Bab 19. Tiba di Kediaman Marquis Han

Malam harinya, selepas makan malam, Celine dan suaminya kembali tidur bersama. Celine berusaha bersikap tenang kala Zhou Ming membaringkan diri disampingnya.

"Sudahlah, tidurlah istriku. Percayalah padaku. Aku akan menunggumu" kecup Zhou Ming di pucuk kepala istrinya. Zhou Ming memeluk tubuh istrinya.

Celine hanya diam. Lama mereka berada dalam posisi itu. Kewaspadaan Celine terjaga sepenuhnya pada awalnya. Tapi memang dasarnya fisik tubuh Celine lebih lemah dari sang Jenderal yang terlatih, lama-kelamaan Celine pun tertidur pulas.

Hal ini membuat Zhou Ming tersenyum kecil. Sama seperti malam sebelumnya, Celine harus pasrah diraba suaminya tanpa dia menyadarinya. Hahaha…..

Keesokan paginya Celine kembali bangun dengan baju yang berantakan. Serasa Dejavu, Celine melihat ke tubuhnya yang tertutup selimut. Dan benar saja. Pakaiannya berantakan dan terdapat beberapa tanda di sana.

Oh sungguh sial!

"Brengsek!!!!!!!" Umpatnya marah.

Mendengar pergerakan Celine, Xixi masuk ke dalam kamar "Selamat pagi Nona. Nona sudah bangun? Apa nona ingin mandi?" Tanya Xixi lagi.

Celine mengangguk lemah. Ingin menangis tapi tidak bisa. Ingin mengadu tapi pada siapa? Semua ini dunia novel. Tapi sekarang dia hidup di dalamnya. Bahkan sepertinya harus menerima nasibnya yang akan kehilangan keperawanannya di sini.

Celine menghela napas pelan. Bagaimanapun dia harus kuat dan bisa menghadapi ini semua. Dia mulai memikirkan langkah selanjutnya. Dia ingat, hari ini adalah hari ke rumah Marquis. Jadi dia harus memindahkan tanaman-tanaman nya ke kediaman Jenderal. Jika memang harus tinggal disini dan kehilangan keperawanannya, dia bertekad akan kaya raya dan hidup dengan baik.

"Dimana Jenderal?" Celine bertanya keberadaan suaminya.

"Menjawab Nyonya, Jenderal pergi rapat pagi. Beliau berpesan bahwa nanti akan menyusul Nyonya ke kediaman Marquis" Yanzhi menjawab dengan hormat.

Celine mengangguk mendengar jawaban Yanzhi.

"Tolong siapkan air mandiku, Xixi. Dan tolong siapkan juga sarapanku, Yunzhi. setelah ini mari kita semua bersiap ke kediaman lama" kata Celine.

"Baik Nyonya" jawab ketiga pelayan serempak.

Beberapa saat kemudian Celine sudah tampak rapi.

"Baiklah, mari kita bersiap-siap untuk pergi ke rumah Marquis. Apakah barang yang akan dibawa ke rumah Marquis sudah siap?" Celine bertanya.

"Menjawab Nyonya, semua sudah siap. Kereta juga sudah menunggu di luar" Yanzhi menjawab.

"Mari kita berangkat" sambil berkata demikian Celine keluar menuju kereta yang akan membawanya kembali ke kediaman Marquis.

Kereta yang dinaiki Celine telah mengalami modifikasi khusus. Kereta ini di desain sesuai keinginan Jenderal Zhou. Di bagian belakang terdapat tempat duduk bagi dua pelayan Celine. Jika digambarkan maka posisi mereka adalah :

Pak kusir dengan Yanzhi di bagian depan.

Celine di dalam kereta.

Dan di bagian belakang Xixi dan Yunzhi.

Ini adalah pengaturan jenderal yang khawatir akan keselamatan permaisurinya. Tak lupa penempatan beberapa pengawal yang ahli, turut disertakan dalam perjalanan pulang Celine kali ini.

Hal ini sesuai dengan alur novel. Yang membedakan tentu saja keberadaan Yanzhi, Yunzhi serta pengawal ahli dalam rombongan Celine, yang jika sesuai alur novel tidak ada.

"Kalian bertiga, tolong nanti setelah sampai kediaman Marquis, bersihkan dan angkut tanaman yang ada di kediamanku. Xixi akan membantu kalian menemukan tanaman yang akan dibawa ke rumah Jenderal. Jika tidak ada perubahan Yunzhi yang akan menemaniku berbincang di aula. Xixi dan Yanzhi mengatur di kediaman. Aku tidak tahu apakah kita menginap atau tidak karena aku lupa menanyakan pada Jenderal" Celine cemberut manakala menyebut nama Jenderal. Dia teringat betapa Zhou Ming sangat mudah menindasnya.

