PERNIKAHAN PART 3

Aurora sedang asik makan. Gabriel diam saja melihat dia. Sampai satu penuh makanan dia habiskan. Aurora lelah banyak makan, dia menuju ke kamar dan tidur lagi. Aurora tak mau digandeng oleh Gabriel kali ini, dia memutuskan jalan sendiri, tapi setelah dia sampai di kamar, dia malah sibuk mengaca dan melihat peutnya.

“Wah. Perut saya tidak akan meletus kan?”

Gabriel baru masuk. Dia tersenyum melihat pertumbuhan anaknya yang begitu cepat didalam perut Aarora. Gabriel mengangguk. Dia memberikan pengecualian kepada Aurora, sepertinya dia wanita baik yang harus bisa menjaga rahasia.

Tapi sebenarnya dalam peraturan, kalau manusia tak di daftarkan secara resmi kepada tetua werewolf, mereka tak mau membantu kelahiran bai weewolf yang tidak biasa, mereka bisa lahir seperti bayi normal, atau bahkan mengoyak perut tubuhnya, karena tak ada ikatan pernikahan dengan keduanya, papa dan mamanya. Dia akan meninggal tentunya setelah sepeti ini.

Kecuali, wanitanya dari kalangan werewolf, itu jauh lebih aman dan tidak beresiko. Beberapa pelayan yang wanita, kebanyakan setengah manusia dan setengahnya werewolf, pepa mereka werewolf, tapi mama mereka manusia, kebanyakan wanita yang diculik dan dipaksa hamil. Keturuan asli werewolf sudah jarang sekali.

“Ok. Saya mau tidur, jangan liat perut saya terus, janga pegang perut saya tiba-tiba dan tanpa izin saya atau saya akan kabur lagi.”

“Ok.”

Gabriel meminta Aurora untuk tidur lebih dulu. Baru dia pegi dari kamar itu. Aurora pun setuju, dia berbaring di ranjang yang sangat empuk, hampir itu. Jauh sekali dengan kamarnya dan ranjangna di rumah om dan tantenya.

Dia ingin menikah dan berkeluarga, tapi tidak dengan cara seperti ini. Aurora berharap setelah perjanjiannya selesai dia bisa kembali ke dunia manusia. Aurora bergegas memejamkan matanya. Dia tak pernah tidur merasa senyaman dan senyenyak disini.

Melihat aurora sudah tidur degan nyenyak, dia pun akhirnya pergi. Ada bebeberapa tetua dan juga penashat menunggu Gabriel. Mereka ingin berbicara. Ada beberapa orang juga yang datang dan mewakili.

“Jadi nona aurora akan kita bunuh kan setelah melahirkan keturunan raja?”

“Itu aturannya dan harus kan tuan?”

Ini yang gabriel takutkan. Gabriel terpaksa mengangguk.

“tapi tuanku, melahikan bayi yang tanpa cinta itu juga akan jadi petaka, mereka akan jadi anak-anak yang sangat jahat nantinya.”

Maksudnya adalah werewolf yang jahat dan pendendam. Itu juga masih gabriel pikirkan. Bagaimana membuat hati Aurora luluh.

“saya minta maaf, tapi selama dia disini saya akan berusaha untuk membujuk dia dan meluluhkan hati dia. Jad mohon dukungan semuanya dan pengertiannya juga waktunya. Kita akhirnya pertemuan hari ini.”

“Kami ingin pernikahan anda tuanku raja.”

“Ok. saya akan kabari, secepatnya kami akan kembali menika dan kali ini tak akan gagal, saya pastikan itu.”

Mereka semua pergi. Gabriel sudah tahu bagaimana cara untuk membujuk Aurora, mengingat peut aurora dan aturan kelahiran bayinya. Dia menunggu malam dan menunggu waktu yang tepat untuk menjelaskan semuanya.

***

12.00 malam

***

Biasnya, kalau dia lapar, kalau dia mau makan, dia harus bekerja lebih dulu, tapi sekarang, tidak. Aurora kelaparan, dia mandi tengah malam dan mencari makanan.

“Apa ada makanan?”

Semua tersenyum mendengar pertanyaan Aurora. Para pelayan mengantarkan aurora untuk ke ruang makan. Lagi-lagi dia makan sendirian dan makan banyak sekali. Sampai kenyang dan semua habis lagi.

“Dimana tuan?”

“Sedang keluar nona. Nona butuh sesuatu?”

Aurora hanya menggeleng. Dia hanya bertanya. Dia suntuk di istana, jadi dia ingin melihat-lihat. Aurora tak sengaja melihat jendela, dia melihat langit malam yang penuh bintang, indah. Tanpa dia sadari dia keluar dan tak ada yang melihat, dia kelepasan, anak-anaknya yang ada didalam perut. Mereka yang mau jalan-jalan dan mereka mentransfer kekuatannya ketubuh aurora, hingga dia tiba-tiba jalan jauh lagi.

“Ahh, indah sekali.”

Setelah sampai entah dimana. Dia baru sadar. Dia melihat langit yang sangat luas dan ketika menoleh, istananya tak ada. Dimana istananya. Semua orang istana heboh. Mereka melapor kepada Gabriel.

Gabriel bergegas pulang, dia capek sekali mencari wanita itu yang selalu kabur. Tapi dia tetap harus mencarinya, dia menggunakan telepatinya lagi untuk mencari keberadaan Aurora.

Aurora masih ada ditengah hutan, tiba-tiba banyak mahluk yang datang, werewfolf yang besar dan menakutkan. Aurora sudah memohon dan mengataka kepada semuanya kalau dia, dia bingung mau bilang apa.

“Tunggu, hentikan. Saya bukan manusia biasa. Saya sedang mengandung tiga anaknya tuan kalian, tuan raja kalian, jangan macam-macam.”

Mereka berubah jadi manusa, tinggi, cukup tampan, dengan badan mereka yang kekar-kekar, hampir ada lima werewolf. Mereka mendekati dan mengepung Aurora. Mereka tertawa.

“Mana mungkin, kami tidak melihat mahkota kerajaan di kening kamu, sayang ku.”

“Iya, jangan bohongi kami.”

“Tapi bagaimana dia bisa tahu ada raja kami.”

Mereka terus mendekati dan menggoada aurora. Dia sudah takut dan menangis keras sekali. Sampai menyebut nama Gabriel. Tapi mereka masih tak percaya, mereka ita dia manusa penguntit yang selalu ingin tahu dan mencaritahu tentang dunia werewolf mungkin. Banyak sekali yang datang seperti itu.

“Tidak ada tanda apa pun ditubuh anda nona.”

“Kalau anda hamil anak tuan raja kami, kamu pasti mendapatkan stempel kerajaan di kening kamu, mahkota ratu keraajan werewolf dan kelompok kita.”

“Dia benar hamil anak saya.”

Sampai gabriel datang. Dia dengan santai mengatakan itu. Dengan dua pengawal gabriel yang juga ikut merubah wujudnya menjadi manusia. Aurora langsung menunjuk ke arah gabriel. Mereka langsung menunduk.

“tapi tuanku, nona ini sama sekali.”

“Salahkan dia, dia tidak mau menikah dengan saya. Dia hanya mau melahirkan anak saya, kalau ada apa-apa diluar, saya tak bisa melindungi dia. Kalau sampai dia membocorkan semuanya, kalian bisa menajdikan nona ini makannya.”

Aurora yang mendengar itu kesal sekali. Dia menghampiri Gabriel. Dia memukul dada gabriel dengan cukup kuat. Anaknya didalam perut aurora protes, mereka juga tak mau kehilangan mommynya. Gabriel hanya tersenyum mendengar suara telepati anak-anaknya.

“katakan kepada dia, kalau tak menikah bagaimana nasibnya.”

Gabriel malah meminta mereka menjelaskannya. Aurora takut sekali, dia tak pantas selamat disaat melahirkan, perutnya bisa dirobek paksa. Aurora menangis, dia menarik tangan gabriel. Dia mengajak gabriel menikah.

“ya sudah, cepat sekarang menikah saja. Setelah itu bisa bercera juga kan di dunia werewolf?”

Gabriel tertawa, yang lainnya juga, dua pengawal gabriel juga. Mereka mengikuti gabriel yang ditarik aurora untuk kembali ke istana. Mereka berjalan biasa seperti manusia.

“kenapa bilangnya saya akan baik-baik saja setelah melahirkan anak ini.”

“Saya yang mau, tapi tetua dan yang lainnya tidak percaya dengan kamu, kecuali dengan perjanjian pernikahan.”

“Ya sudah, cepat pertemukan saya denga para tetua dan kita harus menikah, detik ini juga.”

Gabriel tersenyum mendengar itu, apalagi melihat wajah Aurora yang sangat lucu. Dia jadi gemas sekali.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!