Bab 14. Ikan Bakar

Setelah semua persiapan penyamaran siap Celine dan Xixi berjalan mengendap-endap keluar kediaman. Karena di dalam rumahnya tidak begitu banyak orang dan Xixi tahu jalan pintas, dalam sekejap saja mereka sudah sampai di luar rumah Marquis.

Dalam perjalanan, sekelebat ingatan hadir dalam pikiran Celine. Jika tidak salah maka hari ini adalah hari pertemuan antara Han Cya Lin dengan adik Jenderal Zhou, Pangeran Zhang dalam novel yang sebenarnya.

Celine diam mematung di tengah jalan karena syok, Xixi segera menariknya ke pinggir jalan terdekat dan menarik perhatiannya.

"Tuan muda, Tuan muda" Xixi berkata pelan sambil menggoncang-goncangkan lengan Celine yang terluka.

"Ishh" sambil meringis Celine menatap Xixi. Pandangan bertanya diberikan Celine pada Xixi.

"Tuan tadi diam mematung di tengah jalan, lalu hamba menarik Tuan kesini. Ada apa Tuan? Apa ada yang sakit?" Xixi memeriksa nonanya dengan seksama.

"Tidak apa-apa, aku hanya mengingat beberapa hal. Mari kita ke bagian bumbu dapur dan segera pulang" kata Celine serius.

Tentu saja Celine serius. Jika benar ada kejadian pertemuan dengan pangeran Zhang maka habislah dia. Di novel disebutkan juga bahwa Jenderal Zhou mengirim mata-mata untuk membuntutinya. Yanzhi dan Yunzhi ada di kediaman. Siapa lagi yang membuntutinya?

Celine mengedarkan pandangan matanya ke sekitar. Tentu saja Celine tidak menemukan apapun karena baik Jenderal Zhou dan Li Ping adalah praktisi bela diri tingkat tinggi.

Tiba-tiba,,,,

"Kyaaaa"

"Pangeran Zhang"

"Apakah pangeran Zhang membeli ikan mas koi?"

"Begitu tampan, andai aku bisa mendekat"

"Pengawal kerajaan tolong minggir sedikit"

"Biarkan aku melihat lebih dekat pujaankuuu"

Teriakan gadis-gadis terdengar di stand ikan mas agak jauh dari tempat Celine berada. Keributan itu menyebabkan situasi pasar sedikit heboh.

Di stand penjual ikan mas, terlihat pangeran Zhang dengan beberapa pengawal yang terlihat kejam dan sadis, membuat orang tidak berani mendekat.

Setelah selesai membeli ikan mas rombongan pangeran Zhang melewati Celine dan Xixi begitu saja. Celine dan pangeran Zhang tidak bertemu muka sama sekali. Berbeda dengan alur novel sesungguhnya, dimana pertemuan Han Cya Lin dan pangeran Zhang sebelum menikah berhasil dijadikan pemicu perselisihan Han Cya Lin dan Jenderal Zhou oleh selir Jenderal Zhao di masa depan.

'Haihhhh untunglah aku menyamar menjadi laki-laki, jika tidak mungkin nasib Han Cya Lin dalam novel terulang kembali' pikir Celine miris.

"Ayo Xixi, kita segera pulang" dengusan lega Celine menimbulkan tanda tanya di kepala Xixi.

"Baik nona" meski dia khawatir akan kondisi nonanya tapi Xixi tidak menanyakan apa pun.

Mereka bergegas kembali ke kediaman Marquis.

Sesampainya di kediaman Celine segera memasak ikan yang dibeli Yunzhi, sedangkan benih ikan yang berusia 4 bulan dicampur di kolam bersama ikan milik Jenderal. Dia berjanji akan mentraktir semua orang ikan bakar dan dia benar-benar menepati janjinya.

Semua orang memuji ikan bakar buatan Celine. Baunya yang harum membuat semua orang menelan ludah termasuk Jenderal Zhou dan Li Ping.

Dengan pandangan yang menusuk Jenderal Zhou menatap Celine di dapur. Karena merasa ditatap seseorang Celine segera menoleh ke arah pohon besar di dekat tembok di ujung kediaman. Tapi hanya angin malam dan kegelapan yang terlihat.

Li Ping yang melihat gelagat sang jenderal yang naik darah segera mengirim telepati pada Yanzhi "Minta Nyonya membuatkan satu ikan bakar spesial untuk Tuan. Seharian ini kami mengikuti Nyonya dan Jenderal belum makan sama sekali. Melihat nyonya memasak bahkan untuk pengawal kediamannya membuat Tuan sangat marah" keringat dingin terlihat menetes saat Li Ping mengirim telepati pada Yanzhi.

Setelah mendapat balasan dari Yanzhi, Li Ping menghela nafas lega.

"Nyonya, apakah anda ingin membuatkan ikan bakar untuk Jenderal?" Tanya Yanzhi

"Untuk apa?" Celine mengerutkan kening sambil bertanya. Seingatnya adegan ikan bakar tidak ada dalam novel. Bukankah akan ada pengaruh jika tiba-tiba dia mengirimkan ikan bakar pada Jenderal?

"Ekhem,,,,,,hamba baru saja mendapat berita bahwa Jenderal sedang patroli di sekitar sini. Kemungkinan beliau akan singgah kemari" Yanzhi merasa bahwa Nyonya masa depan ini agak tidak peka, jadi Yanzhi membuatkan alasan yang masuk akal untuk sang Jenderal.

'Semoga beliau tidak marah dengan alasan yang kubuat ini' pikir Yanzhi.

"Begitukah? Baiklah aku akan membuat lagi yang baru" Celine yang pada dasarnya sangat suka memasak mulai mengambil ikan.

Diambilnya ikan yang lebih besar, dengan posisi memegang kepala ikan dengan sarung tangan kain yang dijahitnya sendiri beberapa hari lalu. Dalam kondisi ikan masih hidup chef Celine kita menutup kepala ikan dengan tangan yang mengenakan sarung tangan, lalu mengarahkan pisau yang tajam ke bagian leher ikan, sehingga akan memutus saluran tenggorokan ikan/memotong jalur napasnya langsung.

"Jadi ikannya langsung mati tidak menggelepar-menggelepar lagi. Hal ini selain membuat ikannya lebih fresh karena langsung diolah segera setelah mati, rasanya juga lebih manis dan gurih" kata Celine saat melakukan demonstrasi di depan ketiga pelayannya.

Tanpa Celine ketahui jenderal Zhou telah ikut duduk di sana (di halaman di depan meja yang ditata sedemikian rupa yang letaknya dekat dapur) melihatnya demonstrasi. Jenderal menatap Celine dengan pandangan teduh.

"Lalu kita buang sisik dan kotorannya. Cuci bersih, buat kerat di setiap sisi. Beri air jeruk nipis/lemon, beri bumbu halus (bawang putih, garam, bawang merah, kunyit, cabai, jahe dan ketumbar). Diamkan selama beberapa saat hingga bumbu meresap. Siapkan kawat untuk membakar. Gunakan arang. Lumuri kecap dan minyak pada saat membakar. Jaga apinya agar tidak gosong" putus Celine. Dengan cekatan setiap geraknya memukau semua yang melihat.

"Wah nona, anda hebat sekali" puji Xixi sambil bertepuk tangan.

"Benar Nyonya, anda sangat hebat" Yunzhi ikut memberi pujian.

"Terima kasih" Celine menoleh dan tawanya langsung lenyap diganti dengan gerakan canggung karena melihat orang asing di sana.

Ya siapa lagi orang asing itu jika bukan Jenderal Zhou kita.

"Aku tidak akan mengganggumu. Lanjutkan saja" Jenderal Zhou duduk dengan tenang.

"Selamat datang Jenderal, mohon tunggu sebentar, sebentar lagi ikan bakar anda siap" Celine menjawab dengan kikuk.

"Baik" jawab Jenderal Zhou datar.

'Dipikir aku kokinya apa ya? Dasar orang kaku' pikiran Celine mengumpatkan kata-kata kecil.

Segera Yanzhi dan Yunzhi membantu membunuh beberapa ekor ikan lagi. Tentunya dengan cara yang seperti Celine lakukan tadi. Xixi membantu menyiapkan bumbu saos yang belum sempat dibuat oleh Celine.

"Saosnya pakai bawang putih, cabai, bawang merah, garam, jamur kancing rebus yang dihaluskan, kecap, tambahkan kacang hazelnut, goreng sebentar di api sedang" instruksi Celine pada Xixi.

Tak berapa lama semua sajian sudah lengkap tertata rapi di meja makan. Tak lupa juga ada lobak rebus yang diiris panjang dan juga asparagus rebus.

"Silakan Yang Mulia Jenderal menikmati" kata Celine hormat.

"Kamu temani aku" angguk Jenderal Zhou.

Celine duduk di ujung meja berhadapan dengan Jenderal Zhou. Mereka makan dalam diam.

Celine sungguh merasa aneh kenapa sang Jenderal bisa tiba-tiba singgah di kediamannya. Pasti Marquis tidak tahu, mengingat orang ini dan pengawalnya datang entah dari mana juga, Celine sendiri tidak jelas.

"Terima kasih atas makanannya. Kau memiliki bakat" puji Jenderal Zhou dengan tulus.

"Terima kasih atas pujiannya Jenderal" Celine berkata sambil menunduk.

"Di masa depan, tolong sering buatkan untukku. Dan pesanku, seorang wanita tidak boleh sering keluar kediaman tanpa pengawal. Berbahaya" kata sang jenderal sebelum pergi dengan Li Ping.

"Terima kasih Nyonya, hamba pamit" Li Ping menghilang bersama sang Jenderal.

Celine masih duduk terdiam di kursinya mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi. Tadi Jenderal bilang seorang wanita tidak boleh sering keluar tanpa pengawal.

'Deg!!!!!apakah dia tau aku tadi keluar dan menyamar?????!!!!!!!!' mata Celine melotot tak percaya. Padahal kemampuan ini adalah rahasia dirinya sendiri. Kartu truftnya. Bagaimana bisa Jenderal menakutkan itu mengetahuinya.

"Tidaaaaaaakkkkkkkkkk!!!!!"

Teriakan Celine membuat heboh kediamannya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!