AURORA HAMIL ANAK WEREWOLF?

Gabriel ke rumah Aurora, tapi dia sama sekali tak mencium keberadaan wanita itu di dalam rumahnya. Gabriel mencoba mendekati rumah itu, berdiri di depan gerbang rumah tersebut, dia ingat, tadi gadis itu naik ojek.

“Bagaimana raja?”

Dua anak buah Gabriel, yang selalu bersama dan selalu mengawal Gabriel datang menyusul. Gabriel hanya menggeleng, mereka datang dengan cepat. Gabriel melesat lagi, dia dapat mengikuti bau yang tertinggal dari badan gadis itu. Kedua anak buah Gabriel pun mengikuti sang raja, yang akan menjadi Raja dan pemimpin dari kelompok mereka.

Gabriel berhenti di kampus Aurora. Banyak orang disana, jadi keduanya mencoba seperti manusia bisa. Jalan dengan perlahan. Ketiganya melihat sekeliling, mengikuti Gabriel yang masih mengikuti aroma tubuh Aurora. Tentu dia ingat jelas aroma tubuh Aurora, sangat harum bagi dia, terlebih dia juga sudah tidur dengan Aurora.

***

Aurora ada di kamar mandi, tidak tahu kenapa, dia mual dan muntah-muntah di kamar mandi. Aurora mencuci mulutnya setelah selesai muntah. Dia baru saja mau keluar dari kamar mandi, tapi ada chelsea dan dua temannya datang.

Bruk!

Mereka mendorong Aurora dan juga menahan Aurora yang mau pergi dari sana. Aurora tak sengaja menepis tangan ketiganya, ketiganya malah terpenatl jauh hingga mereka jatuh ke lantai. Aurora kaget sendiri apa sekuat itu dia membela diri dan mendorong mereka?

“Maaf?”

Aurora mendekati ketiganya yang duduk di lantai kamar mandi kampus. Ketiganya juga tak menyangka, bagaimana bisa mereka merasakan dorongan yang sangat kuat hingga mereka terpental jatuh. Aurora kenapa jadi sangat kuat sekali.

“Apa ada hantunya di kamar mandi ini?”

Salah satu teman Chelsea hanya menduga. Tapi mereka pernah dengar cerita kalau ada anak kampus yang hamil, pacaranya kabur dan dia bunuh diri di kamar mandi.

“Ah iya.”

Ketiganya jadi takut. Mereka bergegas berdiri, chelsea menepis tangan Aurora yang terulur kearah dia, sepertinya ingin membantu chelsea berdiri, tapi chelsea yang tak mau. Ketiganya berdiri sendiri.

“Mana makalah kita?”

Chelsea meminta kepada salah satu temannya. Dia memberikan tiga makalan kepada Aurora, bahkan memukul wajah aurora dengan makalah itu. Aurora segera mengambil makalah itu didepan wajahnya.

“Ini, kerjakan, benarkan milik kita. Dalam sebulan ini. Kita baikkan memberikan waktu sebulan.”

“Tapi-“

Aurora juga belum mengerjakan tugas dia, belum mengambil kerja paruh waktunya, bagaimana bisa dia mengerjakan milik mereka bertiga. Tapi ketiganya memang sudah terbiasa menyuruh Aurora, selain dia pintar, dia juga pesuruh Chelsea, tidak di rumah atau di kampus. Chelsea selalu memperlakukan dia seperti itu.

Ketiga pergi begitu saja dari kamar mandi. Mereka bahkan lari karena masih merasa ketakutan mengenai hal tadi. Aurora tak bisa berbuat apa pun. Untung juga satu bulan. Aurora membawa ketiga makalanya. Dia mendapatkan telepon dari orang restoran.

“Halo, iya pak. Ini saya masuk. Ini mau ke sana.”

Aurora sudah selesai kuliah. Sekarang dia harus kerja paruh waktu. Aurora bergegas keluar kamar mandi. Dia keluar kampus untuk mencari angkutan umum. Ketika itu, Gabriel menemukan Aurora, mereka masih diam dan memperhatikan dari jauh.

“Itu raja nonanya?”

“Iya, aku tahu. Kta awasi dari jauh dulu.”

Mereka bersembunyi dibalik pohon besar, terus memperhatikan Aurora yang akan menyebrang jalan. Disisi lain ada Chelsea dan teman-temannya. Dia membawa mobil ke kampus. Chelsea yang menyetir.

“Bagaiman kalau kita main sedikit dengan pesuruh itu?”

Chelsea menghentikan mobilnya, dia melihat Aurora yang mau menyebrang. Kedua temannya yang ada didalam mobil setuju. Chelsea tersenyum bahagia sekali. Dia bersiap menginjak pedal gas mobilnya. Dia sengaja melajukan mobilnya kearah Aurora. Ketika Aurora menyebrang, Chelsea tepat menabrak Aurora. Aurora tak bisa menghindar lagi, mobil Chelsea datang tiba-tiba.

Wuzz!

Dengan sigap, Gabriel menolong Aurora. Dia berlari cepat seperti angin ****** beliung dan membawa aurora pergi dari depan mobil Chelsea. Waktu seakan berhenti, Chelsea terdiam dengan teman-temannya di dalam mobil. Ketika detik jam kembali berjalan, mereka baru sadar. Mereka melirik ke belakang.

“Dimana si pesuruh?”

“Gak tau.”

Ketiganya heran, mereka menoleh ke depan tak ada, di belakang tak ada. Bukannya mereka harusnya menabrak aurora. Ketiganya kembali ketakutan, hari ini banyak yang tak beres dengan aurora.

“Ahh, apa jangan-jangan ada hantu disekitar aurora?”

“Hih..”

Ketiga memilih pergi dari sana. Chelsea menjalankan mobilnya ke cafe untuk hangout dengan kedua temannya, juga belanja nanti. Sementara Aurora dengan laki-laki itu, yang ada didalam mimpinya. Tapi setelah itu dia menghilang. Aurora sudah ada disebrang jalan.

“Bagaimana bisa?”

Aurora bingung. Gabriel langsung pergi begitu sudah menolong Aurora, dia kembali bersembunyi di balik pohon dengan dua anak buahnya.

“Tuan, kenapa tuan raja tak menunjukkan diri saja kepada nona itu?”

“tidak bisa, saya membuat itu terjadi seperti mimpi, agar dia kira benar-benar mimpi, bagaimana saya tiba-tiba muncul di depan dia, dia akan lebih tahu banyak tentang dunia kita, kelompok kita, bagaimana nanti?”

Mereka hanya mengangguk saja. Aurora mencoba berpikir baik. Dia kembali mencari ojek dan menuju ke restoran. Aurora masuk lewat pintu belakang restoran, dia mengganti bajunya dan siap-siap bekerja. Dia baru mau ambil satu pesanan, ternyata yang memesan chelsea dan juga teman-temannya.

“Woo, dunia sempit ya. Ketemunya lo lagi.”

Chelsea juga baru tahu kalau aurora bekerja disana. Chelsea bisik-bisik dengan kedua temannya. Mereka bisa mengerjai aurora disini.

“Mau pesan apa?”

Aurora bersikap seperti biasa. Mereka pun memesan makanan. Aurora juga yang kembali dan mengatarkan makanannya, tap chelsea dengan sengaja menjagal kaki aurora hingga aurora jatuh. Gabriel ada disana, dia mengikuti Aurora seharian. Dia juga menolong Aurora ketika akan jatuh.

Chelsea dan teman-temannya masih bingung. Aurora juga. Dia pikir malaikat masih baik kepada dia. Setidaknya dia tak mengacau atau kehilangan pekerjaan dia hari ini.

“Bagaimana aku tahu dia hamil anakku?”

Gabriel kembali bersembunyi, dengan dua pengawalnya. Gabriel sedang telepati dengan salah satu werewolf yang tak lain adalah seorang dokter dikelompok mereka. Kadang mereka juga menyatu dengan kehidupan manusia.

“Sentuh perutnya, bayi werewolf tumbuh dengan sangat cepat. Tuan akan merasakannya.”

Suara dari sebrang sana menjawab. Gabriel mengangguk. Dia mencoba mencari cara untuk melakukannya.

***

7.00 malam

***

Hari sudah mulai malam. Aurora dapat pekerjaan sampai malam. Gabriel juga sejak tadi mengawasi Aurora, dengan kedua pengawalnya yang setia. Sampai Aurora pulang ke rumah, naik bus. Meeka terus mengikuti hingga naik ke atas bus. Sampai Aurora di rumahnya. Dia bersih-bersih badan dan tidur.

“Kalian pulang saja, saya akan memastikan malam ini disini, sendiri. Kalau saya butuh kalian, saya akan memanggil kalian. Saya butuh privasi.”

“Baik tuan raja.”

Keduanya menunduk dan pergi dengan cepat. Gabriel seperti angin masuk dengan cepat ke rumah keluarga Aurora, hingga dia masuk ke kamar Aurora, Aurora sudah tertidur dengan lelap. Gabriel tadinya hanya ingin menyentuh perut Aurora, tapi Auroa bergerak membuat Gabriel jatuh diatas badan Aurora. Dia mencoba menahan tubuhnya agar tidak menindih dan memberatkan Aurora.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!