Ketiga pelayan tersenyum maklum. Putra Mahkota sangat usil pada Putri Mahkota. Hubungan pasangan yang baru menikah ini sangat manis sekali.

"Baik Nyonya" jawab ketiganya serempak.

"Nyonya ya, apakah kalian mengerti mengapa memanggilku demikian?" Tanya Celine, sambil bertopang dagu dengan wajah cemberut dan masam.

"Hamba mengerti, Nyonya. Berdasarkan pengetahuan Hamba, Nona adalah gelar bagi wanita yang belum menikah dan belum malam pertama, sedangkan anda dan Tuan,,,,," Xixi menjelaskan panjang lebar tapi….

"Aaaaahhhh hentikan,,,,hentikan,,,,keluar kalian bertiga,,,,,!"

Sebelum Xixi selesai menjelaskan Celine menutup telinganya dan mengusir mereka bertiga keluar kereta. Wajahnya merah padam.

Ketiga pelayan segera kabur sambil cekikikan. Mereka menganggap Nyonya mereka sungguh lucu dan imut. Mereka tidak akan lupa bagaimana suara-suara itu terdengar dari luar kamar. Meski mereka telah diusir menjauh toh bagi praktisi bela diri pendengaran adalah Indra paling tajam (minus Xixi tentunya) tapi Xixi bisa menebak dari baju dan tingkah nonanya jika sesuatu pasti terjadi saat nona dan tuan di kamar.

"Sialan….bajingan kau Zhou Ming!!!! Huhuhu,,,,,Bagaimana bisa aku tidak tahu???Bagaimana bisa tidurku begitu lelap dan tidak terusik???" Umpat Celine sambil memasukkan kue-kue manis ke dalam mulutnya untuk meredakan rasa kesal di hatinya. Celine menarik napas panjang. Mencoba untuk fokus kembali sambil memakan kue-kue buatan Xixi dan Yunzhi.

Dalam perjalanan Celine mengingat alur novel. Samar-samar dia teringat adegan yang akan terjadi di kediaman Marquis. Adegan yang akan melibatkan Jenderal Zhou.

Diceritakan bahwa adik-adik Han Cya Lin yang terobsesi akan Jenderal Zhou sekaligus posisi putri mahkota akan melakukan beberapa cara gila.

Celine tersenyum mengingat adegan itu. Tiba bagi Jenderal sombong itu untuk merasakan sedikit penindasan. Celine ingin tahu bagaimana Jenderal bisa terlepas dari jebakan itu, karena di novel tidak dijelaskan secara mendetail. Celine tersenyum licik.

Di kediaman Marquis~~~~

"Putri Mahkota telah tiba"

Penjaga gerbang telah mengumumkan kedatangan Celine.

Nenek, Marquis beserta keluarga besar telah menyambut di halaman. Celine turun dibantu oleh Xixi. Sedangkan Yanzhi dan Yunzhi menunggu perintah Celine bersama pengawal lain.

"Hormat pada putri Mahkota" semua orang berkata serempak.

"Nenek, ayah, untuk apa beri hormat padaku" kata Celine sambil bergegas menghampiri nenek dan ayahnya.

"Hal ini tetap harus dilakukan putri Mahkota, mohon jangan mempersulit kami" nenek dan ayah masih membungkuk diikuti semua orang yang tetap di posisi mereka.

"Bangunlah" tidak tahan akan sikap nenek dan ayah akhirnya Celine mulai berusaha bersikap seperti Putri Mahkota. Toh memang itulah posisinya sekarang.

"Mari berbincang menuju aula Putri Mahkota" Marquis berkata.

"Baiklah ayahanda. Tapi sebelum itu, mohon ayah mengijinkan para pelayan dan pengawal hamba membersihkan kediaman hamba" jawab pelan Celine.

"Silakan Putri Mahkota, rumah ini adalah rumahmu dan selalu terbuka pada kedatangan anda" Marquis memberi izin.

Seketika itu juga Celine memberi instruksi pada para pelayannya untuk melakukan tugas sesuai dengan kata-katanya sewaktu di kereta. Sedangkan Yunzhi mengikuti Celine melangkah menuju aula utama bersama nenek, Marquis, selir Yun, selir Yingtsi, Han Lu Yu, Han Sheng Yi, dan para pelayan yang lain.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!