“Dia hamil anak kamu? bagaimana bisa? Apa iya, Ra? Kamu mau membuat tante dan om malu? Kamu melakukannya lebih dulu sebelum menikah?”
Om dan tantenya Aurora kaget mendengar pengakuan dari Gabriel. Aurora yang tak terima, dia menepis tangan Gabriel yang ada dipinggang dia. Dia menginjak kaki Gabriel. Baru kali ini ada yang berani dengan raja mereka, pemimpin kaum werewolf mereka, dua pengawal gabriel hampir saja hilang kendali dan menyerah Aurora. Tapi Gabriel memberi kode untuk menghentikan keduanya.
“Gak! bagaimana bisa saya hamil anak anda? Saya tidak pernah tidur dengan anda. Saya juga tak mengenal anda. Kita bahkan tak penah bertemu. Saya tidak hamil, saya hanya sedikit kecapean dan masuk angin saja.”
Aurora mencoba membantah semuanya. Chelsea menatap mamanya, dia memberi kode pada sang mama, bagaimana pun dia tak ikhlas kalau Aurora yang mendapatkan laki-laki tampan seperti gabriel.
“Kita pernah bertemu. Saat kamu ke pasar, angkutan umum kamu mogok. Kamu lupa? Kita melakukannya di tempat saya. Saya minta maaf, saya yang memaksa kamu, tapi saya kesini datang untuk tanggung jawab.”
Gabriel kembali mencoba meraih pinggang Aurora. Aurora ingin menjauh. Tapi karena kekacauan semua ini, sakit kepalanya semakin parah. Dia pingsan begitu saja. Gabriel menangkap Aurora dengan sigap. Dia menahan tubuh Aurora yang tiba-tiba jatuh pingsan.
“Paman, suruh dokter kesini. Saya ingin dokter memeriksa Aurora.”
Gabriel mengangkat tubuh pingsan Aurora dan membawanya ke ranjang. Dia menurunkannya dengan perlahan, menata bantalnya dan juga selimut untuk aurora. Paman menelpon dokter, sebagaia manusia dan di depan manusia biasa, mereka berlaku seperti manusia biasa. Paman werewolf menggunakan ponsel untuk menelpon dokter pribadi mereka.
“Tunggu, kalian menggangu kami. Kami akan memanggil security untuk mengusir kalian.”
Chelsea terus merengek dan memohon kepada mamanya. Dia sangat iri dengan Aurora sekarang. Mamanya akhirnya bertindak.
“Kalian mau berapa lagi? untuk membiarkan nona menikah dengan tuan kami. Nona memang sedang hamil anak tuan kami. Tunggu dokternya datang, kalian akan tahu semua kebenarannya.”
Tak lama suara bel rumah mereka berbunyi, ada pembantu yang membukakan pintu. Dia mengantar tamunya ke atas. Benar saja, dia perempuan paruh baya yang datang dengan pakaian dokternya.
“Tante, paman mana?”
Dari banyaknya werewolf, hanya mereka pasangan yang sukses menjadi seorang dokter di dunia manusia, dengan mengedalikan keinginan mereka untuk makan darah manusia. Ada dua kelompok dalam dunia werewolf, mereka yang hanya makan daging hewan yang lain, atau mereka yang kadang juga memangsa manusia kalau tak mendapatkan makanan seperti hewan.
“Kata paman, kekasih kamu kan yang hamil. Mau diperiksa paman, ahli bedah.”
“Ok. Tolong tante periksa, dia benar hamil anak aku kan tante?”
Wanita yang dipanggil tante oleh Gabriel itu paham apa maksud laki-laki setengah serigala itu. Hamil anak werewolf, tapi mereka mencoba menyembunyikan identitas mereka dari manusia. Dia mengangguk dan mendekati Aurora. Seperti dokter untuk manusia pada umumnya, dia pun memeriksa Aurora.
“bagaimana kami percaya pada kalian semua? sementara kami tidak kenal dokternya?”
Chelsea yang mengatakan itu. Wanita paruh baya itu memberikan tanda pengenal resminya sebagai dokter, tertulis disana nama maya, dokter anak, kandungan dan spesiali wanita hamil. Dia mengangguk kepada Gabriel. Maksudnya adalah, aurora memang hamil anak werewolf.
“Saya benar hamil, dokter?”
Mereka tak terlalu memperhatikan Aurora, ternyata dia sudah sadar. Aurora bertanya dengan suaranya yang lirih kepada dokter wanita paruh baya itu. Dia menoleh menatap aurora. Dia mengangguk kepada aurora.
“Saya tidak percaya. Mungkin saja kalian sekongkol? Lagi pula aurora hamil anak kekasih dia, laki-laki cupu kekasih dia itu. Bukan tuan ini.”
Chelsea yang terus membantah. Sebenarnya bisa saja Gabriel melakukan sesuatu, dia menghabisi mulut berisik mereka. Tapi dia tak mau membuat heboh dunia manusia dan dunia dia. Gabriel diam saja menatap lekat chelsea.
“Kita bisa melakukan tes dna kalau mau, juga dengan tespack kalau kalian masih tak percaya nona aurora hamil.”
“Saya mau dokter. Saya tak merasa saya hamil, lagi pula saya baru selesai datang bulan minggu lalu, bagaimana bisa?”
Selisihnya hanya satu hari yang lalu, ini genap dua hari yang lalu setelah Gabriel melakukannya dengan Aurora, ketika dia ada di dekat hutan itu naik angkot. Aurora ingin melihat hasil tesnya sendiri. Dokter memberikan alat tes kehamilan yang dia bawa kepada aurora. Masih didalam bungkusnya. Aurora membukanya dan berniat turun dari ranjang, tapi kepalanya masih sakit.
“Hati-hati.”
Dia hampir jatuh lagi, untung ada Gabriel. Dia selalu sigap menangkap tubuh wanita itu yang kelihatan sangat lemah jadinya. Aurora mencoba menepis tanga gabriel. Dia berjalan sendiri ke kamar mandi. Dia menutup kamar mandinya dan menggunakan alat tes kehamilannya.
“Plis, ini gak mungkin. Aku gak hamil. Itu bukannya hanya mimpi dan kenapa aku melihat dia seperti serigala yang berubah menjadi tuan gabriel itu. Apa ini?”
Aurora masih ada di dalam kamar mandi. Dia sedang menunggu hasil tes alatnya. Sampai dia keluar dengan membawa hasil tesnya. Dia melihat dengan seksama. Garis dua di alatnya.
“Bagaimana ini bisa?”
Usia kehamilan dan kandungan wanita yang hamil anak werewolf itu jauh lebih cepat dan sangat berbeda dengan manusia. Makannya ini langsung jadi dan ketika di tes langsung terlihat positir. Chelsea mendekati aurora.
“Mana hasilnya, kamu gak hamil kan?”
Dia merebut alat tes yang ada ditangan aurora begitu saja. Dia melihat hasilnya, chelsea tak percaya. Mamanya juga mendekati sang anak dan melihatnya. Dia melihat dengan kedua matanya sendiri, bahkan tadi mereka sudah melihat alatnya sebelum digunakan, masih rapat dibungkus dan jelas tak ada garis apapun.
Plak!
Satu tamparan keras melayang kepipi Aurora. Rasanya panas dan pedih. Aurora refleks menutupi pipinya. Gabriel yang melihat itu langsung berdiri di depan aurora. Dia hampir hilang kedali, untung ada Maya yang menahan gabriel.
“Kamu itu bikin malu keluarga saja. Kamu juga membuat malu dan sedih mendiang mama dan papa kamu, kamu tega dengan mereka?”
Aurora menangis. Antara dia malu dengan dirinya, merasa dirinya sangat kotor tapi juga sedih karena memikirkan perasaan orang tuanya yang sudah tak ada. Tapi bagaimana bisa? Bukankah itu hanya mimpi.
“Saya tidak mengizinkan kalian membawa keponakan saya. Saya tidak tahu kalian siapa, dari mana. Sekarang pergi dari sini.”
Mama chelsea yang mengusirnya. Paman yang mengajukan negosiasi untuk membawa Aurora. Dia berbicara dengan omnya aurora.
“Katakan apa saja yang ingin kalian mau agar kamu dapat membawa nona aurora?”
“Bukankah kalian juga memperlakukan nona aurora dengan tidak baik?”
“Kalian juga membencinya bukan? Apa salahnya menerima semua bayaran dari kami.”
“Anggap kami membeli wanita yang selalu kalian jadikan pesuruh.”
Yang pertama adalah paman Gabriel, yang kedua dan ketiga adalah anak buah gabriel dan yang ketika, terakhir adalah gabriel yang mengatakannya. Aurora merasa dia tak ada harganya, seperti dijual. Tidak dengan keluarganya sendiri bahkan laki-laki yang ada di depannya. Aurora pergi begitu saja dari sana. Dia lari keluar. Aurora seakan mendapatak kekuatan werewolf dari bayinya, dia lari begitu cepat. Gabriel tersenyum melihat itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments