Bab 2. Masuk ke dalam Novel

(Untuk selanjutnya nama Celine sewaktu-waktu akan berubah menjadi Han Cya Lin).

"Uuuugghhhhhh....." Suara seperti bisikan datang dari bibir seperti cherry.

Dahinya mengernyit. Spontan tangannya memegang kepalanya yang pening. Kain sutra yang membungkus dirinya terbuka sedikit menampakkan kulitnya yang putih. Perlahan Celine membuka mata. Matanya menyipit.

'Dimana aku?'

'Ini bukan kamarku'

'Dekorasi yang indah'

'Perabotan yang cantik'

'Tapi terkesan kuno'

Dengan perlahan Celine memposisikan dirinya untuk duduk. Perubahan berat badan menyebabkannya terbaring kembali.

"Tangan ini lebih besar dari tanganku" Dia bergumam melihat tangannya dan mengernyit.

"Dan tubuh ini pun bukan milikku" gumam Celine perlahan.

Bunyi perlahan yang disebabkan pergerakannya membuat pintu perlahan terbuka.

"Nona anda sudah bangun?" Seorang gadis usia sekitar 14 tahun dengan baju jingga menghampirinya.

"Nona jatuh dari pohon ketika ingin menangkap burung kemarin, itu yang diumumkan pada orang luar. Tapi sebenarnya nona jatuh tersambar petir karena meneriakkan tidak ingin menikah dengan Jenderal Zhao Ming dari atas pohon. Kata tabib, nona mungkin mengalami cedera kepala ringan. Ingatan nona akan beberapa hal mungkin terganggu" kata beruntun gadis itu sambil menangis.

'Siapa Jenderal? Apakah Jenderal Zhao itu sangat diberkati? Bahkan meneriakkan namanya pun tidak boleh?' Celine terkesiap.

'Apakah aku mengalami perjalanan waktu?Benar-benar ke jaman kuno? Aku ingat, adegan ini ada dalam novel *Menjadi istri Jenderal* yang baru saja kubaca' Celine berpikir sambil membelalakkan matanya tak percaya.

Celine mencubit tangannya dengan keras

"aduh"

pekiknya kesakitan sampai air matanya merembes keluar.

"Nona,,,,nona jangan menyakiti diri sendiri lagi,,,,,,hamba tidak tahan melihatnya,,,,,huuuhuuuuhuuu" pelayan itu mendekat dan menjauhkan tangan Celine satu sama lain. Menjauhkan tangan yang hendak saling cubit itu.

Celine linglung. Matanya menatap pelayan yang menangis itu. Dia memejamkan matanya. Tidak ada ingatan sama sekali. Bukannya jika transmigrasi ada beberapa ingatan pendahulu? Apa-apaan ini?

"Siapa namamu?" tanya Celine.

"Hamba Xixi, pelayan pribadi sejak nona masih muda" jawab Xixi membuat Celine mengangguk.

Dia mengatur napasnya, berusaha menenangkan detak jantungnya yang berdebar. Dia bingung harus bagaimana.

"Tolong ambilkan aku makan dan minum" perintahnya perlahan pada pelayan itu.

'Bagaimanapun aku lapar sekarang. Hal pertama inilah yang harus dilakukan. Biarkan aku berpikir setelah kenyang' kata Celine dalam hati.

Tak berapa lama makanan sudah tersaji di atas meja. Ada bubur tawar dan beberapa roti keras disana. Dahi Celine mengernyit.

"Apa ini yang biasa kumakan?" Tanya Celine.

"Menjawab nona, sejak nyonya meninggal 5 tahun lalu, segala urusan rumah tangga menjadi tanggung jawab selir Yun. Sejak itu nona tidak mendapat fasilitas seperti semula" jawab Xixi.

"Ceritakan mengenai diriku" tanya Celine sambil mengunyah bubur perlahan. Rasa bubur yang hambar dan aneh membuat Celine tersedak.

"Uhuk…uhuk….apa-apaan ini?" Celine mengambil air untuk minum.

Tangannya mengambil roti dan mengunyahnya.

"Lumayan" gumam Celine pelan.

Hanya terasa asin disana. Tapi lebih baik daripada rasa bubur sebelumnya. Beruntung dia sudah makan sebelum pindah ke novel aneh ini. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Dikunyahnya sedikit demi sedikit roti itu sambil mendengarkan Xixi bercerita.

"Nona adalah nona Han Cya Lin, nona muda pertama kediaman Marquis Han. Tahun ini, usia nona 15 tahun, sudah cukup umur untuk menikah. Selir Yun mendesak tuan besar untuk segera menikahkan nona dengan Jenderal perang Zhao Ming. Tapi sebenarnya selir Yun ingin agar putrinya yang menggantikan nona untuk menikahi sang Jenderal. Karena itu sejak beberapa hari lalu selir Yun terus mencari masalah dengan nona" Jelas Xixi.

"Jendral Zhao Ming jenderal termuda di kekaisaran Ming. Beliau juga adalah putra mahkota kerajaan ini. Terkenal kejam dan berhati dingin. Meskipun tampan tidak ada yang berani mendekatinya. Kabarnya pernikahan ini adalah berkat dari permaisuri terdahulu yang melihat tanda-tanda langit menjadi cerah dan muncul pelangi setelah hujan badai pada saat kelahiran anda, nona besar. Baru menganugerahkan pernikahan padamu dan Jenderal Zhao. Jenderal Zhou baru saja pulang dari Medan perang. Dan 3 hari lagi adalah pertemuan pertama anda berdua di istana" jelas Xixi panjang lebar.

