Bab. 17 Pemuas Nafsu

Hayati larut dalam kesedihannya, Bima yang sedari tadi memperhatikannya tidak bisa berbuat apa- apa melihat wanita yang di cintainya terluka.

Ingin sekali ia memeluk wanita itu,menggenggam tangannya dengan erat agar tak ada lagi orang yang menyakitinya.

Tapi apa daya ,ia bukan siapa - siapa Hayati, ia hanya laki- laki yang mencintai wanita itu dengan segenap jiwa raganya.

Sampai saat ini ,perasaan Bima tidak pernah berpaling dari Hayati, begitu banyak teman wanita nya mencoba mendekatinya, tapi Bima seolah menutup diri, cukuplah Ina menjadi pelajaran baginya, ia tidak tau sampai kapan ia akan memendam perasaannya terhadap Hayati.

Ia sama sekali tidak ada keberanian untuk mengutarakan isi hatinya.

Apalagi sekarang status Hayati adalah istri orang, sebisa mungkin Bima akan mencoba jadi teman baik untuk Hayati.

Hanya dengan cara itulah ia dapat melindungi Hayati ,dari suaminya itu, begitu pikir Bima.

" Aku perlu bicara dengan suamimu itu, !" ucap Bima sambil menahan amarah.

" Tidak bang Bima, itu hanya akan membuat suamiku semakin murka,!" keluh Hayati.

" Aku tidak tahu sampai kapan ini akan berakhir, aku benar - benar dilema, aku tidak pernah menyangka laki - laki yang ku kira baik ternyata ia sama sekali tidak mencintaiku. " isak Hayati .

" Maaf bang Bima, aku harus segera pulang, itu angkot nya sudah datang ,," ucap Hayati berdiri sambil merapikan tas nya.

" Biar abang antar !"

" Tidak ,bang.Terima kasih, aku pulang dulu ya bang !" pamit Hayati.

Bima hanya termenung menatap kepergian Hayati.

'Aku harus melakukan sesuatu ' batinnya.

***

Beberapa bulan berlalu.

Hayati di sambut oleh kedua anaknya yang semakin hari semakin besar, rasa lelah nya terbayar sudah melihat senyum lembut kedua buah hatinya.

" Itu, mamah pulang !" seru Fatimah yang sedang bermain bersama si kembar juga Sari.

" Sayang - sayangku sedang apa ?" peluk cium Hayati untuk si kembar.

" Anak - anak mamah semakin hari tambah besar nih , makasih ya, nenek dan bibi Sari yang sudah jagain kembar !" ucap Hayati tersenyum kepada ibunya dan adik iparnya .

Dibalas dengan anggukan dan senyuman oleh keduanya.

" Hayati mandi dulu ya , mak !" ucap Hayati sambil melangkah menuju kamarnya.

Dia terkejut saat mendapati suaminya tengah berbaring di tempat tidur sambil menatapnya.

"Abang ..! "

" Kenapa kau pulang telat, hah ?"

" Angkotnya lama bang, semua penuh. "ucap Hayati acuh.

" Alasan saja kamu, awas yah kalau berani - berani kamu ngobrol sama laki - laki lain kau akan tahu akibatnya." ancam suaminya , sambil menyeret tubuh Hayati ketempat tidur.

" Apa yang kau lakukan bang ?"

" Aku menginginkanmu , kenapa tidak boleh ?!" kata Bambang sambil melucuti seluruh pakaiannya.

" Bang, aku cape , di luar ada emak, sebentar lagi emak mau pulang, aku harus menjaga si kembar. " rengek Hayati mencoba melepas cengkraman suaminya.

Tapi Bambang tidak memperdulikan ucapan istrinya itu, ia terus saja menggerayangi tubuh Hayati dengan bringas.

"Tubuhmu masih sangat sexy sayang, walaupun kau sudah melahirkan anak kembar,!" bisik suaminya.

" Ah ...pelan - pelan bang ,sakit !" keluh Hayati.

Tangan Hayati meremas ujung sprei , entah apa yang ia rasakan saat ini, tak ada sedikitpun kenikmatan yang ia rasakan, sebab suaminya selalu memaksakan kehendaknya dengan kasar.

Tak terasa air matanya meleleh, saat suaminya menyudahi aktivitas nya , ia pun tertidur lelap ,menyisakan Hayati yang masih terpaku dengan luka yang masih membekas, ia hanya di jadikan pemuas nafsu belaka.

Hayati meratapi nasibnya yang teramat pedih.

Berangsur ia turun dari tempat tidur lalu ia membersihkan diri di kamar mandi ,sambil menangis sendu ia luapkan semua kekesalannya sambil mengguyur tubuhnya.

