Bab 7. Pertunangan

"Tidaaaakkkkkk,,,,,hosh,,,,hosh,,,,hosh....." Celine bangun terduduk sambil berkeringat dingin. Tubuhnya menggigil.

"Nona, ada apa? Anda bermimpi buruk?" Xixi datang sambil menawarkan air minum pada Celine.

"Glek,,,glek,,,glek,,,,ya...ya...aku mimpi buruk,,,,mimpi yang menakutkan sekali....hiiii...." gemetar dan menggigil tubuh Celine.

Dia mengingat bagaimana lidah dan gigi taring menyentuh lehernya. Dan bagaimana wajah ular itu berubah jadi Zhou Ming. Apakah ada hal buruk yang akan terjadi?

"Nona, Nyonya besar menyuruh Anda untuk bersiap-siap masuk istana bersama dengan nyonya besar dan tuan besar. Apakah nona masih merasa pusing? Ini obat yang diresepkan tabib istana semalam" Xixi mengingatkan Celine sambil menyerahkan bubur, air putih dan obat yang sudah hangat.

Celine mengambil sendok dan memakan buburnya dengan cepat. Setelah itu dia mulai meminum obatnya dan air putih. Celine merasa sangat segar. Dia tersenyum puas.

"Xixi, apakah air ini dari sumur kita? Tolong untuk merebus air untuk minum lebih banyak di masa depan. Kita pasti akan memerlukannya. Baiklah, sekarang mari kita bersiap-siap" jawab Celine. Tidak ada gunanya menunda-nunda. Meskipun akibat dari fobia darah masih terasa, Celine harus menahannya demi menemui Kaisar.

Setelah mandi dan berganti pakaian yang pantas, Celine masuk ke keretanya. Di dalam kereta Celine memakan camilan yang disediakan Xixi untuknya.

Sesampainya di gerbang istana Celine turun dan berjalan di belakang ayah dan neneknya. Mereka berjalan menuju aula kerajaan.

Di dalam aula kerajaan sudah banyak tamu yang hadir. Hari ini adalah pesta penyambutan Jenderal Zhou yang berhasil memenangkan perang di perbatasan. Bahkan memperluas area kerajaan.

Banyak pejabat istana membawa serta putri mereka untuk bersosialisasi. Siapa tahu mereka mendapat berkat untuk dapat bergabung dengan anggota kerajaan.

Ketika Celine tiba, sudah banyak orang yang berbisik-bisik membicarakannya. Mereka kebanyakan membicarakan bagaimana bisa putri Marquis yang tidak berguna mendapat berkat perjanjian pernikahan dari mendiang permaisuri. Betapa beruntungnya. Banyak yang memberikan tatapan iri pada Celine.

"Jangan takut. Tegakkan badanmu" nenek yang berjalan di sebelah Celine memberi semangat.

"Baik nek" ucap Celine pelan.

Dalam hati Celine mendesah. Teringat lagi mimpi tadi pagi yang membuat sekujur tubuhnya merinding.

"Tenangkan dirimu Celine. Semua hanya mimpi" gumam Celine berulang-ulang seakan mengucapkan mantra.

Akhirnya mereka sampai di tempat duduk mereka. Tempat duduk mereka diatur di barisan depan di ujung sebelah kiri. Tepat berhadapan dengan tempat duduk Jenderal Zhou di depan sebelah kiri.

"Pangeran Zhang tiba" pengumuman dikumandangkan oleh pelayan.

Sekelebat kenangan hadir. Waktu itu Han Cya Lin masih 12 tahun. Terlihat bagaimana polosnya Han Cya Lin memandang wajah tampan pangeran Zhang yang berumur 15 tahun. Wajahnya lumayan mirip dengan kaisar dan jenderal Zhou jika dilihat dari sudut pandang tertentu. Wajahnya berkesan playboy. Dengan senyum yang nakal dan memikat dia bagaikan versi ramah Jenderal Zhou. Yang membedakan adalah alis pangeran Zhang tidak setebal alis Jenderal Zhao. Di bawah mata pangeran Zhang ada tahi lalat. Dan aura sang Jenderal jelas tidak dapat ditiru.