Dahi Celine mengernyit, beberapa kenangan mulai muncul di kepalanya.

'Akhirnya muncul juga' pikir Celine.

Beberapa bayangan ingatan pendahulunya muncul bergiliran membuatnya harus memejamkan mata. Terlihat bagaimana ia mudah ditindas di kediamannya sendiri. Bahkan pelayan dapur kecil berani menindasnya.

"Berapa lama aku tertidur setelah kejadian itu?" Tanya Celine.

"Menjawab nona, sudah sejak 2 hari yang lalu nona tertidur" Isak tangis Xixi terdengar lagi.

"Sudah, jangan menangis. Nonamu sudah sadar. Sudah tidak apa-apa. Mari kita pikirkan langkah yang harus kita ambil" Celine berpikir.

"Baiklah, kita mulai dari memperbaiki dapur. Bagaimanapun urusan perut adalah yang terpenting" Kata-kata Celine mengejutkan Xixi.

"Maksud nona apa?" Xixi berkata dengan gugup.

"Makan adalah yang utama! Tenanglah Xixi, mulai sekarang kita tidak akan mudah ditindas lagi" Kata Celine dengan yakin.

Celine bangkit dari duduknya. Diregangkan badannya. Dia melihat sekitar. Ada cermin perak besar di sudut ruangan dengan meja riasnya. Dia berjalan menuju cermin itu.

"Wajah ini tidak buruk" kata Celine perlahan.

"Apa yang nona katakan? Bagiku nona adalah yang paling cantik di kediaman" Xixi berkata dengan tidak suka.

Celine tertawa. Benar-benar pelayan yang setia. Nonanya bertubuh gemuk, dengan wajah penuh jerawat dia bilang bahwa nonanya paling cantik di kediaman? lucu sekali.

"Baiklah, bolehkah aku merepotkan mu?" Tanya Celine.

"Apa perintah nona? Xixi akan laksanakan" jawabnya yakin.

"Tolong bilang pada nenek, badanku lemah, dan karena aku masih dalam pemulihan aku perlu makanan khusus. Aku perlu dapur mini di dalam kediamanku" kata Celine.

"Dan tidak perlu pelayan tambahan, cukup kamu saja yang melayaniku" tambah Celine.

"Baik nona, hamba akan lapor kepada Nyonya besar" Xixi pamit undur diri.

Celine ingat bahwa di rumah ini nenek dari ayah Celine sangat menghargai hubungan darah. Dan dalam buku itu neneklah yang paling berkuasa di kediaman. Setiap tindakan pasti nenek tahu. Termasuk penindasannya selama ini. Pemilik asli novel sangat bodoh tidak memeluk paha neneknya sehingga dia ditindas di kediamannya sendiri. Celine tidak akan mau menjadi si bodoh itu.

Beberapa waktu kemudian~~

"Nona, nyonya besar telah setuju untuk membangun dapur kecil di kediaman. Besok pagi dapur mini akan siap" Xixi kembali setelah hampir sejam berlalu.

"Baiklah, temani aku berjalan-jalan keliling kediaman" kata Celine sambil berjalan keluar kamar.

Celine berjalan di sekitar kediamannya. Halaman itu tidak luas. Tapi cukup besar bagi Celine. Ada taman dan kolam. Ada lahan kosong pula.

Otak Celine mulai berpikir.

'Sebaiknya aku membenahi mulai dari halamanku sendiri' pikirnya senang.

Dia sudah membayangkan akan memiliki kebun yang akan memenuhi kebutuhannya sendiri. Ditambah dengan dapur mini setidaknya masalah kebutuhan diri sendiri akan teratasi.

"Baiklah Xixi. Besok mari kita pergi ke pasar mencari benih dan bibit" senyum Celine membuat Xixi tercengang.

Karena sejak nyonya meninggal, nona tidak pernah lagi mengurus halamannya. Banyak tanaman terbengkalai. Pohon apel yang ditanam sejak nona masih dalam kandungan nyonya muda tidak pernah diurus lagi. Padahal pohon itu sering berbuah saat nyonya muda masih hidup. Sekarang hanya berbunga saja dan selalu rontok pada akhirnya, tidak sampai membentuk buah. Dan setelah nyonya muda meninggal nona seperti anak ayam kehilangan induk dan perlindungannya. Pikiran Xixi membuat air matanya mengalir.

Celine yang melihatnya terkejut " Xixi apa yang terjadi?"

"Hamba mendengar dari ibu hamba jika nyonya muda sangat suka berkebun. Ibu nona juga mengajarkan anda bagaimana cara berkebun. Hari-hari itu sangat indah. Apakah nona sudah mengingat kenangan itu?" Xixi berteriak senang.

"Ehm...yah bisa dibilang ingat sedikit" Celine tersenyum canggung.

"Baiklah, aku akan mendukung nona. Kita ke pasar besok pagi" Xixi semangat sekali membuat Celine tertawa.

Terpopuler

Comments

Wanda Wanda i

Wanda Wanda i

lanjut

2023-04-02

0

范妮·廉姆

范妮·廉姆

oh, ini ceritanya masuk dunia novel ya hehe

2022-12-23

2

Estin Toisuta

Estin Toisuta

keren

2022-12-23

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!