Han Cya Lin masih termangu dengan bodohnya. Sampai bibi Xun pelayan kepercayaan nenek datang memapahnya berdiri dan membisikkan saran agar mengucapkan terima kasih. Celine mengedipkan matanya berkali-kali.
"Terima kasih atas berkah Kaisar" jawab Celine pelan. Tangannya terangkat untuk menerima dekrit kekaisaran dari Kasim Li.
"Selamat nona Han Cya Lin" senyum teduh muncul dari wajah keriput Kasim Li saat menyerahkan dekrit pernikahan kekaisaran sebagai bukti pertunangan Jenderal Zhou dan Han Cya Lin.
"Terima kasih Kasim Li" Celine mengangguk hormat.
Zhou Ming melirik Celine sekilas. Pada masa lalu Celine tidak akan setuju dengan begitu mudahnya. Dia akan melontarkan kata-kata penolakan bahkan ingin menghancurkan perjanjian pernikahan. Celine pada masa lalu lebih tertarik pada adiknya.
'Kenapa dia tidak berulah? Sungguh mengejutkan. Tapi selama dia tidak menggangguku dan baik-baik tinggal di kediamanku, maka kehidupannya akan terjamin.' putus Zhou Ming.
"Baiklah, mari kita mulai pestanya. Selamat bersenang-senang semuanya" kaisar mengumumkan dengan gembira.
Zhou Ming dan Celine kembali ke tempat duduk masing-masing. Mata Zhou Ming mengawasi gerak gerik Celine.
'Tubuhnya masih tetap sama, hanya saja temperamennya berubah. Sebelum aku pergi berperang dia akan mempermasalahkan semua hal. Kenapa temeramennya bisa berubah begitu cepat? Apakah ada sesuatu yang terjadi?' Jenderal Zhou berpikir sambil terus menatap Celine.
Merasa diawasi seseorang Celine menengadahkan kepalanya. Diedarkannya mata ke sekitar.
'Deg...apa-apaan orang itu. Mengapa dia terus menatapku. Jadi dari tadi dia yang mengawasiku?' Celine berpikir keras.
Dalam novel tidak dijelaskan secara mendetail. Hanya saja sebelum menikah pemilik asli melakukan perawatan tubuh hingga dia menjadi langsing dan cantik.
Pertemuan tidak sengaja antara Han Cya Lin dengan pangeran Zhang mengakibatkan kecemburuan dan sikap posesif jenderal Zhou muncul. Didorong rasa cemburu Jenderal Zhou menikah lagi dengan selir dari daerah kemenangannya.
Siapa sangka selir itu sangat jahat dan ingin memonopoli sang Jenderal. Bahkan berencana melakukan pengkhianatan. Akhirnya dia berhasil menaklukan negeri ini setelah menemukan titik lemah Jenderal yaitu Han Cya Lin. Yang dihasut melakukan perselingkuhan dengan pangeran Zhang.
Karena cemburu akhirnya Jenderal mengacuhkan istri sahnya. Lebih percaya selir nya. Akhirnya selir yang mengandung anak hasil hubungan gelapnya dengan komplotannya menang dan kehancuran negeri ini terjadi.
Begitulah akhir dari cerita novel yang menyedihkan itu. Bagaimana bisa karakter tokoh utama wanita berakhir tragis di tangan suaminya sendiri.
Dahi Jenderal mengernyit melihat Celine merenung. Dalam pikiran Jenderal Zhou muncul berbagai macam spekulasi.
'Apakah Lin'er tidak bersedia menikah denganku? Jadi mengubah strateginya?' diteguknya teh hijau dalam cangkir di depannya.
'Sejak duduk di bangkunya Lin'er hanya diam saja. Memang tubuhnya gendut dan wajahnya penuh jerawat. Tapi ibuku tidak akan salah memilihkan pengantin untukku. Meski tidak mencintai nya aku akan menghormatinya.' sambil menutup mata seolah-olah tertidur pangeran Zhou teringat masa lalu.
Ingatan Jenderal Zhou~
Pada saat itu dia masih berusia 9 tahun. Dia melihat ibunya memainkan giok batu hijau yang sangat cantik.
"Apa itu ibu?" Suara anak laki-laki terdengar.
"Sangat cantik dan indah kan Zhou'er?" Suara lembut wanita terdengar.
"Iya sangat cantik sekali. Bolehkah ananda memegangnya?" Pinta Zhou kecil.
Wanita itu menyerahkan giok hijau itu ke tangan kecil Zhou Ming.
"Wah dingin sekali ibu. Dan juga sangat halus" Zhou Ming menimangnya dengan sayang.
"Itu akan menjadi milikmu kelak. Saat kau menikah berikan itu pada istrimu. Terserah padamu ingin membentuknya menjadi liontin, hiasan rambut, atau apapun. Anggap itu peninggalan ibu untukmu" dengan wajah teduh permaisuri Ruan, ibu Zhou Ming memandangi anak semata wayangnya.
Zhou Ming terdiam. Tampak berpikir. Dia tidak terlalu paham kata-kata ibunya.
"Zhou'er ketika sudah tiba waktunya, ibu harus pergi meninggalkanmu, Sayang. Ibu harus kembali karena tugas ibu di dunia ini sudah selesai. Awalnya ibu ingin menyaksikan mu menikah dengan wanita pilihan ibu. Bahkan bermain dengan cucu darimu. Tapi sepertinya tidak akan sempat". Ibunya menunduk dan menghela nafas. Terlihat sangat sedih dan putus asa.
"4 tahun yang lalu, gadis pilihan ibu untukmu sudah lahir. Dia sempurna untukmu, jaga dan sayangi dia. Ke depannya engkau akan menyadari bahwa gadis pilihan ibu adalah yang terbaik bagimu". Permaisuri Ruan memegang wajah Zhou Ming dengan kedua tangannya dan mengarahkan pandangan padanya.
"Apakah kau mendengar dan mengerti apa yang ibu bicarakan barusan, sayang?"
"Iya ibunda, Zhou'er mengerti" sambil menunduk Zhou Ming menjawab perkataan ibunya.
Perlahan kenangan itu menghilang. Zhou Ming membuka matanya pelan. Tidak peduli Han Cya Lin, bagaimana kondisi tubuh dan wajahnya, dia, Zhou Ming akan menerima pernikahan ini.
Acara berlangsung hingga larut malam. Terlihat iring-iringan kereta menuju kediaman Marquis. Celine menguap beberapa kali di dalam kereta.
"Hoahm,,,,,lelah sekali. Jika di zaman asliku sekarang mungkin sudah jam 11 malam. Sudah lewat waktu tidurku. Acaranya sangat membosankan. Beruntung banyak kue dan makanan enak sebagai kompensasinya" Celine bergumam.
Berdasarkan novel seharusnya sebentar lagi ada adegan berdarah. Penyerangan dari orang yang iri pada Celine atas berkah pernikahan dari kaisar.
"Hieeeee" tiba-tiba pak kusir menghentikan kudanya. Meskipun tahu akan ada bahaya yang datang tapi adegan kusir menarik kereta terlalu mendadak. Alhasil Celine pun tidak seimbang dan jatuh ke depan menabrak sisi lain kereta.
"Haisshhhh dahi dan hidungku sepertinya akan memar". Celine berkata.
"Nona,,,,,nona tidak apa-apa" Xixi yang duduk di depan dengan pak kusir turun dan menghambur masuk ke kereta.
"Aku tidak apa-apa. Ada apa?" Celine bertanya.
"Nona di depan ada pohon tumbang dan dahannya menutupi jalan. Jalannya begitu gelap jadi pak kusir tidak sempat melihatnya" Xixi menjelaskan.
"Apakah kereta kita tertinggal?" Tanya Celine.
"Benar nona, saya akan turun sebentar dan memeriksa roda. Sepertinya kereta kita melaju lebih lambat sehingga tertinggal dari kereta tuan besar dan nyonya besar". Jelas Xixi dengan agak panik.
"Pelan-pelan saja. Ada beberapa pengawal yang ditugaskan bersama kita oleh ayah dan nenek. Kamu tenanglah. Jangan panik". Kata Celine mencoba menenangkan Xixi.
"Crasssshhhh,,,,,,syuut,,,,,syuuut"
Tiba-tiba beberapa anak panah masuk ke dalam kereta. Memisahkan Celine dengan Xixi. Hampir saja mengenai kepala Celine.
"Pembunuh,,,,ada pembunuh" Xixi berteriak spontan.
"Nona besar, anda tidak apa-apa?apakah anda terluka?" Xixi bertanya sambil mengecek kondisi Celine.
"Aku tidak apa-apa" jawab Celine.
