Bab 11. Kegiatan Celine

Keesokan paginya adalah hari ke 2 setelah penyergapan Celine, yang berarti 13 hari sebelum hari pernikahan, luka-luka Celine sudah mulai membaik. Benar-benar obat mujarab dari Jenderal, luka-luka Celine sudah mulai berkeropeng. Hal ini menandakan bahwa nanti di akhir prosesnya, luka itu akan sembuh total bahkan tidak meninggalkan bekas. Xixi, sudah mulai melayani Celine sehari sejak dia siuman. Sungguh pelayan yang teladan. Dia bisa menahan lukanya sendiri demi merawat nonanya.

Hari ini Celine sudah bisa berjalan-jalan di sekitar halamannya meski sesekali harus dengan bantuan ketiga pelayannya. Dilihatnya benih tanaman yang ditanam beberapa hari yang lalu sudah mulai tumbuh. Dia senang sekali.

'Jika tanaman-tanaman ini sudah besar maka akan dapat aku silangkan untuk mendapat varietas baru. Dan saat itulah aku akan kaya ahahhahaha' pikiran Celine mulai berkelana membuatnya girang bukan kepalang.

"Sebaiknya aku mulai mengatur tempat untuk tanaman-tanaman ini berdasarkan umur panennya saja. Ada yang 3 bulan, 6 bulan, setahun, dan bertahun-tahun. Sebaiknya kuatur mulai sekarang saja" Celine bergumam sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Terlihat lucu sekali. Dengan perban dimana-mana (kepala, lengan, bahu) Celine berjalan berputar-putar di sekitar kediaman dengan perlahan mengamati tanaman-tanamannya.

"Apa yang terjadi pada nona?"

Ketiga pelayan saling bengong sambil menatap Celine.

Merasakan pandangan ketiga pelayannya Celine menoleh. Dia dengan agak canggung dan bersalah mencoba menjelaskan.

"Ehem,,,tidak perlu heran. Tidak ada apa-apa, hanya aku terlalu senang aku sudah mulai bisa menggerak-gerakkan tubuhku setelah beberapa hari tidur terus. Ditambah melihat tanamanku yang tumbuh subur hatiku senang sekali. Tampaknya tanah disini lumayan subur. Mari kita buat lebih subur lagi" jelas Celine pada para pelayannya.

"Xixi, tolong ambilkan aku pena dan kertas" pinta Celine.

Setelah itu Celine menyuruh para pelayan dan pengawal Jenderal yang ditugaskan di kediamannya untuk membantunya.

Mereka mulai mencari kotoran binatang, tanah bekas pelapukan tumbuhan, serta cacing yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanah.

Kemudian Celine mengarahkan dan menginstruksikan mereka bagaimana mencampurkan bahan-bahan tersebut ke dalam tanah yang akan digunakan sebagai lahan persemaian dan pembibitan. Selama sehari penuh mereka menyiapkan lahan tersebut.

Keesokan harinya kegiatan dilanjutkan dengan menyebarkan benih-benih tanaman yang sudah muncul tunas ke lahan yang sudah dipersiapkan. Setelah itu dilakukan pemupukan dan penyiraman.

Lahan-lahan tersebut diberi tanda dan nomor kode yang hanya diketahui Celine. Berkat otak geniusnya, tanaman, lahan, umur panen ditulis dengan kode-kode aneh oleh Celine. Dia merasa novel ini tidak sederhana, karena beberapa alur berubah, beberapa sama, sehingga dia tidak tahu akhir cerita sekarang. Celine berpikir dia harus berusaha bertahan hidup dan mengumpulkan kekuatan sendiri, yakni tanaman-tanaman ini untuk berjaga-jaga. Intinya Celine tidak mau mati dalam novel dan bertekad hidup tenang dan kaya raya.

"Nona mandi obat telah siap" setiap sore Celine tidak melupakan mandi obatnya. Obat dari tabib istana (baca bab 4) sudah dia tambahkan dengan bahan-bahan yang dapat mempercepat penyembuhan luka dan merawat kulit. Oleh sebab itu kulit wajah dan tubuh Celine semakin lama semakin baik, meskipun baru 15 hari dilakukan, terhitung sejak dia mulai menempati tubuh Han Cya Lin.

