Keesokan paginya, Celine dengan memakai pakaian pria pergi ke pasar. Xixi juga memakai pakaian pria. Tak akan ada yang mengira nona muda yang terkenal angkuh, sombong, dan tidak bisa apa-apa akan pergi ke pasar.
Dengan tubuh gendut, alis ditebalkan, sedikit ditaburi arang dan diberi tahi lalat besar di sudut bibir, tak akan ada yang mengira tuan muda gendut itu adalah nona besar dari kediaman Marquis.
"Madu terbaik disini, madu lebah hitam obat mujarab"
"Gingseng seribu tahun, untuk semua penyakit"
"Tembikar bermutu tinggi dijual disini"
Suasana ramai sekali. Banyak penjual menjajakan barang dagangannya. Celine dan pelayannya berjalan hingga sampai di depan toko penjual benih. Mereka masuk dan disambut seorang pria tua berjanggut putih.
"Selamat datang Tuan dan Nona. Ada yang bisa kubantu?" Sapanya datar.
"Biarkan Tuanku melihat-lihat dulu Tuan" Xixi menjawab dengan sopan.
Celine melangkah ke dalam toko dengan perlahan. Matanya menelusuri nama-nama bibit yang tertera di sana. Banyak tanaman menarik yang pada jamannya sudah punah.
'Sebaiknya aku beli tanaman yang biasa kumakan saja' pikir Celine.
Dipilihnya beberapa biji apel, jeruk, pepaya, teratai serta benih tanaman herbal seperti jahe, kemangi, bawang putih, bawang merah, ketumbar dll.
Setelah puas memilih, ditemani Xixi membawa belanjaannya, meraka membayar ke pemilik toko. Tatapan pemilik toko menghangat melihat betapa penuhnya keranjang Celine. Di saat tokonya sepi pembeli, terlihat disini pemuda yang sangat baik dalam memilih barang-barangnya.
Setelah menghitung semua total belanjaan Celine, pemilik toko menyelipkan amplop putih berisi benih kepada Celine. Dengan penuh tanya Celine memandang pria tua itu.
"Itu bonus untukmu, Tuan. Tidak perlu membayar" katanya dengan tatapan teduh.
"Terima kasih" jawab Celine.
Keluar dari toko benih, Celine pulang ke rumahnya. Dia langsung menuju ke lahan kosong yang terletak di belakang kediamannya.
Dengan bantuan Xixi ditanamnya sebagian dari benih yang dibelinya hari ini. Tak dihiraukannya panggilan Xixi yang mengingatkannya makan siang. Begitulah Celine jika sudah fokus pada sesuatu hal. Suka lupa makan.
Celine teringat amplop putih pemberian dari pak Tua, pemilik toko benih. Disemainya benih di lahan tersendiri yang sudah disiapkannya tadi.
"Aku penasaran benih apakah ini" gumam Celine penasaran.
"Mungkin setelah beberapa bulan baru akan tahu benih apa ini, atau mungkin berapa tahun?" Celine asyik bergumam sendiri.
Menjelang sore pekerjaan mereka selesai. Celine berdiri sambil menggerak-gerakkan otot tubuhnya. Dia tersenyum puas.
"Kruyuuukkk"
Bunyi khas orang lapar pun terdengar. Sambil tersenyum malu Celine mengusap perutnya.
"Yah, sementara aku bersabar dengan bubur dulu untuk ku makan" gumamnya.
"Apa air mandiku sudah siap, Xixi?" Tanya Celine.
"Sudah, nona" jawab Xixi.
Celine pun bersiap ke kamar mandi.
Malam harinya, kediaman Celine menerima tamu. Dia tidak lain adalah adik dari pemilik asli Han Lu Yu. Han Lu Yu adalah anak dari Selir Yun. Han Lu Yu biasa dipanggil nona kedua. Sekelebat kenangan muncul. Terlihat bahwa Han Lu Yu suka menindasnya. Seperti sekarang. Kelihatannya dia akan mencari masalah dengan Celine.
"Wah nona besar gendut, kudengar 2 hari yang lalu kamu mendapat musibah? Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanyanya pura-pura prihatin.
"Seperti yang kau lihat adik, kondisiku sudah membaik. Terima kasih atas perhatianmu" jawab Celine.
"Bagaimana bubur yang dikirim dapur, kakak? Itu saranku berdasarkan resep dari tabib lho dan ini sup penambah darah agar lukamu cepat sembuh" Kata Han Lu Yu.
