Hayati larut dalam kesedihannya, Bima yang sedari tadi memperhatikannya tidak bisa berbuat apa- apa melihat wanita yang di cintainya terluka.
Ingin sekali ia memeluk wanita itu,menggenggam tangannya dengan erat agar tak ada lagi orang yang menyakitinya.
Tapi apa daya ,ia bukan siapa - siapa Hayati, ia hanya laki- laki yang mencintai wanita itu dengan segenap jiwa raganya.
Sampai saat ini ,perasaan Bima tidak pernah berpaling dari Hayati, begitu banyak teman wanita nya mencoba mendekatinya, tapi Bima seolah menutup diri, cukuplah Ina menjadi pelajaran baginya, ia tidak tau sampai kapan ia akan memendam perasaannya terhadap Hayati.
Ia sama sekali tidak ada keberanian untuk mengutarakan isi hatinya.
Apalagi sekarang status Hayati adalah istri orang, sebisa mungkin Bima akan mencoba jadi teman baik untuk Hayati.
Hanya dengan cara itulah ia dapat melindungi Hayati ,dari suaminya itu, begitu pikir Bima.
" Aku perlu bicara dengan suamimu itu, !" ucap Bima sambil menahan amarah.
" Tidak bang Bima, itu hanya akan membuat suamiku semakin murka,!" keluh Hayati.
" Aku tidak tahu sampai kapan ini akan berakhir, aku benar - benar dilema, aku tidak pernah menyangka laki - laki yang ku kira baik ternyata ia sama sekali tidak mencintaiku. " isak Hayati .
" Maaf bang Bima, aku harus segera pulang, itu angkot nya sudah datang ,," ucap Hayati berdiri sambil merapikan tas nya.
" Biar abang antar !"
" Tidak ,bang.Terima kasih, aku pulang dulu ya bang !" pamit Hayati.
Bima hanya termenung menatap kepergian Hayati.
'Aku harus melakukan sesuatu ' batinnya.
***
Beberapa bulan berlalu.
Hayati di sambut oleh kedua anaknya yang semakin hari semakin besar, rasa lelah nya terbayar sudah melihat senyum lembut kedua buah hatinya.
" Itu, mamah pulang !" seru Fatimah yang sedang bermain bersama si kembar juga Sari.
" Sayang - sayangku sedang apa ?" peluk cium Hayati untuk si kembar.
" Anak - anak mamah semakin hari tambah besar nih , makasih ya, nenek dan bibi Sari yang sudah jagain kembar !" ucap Hayati tersenyum kepada ibunya dan adik iparnya .
Dibalas dengan anggukan dan senyuman oleh keduanya.
" Hayati mandi dulu ya , mak !" ucap Hayati sambil melangkah menuju kamarnya.
Dia terkejut saat mendapati suaminya tengah berbaring di tempat tidur sambil menatapnya.
"Abang ..! "
" Kenapa kau pulang telat, hah ?"
" Angkotnya lama bang, semua penuh. "ucap Hayati acuh.
" Alasan saja kamu, awas yah kalau berani - berani kamu ngobrol sama laki - laki lain kau akan tahu akibatnya." ancam suaminya , sambil menyeret tubuh Hayati ketempat tidur.
" Apa yang kau lakukan bang ?"
" Aku menginginkanmu , kenapa tidak boleh ?!" kata Bambang sambil melucuti seluruh pakaiannya.
" Bang, aku cape , di luar ada emak, sebentar lagi emak mau pulang, aku harus menjaga si kembar. " rengek Hayati mencoba melepas cengkraman suaminya.
Tapi Bambang tidak memperdulikan ucapan istrinya itu, ia terus saja menggerayangi tubuh Hayati dengan bringas.
"Tubuhmu masih sangat sexy sayang, walaupun kau sudah melahirkan anak kembar,!" bisik suaminya.
" Ah ...pelan - pelan bang ,sakit !" keluh Hayati.
Tangan Hayati meremas ujung sprei , entah apa yang ia rasakan saat ini, tak ada sedikitpun kenikmatan yang ia rasakan, sebab suaminya selalu memaksakan kehendaknya dengan kasar.
Tak terasa air matanya meleleh, saat suaminya menyudahi aktivitas nya , ia pun tertidur lelap ,menyisakan Hayati yang masih terpaku dengan luka yang masih membekas, ia hanya di jadikan pemuas nafsu belaka.