Diet sehat yang dilakukannya turut membantu sedikit mengurangi lemak di tubuhnya. Setiap pagi Celine hanya akan makan bubur+sedikit protein (bisa daging sapi digiling/diiris halus atau ayam atau ikan). Siang harinya Celine makan nasi+protein yang jumlahnya lebih banyak+sayur+buah. Sore harinya Celine lebih sering makan buah+sayur+susu+sedikit karbohidrat.

Melihat cermin perak yang agak buram Celine cukup puas dengan tampilannya.

"Lumayan, sedikit lagi wajah jerawat dan tubuh gendut ini akan hilang" Celine tersenyum puas pada dirinya.

Setelah makan malam Celine bersiap untuk tidur. Dia kembali menatap cermin. Wajahnya sudah mulai terlihat seperti di dunianya. Wajah itu tampak tajam dan halus. Hanya saja, perubahan berat badannya tidak terlalu banyak. 3kg saja selama dua minggu ini.

Tidak apa-apa. Berdasarkan novel, perubahan ini sudah termasuk bagus. Di Novel selama 3 bulan Celine mendapat berat idealnya 50kg dengan tingginya yang 160cm. Saat ini dalam waktu yang begitu singkat, beratnya menjadi 62kg dari berat awalnya 65kg. Agak berisi memang seperti kentang. Celine berniat memiliki berat ideal seperti dalam novel pada hari pernikahan yaitu 11 hari lagi.

"Mulai besok aku akan olahraga lari pagi. Yanzhi tolong kau ajari aku sedikit seni beladiri dari sekarang. Besok pagi aku akan mulai berlari mengitari kediamanku ini 3x. Yunzhi dan Xixi. Kalian ikut juga". Kata Celine memberi perintah.

"Baik nona/Nyonya/Nyonya" jawab mereka serempak.

10 hari sebelum pernikahan, Celine memulai latihan paginya. Dengan tubuh penuh perban Celine berlari-lari kecil mengitari halaman rumahnya diikuti ketiga pelayannya. Pemandangan yang akan selalu terjadi di halaman kecil Celine setiap pagi. Setelah itu Yanzhi akan mengajari beberapa gerakan beladiri dasar pada Celine, Xixi, dan Yunzhi. Lalu mereka akan sarapan dan mengurus tanaman di halaman sampai sore. Setelah itu mandi obat Celine dilakukan. Begitulah rutinitas Celine beberapa hari ini.

Dalam kediaman Jenderal ~

Jenderal Zhou yang sedang membaca laporan harian langsung mengerutkan keningnya "Dia tidak sengaja melakukan hal ini karena ingin menolak atau menunda pernikahan bukan? Dia tidak berusaha melarikan diri atau menemui orang lain?"

"Lapor Jenderal, berdasarkan informasi dari Yanzhi, Nyonya memang fokus melakukan kegiatan di dalam kediamannya saja. Selain berkebun dan mandi obat, tidak ada hal lain yang terjadi. Nyonya bahkan tidak berusaha melarikan diri atau menemui orang lain. Selain itu Nyonya dan pelayannya memulai dasar-dasar ilmu beladiri dari Yanzhi dan Yunzhi" penjaga bayangan melaporkan kepada Jenderal.

"Hhmmmm menarik sekali" Jenderal Zhou tersenyum.

"Tampaknya dia memang sudah benar-benar berubah. Atau ada hal lain yang disembunyikannya? Aku semakin menanti hari pernikahan kami" senyum Jenderal tampak semakin lebar. Pandangan matanya semakin teduh.

Pada masa lalu, tunangan Jenderal selalu saja membuat ulah. Sebagai putri sah kediaman Marquis dan mendapat berkah pernikahan dari permaisuri kaisar yang telah wafat, dia merasa tidak terima. Entah apa yang merasuki putri Marquis, membuatnya berani menolak putra mahkota, yang juga Jenderal perang kerajaan ini. Tapi sepertinya sejak tragedi dia jatuh dari pohon karena mencoba menangkap burung (padahal tersambar petir setelah mengolok-olok Jenderal Zhou), perangai dari putri Marquis berubah.

"Terus awasi dia. Laporkan segala tindak tanduknya. Dengan siapa dia bertemu dan apa yang dia lakukan" perintah Zhou Ming.

"Baik, Jenderal" pengawal itu menjawab. Setelah itu dia menghilang.

"Baiklah aku tunggu kejutan dari calon istriku ini" Jenderal Zhou melanjutkan kegiatannya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!