Selepas dari kediaman Marquis, Jenderal Zhou menuju kamar kerjanya. Li Ping mengikuti di belakang nya.
"Bagaimana dengan hal yang kutugaskan padamu?" Tanya sang Jenderal memecah kesunyian.
"Lapor tuan, berdasarkan pantauan Li Han, aula Pyohyo merupakan sebuah tempat transaksi yang sudah lama berdiri. Pemimpinnya adalah orang sakti dari Jiangnan. Beberapa puluh tahun yang lalu dia mengasingkan diri dari hiruk pikuk dunia. Keturunannya menghilang secara misterius. Saat ini yang memegang tampuk kepemimpinan di Jiangnan adalah adik dari pemimpin asli, yang bersikap sangat kejam. Demi meraih ambisinya, dia tak segan-segan menghabisi nyawa musuh" Li Ping menceritakan detail mengenai aula Pyohyo yang diketahuinya.
"Berdasarkan pantauan Li Han, selir Yun dari kediaman Marquis yang terakhir kali meminta bantuan ke aula Pyohyo untuk mencelakai Nyonya. Awalnya tujuan dari selir Yun hanya untuk mencelakai, tapi entah kenapa perintah itu naik menjadi perintah pembunuhan sehingga waktu itu kami mengalami kesulitan juga (baca bab8Penyergapan)" Li Ping meneruskan.
"Beberapa hari ini juga selir Yun yang mengatur beberapa pemanah untuk mencelakai Nyonya. Tujuannya adalah membuat Nyonya cacat atau cedera sehingga tidak bisa menikah dengan anda , Yang Mulia. Tapi berkat perintah anda yang mengatur memperketat pengamanan dan dengan adanya Yanzhi disamping Nyonya, para pembunuh itu dapat dibereskan" lanjut Li Ping.
"Bagus, kalian akan mendapat kenaikan gaji bulan ini. Terus lanjutkan kerja baik kalian ini" Jenderal Zhou mulai melukis di sana.
"Dan mengenai Giok putih yang Yang Mulia inginkan sudah hamba dapatkan" kata Li Ping sambil menyerahkan kotak brokat berwarna coklat dengan ukiran-ukiran yang terlihat rumit.
Jenderal Zhou meletakkan kuasnya dan meraih kotak dari tangan Li Ping. Dibukanya kotak dan dari dalamnya memancar cahaya putih yang menyilaukan.
"Baik, pergilah" kata Jenderal Zhou.
"Hamba undur diri Yang Mulia" sedetik kemudian Li Ping menghilang dari hadapan Jenderal Zhou.
Sepeninggal Li Ping, Jenderal Zhou mengerutkan keningnya.
'Mengapa aula Pyohyo ingin berurusan dengan calon istriku? Apa Han Cya Lin berhubungan dengan aula Pyohyo? Apa dia pernah bermasalah dengan aula Pyohyo? Baiklah, ternyata calon istriku memiliki hal-hal tersembunyi, menarik' sebersit senyum muncul di bibir tipis Zhou Ming.
Dari dalam laci meja, Jenderal mengeluarkan kotak brokat lain dengan ukiran rumit juga. Begitu dibuka sinar cahaya hijau lembut memancar.
Jenderal Zhou membuka sebuah gulungan dari dalam laci mejanya. Disana terdapat sketsa yang dilukisnya diwaktu senggang. Sketsa tentang sebuah liontin batu giok yang di dalamnya ada lukisan Phoenix. Liontin itu memiliki pasangan yaitu giok ikat pinggang berwarna putih yang jika dijadikan satu akan membentuk ukiran yang indah naga dan Phoenix. Simbol Kaisar dan Pasangannya. Dan sekarang karena bahannya sudah lengkap Jenderal Zhou berniat membuat lukisan itu menjadi nyata. Ya Jenderal Zhou akan mengukir sendiri simbol cintanya dan permaisurinya.
Waktu berlalu begitu cepat. Tak terasa hari pernikahan pun tiba. Menurut alur novel, pernikahan dilaksanakan 3 bulan kemudian setelah adegan jatuh dari pohon. Ini maju 2 bulan lebih. Jadi tubuh Celine masih gendut. Hanya wajahnya sudah lebih halus.
Dalam novel, pada malam pertama, Han Cya Lin mempermalukan Jenderal Zhou. Hal ini menyebabkan Jenderal Zhou menghindarinya.
Jenderal tetap menghormatinya tapi mereka tidak pernah melakukan hal yang seharusnya dilakukan suami istri. Jenderal Zhou tetap toleran atas sikap sewenang-wenang istrinya. Han Cya Lin yang akhirnya menyadari bahwa sikapnya selama ini salah mulai memperhatikan Jenderal Zhou, suaminya.
Tapi datangnya tawanan wanita perang yang diangkat sebagai selir oleh Jenderal memupuskan harapan Han Cya Lin menjadi seorang istri. Han Cya Lin dibunuh dengan kejam oleh Jenderal Zhou yang menyangka istri nya telah berselingkuh.
Sekali lagi ingatan akan alur novel ini hinggap di pikiran Celine. Menyebabkan alisnya berkerut.
"Nona jangan sampai riasanmu hancur lagi" Xixi membetulkan riasan Celine.
"Makanlah sedikit Nyonya. Prosesi pernikahan biasanya lama dan berlangsung khidmat. Anda tidak diperbolehkan makan apapun nanti" Yunzhi memberikan makanan pada Celine.
"Aduh, sepertinya lukaku akan sembuh. Tepinya mulai terasa gatal" Celine mencoba menggaruk lengannya yang dulu terkena sabetan pedang.
"Jangan nona, bersabarlah" larang ketiga pelayan Celine serempak.
Sambil menggerutu Celine mengurungkan niatnya. Dia mulai mengelus-elus bekas lukanya yang hampir sembuh. Menahan rasa gatal yang terus menerus. Sementara luka di bahunya masih diperban meski sudah mulai mengering juga. Hanya luka di kepala Celine yang sudah dilepas perban nya.
Tak lama kemudian datanglah Jenderal Zhou menjemput pengantinnya.
"Nona, Jenderal Zhou telah tiba, mari kita keluar" Xixi memberitahu Celine.
Sampai di aula utama, sudah banyak yang hadir. Tampak nenek tersenyum bahagia, sambil menahan tangis, diraihnya tangan Celine.
"Kamu harus menjaga dirimu baik-baik, layani suamimu dengan baik nak, maka kamu pasti akan bahagia" pesan nenek pada Celine.
Celine mengangguk mendengar kata-kata nenek. Dia berjalan menuju ayahnya. Dengan mata berkaca-kaca Marquis menepuk bahu Celine dengan sayang. Marquis menuntun Celine ke kereta pengantin yang disiapkan Jenderal Zhou. Di sana sudah berdiri Jenderal Zhou.
"Mohon menerima dan menjaga putri hamba Jenderal" Marquis berkata sambil menunduk hormat.
"Jangan khawatir, Ayah mertua" kata-kata Jenderal pendek dan pasti.
Dengan bantuan Jenderal, Celine naik ke dalam kereta kuda. Marquis, nenek dan rombongannya bergerak menuju istana. Iring-iringan pengantin dan rombongan menuju istana membuat jalanan macet.
Di lain tempat, tepatnya kamar nona kedua Han Lu Yu~
"Ibu,,,,huuhuhuhu,,,,wanita gendut itu akhirnya menikah dengan Jenderal Zhou. Apa yang harus kita lakukan ibu? Aku menginginkan posisi permaisuri itu. Dia anak rendahan bagaimana bisa dia yang menempati posisi itu? Huhuhu,,,,," Han Lu Yu menangis tersedu-sedu di pangkuan ibunya.
Tadi mereka ikut ke depan gerbang kediaman menyaksikan mempelai wanita naik kereta kuda Jenderal Zhou. Selir Yun menggemeretakkan giginya menahan perasaan jengkel kesal dan marah dalam hatinya. Hal ini karena dengan larangan Jenderal, hanya nenek dan Marquis yang boleh mengantar Celine ke istana dan memberkati pernikahannya. Ya siapa suruh dia mengganggu calon istri Jenderal dan diketahui Jenderal. Tentunya sang Jenderal kesal bukan?
"Sabarlah Yu'er, meskipun anak itu menduduki posisi permaisuri, tapi apa artinya jika posisi itu tidak bertahan lama. Kamu bersabarlah" bujuk selir Yun. Dia mencoba menenangkan putrinya.
"Tapi ibu, mereka akan melakukan malam pertama. Aaahhhh,,,,, Jenderal besar begitu akan jadi kakak iparku, aku sungguh tidak terima. Aku ingin menjadi istrinya, ibu!!!" Teriak Han Lu Yu frustasi.
"Diam!!! Hentikan!!! Kecilkan suaramu!!!!" Bentak selir Yun pada putrinya.
Han Lu Yu terkejut menatap ibunya. Selama ini ibunya jarang sekali membentaknya.
"Bagaimana kamu tidak sadar juga? Selama ini kita diawasi. Bukan hanya oleh mata-mata ayahmu, Jenderal pun mengirim orang kemari demi melindungi gendut sialan itu!! Jangan kira ibu selama ini diam saja. Banyak hal ibu lakukan tapi semuanya digagalkan oleh mata-mata itu" selir Yun mengatupkan giginya dengan kesal.
"Jadi selama ini ibu telah berusaha? Dan semua itu gagal?" Air mata tak percaya mulai turun di mata Lu Yu. Serasa pupus sudah harapannya. Luruh bersama air mata patah hatinya.
'Jenderal pujaanku huhuhuhuhuhu.....ternyata dia begitu melindungi calon istrinya si gendut sialan itu!!!!!!!!' air mata putus asa mengalir di pipi Han Lu Yu.
Di istana~
"Jenderal Zhou dan nona Han Cya Lin memasuki ruangan" penjaga pintu aula mengumumkan kedatangan pasangan pengantin.
Selanjutnya prosesi pernikahan yang dipimpin oleh Kaisar berjalan khidmat (karena prosesi pernikahan yang rumit dan panjang jadi author persingkat, mohon maaf().
"Kedua mempelai dipersilakan untuk Hormat pada Kaisar" pemimpin upacara pernikahan mengakhiri ritual pernikahan itu.
"Hamba Zhou Ming/Hamba Han Cya Lin Hormat pada ayahanda Kaisar" Celine dan Jenderal Zhou berkata serempak.
"Bagus,,,,bagus,,,,,bangunlah,,,,,,Putra Mahkota ku dan Putri Mahkota, semoga pernikahan kalian berlangsung selamanya dan berbahagia, tak lupa juga segera memberikanku cucu" sambil mengangguk-angguk dan tersenyum Kaisar mengutarakan doa dan harapannya.
Kata-kata Kaisar dimaksudkan untuk mendapatkan keturunan. Hal itu membuat Celine membeku. Apa yang dimaksud Kaisar? Mengapa sepenuhnya melenceng dari buku? Tidak ada dalam novel kata-kata seperti ini. Alur sudah berubah total. Apa yang harus Celine lakukan???
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Wanda Wanda i
next
2023-04-02
0