GIO MENYAMAR GABRIEL

Gio harus menjalankan rencana dia. Termasuk menjadi Gabriel dan juga bersikap baik, juga manis seperti Gabriel kepada Aurora. Agar Aurora tak curiga.

***

Paginya Aurora terbangun. Anehnya dia mimpi sesuatu yang mustahil. Aurora terbangun dan ketakutan. Tapi Gabriel yang dia tahu Gabriel tak ada di samping dia.

"Dia mengingkari janjinya lagi? Dia sangat menyebalkan. Apa ada keadaan darurat lagi?"

Aurora menangis, kesal karena ditinggal. Tapi juga takut kalau Gabriel terluka atau bahkan celaka seperti gio.

"Dimana tuan Gabriel?"

Dia turun dari ranjang dan bergegas keluar dari kamar. Di depan ada penjaga. Penjaga memberitahu kemana Gabriel pergi.

"Kata tuan hanya sebentar nona. Tapi-"

Yang dibicarakan datang. Gabriel muncul di depan matanya. Aurora marah sekali melihat dia. Dia kembali masuk ke kamar dan menghindari Gabriel.

"Sayang, kamu sudah bangun."

Gabriel mencoba mengejar Aurora. Membujuk dia. Tapi aurora menepis tangan Gabriel.

"Tidak perlu pulang sekalian. Tidak perlu kembali sekalian dan jangan pegang-pegang saya!"

"Aku cuma mengecek keadaan diluar sebentar sayang. Aku tidak apa-apa."

Gabriel, gio menarik tangan Aurora. Merepotkan sekali harus bersikap seperti ini didepan Aurora. Dia membalikkan badan Aurora dan memeluknya begitu saja.

"Kan bisa tunggu saya bangun, tuanku. Bilang ke saya."

"Keadaannya genting diluar sayangku. Aku kan tidak apa-apa. Jangan marah ya, plis."

Gio memeluk dan mencium kening Aurora. Aurora tak yakin, tapi sejak kemarin, rasanya pelukan Gabriel beda sekali. Detak jantungnya beda ketika dia dipeluk atau didekat Gabriel.

Anehnya mimpi semalam adalah, menunjukkan Gabriel jauh dari dia. Dia melambaikan tangan seperti mau pergi. Kenapa? Apa itu maksudnya?

"Saya lapar. Ayo ke ruang makan. Jangan pergi lagi dari saya. Tanpa mengatakan dengan saya langsung."

Aurora memukul dada Gabriel, Gabriel melepaskan pelukannya. Dia mengangguk dan tersenyum menatap Aurora.

Mereka ke ruang makan kastil. Gabriel sudah memerintahkan pelayan untuk menyiapkan sarapan. Aurora makan banyak kali ini.

***

"Sayang, maaf karena aku harus melakukan ini. Selama gio dengan kamu, semua akan aman. Sampai kamu melahirkan."

"Saya janji akan segera kembali."

Disisi lain ada seekor serigala besar. Dia sendirian di atas bukit yang jauh dari sana, tapi dia bisa menggunakan telepatinya untuk melihat istana di kastil.

"Kakak keterlaluan, untung aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kakak dengan anak buahnya."

"Maaf kak. Kali ini aku tak bisa mengampuni kakak."

Gabriel dan gio jalan bersama ke dalam satu pedalaman hutan. Gio yang meminta untuk mengejar mereka kesana. Tapi itu jebakan. Gabriel bertarung dengan mereka. Anak buah gio. Sampai dia bisa menggunakan kesempatan untuk melepas bajunya dan berubah menjagamu werewolf, serigala, lalu menjadikan serigala yang kebetulan mirip dengan dia menjadi mangsa mereka.

Mereka memakan teman mereka sendiri sampai tak tersisa. Gabriel harus bersembunyi sampai keadaan lebih baik. Sampai akhir rencana sang kakak.

***

"Tuan Gabriel?"

Aurora sedang makan. Tapi dia merasa ada yang memperhatikan dia dari jauh. Dia melihat sekeliling.

"Ada apa? Saya disini? Saya sedang melihat kamu makan dengan lahap. Saya senang sekali melihat kamu makan dengan lahap."

"Emm, tidak apa-apa. Tidak tahu kenapa seperti ada yang mengawasi."

Aurora hampir lupa kehidupan dia sebagai manusia biasa. Tapi dia juga nyaman tinggal di kastil werewolf dan di dunia barunya ini.

"Hari ini Tante Maya akan memeriksa kamu dan bayi kita. Tante Maya akan membawa alat usgnya."