Di luar suara pertempuran mulai terdengar. Celine membuka jendela mengamati situasi. Jika tidak salah ingat, sebentar lagi akan datang bantuan dari pasukan Jenderal. Diceritakan dalam novel, pemilik tubuh asli mengalami luka yang serius dan dalam kondisi syok berat sehingga menyebabkan dirinya mengurung diri di kamar selama 3 bulan hingga hari pernikahan.
Entah siapa yang mengirim pasukan pembunuh itu. Mereka sangat tangguh. Tak butuh berapa lama pasukan dari kediaman Marquis kalah dan banyak yang mati.
Salah satu pasukan pembunuh masuk ke dalam kereta. Dia mengacungkan pedangnya ke arah Celine. Xixi segera melindungi Celine dengan tubuhnya.
Celine yang tidak terbiasa dilindungi menarik tubuh Xixi ke samping. Pedang dari pembunuh mengenai lengan Celine.
"Crasssshhhh" darah segar langsung menyembur keluar.
"Nona,,,,nona,,,," Xixi berteriak ketakutan.
"Siapa kalian? Siapa yang menyuruh kalian?" Sambil menggertakkan gigi, Celine mencoba menanyai pembunuh itu.
"Orang mati tidak perlu banyak bertanya" pedang pembunuh itu tepat menuju leher Celine.
Xixi menarik Celine ke pelukannya sehingga pembunuh itu meleset. Pedang melukai punggung Xixi.
"Aaahhhh" Xixi berteriak kesakitan.
"Xixi" Celine ikut berteriak dan menopang tubuh Xixi dengan satu tangan. Alhasil mereka berdiri sambil berpelukan.
Ruang gerak yang sempit memaksa pembunuh melakukan serangan yang sulit. Pedangnya langsung menuju dada Celine.
'Apakah novel ini sudah berubah alur? Dimana pasukan bantuan dari Jenderal? Aku tidak terima jika harus mati dalam novel konyol ini' Celine menggertakkan gigi lagi sambil mencari sesuatu yang bisa dibuat sebagai senjata untuk melawan pembunuh itu.
Tampak dekrit kekaisaran berkilau di sudut kursi tempatnya berdiri berpelukan dengan Xixi sekarang. Tepat pada saat si pembunuh menyerang dadanya, Celine menangkis pedang itu dengan dekrit kekaisaran yang dengan cepat diraihnya.
"Trraaangggg" bunyi dua benda keras beradu. Tampak jika kayu yang digunakan sebagai pegangan dekrit kekaisaran bukan kayu biasa. Terbukti mampu menangkis pedang yang tajam. Tapi tidak akan bisa jika digunakan untuk bertarung.
"Boleh juga kau, nona. Layak menyandang status calon istri Jenderal Zhou. Tapi maaf, gelar itu ingin direbut darimu" serangan mematikan datang lagi.
Celine tidak mampu berpikir dengan tenang lagi. Darah dan rasa sakit yang keluar dari lengannya membuat pandangannya kabur. Xixi yang pingsan di pelukannya menambah beban baginya. Dia pun jatuh terduduk di kursi kereta.
"Salahkan pada leluhurmu yang menyebabkan masalah untukmu" pedang pembunuh menancap sedikit di bahu Celine.
"Uhuk,,,," Celine memuntahkan darah segar.
'Apakah aku akan mati dalam novel ini?' Pikirnya miris.
"Sraaakkkk sret"
suara pedang yang tajam mengenai benda yang lunak. Samar-samar terlihat kepala pembunuh terlepas dari badannya.
Sebelum kehilangan kesadaran Celine melihat bayangan kabur pria bertopeng perak.
"Akhirnya pasukan bantuan Jenderal Zhou datang juga" gumam Celine sebelum pingsan di pelukan Jenderal Zhou.
Ya yang datang adalah Zhou Ming. Bukan hanya pasukan pengawal seperti dalam alur novel.
Mungkinkah kemampuan pertahanan diri dan keinginan hidup Celine membuat perubahan pada cerita novel????
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
C a l l i s t o ®
Stdknya berusaha jd angsa dulu jangan mempertahankan rupa anak itik dong 😐
2024-10-28
0
Anna Rima
wah kirain tangguh cewek nya
2023-04-19
0
Ria Sari
kog dari jaman modern payah kalah ga bisa karate,zudo n taiwondo shi
2022-12-21
1