Entah kenapa pemilik asli malah tergila-gila pada pangeran Zhang daripada Jenderal Zhou. Jelas Celine lebih memilih Jenderal Zhou yang adalah tipe lelaki idealnya daripada pangeran Zhang yang terkesan tidak serius dan kekanak-kanakan. Celine menghela nafas.

Pangeran Zhang duduk di tempat duduknya di ujung depan sebelah kanan. Di sebelahnya secara berurutan ke kiri, duduk pangeran Zayn, putri Zxyo, pangeran Zixing. Di sebelah pangeran Zixing adalah tempat duduk pangeran Zhou. Mereka semua adalah adik dari pangeran Zhou, putra putri Kaisar dari Selir.

Celine memperhatikan wajah-wajah putra putri Kaisar. Mereka mirip dalam beberapa kontur wajah tertentu. Mungkin karena ibu mereka masing-masing berbeda jadi mereka tidak memiliki kemiripan yang sempurna. Tapi tetap saja, keluarga kerajaan adalah keluarga yang terawat daripada rakyat jelata. Dengan itu Celine menghela napas.

"Jenderal Zhou tiba" pelayan mengumumkan. Semua yang hadir berdiri lagi. Memberi hormat pada tiap anggota keluarga kerajaan.

Dengan langkah tegap pangeran Zhou langsung berjalan ke tempat duduknya. Pengawal kepercayaan nya, Li Ping, selalu menyertainya. Bisik-bisik terdengar.

"Mengapa pangeran Zhou memakai topeng perak?"

"Apakah wajahnya terluka?"

"Wajah tampan pangeran aaahhh......sangat disayangkan"

"Aku datang karena ingin melihat wajah Jenderal Zhou, sayang sekali, tapi dia tetap berwibawa, suami idamanku"

Celine mendongak mendengar bisikan-bisikan di sekitarnya. Ternyata Jenderal dengan aura dingin itu punya banyak fans. Beruntung juga pemilik asli yang akan menikah dengan Jenderal Zhou. Entah kerasukan apa pemilik asli tidak menyukai sang Jenderal. Pasti penulis novel yang menciptakan alur seperti itu. Hhhhhhhh merepotkan.

"Kaisar tiba"

Tak lama kemudian pelayan mengumumkan kedatangan kaisar beserta selir-selirnya.

"Semoga Kaisar yang Mulia Panjang umur dan sehat selalu" semua memberi salam secara serempak.

"Bangun" setelah sampai di tempat duduknya Kaisar tersenyum.

"Kelihatannya semua sudah hadir. Pangeran Zhou, majulah" suara Kaisar yang dalam terdengar.

"Hamba ayahanda Kaisar" Jenderal Zhou berdiri membungkuk di depan kaisar.

"Ada apa dengan wajahmu? Mengapa kamu memakai topeng? Apakah kau terluka cukup parah?" Tanya Kaisar.

"Ampun ayahanda kaisar, wajah hamba terluka kena sabetan pedang yang cukup parah. Oleh sebab itu hamba memakai topeng, menjaga agar para rakyat tidak ketakutan" Zhou Ming menjawab dengan tenang.

"Kau adalah Jenderal yang luar biasa, anugrah bagi kerajaan ini. Berkat kemenangan mu dalam perang, kita mendapat 2 wilayah perluasan lagi. Oleh sebab itu aku menganugerahkan kepadamu gelar Jenderal yang tak tertandingi. Apakah ada hal lain yang kau inginkan?" Kaisar bertanya.

"Tidak ada yang Mulia" jawab jenderal Zhou tenang.

"Han Cya Lin" tiba-tiba namanya disebut membuat Celine mendongak kaget.

"Maju" desis nenek kepadanya.

