Bab 18. Permintaan Celine

Celine dan Xixi langsung menuju ke ruang kerja Jenderal Zhou. Berdasarkan pengamatan Celine dan setelah bertanya kebiasaan Jenderal pada Yanzhi serta Yunzhi, kebanyakan waktu Jenderal dihabiskan di ruang kerjanya.

Di sana Jenderal biasa membaca dan mengerjakan sisa pekerjaannya yang belum selesai. 

"Permaisuri datang" Li Ping, orang kepercayaan Jenderal mengumumkan.

Dahi Jenderal Zhou mengernyit.

'Apa yang dia inginkan? Dulu Han Cya Lin tidak akan mungkin mendatangiku. Dia akan menghindariku jika bisa. Bahkan jika aku bertamu ke kediaman Marquis. Baru semalam disini kebiasaan dan perilakunya berubah terang-terangan. Menarik' kata hati Jenderal sambil tersenyum tipis.

Mungkin perubahan di diri Celine terlalu banyak. Menyebabkan Jenderal Zhou curiga.

"Persilakan dia masuk" perintah Zhou Ming akhirnya.

Pintu terbuka dan masuklah Celine dengan Xixi. Setelah Celine mengambil minuman di atas nampan di tangannya, Xixi mundur keluar ruangan. Di dalam ruangan tinggal Celine dan Zhou Ming.

"Jenderal, ini ada jus apel, wortel dan tomat. Minuman ini kaya serat, baik untuk jantung dan paru-paru. Selain itu juga baik untuk kulit, meningkatkan kekebalan tubuh, dan juga baik untuk mata. Sangat baik dalam membantu orang rileks. Selain itu apel juga kaya akan antioksidan sehingga baik bagi tubuh Jenderal setelah terpapar sinar matahari. Mohon Jenderal mencicipinya" bagaikan sales profesional di dunia nyata Celine mempromosikan jus apel, tomat, dan wortel buatannya.

Zhou Ming menatap minuman kombinasi seperti pelangi di tangan Celine. Melihat tatapan ragu Jenderal, Celine langsung meletakkan jus itu di atas meja.

"Ini campuran apel, tomat dan wortel sehingga menyebabkan perpaduan warna yang indah ini, dengan rasa manis, sedikit asam yang menyegarkan, cobalah Jenderal" Celine membungkukkan badannya meyakinkan Zhou Ming.

Tanpa sengaja tangan Celine menyentuh luka di lengan Jenderal yang menyebabkan Jenderal sedikit mengerutkan alis.

Perubahan kecil itu tak luput dari mata jeli Celine.

"Apakah jenderal terluka?" Dengan memberanikan diri Celine bertanya. Ditepisnya perasaan takut dan was-was yang masih belum bisa hilang sepenuhnya. Yah,,,,,aura Jenderal sangat menekan.

Pertanyaan Celine hanya dijawab gelengan kepala Jenderal. Meskipun Celine yakin jika Jenderal terluka tapi menyembunyikannya, Celine melanjutkan 'sales promotion' nya.

"Minuman ini juga membantu mempercepat pembekuan darah. Jadi jika Jenderal terluka, Jenderal Zhou harus segera menghabiskannya" jelas Celine panjang lebar.

Perlahan tangan Zhou Ming meraih gelas di meja. Dia menyesapnya dengan tenang. Sedikit kilatan tampak di matanya tapi kemudian dia sembunyikan. Dia mengangguk puas.

"Rasanya lumayan, kamu punya bakat yang menarik. Lalu ada hal apa yang ingin kau sampaikan? Kau pasti tidak datang kemari hanya karena ini bukan?" Zhou Ming menatap Celine sambil memainkan gelas di tangannya. 

Jari-jarinya yang panjang menggoyang-goyangkan gelas melihat perubahan warna di dalam gelas yang tampak seperti pelangi sekilas tapi hanya dominan satu warna utama. Oranye tua.

"Besok adalah hari ketiga setelah pernikahan, biasanya pengantin wanita pulang ke rumahnya. Apakah Jenderal bersedia ikut denganku?" Celine mulai mengutarakan maksud kedatangannya.

Jenderal Zhou menatap Celine sejenak. Celine segera menundukkan pandangannya tidak sanggup berlama-lama menatap mata sang Jenderal.

"Boleh saja, jika pekerjaanku sudah selesai aku akan menyusul mu" Zhou Ming berkata pelan sambil kembali menyesap minuman di tangannya.

"Ada satu hal lagi Jenderal. Aku ingin meminta bantuan darimu" Celine diam menunggu respon dari Jenderal Zhou.

Jenderal Zhou masih diam terlihat asyik dengan gelas di tangannya. Melihat Jenderal diam Celine kembali meneruskan maksud kedatangannya.

"Di dalam halaman rumahku, di kediaman Marquis, aku memiliki beberapa tanaman. Apakah mereka bisa kupindahkan kemari? Kulihat masih ada lahan kosong di kediamanmu. Kupikir aku bisa memanfaatkannya atau jika anda keberatan aku bisa menyewanya dari anda" Celine berkata.

Zhou Ming mengangkat pandangan matanya. Ditatap penuh selidik oleh Jenderal yang memiliki kesaktian tinggi mau tak mau membuat Celine berkeringat dingin.