'Ah, ia baru ingat bulan ini ia belum KB, apalagi saat ini dalam masa subur ' keluh Hayati dalam hati.

" Bagaimana kalau aku mengandung lagi ,?" tanya Hayati pada diri sendiri ,sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

" Hayati kamu lama sekali mandinya, emak udah mau pulang !" seri Fatimah saat Hayati mendekat dengan wajah muram.

" Maaf mak, tadi Hayati ketiduran !" ucap nya berbohong.

" Ya ampun kamu pasti kecapaian , belum lagi merawat si kembar, apa emak menginap saja disini , biar kamu bisa istirahat ?" kata Fatimah sambil mengelus rambut anaknya itu.

" Gak usah mak, mak istirahat aja, Hayati kuat kok !" jawabnya.

" Baiklah , emak pamit ya, kalau suamimu , ngamuk, kamu jangan melawan ya, diam saja.

Daripada celaka. " pesan Fatimah, ia sudah geram dengan perilaku menantunya itu.

" Iya mak, "

Hayati memeluk kedua , anaknya.

Tak terasa umur mereka sudah hampir setahun ,mereka begitu lincah dan menggemaskan.

" Kak, bentar lagi si kembar ulang tahun ya ?" tanya Sari sambil menggendong keponakannya.

" Iya, Sari. Tidak terasa mereka sudah mau setahun ." ucapnya sendu, sambil menatap kedua anaknya yang masih sangat kecil tapi tidak mendapatkan kasih sayang yang cukup dari ayahnya.

" Apa kita akan merayakannya kak ?" tanya Sari lagi.

" Kita rayakan di rumah saja hanya kita sekeluarga ,soalnya gaji kakak bulan ini tidak akan cukup buat ngadain selamatan." ucap nya sedih.

" Kak bentar lagi Sari lulus, setelah lulus sekolah Sari akan cari kerja, untuk bantu - bantu keuangan kita." ucap Sari sambil memeluk kakak iparnya itu,selama ini Hayati yang memberinya uang jajan setelah keluarganya bangkrut.

" Iya, sayang..kamu yang rajin ya, sekolahnya agar cepat lulus, " ucap Hayati sambil mengelus rambut adik iparnya itu, walaupun usia mereka hanya selisih 2 tahun, tapi pemikiran Hayati sangat dewasa.

" Kakak masak dulu ya, tolong jaga si kembar !" ucapnya.

" Aku lapar ! " ucap Bambang mengagetkan Hayati yang sedang mengaduk bubur tim untuk si kembar.

" Makanlah ,!" ucap Hayati sambil memberikan piring bersih untuk suaminya yang sudah duduk di meja makan.

" Apa ini, tahu tempe lagi ?" rutuk nya.

" Kenapa bang ?"

" Aku bosan itu - itu terus, beli daging dong kali - kali ,,!"

"Aku belum gajian bang, lagian kita harus berhemat, keperluan kita banyak sedangkan penghasilan aku cuma 4 juta, " ucap Hayati, kesal.

Beberapa bulan lalu Hayati naik jabatan karena ia sangat rajin dan cerdas ,kemudian atasannya mengangkatnya jadi leader, hingga gajinya pun naik , semenjak tau istrinya naik gaji Bambang sering minta di masakin yang enak - enak.

Hayati semakin jengkel ingin sekali ia pergi meninggalkan suaminya itu dan hidup bersama kedua anaknya juga ibunya, mungkin itu akan lebih mudah, tanpa ada tekanan batin.

Tapi ia juga memikirkan masa depan si kembar, ia tidak mau si kembar hidup tanpa seorang ayah seperti dirinya, harus berjuang hidup tanpa sosok ayah, yang telah tiada.

" Besok kamu masak semur daging !" ucap Bambang sambil menyodorkan satu lembar uang 100 ribu .

Mata Hayati membelalak,selama menikah baru kali ini suaminya memberinya uang belanja.