Hayati meratapi nasibnya yang teramat pedih.
Berangsur ia turun dari tempat tidur lalu ia membersihkan diri di kamar mandi ,sambil menangis sendu ia luapkan semua kekesalannya sambil mengguyur tubuhnya.
'Ah, ia baru ingat bulan ini ia belum KB, apalagi saat ini dalam masa subur ' keluh Hayati dalam hati.
" Bagaimana kalau aku mengandung lagi ,?" tanya Hayati pada diri sendiri ,sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Hayati kamu lama sekali mandinya, emak udah mau pulang !" seri Fatimah saat Hayati mendekat dengan wajah muram.
" Maaf mak, tadi Hayati ketiduran !" ucap nya berbohong.
" Ya ampun kamu pasti kecapaian , belum lagi merawat si kembar, apa emak menginap saja disini , biar kamu bisa istirahat ?" kata Fatimah sambil mengelus rambut anaknya itu.
" Gak usah mak, mak istirahat aja, Hayati kuat kok !" jawabnya.
" Baiklah , emak pamit ya, kalau suamimu , ngamuk, kamu jangan melawan ya, diam saja.
Daripada celaka. " pesan Fatimah, ia sudah geram dengan perilaku menantunya itu.
" Iya mak, "
Hayati memeluk kedua , anaknya.
Tak terasa umur mereka sudah hampir setahun ,mereka begitu lincah dan menggemaskan.
" Kak, bentar lagi si kembar ulang tahun ya ?" tanya Sari sambil menggendong keponakannya.
" Iya, Sari. Tidak terasa mereka sudah mau setahun ." ucapnya sendu, sambil menatap kedua anaknya yang masih sangat kecil tapi tidak mendapatkan kasih sayang yang cukup dari ayahnya.
" Apa kita akan merayakannya kak ?" tanya Sari lagi.
" Kita rayakan di rumah saja hanya kita sekeluarga ,soalnya gaji kakak bulan ini tidak akan cukup buat ngadain selamatan." ucap nya sedih.
" Kak bentar lagi Sari lulus, setelah lulus sekolah Sari akan cari kerja, untuk bantu - bantu keuangan kita." ucap Sari sambil memeluk kakak iparnya itu,selama ini Hayati yang memberinya uang jajan setelah keluarganya bangkrut.
" Iya, sayang..kamu yang rajin ya, sekolahnya agar cepat lulus, " ucap Hayati sambil mengelus rambut adik iparnya itu, walaupun usia mereka hanya selisih 2 tahun, tapi pemikiran Hayati sangat dewasa.
" Kakak masak dulu ya, tolong jaga si kembar !" ucapnya.
" Aku lapar ! " ucap Bambang mengagetkan Hayati yang sedang mengaduk bubur tim untuk si kembar.
" Makanlah ,!" ucap Hayati sambil memberikan piring bersih untuk suaminya yang sudah duduk di meja makan.
" Apa ini, tahu tempe lagi ?" rutuk nya.
" Kenapa bang ?"
" Aku bosan itu - itu terus, beli daging dong kali - kali ,,!"
"Aku belum gajian bang, lagian kita harus berhemat, keperluan kita banyak sedangkan penghasilan aku cuma 4 juta, " ucap Hayati, kesal.
Beberapa bulan lalu Hayati naik jabatan karena ia sangat rajin dan cerdas ,kemudian atasannya mengangkatnya jadi leader, hingga gajinya pun naik , semenjak tau istrinya naik gaji Bambang sering minta di masakin yang enak - enak.
Hayati semakin jengkel ingin sekali ia pergi meninggalkan suaminya itu dan hidup bersama kedua anaknya juga ibunya, mungkin itu akan lebih mudah, tanpa ada tekanan batin.
Tapi ia juga memikirkan masa depan si kembar, ia tidak mau si kembar hidup tanpa seorang ayah seperti dirinya, harus berjuang hidup tanpa sosok ayah, yang telah tiada.
" Besok kamu masak semur daging !" ucap Bambang sambil menyodorkan satu lembar uang 100 ribu .
Mata Hayati membelalak,selama menikah baru kali ini suaminya memberinya uang belanja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments