Namanya Gio, dia adalah saudara kembar Gabriel, memiliki paras yang sama persis dengan Gabriel, tapi sifatnya jauh berbeda dari Gabriel.
Aurora ada di pantai setelah puas di padang bunga, dia sedang jalan-jalan di tepi pantai, dengan Gabriel dan juga tiga pengawal yang ikut gabriel, aurora hanya jalan dipinggir pantai dan menendang-nendang angin. Sambil main air.
“Persis anak kecil.”
Sementara Gio hanya melihat wanita itu. Mereka menunggu matahari terbenam, seperti permintaan Aurora, ingin melihat matahari tebenam. Disisi lain dari lautan itu, ada gio dan rombongannya, mereka mengawasi Aurora dari jauh.
“Itu wanitanya Gabriel?”
Gio bertanya kepada para anak buahnya. Mereka mengangguk. Mereka juga memberitahu kalau dia wanita yang disebutkan didalam ramalan, wanita yang memiliki jiwa dan hati yang murni, yang bisa melahirkan anak werewolf yang sangat kuat di masa depan.
“kenapa bisa Gabriel yang lebih dulu menemukannya? Bagaimana cara membunuh bayi Gabriel? Saya mau dia menjadi milik saya dan hanya mengandung anak saya?”
“dengan cara merebut dan menculiknya tuan kami. Tapi untuk membunuh bayi werewolf itu sangatlah susah. Kecuali dihari kelahirannya bayi itu dimakan. Bagaimana?”
Gio mengangguk setuju dengan ucapan bawahannya. Dia akan menunggu hari itu tiba. Gio baru akan pergi dari sana, tapi dia mendapat ide bagus.
“tunggu, kalau aku bertukar tempat dengan Gabriel bagaimana? Aku pura-pura menjadi Gabriel, dengan begitu akan mudah aku mendekati wanita itu kan? Sampai menunggu dia melahirkan.”
“Bisa tuanku. Secara naluri, kita lebih kuat dari mereka harusnya. Karena kita masih memakan dan meminum darah manusia.”
“Ok!”
Gio mengangguk. Dia mengajak para anak buahnya untuk pergi. Tapi bagaimana cara memancing gabriel untuk keluar dari persembunyiannya.
Gabriel sedang memperbaiki Aurora. Dia melihat sekeliling, dia dapat merasakan kalau saudara kembarnya ada di sekitar sini.
“hai, El.”
Benar saja, dia keluar dan menunjukkan dirinya. Aurora kaget mendengar ada suara selain mereka. Dia menoleh, dia makin terkejut melihat Gabriel ada dua.
“kalian?”
“hai, aku gio. Kembarannya Gabriel. Kakaknya gebriel.”
Aurora menoleh menatap Gabriel. Gabriel dan anak buahnya langsung mendekati Aurora. Mereka melingkar dan melindungi Aurora.
“kak, jangan macam-macam. Kakak mau apa kesini?”
“hanya ingin menyapa dan juga memberi selamat kepada adikku saja yang sudah menikah dan akan segera memiliki anak. Selamat ya, El.”
“Kamu juga.”
Gio mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan gabriel. Juga Aurora. Gabriel menjabat tangan gio dengan erat.
“Jangan macam-macan dengan Aurora kak. Apa yang sebenarnya kakak mau?”
“Tidak ada. Hanya kebetulan lewat dan sedang berkunjung saja. El, kita lelah berburu dan selalu dikejar Kelompok kamu. Kita ingin ikut dengan kamu.”
“Maksudnya? Makan daging hewan saja?”
Gabriel tak menyangka itu. Tapi gio mengangguk. Gabriel senang sekali mendengar itu.
“dengan anak buah kakak juga kan? Semuanya?”
“Ya, yang mau saja.”
Aurora masih bingung dengan maksud mereka. Tapi dia paham satu hal. Dia memeluk erat tangan Gabriel. Dia ketakutan.
“maksudnya, dia kakak kembar kamu yang makan daging manusia? Yang selama ini memburu dan membunuh manusia? Dia dan juga kelompoknya?”
“iya. Saya minta maaf, Aurora. Nama yang cantik seperti orangnya.”
“Saya tidak perlu dipuji anda. Saya sudah punya suami.”
Gabriel senang sekali, Aurora ternyata tak gampang digoda. Dia malah marah. Apa maksudnya, Aurora memang hanya milik dia. Gio yang tertawa terbahak-bahak.
“Saya juga tidak mau merebut istri adik kembar saya sendiri. Kakak minta maaf gio, harusnya kakak tidak merusak semua perjanjian. Kakak tidak bisa memastikan semua bisa melakukannya, tapi kakak akan ikut berburu kalau sampai ada werewolf yang ikut kakak tetap mau berburu manusia.”
“Ok. Kita kembali ke istana kak. Kakak harus bertemu dengan tetua dan yang lainnya. Aku senang sekali kakak mau kembali.”
Gabriel ingin mengajak kakaknya ke istana lagi. Tapi Aurora menahannya.
“yakin kakak kamu ini benar-benar mau berubah? Aku gak yakin?”
“kenapa? Takut kamu saya jadikan makanan? Lagi pula kalau saya memakan kamu, saya akan langsung di habisi oleh kelompok suami kamu di istana.”
Gabriel ikut mengangguk dengan apa yang gio katakan kepada Aurora. Tetap saja, dia masih tak percaya. Mereka akan pergi, Gabriel yang mengajaknya, tapi Aurora menahan dia.
“Tunggu, kan belum lihat sunsetnya. Tunggu dulu disini.”
Aurora mengajak gabriel duduk dipantau. Tak mau baju istrinya kotor, juga kedinginan, dia duduk bersila dan meminta Aurora untuk duduk dipangkuannya. Sementara gio duduk di sebelah Gabriel. Cukup jauh.
“Oh, kalian romantis sekali. Saya tidak pernah melihat adik saya seromantis ini.”
“ahh, berarti hanya kepada saya? Wahh, benarkah hanya dengan saya anda romantis? Saya beruntung atau harus kasihan kepada diri saya sendiri, sangat disayang dan dicintai tapi oleh Monster seperti anda tuan?”
Gabriel hanya diam saja. Sementara para pengawalnya yang marah. Gio juga, dia hampir menyerang Aurora.
“haish, mulut istri Lo El. Teranyata! Sini gue makan saja setelah dia melahirkan ya.”
“Ya tuan. Kan memang benar, kalian Monster kan, bukan, tadi dia. Tuan yang itu. Anda kan!”
Aurora ketakutan melihat tatapan mereka semua. Nyalinya jadi ciut. Dia memeluk Gabriel dan bersembunyi dibadan kekar Gabriel. Gabriel yang tersenyum.
“Sudah kak. Mulut dia memang seperti ini. Kamu juga, hati-hati dalam berbicara. Kaum saya juga melindungi dan menolong kaum kamu. Seperti yang hilang di hutan, gunung, dll. Bukankah yang Monster itu manusia.”
“ahh iya. Maaf.”
Aurora masih bersembunyi dibalik lengan kekar gabriel. Dia meraih tangan Gabriel dan melingkarkan tangan Gabriel memeluk dirinya yang duduk dipangkuan gabriel.
Mereka menikmati sunsetnya bersama. Aurora sampai bersandar dengan sangat nyaman didada bidang Gabriel.
“wah indah sekali. Aku tidak pernah melihat sunset seperti ini. Istirahat saja bahkan tak punya waktu.”
“Aku tahu. Om dan Tante kamu juga anaknya itu sering menyiksa kamu kan? Memperlakukan kamu seperti pembantu. Tapi ketika kita akan menghukum mereka, kita bisa saja memusnahkan mereka, tapi kamu tidak mau.”
“tuan, jangan merusak indahnya sunset hari ini. Diam saja, mulut tuan itu tajam sekali, penuh racun, membuat sakit hati saya. Saya yang mau dibeli, anda yang mau asal memusnahkan mereka. Kalau keluarga anda yang dimusnahkan bagaimana? Saya atau anak-anak anda.”
“Saya akan membunuh siapa pun yang menyakiti apa lagi memusnahkan kalian. Saya tidak akan membiarkan itu terjadi.”
Gabriel mengusap perut Aurora yang masih duduk dipangkuannya. Ahh, jantung Aurora berdebar sangat cepat. Perasaan apa ini, masak iya dia jatuh cinta dengan werewolf.
Otaknya sudah tidak beres.
Yang lain hanya melihat kemesraan keduanya. Begitu juga gio. Dia harus menahan diri melihat itu demi balas dendam dia. Untungnya Gabriel termasuk yang masih baik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments