Bab 6. Malam sebelum keputusan Kaisar

Perjalanan ke kamar Celine dilalui dengan cukup singkat. Setelah meletakkan Celine di tempat tidur Jenderal Zhao memerintahkan pelayan mencari tabib istana.

Tak berapa lama tabib pun datang. Dengan benang dia memeriksa Celine. Dengan tangan gemetar dia menulis resep di bawah tatapan Jenderal Zhao.

"Bagaimana keadaannya?" Tanya Jenderal.

"Menjawab yang Mulia, nona mengalami phobia darah dan dengan tubuh yang penuh luka mengakibatkan tubuhnya lemah dan syok sehingga pingsan. Dengan obat dan perawatan yang tepat nona akan sadar malam nanti" tabib menjawab dengan gugup.

Jenderal Zhou mengangguk.

"Kau boleh pergi" Zhou Ming berkata pada tabib.

"Kamu, pelayan Lin'er, rawat dia dengan benar" Sejenak Jenderal memandang wajah Celine sebelum dia memutuskan meninggalkan kamar Celine.

"Mengerti Jenderal" Xixi menjawab dengan gemetar. Sungguh aura Jenderal besar sangat menekan.

Jenderal Zhou membalikkan badannya dan berjalan keluar kamar. Di depan kamar Celine, dia langsung bertemu dengan Marquis dan nenek/nyonya besar Han. Tampak selir Yun dan selir Yingtzi juga di sana.

"Baiklah Marquis, Nyonya besar Han, aku kembali ke istana. Kaisar sudah menungguku" pamit dingin Jenderal Zhao pada Marquis.

"Hati-hati dan selamat jalan yang Mulia" jawab semua secara serempak.

Sepeninggal Jenderal Zhou ~~

"Hhhhh, kali ini Lin'er begitu menderita. Luka kepalanya belum sembuh, sudah ada luka yang baru. Besok bawa Lin'er ke istana untuk bertemu Kaisar. Kita tidak boleh melakukan kesalahan" Nenek Celine bicara pada Marquis.

"Ya ibu, ananda mengerti" Marquis menjawab.

"Dan bagaimana anak kesayanganmu menjebak kakaknya? Pasti Lu Yu yang mengabarkan berita Celine tidak ingin menikahi Jenderal. Meskipun Jenderal Zhou tidak mencintai Lin'er, tapi dia menghargai pernikahan pemberian mendiang permaisuri ini. Dia akan merawat Lin'er dengan baik" Nenek bicara.

"Ibu, Aku akan melihat kondisi Lu Yu sekarang" selir Yun minta ijin pada nenek.

"Ya kau urus anakmu itu, pergi panggil tabib jika lukanya parah" cemooh nenek sambil menghentakkan tongkatnya. "Duk...Duk...."

"Ibu tolong jangan membuat dirimu sendiri kesal, ingat kesehatanmu" Marquis mencoba menenangkan nenek.

"Ya…. ya…. kau baru akan memanggilku ibu jika kau mengaku berbuat salah. Lihatlah sekarang. Berkat anak dari Selir kesayanganmu itu, Lin'er ku jatuh sakit bahkan hingga 2x huh! Apa salah anak itu padamu...huk...huk...." Nenek Celine emosi hingga terbatuk-batuk.

"Sudah, sudah Nyonya tenangkan dirimu,,,,,mari kita kembali ke kamar anda dulu, besok anda akan bertemu dengan nona besar" bibi Xun, pelayan setia nenek, mencoba menenangkan dan membujuk nenek.

"Ya ya biarkan dia beristirahat. Sungguh malang nasibnya" pandangan nenek menatap Celine yang ada dalam kamar sesaat. Akhirnya nenek dan bibi Xun kembali ke kamar nenek.

Di istana~

Sebelum memasuki istana Zhou Ming telah melepas topeng perak yang dikenakannya di kediaman Celine. Di depan ayahnya dia tidak perlu memakai topeng perak. Dia memakai topeng hanya untuk menutupi wajahnya yang tampan. Tidak semua orang bisa melihat wajah tampan itu. Dia bertekad akan melepas topeng setelah menikah.

"Jenderal Zhou Ming telah tiba" Kasim mengumumkan kedatangan putra mahkota sekaligus Jenderal Perang kerajaan.

"Salam ayahanda Kaisar. Semoga Kaisar selalu diberi umur panjang dan kemuliaan" Zhou Ming membungkuk memberi hormat.

"Berdirilah anakku. Bagaimana hasil pertempuran mu?" Sambil berseri-seri Kaisar menanyakan hal yang sudah diketahui nya pada putra mahkotanya.

"Menang seperti biasa ayahanda" Zhou Ming menjawab dengan datar.

"Wah memang benar-benar putra mahkota. Kerajaan kita beruntung memilikimu. Katakan padaku apa yang kau inginkan aku akan mengabulkannya" kaisar memberi muka pada putra mahkotanya.

"Selain kesehatan ayahanda kaisar, tiada lagi yang hamba inginkan" Zhou Ming menjawab pelan.

"Oh apakah benar begitu? Kudengar kau bahkan pergi ke rumah tunangan masa kecilmu begitu kau mendengar berita dia sakit. Bahkan tidak melaporkan kepadaku terlebih dahulu perihal kepulanganmu" Kaisar pura-pura sedih.

"Mohon ampun yang Mulia. Hamba benar mengkhawatirkan kesehatan yang Mulia" putra mahkota menjawab dengan dingin.

