datang menjemputnya.

" Hayati nunggu jemputan ? " tanya Devi ketika devi hendak naik motor ,ayahnya yang menjemput.

"Iya nih, suamiku belum datang." ucap Hayati risau.

"Ya udah, aku duluan ya!" seru Devi lagi.

" Iya, Hati-hati !"

Bambang belum juga sampai ,coba aja kalau dia punya ponsel, pasti sudah ia telpon , tapi mau gimana ,Bambang tidak mengizinkan ia memegang hp ,suaminya berpikir nanti Hayati akan berhubungan dengan Bima kalo ia memiliki hp.

Hari sudah semakin gelap, tapi Bambang belum juga muncul.

Hayati pikir Bambang tidak akan datang ,ia pun berinisiatif untuk naik kendaraan umum.

Di rumah, Komala terus memanggil- manggil Bambang yang tengah tertidur pulas.

" Bang ,bangun, ini sudah sore.Kamu harus ke pabrik jemput istri kamu,,!" seru Komala sambil terus membangunkan Bambang.

Dengan susah payah Komala berhasil membangunkan Bambang.

" Cepat mandi ,lalu jemput istrimu ,ini sudah hampir magrib, kasihan dia pasti nungguin kamu,,!"

" Iya, iya !" jawab Bambang kesal.

Setelah selesai mandi Bambang baru mau keluar, Hayati sudah muncul di depan pintu.

" Abang kemana aja sih ,katanya mau jemput, aku nungguin tau ?" kesal Hayati.

" Sori, tadi abang ketiduran ,

besok - besok kamu naik kendaraan umum aja , biar gak usah nunggu." ucap Bambang ketus .

" Kok abang gitu sih, terus abang kerjanya apa? seharian cuma tidur ." ucap Hayati kesal.

Plak...!! tangan Bambang mendarat di pipi Hayati, ini kesekian kalinya Bambang memukul Hayati , tiap kali Hayati menyinggung harga dirinya.

Hayati ,menjerit ,air matanya pun mengalir deras, panas di pipi karena tamparan tangan Bambang membuat Hayati semakin histeris .

" Kurang ajar , baru juga kerja segitu ,udah berani merendahkan suami hah? kamu pikir kamu sudah jadi wanita hebat.?" teriak Bambang .

Komala yang mendengar ribut - ribut segera menghampiri.

" Bambang !! apa yang kau lakukan?!" Teriak Komala sambil memeluk Hayati yang tengah menangis .

" Ibu gak usah ikut campur, wanita ini sudah mulai berlagak sombong, baru kerja begituan sudah berani merendahkan suami,,!!"

" Bambang , kenapa kau jadi kasar begini, dulu bukannya kamu sangat memuja - muja Hayati ? kenapa sekarang saat dia sudah jadi istrimu kau perlakukan dia seperti ini ?!" seru ibu nya.

Bambang tidak menjawab, dia keluar dan membanting pintu keras -keras , meninggalkan Hayati yang masih menangis dalam pelukan ibu mertuanya.

" Hayati, maafkan Bambang suamimu, ibu akan berusaha menasehatinya agar dia bisa berubah, ibu harap kamu harus sabar menghadapinya.Semenjak kami bangkrut, Bambang mulai berubah, dia sering marah - marah dan jadi pemalas . Percayalah dia tidak sungguh- sungguh ingin menyakitimu, hanya saja saat ini dia mudah tersinggung, ibu harap kedepannya ,kamu jangan sampai mengatakan kata - kata yang bisa membuat suamimu marah. Apa kamu mengerti ,nak ?" ucapan Komala membuat tangis Hayati mereda, dia bersyukur ibu mertuanya kini menyayanginya, setidaknya rasa sakit yang ia terima dari suaminya sedikit terobati .

" Iya bu, Hayati mengerti." ucap Hayati lirih .

Malam semakin larut , Hayati berbaring di tempat tidurnya,tanpa Bambang suaminya, setelah pertengkaran tadi Bambang belum juga kembali.Hayati tidak peduli ,dia masih merasa sakit hati oleh perlakuan suaminya itu.

Hayati merasa kepalanya sedikit pusing, ditambah ia merasa mual sejak tadi pagi.

Lalu ia berusaha memejamkan matanya, berharap besok pagi ia bangun badannya sudah kembali pulih,mungkin ia terlalu kecapean, pikir Hayati.

Keesokan pagi, saat Hayati bangun ia tidak mendapati suaminya.Bambang tidak pulang .

Setela beres urusan rumah, Hayati pamit pada mertuanya.

" Hayati berangkat kerja dulu bu !" ucap Hayati sambil mencium tangan ibu mertuanya .

" Bambang tidak pulang ya ? kamu naik angkutan umum ? " tanya ibu mertuanya .

" Iya ,bu .Biar Hayati naik angkutan umum saja." jawab Hayati ,sambil beranjak pergi meninggalkan ibu mertuanya yang menatapnya dengan kasihan.

Seperti biasa Hayati menjalani hari - harinya ,mengurus rumah dan pergi bekerja ,dengan ikhlas dan sabar.

Episodes
1 Bab.1 Pertemuan
2 Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3 Bab.3 impian yang pupus
4 Bab .4 Menikah muda
5 Bab. 5 Malam Pertama
6 Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7 Bab.7 Mencari pekerjaan
8 Bab.8 Hayati bekerja
9 Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10 Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11 Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12 Bab. 12 Positif Hamil
13 Bab. 13 Cemburu Buta
14 Bab. 14 Melahirkan
15 Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16 Bab. 16 Pemberontakan
17 Bab. 17 Pemuas Nafsu
18 Bab. 18 Ceraikan Aku
19 Bab. 19 Kembali Mengandung
20 Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21 Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22 Bab 22 Harapan Baru
23 Bab. 23 Status Baru
24 Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25 Bab . 25 Ulah Marissa
26 Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27 Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28 Bab. 28 Wanita misterius
29 Bab. 29 Kisah Marissa
30 Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31 Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32 Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33 Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34 Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35 Bab. 35 Kekecewaan Bima
36 Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37 Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38 Bab. 38 Tante Penyelamat
39 Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40 Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41 Bab. 41 Wanita Gila !
42 Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43 Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44 Bab. 44 Dafa !!!
45 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47 Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48 Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49 Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50 Bab 49. Godaan Sang Perawat
51 Bab 50. Suster Anya
52 Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53 Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54 Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55 Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56 Bab 55. Alisha Sakit
57 Bab 56. Wanita penggoda
58 Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59 Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60 Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61 Bab. 60 Masa Lalu Anya
62 Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63 Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64 Bab. 63 Perdebatan
65 Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66 Bab. 65 Arif Menghilang
67 Bab. 66 Kenyataan Pahit
68 Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69 Bab. 68 Mas....
70 Bab. 68 Mas....
71 Bab. 70 Bambang
72 Bab. 71 SUCI
73 Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74 Bab. 73 Penambang Pasir
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Bab.1 Pertemuan
2
Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3
Bab.3 impian yang pupus
4
Bab .4 Menikah muda
5
Bab. 5 Malam Pertama
6
Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7
Bab.7 Mencari pekerjaan
8
Bab.8 Hayati bekerja
9
Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10
Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11
Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12
Bab. 12 Positif Hamil
13
Bab. 13 Cemburu Buta
14
Bab. 14 Melahirkan
15
Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16
Bab. 16 Pemberontakan
17
Bab. 17 Pemuas Nafsu
18
Bab. 18 Ceraikan Aku
19
Bab. 19 Kembali Mengandung
20
Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21
Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22
Bab 22 Harapan Baru
23
Bab. 23 Status Baru
24
Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25
Bab . 25 Ulah Marissa
26
Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27
Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28
Bab. 28 Wanita misterius
29
Bab. 29 Kisah Marissa
30
Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31
Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32
Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33
Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34
Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35
Bab. 35 Kekecewaan Bima
36
Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37
Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38
Bab. 38 Tante Penyelamat
39
Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40
Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41
Bab. 41 Wanita Gila !
42
Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43
Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44
Bab. 44 Dafa !!!
45
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47
Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48
Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49
Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50
Bab 49. Godaan Sang Perawat
51
Bab 50. Suster Anya
52
Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53
Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54
Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55
Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56
Bab 55. Alisha Sakit
57
Bab 56. Wanita penggoda
58
Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59
Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60
Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61
Bab. 60 Masa Lalu Anya
62
Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63
Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64
Bab. 63 Perdebatan
65
Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66
Bab. 65 Arif Menghilang
67
Bab. 66 Kenyataan Pahit
68
Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69
Bab. 68 Mas....
70
Bab. 68 Mas....
71
Bab. 70 Bambang
72
Bab. 71 SUCI
73
Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74
Bab. 73 Penambang Pasir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!