Bab 16. Malam Pertama

(Mulai bab ini Celine/Han Cya Lin/Putri mahkota dan Zhou Ming/Jenderal Zhou/Putra Mahkota)

Di kediaman Jenderal~

Selepas acara pernikahan, Putra Mahkota (Jenderal Zhou) bersikeras untuk pulang ke kediamannya. Dia menunggangi kuda. Sementara Celine di dalam kereta. Sungguh adegan yang sama persis dalam novel.

Kereta berhenti di depan gerbang kediaman Jenderal. Celine pindah ke atas tandu pengantin langsung menuju kamar utama Jenderal. Sedangkan Zhou Ming langsung menuju ruang belajarnya. Kelihatannya ada pekerjaan yang tidak dapat ditunda.

Setengah jam Celine duduk diam di tepi kasur. Dia mengingat-ingat adegan apa yang akan terjadi. Bagaimanapun cerita telah melenceng jauh dari novel asli, tapi dia perlu referensi agar dapat mengambil tindakan yang tepat.

Berdasarkan novel, setelah masuk kamar, Jenderal Zhou mencoba mendapatkan hak malam pertamanya sebagai seorang suami. Han Cya Lin menolaknya terus terang. Bahkan mengatakan putra mahkota tidak layak untuknya, memuji adik iparnya, pangeran Zhang, dan menyesalkan perjodohan pernikahan yang diatur mendiang permaisuri terdahulu alias ibu Jenderal Zhou.

Muka Celine memucat seketika. Celine tidak mengenal pangeran Zhang, dia tidak akan membahasnya disini. Tapi pemilik asli jelas bukan manusia. Dia bahkan berani mengatakan semua itu di depan Jenderal Zhou yang bisa membunuhnya kapan saja? Dia memang pantas mati. Tapi tolonglah, dirinya sekarang yang berperan disini. Celine tidak ingin mati di dalam novel. Bagaimana dia akan menghadapi sang Jenderal?

"Kreeek"

Tiba-tiba pintu terbuka. Jenderal Zhou memasuki ruangan. Ditutupnya pintu kembali dengan perlahan.

Seketika keringat dingin turun setetes demi setetes di dahi Celine. Aura Jenderal Zhou begitu kuat. Novel itu tidak berbohong. Celine diam mengawasi situasi dan keadaan dulu.

Zhou Ming duduk di dekat meja makan. Di sana sudah tersaji teh hijau.

"Tuangkan untukku" perintah jelas dan tenang Zhou Ming terdengar seperti beban di pundak Celine.

Tanpa berkata-kata Celine berjalan ke sebelah Zhou Ming untuk menuangkan teh. Tangannya sedikit gemetar. Zhou Ming hanya diam memperhatikan.

'Wanita ini sepertinya sedikit berubah. Tidak bertemu beberapa hari aku sudah tahu jika berat tubuhnya berkurang sedikit' hati Zhou Ming berkomentar.

Celine memberikan teh hijau itu pada Zhou Ming. Setelahnya dia tetap berdiri di sana. Persis seperti patung kayu.

Dengan perlahan Zhou Ming menyesap teh hijau. Perlahan dia menengadahkan kepalanya. Celine makin menundukkan wajahnya yang masih tertutup kerudung merah.

Zhou Ming perlahan berdiri. Mereka berdiri sangat dekat hanya dipisahkan jarak satu jengkal. Perlahan tangan Zhou Ming melepas kerudung pernikahan Celine. Wajah tembem dengan kulit halus mulus kemerahan terlihat.

'Riasan wajahnya berbeda dengan wanita-wanita kebanyakan. Tapi terlihat segar dan menarik' sedikit senyum tampak di wajah Jenderal Zhou.

Zhou Ming meraih dagu Celine dan mendapati di sana bola mata yang indah dengan sorot mata yang jernih. Ditelitinya wajah itu. Wajah yang akan menemaninya selalu kelak.

"Kau istriku benar?" Tanya Zhou Ming.

Celine mengangguk.

"Jangan pernah takut dan tunduk pada siapapun. Aku akan selalu melindungi mu" tatapan Zhou Ming mendarat di bibir merah cherry Celine. Merasa bahaya akan tatapan Zhou Ming, Celine secara refleks mengedarkan pandangan matanya ke samping.

"Kruyuuukkk" suara dari perut Celine menghentikan suasana canggung itu.

"Apakah Jenderal Zhou tidak lapar? Makanan sudah disiapkan di sana" Celine menunjuk pada meja di samping tempat tidur.

Zhou Ming menatap wanita di depannya. Sudut mulutnya berkedut menahan tawa.

'Mungkinkah dia takut padaku?' dia berpikir.

Setelah menatap Celine agak lama, Zhou Ming melepaskan tangannya yang memegang dagu Celine. Jenderal Zhou melangkah ke meja makan. Banyak hidangan tersaji di sana. Kemudian mereka pun duduk. Sambil melayani Jenderal Zhou makan, Celine mencoba membuka percakapan.

"Mmmm tuan Jenderal, bisakah kita mengenal satu sama lain terlebih dahulu, sebelum bertindak lebih intim. Maksudku kita bisa mulai dari berteman dulu" Celine mencoba menjelaskan maksudnya kepada Jenderal Zhou.

Zhou Ming meletakkan alat makannya dan menengadah. Ditatapnya wajah cantik istrinya.

"Aku suamimu, bukankah wajar jika kita berbuat lebih intim?" Senyum Zhou Ming membuatnya tampak sangat tampan.

Zhou Ming memperhatikan wajah Celine berubah seperti kepiting rebus. Binar mata itu memancarkan tatapan gugup sekarang.

Tangan Zhou Ming membelai punggung tangan Celine. Seketika Celine menegang. Terasa ada sengatan listrik dari sentuhan tangan mereka. Celine segera menarik tangannya.

"Hubungan suami istri harus didasari oleh cinta dan kepercayaan. Kita baru saja bertemu Jenderal. Maksud hamba, setelah kecelakaan itu, hamba jatuh dari pohon (baca bab 2), beberapa memoriku hilang. Tolong Jenderal memberi hamba sedikit waktu" Celine berkata dengan menatap gelas di meja. Celine takut dengan aura Jenderal yang menekan itu.

Jika tidak menjelaskan sekarang, takutnya adegan pemaksaan malam pernikahan Jenderal dalam novel akan dialaminya juga. Celine tidak mau hal itu terjadi. Bisa-bisa hidup Celine berakhir seperti Han Cya Lin. Tidaaaaakkkkk!!!!!!

Zhou Ming mengangkat alisnya "maksudmu?"

"Hamba mohon Jenderal tidak memaksa saya sampai saya siap melakukannya" dengan percaya diri Celine berkata sambil menatap mata suaminya.

'Heh, menarik. Wanita ini bernegosiasi denganku. Tidak langsung membuat ulah' sedikit senyum tampak sekelebat hadir di bibir tipis Zhou Ming.

"Baiklah aku tidak akan memaksamu. Tapi ijinkan aku untuk menyentuh dan memelukmu" tegas Jenderal Zhou terbuka dan jujur.

Celine melongo. Wajahnya menjadi lebih merah dari sebelumnya. Jenderal mengapa begitu terus terang, bukankah jaman kuno lebih kolot. Sepertinya penulis novel ingin menggambarkan Jenderal yang terbuka dan jujur pada istrinya. Tapi bagaimanapun sangat memalukan. Celine jadi malu sendiri. Celine menunduk, fokus pada makanannya, untuk menghilangkan rasa malunya.

Selesai makan, mereka bersiap untuk tidur. Sehabis dari kamar mandi Celine berdiri terpaku melihat Jenderal Zhou menunggunya di atas tempat tidur.

"Kemarilah" sambil menepuk ruang kosong di sebelahnya Zhou Ming melambai pada Celine.

Celine meneguk ludah gugup.

'Maju saja. Dia tidak akan berbuat yang melanggar kata-katanya sendiri. Dia adalah seorang Jenderal besar' pikiran malaikat Celine membujuknya.

Dengan menguatkan hati dan langkah seperti robot Celine berjalan perlahan ke tempat kosong di samping suaminya.

Begitu Celine hendak merebahkan badannya, sebuah tangan meraih dan mendekapnya dalam pelukan. Celine segera berontak. Tapi sebuah suara membuatnya berhenti bergerak.

"Istriku, biarkan aku memelukmu saja selama kau belum siap. Aku akan menunggumu. Percayalah padaku" ucap Zhou Ming lembut, sambil mengecup rambutnya.

Dengan tubuh kaku Celine diam di pelukan Zhou Ming. Akhirnya setelah menahan tangan Zhou Ming begitu lama, Celine mengantuk dan tertidur. Acara pernikahan yang rumit membuatnya kecapekan sehingga tidurnya lebih pulas. Mereka tidur bersama sampai pagi.

Keesokan paginya Celine dibangunkan suara kicauan burung dari atas pohon di samping jendela kamar Jenderal. Dia menoleh dan tidak mendapati Jenderal Zhou disampingnya.

Dengan terkejut Celine meraba pakaiannya yang berantakan. Dia ingat tidak melakukannya semalam. Tapi mengapa pakaiannya berantakan? Jenderal itu, apa yang dilakukannya???

Terpopuler

Comments

Wanda Wanda i

Wanda Wanda i

apa kabar topengnya udah d buka apa belum thor

2023-04-02

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!