Aurora terbangun dari tidurnya. Dia melihat laki-laki yang tampan, dia melihat sekeliling ruangan tempat dia tidur? aurora rasa dia bermimpi, tapi bagaimana bisa?
“Bangun, sarapan?”
Anak dari tantenya yang membangunkan dia, chelsea yang sudah cantik dengan pakaian kampusnya. Aurora masih bingung dengan mimpi itu, seperti nyata, tapi aurora rasa itu mimpi, tapi terasa nyata, apa harus bertanya kepada orang-orang disekeliling dia mungkin. Orang rumah.
Aurora ke dapur lebih dulu. Dia hanya membuatkan susu lalu menyiapkan roti untuk om dan tantenya, jua chelsea. Mereka sudah ada di ruang makan, sudah duduk di tempat masing-masing. Padahal hanya susu untuk pagi-pagi, tapi mereka bahkan tak bisa membuatnya dengan mandiri.
“sudah selesaikan tugasnya om, tante. Aku ke kamar dulu, aku juga harus siap-siap ke kampus.” kata aurora pada semuanya. Tapi mereka mengabaikan Aurora, seakan dia tak ada.
Aurora tahu, kalau sudah seperti ini dia sudah tak dibutuhkan lagi. Dia pun pegi begitu saja, dengan mengambil dua tumpuk roti yang sudah dia olesi selai strawberry yang dia taruh di meja makan. Aurora memakannya sambil masuk ke kamar. Setelah menghabiskannya dalam sekejap, Aurora bergegas mandi dan juga siap-siap ke kantor. Dia hampir terlambat, ada kuliah pagi juga. Aurora lari keluar, dia tak sengaja bertemu dengan pekerja kebun dan beres-beres rumah.
“bibi, paman, kemarin, atau entah kapan, aku pernah tidak bersikap aneh?”
“Maksudnya?” keduanya malah bingung dengan pertanyaan Aurora.
“Yang aku ke pasar, lamaaa banget. Pernah gak?”
“Biakan kan non, kan pasarnya jauh, nyari yang murah, uangnya dikasih dikit sama tantenya non.”
“Iya juga sih. Ya sudah lah bibi, paman, saya berangkat dulu. Sudah terlambat.”
Mereka mengangguk. Aurora yakin kalau dia melihat laki-laki itu, meniduri dia, dia tampan, tapi sekilas dia melihat manusia serigala. Di jaman sekarang. Aurora menganggap dirinya terlalu banyak menonton film vampir dan seriga saja mungkin.
“Iya, pasti.”
Auroa sudah sampai didepan jalan rumahnya. Dia mencari ojek dan naik ojek ke kampus.
“Pak, cepat ya. Saya sudah terlambat.”
“Siap non.”
Aurora menggunakan helmnya dan berpegangan dengan sang ojek. Ojek itu melesat cepat. Dari balik sebuah pohon, tak jauh dari rumah Aurora, ada tiga laki-laki tampan, dengan tsirtnya yang biasa dan celana jeansya. Mereka mengintip dibalik pohon dan mengawasi Aurora.
“Yakin tuan, anda tidak akan menghabisi wanita itu?”
“Bukankah dia bahaya sudah tahu dunia kita.”
“Biarkan, dia sudah saya buat tak ingat tentang hari ini, dia hanya akan mengingatnya sebagai mimpi.”
Laki-laki yang paling depan itu pergi begitu saja. Kemudian kedua laki-laki dibelakangnya juga ikut pergi meninggalkan mereka. Dalam sekejap mereka hilang.
***
Aurora sudah sampai di kampus. Dia bergegas turun dari ojeknya. Setelah itu melepaskan helmnya lalu membayar. Aurora bergegas lari kedalam kampus. Dug! Auroa kaget, kenapa terasa ada yang menendang perutnya ketika dia lari. Sedikit sakit.
“Apa aku lapar?” pikirnya.
Aurora masih berpikir positif. Dia berhenti dan memilih untuk jalan pelan. Dia mengusap perutnya. Mencoba berdiskusi dengan perutnya.
“Mari bekerja sama perutku sayang, kita masuk ke kelas dulu baru makan siang. ok?” kata Aurora mengusap perutnya sendiri.
Perutnya jauh lebih baik sekarang. Dia kembali berlari. Aurora masuk ke kelas dan mendengarkan pelajaran dengan baik. Sampai siang, tiba jam istirahat di kampus, dia ke kantin kampus. Aurora jarang makan daging, karena dia tak terlalu suka dan juga tak punya uang banyak, mengingat dia harus mengirit, tapi ini, dia sangat ingin makan daging. Sampai dia tanpa sadar memegang daging mentah yang disedaikan di kantin.
“Nona, nona mau apa?” sampai penjaga kantin itu menegur aurora.
“Hah saya? Saya memangnya mau apa?” aurora sadar, tangannya sudah memegang daging. Dia langsung pergi dari sana. Aurora lari ke kamar mandi, bagaimana bisa dia yang tak suak daging bahkan menyentuh daging mentah.
“Bau, amis.” Aurora mencuci tangannya berkali-kali.
DUG! Tiba-tiba dari belakang chelsea datang dengan teman-temannya, dia menarik aurora untuk berbalik menatapnya dan juga mendorong aurora sampai badannya membentur tembok. Aurora kaget, dia meringis kesakitan. Perutnya sedikit sakit karena itu. Tangan chelsea menekan leher Aurora. Biasanya dia tak melawan, tapi kali ini entah kenapa ada dari dalam diri Aurora yang tiba-tiba saja membuat dia melawan. Dia balik mencengkeram leher chelsea hingga mendorong chelsea dengan kuat. Sampai chelsea terpental jauh.
“Chelsea, maaf.” Aurora baru sadar, dia kuat sekali. Aurora mendekati Chelsea, dia mengulurkan tangannya untuk membantu chelsea berdiri.
“Berani melawan sekarang. Awas saja di rumah. kasih tugas kita ke dia.” chelsea memili berdiri sendiri dibantu teman-temannya. Dia menyuruh temannya untuk memberikan tugas mereka kepada aurora.
“Ini, kerjakan. Tiga hari punya kita bertigas.” Mereka melempar kertasnya kepada Auroa. Setelah itu mereka pergi dari sana. Meninggalkan Aurora yang masih bingung, kenapa tadi chelsea sampai bisa terpental jauh.
Dokumen chelsea dan teman-temannya berantakan di lantai. Aurora mengambil dan merapikannya. Dia menyimpannya di tas. Aurora tak punya pilihian selain mengerjakan ini. Dia kembali ke kelas karena ada pelajar lagi.
***
Gabriel dan ke dua anak buahnya sudah sampai kembali ke hutan dan juga istana mereka. Gabriel ke kamarnya untuk istirahat setelah berburu hari ini. Tapi tidurnya terusik, dia bermimpi melihat werewolf kecil yang mendekati dia dan memanggil dia daddy?
“tunggu? Apa arti mimpi itu?”
Gabriel tak bisa tidur lagi. Dia keluar dari kamarnya dan menemui kedua anak buahnya. Gabriel menceritakan tentang mimpinya.
“Apa tuan akan memiliki anak?”
“Anak werewolf? Wah ini pasti sangat mengejutkan dunia kita.”
Terdengar suara aungan yang ketiganya kenali. Mereka keluar untuk melihat itu. Ada serigala besar hitam di depan istana. Dia memberikan kabar baik. Tak lama dia berubah menjadi seorang laki-laki paruh baya, rambutnya sudah putih, tapi dia masih gagah.
“Ada apa paman?” tanya gabriel kepada serigala yang dia panggil paman.
“Tuan, anda sudah menikah? kami di istana utama mendapatkan pertanda dari alam seperti itu, anda akan memiliki anak. Keturunan pertama untuk penerus pemimpin wereweolf.”
“Saya, menikah? dengan siapa? Tidak ada? saya tidak akan memiliki anak?”
“Tunggu tuanku raja gabriel, apa nona yang kemarin?” salah satu pelayan gabriel ingat kejadian itu.
“Anda kawin dengan nona itu kan?” tanya salah satunya lagi.
“Tapi mustahil itu jadi? Tapi apa mungkin benar bisa jadi? Werewolf dengan manusia?” tanya gabriel kepada pamannya, yang sudah seperti penasehat baginya.
“Mungkin tuanku. Apa wanita itu tidak anda musnahkan atau kalian makan?”
Gabriel menggeleng. Dia langsung lari dengan cepat ke tempat Aurora, dia ingin memastikan satu hal. Apa Aurora hamil anaknya?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments