AURORA HAMIL PART 2

Aurora tidur menyamping. Gabriel duduk di depan Aurora, dia mengusap perut Aurora, Gabriel mencoba melakukan telepati. Dia tersenyum merasakan detak jantung anaknya, benar-benar ada di dalam perut Aurora. Bagaimana bisa?

Daddy, aku mau tidur dengan daddy.

Dalah pikiran Gabriel, seakan ada yang mengatakan seperti itu. Dia ingin melepaskan tangannya dari perut Aurora, tapi seakan ada yang menahannya. Gabriel pun akhirnya tidur di samping Aurora, tidur didepan Aurora, tanpa aurora sadar, dia tidur dengan memeluk gabriel, kepalanya bersandar di dada gabiel.

***

05.00 pagi

***

Hingga pagi tiba, langit malam perganti pagi yang mulai cerah. Aurora tidur dengan arah yang sebaliknya. Kali ini Gabriel yang memeluk Aurora dari belakang. Sampai Gabriel sadar, Aurora juga, dia mulai terbangun pagi ini. Gabriel dengan cepat pergi dari belakang Aurora. Ada jendela di kamar Aurora, dia pergi dari sana. Dia berdiri di atap rumah Aurora dan mengawasinya.

“Tunggu daddy akan menjemput kamu sayang.”

Gabriel duduk diatap rumah Aurora. Aurora terbangun, dia seperti ada yang menemani dia tidur semalaman, dia juga tadi merasa ada yang memeluk dia dari belakang ketika dia tidur. Aurora terbangun dan melihat ke belakang dia, dia melihat kesekeliling dia, tapi tak ada siapa pun.

“Apa itu hanya mimpi lagi?”

Aura melihat seorang laki-laki tinggi besar, juga dengan seorang anak laki-laki yang memanggil dia. Dia juga merasakan semalam ada yang mengusap perut dan rambut dia. Aurora memeriksa perutnya. Dia mengusap perutnya?

“ahh, pasti karena terlalu lelah saja.”

Aurora tak mau dimarahi atau disiram oleh tantenya lagi. Tidur semalam entah kenapa sangat nyenyak. Dia ke kamar mandi untuk siap-siap. Pintunya digedor dari luar. Biasanya Aurora tak pernah mengunci pintunya, karena itu perintah dari tantenya dan chelsea. Tapi Aurora heran sendiri.

“BABU BANGUN LO!”

Mereka berteriak dari depan pintu kamar Aurora. Aurora yang sedang ganti baju di kamar mandi bergegas keluar. Dia segera membuka pintunya, tapi tak bisa.

“Di kunci? Siapa yang kunci? Aku gak pernah kunci? Apa aku gak sengaja kunci semalam? Enggak ahh.”

Aurora bermonolog sendiri. Dia membuka kuncinya. Baru saja dia membuka kunci pintunya dan membuka pintunya, Chelsea dan mamanya sudah heboh. Mereka marah-marah dan masuk ke kamar Aurora. Mereka bahkan menjambak rambut panjang bergelombang Aurora.

“Kamu itu, sudah berani ya sama saya sekarang? Chelsea bilang kemarin kamu di kampus dorong anak saya, sampai anak saya jatuh di kamar mandi kampus. Tadi malam, pintu di kunci dari dalam, kamu kan harus ambil baju kotor, lipat baju, dll.”

“Maaf tante, saya gak maksud. Saya lupa gak sengaja kunci pintu kamar sepertinya tante.”

Diatap rumah, Gabriel mendengar keributan itu. Dia yang mengunci pintunya semalam. Tak mau ada yang masuk mengganggu dia. Tapi malam dia yang mengakibatkan wanita yang sekarang hamil anaknya itu disiksa. Gabriel mau menolongnya, tapi dia bingung harus bagaimana, kalau muncul di depan mereka, itu rasanya aneh. Gabriel meminta bantuan anak buahnya.

“Bawa paman juga untuk melamar wanita ini.”

Gabriel menggunakan telepatinya. Dia memanggil dua anak buahnya dan paman serigala yang juga datang. Mereka ada didepan rumah Aurora. Gabriel masih mengamati dari atas. Dia melambaikan tangannya. Dia melompat turun begitu saja.

“Paman, mereka menyiksa wanitaku. Aku tidak mau wanitaku disiksa lagi paman. Lebih baik langsung bawa ke kerajaan kita saja paman.”

Paman mengangguk. Mereka ke rumah Aurora. Bertamu disana. Bel rumah keluarga Aurora berbunyi. Omnya Aurora yang membukakan pintu. Dia bingung menatap ketiganya.

“Siapa ya?”

Gabriel tak menghiraukan pertanyaan omnya Aurora, dia masuk ke rumah itu begitu saja. Dia naik tangga dan menuju ke lantai dua rumah itu. Gabriel menuju ke kamar Aurora. Benar saja, mereka masih menjabambak rambut Aurora, Gabriel menepis tangan keduanya, dia menarik Aurora berdiri di samping dia.

Ini kali pertama Aurora melihat wajah jelas Gabriel. Dari semua mimpinya selama ini, bahkan yang dia anggap mimpinya tadi malam, dia benar-benar melihat sosok gabriel yang nyata, di depan matanya.

“Bagaimana bisa?”

Aurora tak henti menatap gabriel. Tante urora dan chelsea bingung menatap gabriel. Bagaimana ada seorang laki-laki yang tak dia kenal masuk ke rumah mereka.

“Siapa kamu?”

“Gabriel, tuan gabriel.”

Paman yang menjawabnya. Paman dan kedua pengawal Gabriel naik ke atas. Dibawah, tadi paman menjelaskan semua keingannya datang ke rumah aurora kepada omnya aurora, dia ingin melamar aurora, menjadikan aurora istrinya gabriel.

Awalnya omnya aurora tak mau. Dia juga masih bingung dengan apa yang terjadi dan mereka maksud. Sampai mereka memberikan banyak emas. Ketika di cek, itu emas asli. Ada satu kotak sebesar buku tulis. Lalu omnya setuju dan mempersilakan mereka naik ke atas.

“Maksudnya?”

Chelsea juga terkejut. Terlebih dengan wajah tampan gabriel. Dia juga mau dengan gabriel, kenapa si pesuruhnya yang bisa tahu gabriel?

“Ini pamannya gabriel. Mereka memberikan ini dan mau melamar aurora sayang.”

Papanya chelsea yang menjelaskan. Gabriel tak perduli, dia merangkul Aurora dan memeriksa seluruh badan Aurora, ada yang terluka atau lecet. Gabriel juga memeriksa perut Aurora.

“Kamu siapa? Kenapa kamu mau melamar saya? Saya tidak mau menjadi istri anda. Saya tidak mengenal anda.”

Aurora menepis tangan Gabriel yang ada diperutnya. Dia melangkah satu kali mundur dari hadapan Gabriel. Gabriel menahan pinggang auror agar tidak jauh darinya.

“Ma, pa, ikut sebentar.”

Chelsea menarik tangan kedua orang tuanya. Dia mengajak mereka ke kamar. Chelsea membicarakan tentang gabriel yang tampan itu. Dia merengek.

“Ma, pa, aku saja. Aku yang mau sama laki-laki tampan itu ma. Dia kaya juga kan, bahkan dia membawa emas sebanyak ini.”

“Ahh? Tapi-“

“jangan restui mereka ma. Jangan biarkan Aurora menikah dengan laki-laki itu ma. Pliss, laki-laki itu buat aku saja ma. Plisss..”

Chelsea tak henti memohon kepada mama dan papanya. Mereka juga suka dengan uang, emas, meyakini kalau gabriel itu kaya, tak perduli siapa dan dari mana mereka. Mereka keluar dari kamar dan sepakat untuk itu.

“Maaf, tapi Aurora sudah saya jodohkan dengan seorang laki-laki. Kalau mau dengan anak saya yang ini.”

Tante aurora menarik aurora dari pelukan Gabriel. Aurora menepis tangan tantenya. Tiba-tiba merasa pusing dan mual. Aurora lari ke kamar mandi. Dia muntah-muntah disana. Mamanya chelsea bahkan punya ide bagus.

“Itu, maaf. Tapi keponakan saya bukan wanita baik-bak, bahkan dia sudah hamil dengan laki-laki lain, dia kekasihnya Aurora yang akhirnya kami paksa mereka berdua untuk menikah. Mereka akan segera menikah, jadi maaf. Anda tak bisa menikahi Aurora yang hamil anak laki-laki lain.”

Gabriel tak perduli dengan omong kosong itu. Dia ke kamar mandi dan memeluk aurora dari belakang. Aurora hampir pingsan. Dia membawa Aurora ke luar.

“Dia hamil anak saya. Saya yang menghamili dia.”

Chelsea, mama dan papanya terkejut dengan pengakuan Gabriel. Auror juga, dia yang dibopong gabriel tak percaya menatap laki-laki itu.

Terpopuler

Comments

Novelable uwwu

Novelable uwwu

aq syuka thor sama karyamu..smoga byk yg baca ya thor dan like n vote..semangadddd thor..

2023-05-16

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!