Bab 20. Sebelum Jamuan Teh

Di aula kediaman Marquis~

Semua tampak harmonis. Nenek duduk dekat dengan Celine. Yunzhi berdiri di berjejer dengan bibi Xun dan bibi Zu di belakang nenek dan Celine. Marquis duduk di aula utama. Selir Yun dan selir Yingtzi duduk di samping kiri Marquis. Han Lu Yu dan dan Han Sheng Yi duduk di sebelah ibunya masing-masing.

"Bagaimana kehidupanmu setelah menikah, Putri Mahkota? Mengapa Putra Mahkota tidak datang bersamamu?" Nenek mengawali pembicaraan sambil menggenggam erat tangan Celine.

"Kehidupan hamba baik nenek, Putra Mahkota memperlakukan hamba dengan sangat baik" jawab Celine sambil tersenyum teduh pada neneknya.

Pertanyaan nenek ini sesuai dengan alur novel, tapi jawaban Celine yang menyenangkan tentu saja berbeda dengan alur asli novel. Jika sesuai alur maka Celine akan menjelek-jelekkan Putra Mahkota. Pemilik asli tidak tahu bahwa segala tindakannya akan dilaporkan secepat kilat pada Zhou Ming. Oleh sebab itu Celine yang tidak bodoh tidak akan mengikuti alur asli novel.

"Jika benar begitu mengapa Putra Mahkota tidak ikut mengantar Kakak ke kediaman?" Han Lu Yu mulai mencoba membuat irisan diantara keharmonisan itu.

"Benar jika Putra Mahkota menghargai Kakak dan keluarga kita, seharusnya dia ikut mengantar Kakak kemari. Tindakannya yang tidak mengantar Kakak bukankah menandakan dia tidak senang atas pelayanan Kakak?" Han Sheng Yi lebih tajam lagi perkataannya.

Kedua perkataan adik kesayangannya membuat ruangan sunyi selama beberapa saat. Semua orang saling memandang sebelum akhirnya semua tatapan mata menuju pada Celine.

'Benar-benar adik yang baik. Belum lima menit aku disini sudah diserang secara bersamaan. Ini adalah serangan kombo dengan niat double attack bukan?' Celine mencibir dalam hati.

"Itu tidak benar. Adik-adik terlalu khawatir, Putra Mahkota memiliki banyak tugas di istana. Aku juga bukan Tuan Putri yang lemah. Aku bisa kemari terlebih dahulu. Putra Mahkota juga berpesan agar aku berhati-hati dalam perjalanan kemari, sehingga menambah jumlah pengawal untukku. Bahkan beliau juga memberikan hadiah bagi nenek dan ayah. Apakah itu tidak cukup dijadikan bukti betapa Putra Mahkota puas denganku?" Celine menjawab perlahan sambil menatap kedua adiknya.

Li Fan, salah satu dari 5 squad pengawal bayangan Jenderal Zhou sedikit mengernyit. Dalam hati mulai mengakui kehebatan bersilat lidah istri Jenderal ini. Tidak salah jika Li Ping pengawal kepercayaan Jenderal mulai menghormati istri Jenderal ini.

(5 Squad pengawal bayangan Zhou Ming: Li Ping, Li Fan, Yanzhi, Li Han, Li Huo)

"Syukurlah jika Putra Mahkota puas denganmu, cucuku, Putri Mahkota. Kau memang anak yang baik. Kau layak mendapatkan semua itu" nenek tersenyum sambil mengelus rambut Celine dengan sayang.

"Ya nenek, cucu akan berusaha agar disayang Putra Mahkota" Celine tersenyum.

"Baiklah, tolong sampaikan terima kasih atas hadiah dari Putra Mahkota. Mungkin sebaiknya kamu beristirahat. Kau tampak lelah. Nanti sore kita akan bertemu kembali saat jamuan minum teh" Marquis tampak puas dan lega setelah mendengar kabar itu.

"Baik ayah, ananda pamit undur diri dulu" dengan ditemani Yunzhi, Celine pergi meninggalkan ruangan.

Marquis tidak ingin tampak menindas Putri Mahkota. Marquis tahu jika salah satu anggota squad penjaga bayangan putra mahkota dikirim untuk mengawal Celine. Marquis tidak tahu jika Zhou Ming bahkan mengirim 2 anggota squad nya untuk Celine (Li Fan dan Yanzhi). Yanzhi memang anggota khusus (wanita untuk istrinya) yang rahasia dan tidak sembarang orang tahu. Cinta memang buta…..

Di kediaman Celine ~~

Semua orang sedang bekerja dengan giat. Berkat arahan Xixi, tanaman yang harus dipindahkan sebagian besar sudah terangkut. Celine mengangguk puas.

Celine menuju ke petak tanah yang ditanami benih dari pak Tua berjanggut putih pemilik toko benih (baca bab3). Usia tanaman di petak itu kurang lebih 22 hari dan tanaman itu sudah mulai bertunas. Tapi Celine masih belum bisa mengidentifikasi jenis tanaman apa itu. Yah seiring berjalannya waktu Celine akan mengetahuinya.

Setelah menginstruksikan beberapa hal Celine masuk ke kamarnya. Di dalam kamar dia mulai mengumpulkan benih-benih tanaman yang dibelinya waktu itu. Tak terasa sudah 25 hari dia pindah ke dalam novel. Hal ini membuatnya merenung.

Dia teringat jika ibu Han Cya Lin adalah orang Jiangnan dan bahkan ada beberapa orang yang memburunya karena mengetahui rahasia ibunya yang merupakan pewaris sekte Jiangnan. Celine berpikir. Dia harus pergi ke kamar ibunya. Mungkin ada sesuatu peninggalan ibunya disana.

Kebetulan hari sudah beranjak sore. Sudah waktunya minum teh. Celine segera berganti pakaian dengan dibantu Yanzhi. Sekalian menemui nenek di acara jamuan minum teh. Celine yakin jika mendapat ijin dari nenek dia akan bisa masuk kamar ibunya dengan mudah.

Di tengah jalan dia berjumpa dengan Han Lu Yu yang berjalan bersama pelayannya. Kelihatannya mereka juga akan pergi ke acara jamuan minum teh. Han Lu Yu meremas saputangannya melihat dandanan Celine.

Celine tampak begitu anggun dengan busana warna ungu tua yang dipadu dengan hiasan kuning keemasan. Riasan wajah Celine juga berbeda dengan riasan wanita pada masa itu. Riasan Celine hanya riasan tipis dan natural seperti pada wanita zaman modern.

'Seharusnya aku yang memakai perhiasan dan gaun yang indah itu. Mengapa wanita ini yang memakainya? Dan darimana dia mendapat pelayan yang dapat merias wajahnya menjadi begitu cantik dan menakjubkan itu. Oh,,,sungguh benci aku melihatnya!!' dengan tatapan penuh kebencian Han Lu Yu melihat Celine.

Celine pura-pura tidak melihatnya. Begitu pula dengan Yanzhi dan Li Fan (Li Fan tidak menampakkan diri). Celine dan Yanzhi berjalan mendahului mereka.

"Kakak, apakah kau akan ke jamuan teh? Mari kita pergi bersama!" Seru Han Lu Yu.

"Oh adik kedua, baiklah, mari kita pergi bersama" Celine melambatkan jalannya.

Posisi mereka sekarang berjalan beriringan. Sungguh harmonis tampaknya tapi siapa yang tahu, gemercik permusuhan jelas terlihat di sana. Dari jarak jauh Li Fan melihat bagaimana pertunjukan akan terjadi.

Telepati antara Yanzhi dan Li Fan.

"Wah enak sekali kau Yanzhi, bisa melihat pertunjukan permaisuri secara live" transmiter suara ala bela diri antara Yanzhi dan Li Fan terjadi (Yanzhi hanya melirik Li Fan dan sedikit senyum kemenangan terpampang disana, dibalas dengusan pendek Li Fan).

"Jika kau ingin, aku bisa beritahu Yang Mulia bahwa kau ingin mengawal permaisuri" balas Yanzhi.

"Jangan…kau gila Yanzhi. Kau ingin membunuhku?! Kau kan tahu betapa Yang Mulia posesif pada miliknya!" Tolak tegas dengan takut Li Fan.

"Ya sudah jangan iri padaku!" Seringai Yanzhi terlihat menyebalkan bagi Li Fan.

"Ya aku tahu. Aku hanya berkata sambil lalu saja. Kerjakan tugasmu dengan benar. Atau kakak Li Ping yang akan membereskanmu lebih dulu!" Transmiter berakhir yang diakhiri dengan dengusan pelan Yanzhi.

Terpopuler

Comments

Yeni Karunia

Yeni Karunia

ayo yang semangat up nya Thor 💪💪💪💪💪💪

2022-12-07

1

Fitry Zoelian

Fitry Zoelian

semangat thorr😙😙😙
di tunggu lanjutan nya

2022-12-07

1

Shakila Aminuddin

Shakila Aminuddin

lagi...up byk².. cerita best...sy suka... 💪🏻💪🏻

2022-12-06

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!