"Han Cya Lin kau siapa?" Sambil meletakkan gelas di atas meja, Zhou Ming berdiri. Dia berjalan mendekati Celine.

Pada awalnya Celine berusaha tetap diam di tempat. Tapi dengan aura Jenderal yang menekan, tak terasa Celine berjalan mundur perlahan.

'Heh, wanita kecil ini ternyata takut padaku?' Zhou Ming mengangkat alisnya sedikit. Dia sudah menekan aura dominannya agar Celine tidak takut. 

Semakin dekat jarak mereka, semakin cepat Celine mundur. Hingga Celine menabrak dinding di belakangnya.

"Aku tanya lagi, kau siapa, Han Cya Lin?" Tanya Jenderal Zhou dengan lembut.

Tangannya memainkan rambut Celine yang indah.

"Ak,,,,aku,,,,is,,,istrimu Jenderal" Celine terbata-bata menjawab.

"Bagus jika kau sadar siapa dirimu dan apa posisimu. Karena kau istriku, tentu saja seluruh kediaman ku adalah milikmu. Tapi aku juga punya batasan. Tentunya kau tahu batasan ku bukan?" Zhou Ming mendekatkan hidung mereka.

Celine diam sambil menahan napas. Tubuh mereka semakin dekat. Zhou Ming mencium kening Celine dengan lembut. Celine memejamkan matanya. Di Novel tidak dijelaskan bila jenderal memiliki ketertarikan pada Han Cya Lin. Hanya penghargaan pada ikatan pernikahan mereka yang dihormati sang Jenderal. Tapi melihat perlakuan Zhou Ming kini, dia yakin jika Zhou Ming mencintai tokoh yang dia perankan. Hanya saja Han Cya Lin, tokoh dalam novel itu terlambat menyadarinya.

"Jangan pernah berbohong padaku apalagi mengkhianati ku. Dan aku tidak suka milikku diganggu. Apa kau paham" Zhou Ming menatap istrinya hati-hati. 

Dia melihat mimik wajah Celine apakah ada yang dia lewatkan karena di masa lalu, sedikit perlakuan intim akan membuat Han Cya Lin marah.

Celine mengangkat kepalanya sedikit. Dengan hati berdebar dia balas menatap mata Zhou Ming. Dia tersenyum.

"Aku mengerti, dan aku juga tidak suka jika milikku diganggu" Celine menjawab singkat.

"Baiklah, jika kita saling mengerti. Kau boleh melakukan apapun di kediamanku selama itu bermanfaat bagimu dan tidak menggangguku" Jenderal Zhou Ming berkata.

Duduk kembali Zhou Ming mengambil gelas dan menghabiskan isinya dalam waktu singkat. 

"Apakah anda akan makan malam bersama ataukah….?" Celine bertanya.

"Banyak pekerjaan yang harus kulakukan. Minta dapur membawa makanan kemari" kata Jenderal Zhou. Celine mengangguk mengerti.

"Baiklah, jika tidak ada hal lain yang anda butuhkan, hamba permisi dulu" Celine memutuskan untuk segera meninggalkan kamar Jenderal. 

"Baiklah, kau boleh pergi" jawab Jenderal yang kembali terlihat asyik dengan pekerjaannya.

Sambil membawa gelas kosong, Celine keluar ruangan. Di luar Li Ping membungkuk hormat. Xixi segera menghampiri Celine dan mereka meninggalkan ruang kerja Jenderal segera.

Menuju dapur Celine teringat akan Yunzhi dan Yanzhi yang memakai masker ampas dari bahan smoothies tadi. Dia segera memerintahkan kedua pelayan itu untuk membilas wajahnya dengan air hangat.

"Setelah itu bilas kembali dengan menggunakan air dingin" perintah Celine.

"Bagaimana rasanya? Cobalah pegang kulit wajah kalian" Celine berkata.

"Wah benar Nyonya. Kulit wajahku lebih halus seketika. Juga terasa lembut dan kenyal" Yunzhi yang lebih banyak bicara mengutarakan pendapatnya.

"Ya benar" kata Yanzhi perlahan.

"Hehehehe lain kali kita akan melakukan masker wajah lagi. Sekarang aku lelah. Setelah mandi, aku ingin makan malam di dalam kamar saja" pinta Celine.

"Dan tolong kirimkan makanan untuk Jenderal. Beliau akan bekerja di ruang kerjanya karena banyak pekerjaan menunggu" sambung Celine lagi. 

"Baik Nyonya" jawab ketiga pelayan Celine.

Sesampainya di kamar, Celine meminta ketiga pelayannya untuk meninggalkan dirinya sendiri. Celine memikirkan kembali adegan dalam novel selanjutnya.

Tubuhnya belum ideal sepenuhnya. Wajahnya masih sedikit temben. Beratnya juga masih 59kg. Tetapi jenderal tertarik padanya seperti hal yang wajar. Apa jangan-jangan dirinya salah persepsi dari awal? Penulis novel memang tidak menjelaskan secara detail sikap Jenderal Zhou pada istrinya. Hanya dikatakan menghargai. Tapi disini bukan hanya sikap menghargai yang Celine dapatkan. Tapi mencintai. Haruskah Celine kehilangan keperawanannya di dalam novel ini?????

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!