Agak gugup dan takut Celine maju ke hadapan kaisar. Bersebelahan dengan Jenderal Zhou.

"Salam yang Mulia Kaisar. Semoga Kaisar panjang umur dan sehat selalu" hormat Celine.

"Kudengar kamu terjatuh, bagaimana keadaanmu sekarang?" Tanya Kaisar.

"Hamba sedikit ceroboh yang Mulia Kaisar, tapi kondisi hamba sudah membaik" jawab Celine dengan lugas.

"Kudengar Jenderal mengabaikanku dan malah datang ke kediaman mu terlebih dahulu waktu pertama kali kembali dari medan perang, apakah benar begitu?" Tanya Kaisar menyelidiki.

"Mohon ampun yang mulia Kaisar......"Celine jatuh berlutut dan sebelum Celine menyelesaikan alasannya suara dingin dan tajam terdengar.

"Mohon ampun yang mulia Kaisar, hal itu hanya dikarenakan kelalaian hamba yang begitu khawatir akan keadaan Lin'er sehingga tanpa pikir panjang langsung menjalankan kuda hamba ke kediaman Marquis. Untuk kelalaian hamba, hamba bersedia menerima hukuman" jawaban panjang Jenderal Zhou membuat semua yang hadir terkejut.

Keheningan yang tajam membuat situasi sepi dan mencekam selama beberapa saat. Spekulasi-spekulasi liar mulai bermunculan dalam pikiran masing-masing orang.

'Jenderal Zhou sungguh menghargai perjanjian pernikahan ini'

'Baru kali ini Jenderal Zhou membela seorang wanita'

'Apakah matahari akan terbit dari barat?'

'Betapa beruntungnya Han Cya Lin, gadis gendut, buruk rupa itu'

'ooohhhh,,,,,,suamiku mengapa kau begitu membela Han Cya Lin?'

Pikiran semua orang bagaikan bilah tajam yang menembus ke dalam tubuh Celine. Tak terasa tubuhnya mengeluarkan keringat dingin. Perasaan tak nyaman muncul di hatinya.

"Hahahahahahaha" tawa Kaisar yang membahana tiba-tiba terdengar mengisi ruangan.

"Bagus-bagus. Karena kelihatannya Zhou'er sudah tidak sabar dan Lin'er sudah cukup umur untuk menikah, maka aku menganugerahkan pernikahan pangeran/Jenderal Zhou Ming dengan putri Han Cya Lin yang akan dilaksanakan tanggal 3 bulan depan" pengumuman tiba-tiba Kaisar membuat suasana langsung gaduh.

"Terima kasih atas berkat dan rahmat dari ayahanda Kaisar" Jenderal Zhou yang berdiri di tengah aula menunduk dan memberi hormat.

Wajahnya serius. Tak akan ada yang tau bagaimana leganya perasaan pangeran Zhou karena akan berhasil mencapai tujuannya. Mendapatkan barang peninggalan ibunya. Pernikahan ini adalah kehendak ibunya. Jadi dia percaya itu adalah yang terbaik baginya.

Beda lagi dengan tokoh utama kita. Celine diam terperangah tanpa bisa berkata-kata. Matanya melotot. Mulutnya menganga. Lucu sekali wajahnya. Beruntung tidak ada lalat yang masuk ke sana. Untuk sesaat dia masih tidak percaya apa yang terjadi. Mengapa tiba-tiba menikah? Apa yang menyebabkan terjadi perubahan besar yang mendadak ini. Bila sesuai alur cerita pernikahan baru akan dilaksanakan tanggal 3 bulan ke 9 yaitu masih 3 bulan lagi. Mengapa sekarang malah maju ke setengah bulan lagi??????apa yang sebenarnya terjadi di sini??????

Terpopuler

Comments

Wanda Wanda i

Wanda Wanda i

like like like

2023-04-02

0

Yunita Widiastuti

Yunita Widiastuti

💪💪

2022-12-20

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!