Episodes
1 Bab.1 Pertemuan
2 Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3 Bab.3 impian yang pupus
4 Bab .4 Menikah muda
5 Bab. 5 Malam Pertama
6 Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7 Bab.7 Mencari pekerjaan
8 Bab.8 Hayati bekerja
9 Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10 Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11 Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12 Bab. 12 Positif Hamil
13 Bab. 13 Cemburu Buta
14 Bab. 14 Melahirkan
15 Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16 Bab. 16 Pemberontakan
17 Bab. 17 Pemuas Nafsu
18 Bab. 18 Ceraikan Aku
19 Bab. 19 Kembali Mengandung
20 Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21 Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22 Bab 22 Harapan Baru
23 Bab. 23 Status Baru
24 Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25 Bab . 25 Ulah Marissa
26 Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27 Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28 Bab. 28 Wanita misterius
29 Bab. 29 Kisah Marissa
30 Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31 Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32 Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33 Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34 Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35 Bab. 35 Kekecewaan Bima
36 Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37 Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38 Bab. 38 Tante Penyelamat
39 Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40 Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41 Bab. 41 Wanita Gila !
42 Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43 Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44 Bab. 44 Dafa !!!
45 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46 Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47 Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48 Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49 Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50 Bab 49. Godaan Sang Perawat
51 Bab 50. Suster Anya
52 Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53 Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54 Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55 Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56 Bab 55. Alisha Sakit
57 Bab 56. Wanita penggoda
58 Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59 Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60 Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61 Bab. 60 Masa Lalu Anya
62 Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63 Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64 Bab. 63 Perdebatan
65 Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66 Bab. 65 Arif Menghilang
67 Bab. 66 Kenyataan Pahit
68 Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69 Bab. 68 Mas....
70 Bab. 68 Mas....
71 Bab. 70 Bambang
72 Bab. 71 SUCI
73 Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74 Bab. 73 Penambang Pasir
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Bab.1 Pertemuan
2
Bab.2 Jatuh cinta pada pandangan pertama
3
Bab.3 impian yang pupus
4
Bab .4 Menikah muda
5
Bab. 5 Malam Pertama
6
Bab. 6 Rahasia yang terkuak
7
Bab.7 Mencari pekerjaan
8
Bab.8 Hayati bekerja
9
Bab. 9 Bima membuka hati untuk Ina
10
Bab. 10 Kedatangan Ibu Kandung Hayati
11
Bab. 11 Jadi Buruh Pabrik
12
Bab. 12 Positif Hamil
13
Bab. 13 Cemburu Buta
14
Bab. 14 Melahirkan
15
Bab. 15 Bambang Mencurigakan
16
Bab. 16 Pemberontakan
17
Bab. 17 Pemuas Nafsu
18
Bab. 18 Ceraikan Aku
19
Bab. 19 Kembali Mengandung
20
Bab. 20 Selamat Jalan , Pak !
21
Bab. 21 Hilang Bagai di Telan Bumi
22
Bab 22 Harapan Baru
23
Bab. 23 Status Baru
24
Bab. 24 Kembalinya Sang Mantan Istri
25
Bab . 25 Ulah Marissa
26
Bab. 26 Aku Merindukanmu Hayati
27
Bab. 27 Ada Apa Dengan Arif ?
28
Bab. 28 Wanita misterius
29
Bab. 29 Kisah Marissa
30
Bab. 30 Saat Cinta Bersemi
31
Bab. 31 Restu Nenek Untuk Hayati
32
Bab.32 Marissa Terbakar Cemburu
33
Bab. 33 Sari Jatuh Cinta.
34
Bab. 34 Gejolak Batin Putri
35
Bab. 35 Kekecewaan Bima
36
Bab.36 Rosidah Membuat Resah
37
Bab. 37 Kedatangan Tamu Ganteng
38
Bab. 38 Tante Penyelamat
39
Bab. 39 Lamar Aku Mas !
40
Bab. 40 Marissa mencelakai nenek.
41
Bab. 41 Wanita Gila !
42
Bab. 42 Arif Geram Terhadap Marissa
43
Bab. 43 Alisha Membela Ibunya
44
Bab. 44 Dafa !!!
45
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
46
Bab. 45 Bima Patah Hati Lagi
47
Bab. 46 Terbakar Api Cemburu
48
Bab 47. Arif Mencurigai Bima
49
Bab 48. Hukuman Untuk Marissa.
50
Bab 49. Godaan Sang Perawat
51
Bab 50. Suster Anya
52
Bab 51. Perang Antara Rosidah Dan Hayati .
53
Bab 52 . Berhasil Meluluhkan Hati Putri.
54
Bab 53 . Alunan Melodi Gitar Bima
55
Bab 54 . Taman Cinta Hayati
56
Bab 55. Alisha Sakit
57
Bab 56. Wanita penggoda
58
Bab 57. Arif Tertangkap Basah
59
Bab 58. Hayati vs Suster Anya
60
Bab. 59 Kehidupan Kelam Anya
61
Bab. 60 Masa Lalu Anya
62
Bab. 61 Pelangi Menghiasi Hati Sari
63
Bab. 62 Rencana Yang Gagal
64
Bab. 63 Perdebatan
65
Bab. 64 Hati Yang Terbakar
66
Bab. 65 Arif Menghilang
67
Bab. 66 Kenyataan Pahit
68
Bab.67 Misteri Kecelakaan Suci
69
Bab. 68 Mas....
70
Bab. 68 Mas....
71
Bab. 70 Bambang
72
Bab. 71 SUCI
73
Bab. 72 Kisah Tragis Suci
74
Bab. 73 Penambang Pasir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!