Mereka juga masih perlu di USG, melihat jenis kelamin ketiganya dan juga perkembangannya, sudah empat hari, kandungan Aurora sekarang masuk bulan ke tujuh, tiga hari lagi akan siap dilahirkan ketiga bayinya. Genap sembilan bulan kalau diusia kehamilan manusia.

"Halo sayang."

Sebagai dokter, Tante Maya lebih sudah memanggil Aurora seperti itu. Aurora juga yang memintanya. Supaya lebih akrab.

Tante Maya datang bersama dengan tim medis. Mereka banyak sekali membawa barang-barang. Seperti alat rumah sakit yang semuanya dibawa dan akan dipindahkan ke kastil.

"Tante, ada apa? Banyak sekali bawa barang dan alat-alatnya?"

Maya duduk di samping Aurora yang sambil makan. Maya menjelaskan semuanya. Itu untuk persiapan melahirkan Aurora.

"Oh."

Aurora hanya mengangguk. Aurora menghabiskan makanannya. Setelah itu dia digandeng dan dituntun oleh Gabriel palsu menuju ke ruang yang sudah dibuat untuk menjadi ruang pemeriksaan dan juga ruang melahirkan Aurora nantinya.

Semua alatnya sudah dipasang dengan benar. Aurora berbaring diatas ranjang. Gabriel yang membantu Aurora naik.

"Hati-hati yang mulia."

Maya memperingatkan Gabriel. Gabriel mengangguk. Dia membantu dengan hati-hati. Perut Aurora sangat besar, karena ada tiga bayi. Masih tujuh bulan saja sudah besar, apa lagi sembilan.

Maya dan seorang asisten susternya mulai memeriksa Aurora. Maya menunjuk dan menjelaskan gambar yang ada di layar usgnya.

"Ini, ini ketiga bayi kalian. Mereka aktif dan sehat, dua anak laki-laki dan satu anak perempuan Ra. Selamat ya."

Aurora senang sekali. Dia melirik Gabriel yang ada di samping dia. Tapi gio merasa biasa saja, ya karena dia gio.

"Tuanku, anda senang kan?"

"Iya."

Aurora bingung melihat Gabriel yang dia. Di tempat lain, dia juga ikut mengawasi dari jauh.

"Sangat senang sayangku. Tunggu Daddy kembali ok. Jaga mommy kalian selama Daddy jauh dari kalian."

Gabriel yang asli, masih dari gunung es yang jauh, melihat dan memperhatikan dari jauh dengan ikatan dia dan ketiga anaknya.

"Kapan Aurora akan melahirkan Tante?"

"Tiga hari lagi bisa, dua kalau lebih cepat, atau empat hari kalau memang terlambat."

"Kenapa bisa lebih cepat dan lebih lambat Tante?" Aurora bingung.

"Seperti halnya manusia Ra. Pembukaannya bisa lama atau lebih cepat, kita tidak tahu. Kalau terlambat, kita kuga harus terpaksa melakukan operasi untuk mengeluarkan bayinya. Operasi Caesar."

"Tante, apa nanti mereka lahir dalam bentuk, maaf, atau manusia?"

"Kamu bisa bicarakan dengan mereka bertiga didalam sayang."

"Lebih menyakitkan yang mana Tante, lebih aman yang mana?"

"Kamu menerimanya, kalian juga menikah. Bayinya akan lahir dalam bentuk manusia. Kecuali kamu tidak sayang dengan mereka dan juga tuan Gabriel. Mereka akan memberontak."

"Hah, untung aku sayang mereka berempat."

Maya hanya tertawa. Gabriel yang ada jauh disana pun tertawa. Dia pergi dari sana. Dia mulai perburuannya sendiri dan menghabisi satu persatu werewolf yang masih memakan manusia. Menoleh manusia yang akan dimakan oleh mereka.

Sebelum mereka berteriak dan memberitahu, mengaung, kalau Gabriel yang asli masih hidup, Gabriel terpaksa melakukannya. Dia membunuh semuanya.

Banyak yang ditemukan mati. Kabar itu sampai ke telinga gio. Gio bingung, siapa yang mencelakai anak buahnya.

"Mau kemana?"

Pemeriksaan sudah selesai. Gabriel dan aurora ada di ruang televisi. Aurora yang memintanya. Gabriel membelikannya untuk menemani Aurora. Dia menahan Gabriel yang reflek beranjak dan mau ke tempat anak buahnya untuk memastikan.

Terpopuler

Comments

Yuli Eka Puji R

Yuli Eka Puji R

hewan di samain sm manusia

2023-04-30

1

indy kalia

indy kalia

syukurlah gabriel masih hidup

2022-12-15

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!