Bab 4. Jenderal Zhou

Celine langsung terjaga sepenuhnya. Tidak merasa mengantuk lagi.

'Apa-apaan ini. Sepertinya ini tidak benar. Aku ingat dengan jelas bahwa adegan ini tidak ada. Apa ada yang memicunya?' Celine merenung.

'Apakah kepergianku ke pasar kemarin adalah pemicunya? Seingatku di dalam novel memang tidak ada adegan ke pasar, tapi karena aku senggang dan ada lahan kosong di halamanku, aku ingin memanfaatkan lahan kosong itu. Hhhhh...... Baiklah yang datang ya hadapi saja' putus Celine.

"Cepat Nona, Jenderal Zhou dan pasukannya akan tiba dalam 1 jam" Xixi mulai panik melihat nona mudanya hanya diam mematung di atas kasur.

"Tenanglah Xixi. Bawakan baskom air. Aku ingin cuci muka. Dan aku dalam kondisi sakit. Harapan apa yang akan dilakukan dalam menyambut jenderal?" kata Celine dengan tenang.

"Tapi dia adalah calon suami nona" Xixi mulai panik lagi.

"Iya, calon suami yang mengunjungi calon istri yang sedang sakit sangat mulia. Bahkan dia berinisiatif datang menemuiku alih-alih melapor kepada Kaisar. Bagaimana dia tahu aku sedang sakit jika bukan kediaman yang mengabarkan padanya? Pasti ada seseorang dari kediaman yang ingin aku celaka. Dan Jenderal Zhou ini pasti ingin melihat ketulusanku" kata Celine sambil membersihkan diri.

"Bawakan aku pakaian bersih. Dan tolong bawakan alat rias dan perban kesini!" perintah Celine.

Dengan cekatan Celine merias wajahnya dengan riasan pucat. Lalu mengganti perban di kepalanya dan menambahkan beberapa warna merah di sana. Bakat Celine yang beraneka ragam termasuk dalam tata rias wajah membuatnya mampu masuk dalam grup teaterikal di kampusnya. Tapi kebanyakan Celine hanya merias saja. Dia jarang maju mengambil peran.

Xixi yang melihat nona mudanya begitu mahir dan cekatan dalam mengaplikasikan alat-alat 'make up' menatap nonanya dengan kagum. Xixi berdiri di samping, melihat nonanya dengan tenang.

'Bagaimana bisa kabar aku sakit sampai pada Jenderal yang akan melapor ke istana. Dan bisa-bisanya Jenderal Zhou itu malah kemari dan tidak melapor dulu pada Kaisar? Apa ini bukan ingin langsung membunuhku? Jenderal Zhou seperti sangat menyayangiku tapi sebenarnya juga menggunakanku sebagai tamengnya untuk tidak menjumpai Kaisar. Tapi siapa yang akan berani melawannya. Sebagai kesayangan Kaisar dan putra mahkota, dia adalah Jenderal Zhou yang kejam. Baiklah. Kita lalui dulu adegan ini' pikir Celine mendalam.

Beberapa waktu kemudian riasan Celine sudah siap. Celine memilih baju yang sederhana tapi elegan untuk menemui sang Jenderal. Celine mengenakan baju itu dengan bantuan Xixi.

Di dalam aula

"Hormat nenek, hormat ayah" Celine berjalan dengan bantuan Xixi ke hadapan para tetua. Semua anggota keluarga ada di sana.

"Bangunlah……" suara nenek terdengar, tapi sebelum kata-kata nenek selesai, dengan kecepatan kilat sebuah gelas terlempar.

"Praaaanggg" 

Suara gelas membentur lantai terdengar. Gelas itu dilemparkan tepat di kaki Celine. Beruntung Celine dapat menghindar sehingga kakinya hanya sedikit yang terkena pecahan gelas.

"Nona" Xixi dengan panik menarik Celine yang tampak diam karena syok.

"Ini yang kamu lakukan hingga menarik perhatian Jenderal Zhou kemari daripada mengunjungi Kaisar terlebih dahulu?" Marquis berdiri, tampak emosi, dengan nafas terengah-engah.

"Tahukah kau perbuatanmu ini dapat memenggal seluruh keluarga kita?" suara Marquis yang keras, menyebabkan Celine teringat dengan kakak OSIS waktu ospek dulu. Sebelum dia sempat berdebat, terdengar teriakan dari luar.....

"Jenderal Zhou tiba" pengumuman dari bawahan sang Jenderal bergema di pintu masuk aula.

"Salam Yang Mulia" serempak suara terdengar.

Nyonya besar, Marquis dan istri-istrinya berbaris dan berjejer rapi menyambut kedatangan sang Jenderal. Celine mengangkat kepalanya sedikit. Penasaran dengan sang Jenderal.

Seorang laki-laki berusia awal 20an menggunakan jubah hitam dengan hiasan ungu tampak berjalan ke dalam ruangan. Wajahnya mengenakan topeng perak tipis yang hanya menyisakan sepasang mata tajam seperti elang. Jelas tidak tahu seperti apa wajahnya. 

"Deg" mata Celine bersirobok dengan mata Jenderal yang mendominasi. Badan Celine sedikit gemetar. Dari pandangan sekilas itu Celine dapat melihat pria ini tipe pria dominan. Aura nya gelap dan berwibawa. Bahkan cenderung menakutkan. Mungkin karena sejak usia 10 tahun dia sudah dikirim ke medan perang, membuat aura membunuh yang pekat juga mengikutinya. Karena itulah dia disebut  Jenderal Zhou yang agung. Celine agak takut dengan aura nya itu.

Duduk di kursi utama suara Jenderal pun terdengar "Bangun".

(Untuk selanjutnya Jenderal Zhou\=Zhou Ming)

Pandangan mata Zhao Ming mengitari ruangan. Di tengah ruangan ada seorang gadis gendut dengan perban di kepalanya. Sedikit bercak darah tampak disana. Wajahnya pucat. Di lantai dekat kakinya terdapat pecahan gelas yang belum dibersihkan. Sepertinya tepat sebelum dia datang gadis itu mendapat tekanan dari ayahnya.

"Marquis apa yang terjadi? Kudengar sesuatu terjadi pada Lin'er, sehingga aku langsung bergegas kemari" suara tajam dan dingin terdengar.

"Mohon ampun Yang Mulia, 3 hari yang lalu Lin'er terjatuh dari pohon saat hendak menangkap burung. Hal tersebut menyebabkan Lin'er sedikit hilang ingatan. Tapi kondisinya sudah membaik. Besok pasti dia bisa menghadap ke istana" Marquis menjawab dengan sopan.

Celine melirik dan melihat keringat menetes di dahi ayahnya. Untuk melindungi kediaman, Marquis memang menyebarkan cerita seperti itu. Menutupi kenyataan yang sebenarnya.

"Apakah benar begitu, Lin'er?" Suara rendah dan serak terdengar lagi.

Celine terkejut yang menyebabkannya mendongak dan menatap sepasang mata tajam yang dalam, seolah tahu segalanya. Otak Celine berputar cepat. Dia segera menundukkan kepalanya dan menjawab dengan hati-hati.

"Ampun Yang Mulia. Hamba hanya mengungkapkan kerinduan hamba dengan bercerita pada burung di dahan. Betapa hamba mengagumi dan mendoakan kemenangan serta keselamatan Yang mulia dalam perang. Tapi siapa sangka, bunyi kentut seseorang mengagetkan hamba sehingga menyebabkan hamba terjatuh dari pohon" Celine menjawab perlahan dengan serius.

"Pfftt"

Pengawal kepercayaan Jenderal Zhou, Li Ping terkekeh tertahan melihat tingkah laku tunangan sejak kecil Jenderal. Lirikan tajam Zhou Ming menghentikannya.

Dari belakang Han Lu Yu maju menyela, "Itu tidak benar yang Mulia, kakak naik ke pohon dan mengatakan hal-hal fulgar bahkan berkata tidak ingin menikahi anda, sehingga dia tersambar petir dan terjatuh dari pohon. Buktinya rambut di kepala kakak yang terpotong tidak merata, bahkan ada sedikit bau hangus di sana".

"Brakkkkk" suara meja terbelah di sebelah kursi Zhao Ming terdengar.

Meskipun Zhao Ming tidak mencintai pemilik asli, tapi dia menghargai pernikahan mereka. Di buku tertulis bahwa sikap sombong pemilik asli yang merasa dicintai oleh Zhao Ming dan berlaku sesuka hatinya, sehingga menyebabkan nya meninggal. Zhao Ming menghargai pernikahan karena diberikan oleh mendiang ibunya. Jawaban Han Lu Yu bukankah akan menyebabkan Celine meninggal lebih cepat? Bahkan sebelum pernikahan?

Terpopuler

Comments

Wanda Wanda i

Wanda Wanda i

lemes amat tuh mulut y

2023-04-02

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!