"Terima kasih buburnya. Sangat enak. Aku tidak akan sungkan". Jawab Celine. Kemudian Xixi mengambil sup dari tangan pelayan Han Lu Yu.
"Omong-omong besok Jenderal Zhou pulang. Kakak tidak berniat menyambutnya?" tanya Han Lu Yu ingin tahu.
"Entah, aku lihat besok" jawab Celine singkat.
"Baiklah selamat istirahat kakakku yang cantik" akhirnya Han Lu Yu pergi dengan pelayannya.
"Nona, apakah besok anda tidak pergi melihat Jenderal? Bagaimanapun anda akan menikah dengannya" Xixi bertanya. Tangannya meletakkan sup di meja.
"Lukaku belum sembuh betul. Sebaiknya kita tunggu di kediaman dan tunggu langkah selanjutnya" kata Celine bijak.
Lagi pula dalam novel adegan pertemuan antara pemilik asli dan Jenderal adalah di istana. Untuk apa besok Celine berdiri di jalanan menyambutnya datang seperti rakyat kebanyakan? Dan juga kondisi Celine tidak memungkinkan untuk pergi keluar karena sakit bukan? Celine belum siap untuk bertemu dengan tunangan masa kecilnya itu.
Celine berjalan ke meja. Dimasukkan nya jarum ke dalam sup. Di ujung jarum tampak bekas kehitaman sedikit.
"Nona, apakah nona Lu Yu meracunimu lagi?" kaget Xixi saat melihat reaksi sup di jarum perak Celine.
"Yah, dia menaruh sedikit obat pencahar untukku. Sehingga besok aku akan mempermalukan diriku sendiri bahkan di kediamanku ini" Hela nafas Celine pelan.
Dia mulai meraih dan memakan bubur buatan Xixi yang ada di sisi lain meja dengan perlahan.
'Hmm lumayan' pikir Celine.
Xixi heran. Bagaimana nonanya tahu jika itu adalah obat pencahar hanya dari jarum perak yang menghitam?
"Bagaimana Nona tahu jika itu adalah obat pencahar?" Xixi menyuarakan apa yang ada di pikirannya.
"Ekhem,,,,,,, selama 2 hari aku tertidur, aku bermimpi bertemu dengan ibuku dan beliau memberitahuku tempat penyimpanan jarum peraknya. Ibu juga mengajariku tentang beberapa hal. Jadi aku bisa menebak racun apakah itu hanya dari perubahan warna pada jarum perakku" Celine menjelaskan kebohongan dengan wajah yang datar.
Sedikit rasa bersalah pada Xixi muncul di hatinya. Tapi hanya itu penjelasan yang dirasanya pas untuk saat ini. Memang dia menemukan jarum peninggalan mendiang ibu Han Cya Lin dalam lemari beberapa saat lalu.
Xixi memandang nona mudanya dengan kagum. Sekarang nona tidak akan teracuni dengan mudahnya seperti sebelumnya.
"Buang itu lewat saluran air dan cuci mangkuknya" perintahnya pelan.
"Baik Nona" kata Xixi.
Sekelebat bayangan muncul di benak Celine. Jenderal Zhou. Dalam perjalanan pulang dari pasar tadi dia banyak mendengar tentangnya. Bagaimana dia berjuang dengan gagah berani membela negara. Tindakannya kejam dan tak pandang bulu. Kemampuan pedangnya sangat hebat.
Kemudian banyak yang menyayangkan bagaimana bisa Jenderal sehebat itu menikah dengan wanita buruk, gendut, dan tak bisa apa-apa dari kediaman Marquis. Wanita gendut itu bahkan sangat sombong bilang tidak ingin menikah dengan Jenderal Zhou yang begitu agung dan malah mengincar adik dari Jenderal Zhou, pangeran Zhang. Informasi itu baru bagi Celine. Dan dia tidak mau repot mengurusi hal yang tidak perlu. Jadi dia memutuskan akan di kediaman saja besok.
Keesokan harinya tidur Celine terganggu dengan gedoran dan teriakan Xixi. Dengan mata setengah tertutup Celine menguap dan duduk perlahan.
"Nona, nona gawat. Jenderal Zhou dan pasukannya akan segera datang ke kediaman Marquis" teriak Xixi sambil membuka pintu kamarnya.
"Apa!!!" mata Celine langsung membelalak sempurna.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
~Rui_Algard~
tipe² cewe gendut aneh sumpah🗿
andai aku char di sana udah gw tabok tu cewe
2022-12-07
1
Yeni Karunia
lanjut thor
2022-12-07
1