Kaisar tersenyum "Baiklah,,,, baiklah,,,, aku mengerti dan aku tidak akan menghukummu. Aku akan memberi hadiah padamu saat pertemuan besok. Sekarang istirahatlah, kau pasti lelah"

"Terima kasih ayah Kaisar. Ananda mohon diri terlebih dahulu" Zhou Ming meninggalkan ruangan beserta seluruh pengawalnya. Di luar aula pertemuan kaisar, Zhou Ming memakai topeng peraknya kembali. Dia bergegas pulang menuju kediamannya, kediaman Jenderal.

Zhou Ming langsung menuju ke ruang bacanya diikuti oleh Li Ping.

"Li Ping, waktu di kediaman Marquis tadi, kau mendengar gadis itu bilang kata-kata 'orang sakti' bukan?" Jenderal Zhou mulai mengutarakan hal yang mengganggu pikirannya sejak terakhir meninggalkan rumah Marquis.

"Ya tuanku, kata-kata itu tidak lazim digunakan oleh orang biasa. Mungkinkah,,,,?" Kata-kata Li Ping terpotong.

"Selidiki lebih lanjut dan amati gerak gerik gadis itu" kata Zhou Ming.

"Baik tuanku" Li Ping mengangguk dan segera meninggalkan ruangan.

Jenderal Zhou mulai melakukan pekerjaannya hingga larut malam.

Sementara itu di aula kekaisaran~~~~

Selepas putra mahkota pergi tinggallah Kaisar dengan Kasim Li, kasim kepercayaannya. Kaisar merenung. Zhou Ming putra dari permaisuri yang sangat dicintainya. Setelah tinggal selama 15 tahun, permaisuri tiba-tiba menghilang. Meninggalkan giok hijau yang kini menjadi benda kesayangannya. Karena benda itu Kaisar dapat memerintah Zhou Ming. Kaisar berjanji jika Zhou Ming akan menikah, giok hijau itu akan dia serahkan pada Zhou Ming. Giok peninggalan mendiang permaisuri untuk putranya. Sebab itu Zhou Ming membenci Kaisar. Sebab Kaisar mengambil barang miliknya yang paling berharga. Barang peninggalan ibunya.

"Hhhhhhhhh apakah kini saat yang tepat untuk memberikan giok ini pada anakmu ratuku? Kau yang memilihkan pernikahan Zhou Ming saat itu. Dan kau pula yang memintaku menjaga giok ini sampai waktu pernikahannya tiba. Giok hijau ini untuk calon menantumu itu. Hhhhh baiklah. Besok akan kuberikan giok hijau ini pada Zhou Ming. Agar dia bisa segera menyerahkan giok ini untuk istrinya." Curahan hati kaisar pada giok hijau sudah sering dilihat oleh Kasim Li.

'Sepertinya besok akan menjadi hari yang baik' Kasim Li tersenyum.

Dari semua istri Kaisar, permaisuri Ruan adalah yang paling dicintainya. Setelah dia meninggal pun Kaisar tidak mengangkat permaisuri penggantinya. Istri-istri kaisar pun tampak rukun dan menerima semua peraturan kaisar. Dari 7 istri Kaisar, seorang meninggal, seorang diasingkan, seorang menjadi biarawati, tersisa 4 selir di Harem.

Dari 5 putra kaisar, putra mahkota adalah yang paling tua dan paling berprestasi. Sebab itulah dia menjadi kesayangan Kaisar. Tapi sepertinya dia sulit diprediksi. Tapi mengingat sikap nya yang juga bijaksana, ke depannya dia pasti akan mampu membawa negeri ini ke masa kejayaan.

"Yah Kasim Li, tolong tuliskan dekrit kekaisaran untuk putra mahkota. Sudah saatnya dia mengakhiri masa lajangnya. Besok serahkan dekrit itu kepada Han Cya Lin" suara Kaisar memecah kesunyian.

"Laksanakan tuanku" jawab Kasim Li.

Sementara itu di kediaman Marquis~

"Oh nona, apa yang kau mimpikan?" Raut khawatir Xixi sambil menyeka keringat di dahi nonanya.

Terlihat Celine mengernyitkan dahi. Dalam mimpinya Celine tampak berlari secepat yang dia bisa. Di belakangnya seekor ular besar yang berwarna emas sedang mengejarnya dengan kecepatan yang tidak biasa pula. Celine melompati dahan-dahan pohon bak seorang aktris di film kungfu.

Ular emas itu mendesis dan menjulurkan lidahnya yang panjang berwarna biru. Celine tergelincir dan tertangkap tubuh ular yang licin. Celine meronta-ronta tapi ular emas itu malah membelitnya dengan cukup erat.

Mata ular itu tajam, tapi,,, eh kenapa matanya familiar???

Bukan seperti mata ular tapi seperti mata elang???

Ular itu membuka mulutnya dan menjulurkan lidahnya, menjilati lehernya kemudian menancapkan giginya di leher Celine.

"Oh sialan apakah sekarang akhir hidupku di dalam novel ini???? Dimakan ular raksasa ini????"

Tapi,,,,,,kenapa wajah ular berganti wajah Zhou Ming?????????

Terpopuler

Comments

Anna Rima

Anna Rima

wah bagus tuh mimpiny d kejar" ular warna emas lg ...kata orang tua dl memang seperti itu klu d kejar ular dpt jodoh😁

2023-04-19

0

Aryanti endah

Aryanti endah

jar orang Jawa, mimpi digigit ular artinya jodoh🫢🫣

2022-12-12

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!